AllthingsBeautyallthingsbeauty-logo

Trik & Inspirasi
dari Pakar Rambut Unilever

Hair Cares: Rambut Botak itu Cantik!

‘Mahkota wanita’ sebenarnya bukan pada rambut, tapi tersimpan pada hati dan jiwa. Setuju?

ByMestikaDecember 12, 2022

Rambut Botak Lebih Simple dan Jadi Ciri Khas.>

Breaking the Rules? Why Not!>

Botak Lebih Bebas dan Tidak Peduli Apa Kata Orang.>

Terry dan Negeri Kita Sendiri.>

Tips Self-Care dan Self-Love A la Terry.>

Tip Editor untuk Perawatan Kulit Kepala.>


Standar kecantikan wanita Indonesia itu harus berkulit putih, bertubuh langsing dan berambut hitam panjang. Hmm, masihkah ‘standar’ ini berlaku untuk zaman sekarang? Menurut kami sih tidak, ya. Contohnya saja, wanita dengan rambut botak. Tak ada yang aneh dengan hal ini. Rambut botak justru bisa terlihat unik dan menjadi ciri khas penampilan seseorang.

Memiliki rambut botak merupakan sebuah pilihan, sebuah keputusan yang cukup bernyali jika tanpa alasan atau karena keterpaksaan. Lihat saja Terry Endropoetro, travel blogger dan pemilik akun Instagram @negerikitasendiri.

Apa yang bikin Terry memutuskan untuk botak? Bagaimana caranya mematahkan stigma tentang ‘cewek botak’ dan memulai proses self-love? Penasaran? Simak obrolan seru kami dengan sosok yang selalu happy berikut ini!

Rambut Botak Lebih Simple dan Jadi Ciri Khas.

Terry Endropoetro dengan gaya rambut botak
(Foto: Instagram.com/negerikitasendiri)

Kami penasaran, bagaimana awalnya kok bisa memutuskan memilih berambut botak? Hal ini bertolak belakang dengan stereotype perempuan Indonesia yang ‘harusnya’ punya rambut hitam panjang.

Aku memutuskan berambut botak karena panas. Alasan yang sesimpel itu saja! Awalnya dulu sering sekali naik sepeda dari rumah ke kantor. Bayangkan jarak yang biasa aku tempuh, belasan kilometer, jadi bikin berkeringat dan nggak nyaman.

Nggak cuma badan, tapi rambut dan kepala kan juga ikut berkeringat. Rambut jadi bau apek dan berminyak. Jadi, daripada ribet, lebih baik aku botak saja.

Bagaimana tanggapan orang terdekat, keluarga, dan teman-teman?

Aku memang dibesarkan di dalam keluarga yang tidak peduli apa kata orang dan tidak suka mengurusi kehidupan orang lain. Jadi, tanggapan keluarga baik-baik saja. Mereka sangat menerimaku apa adanya. Terserah aku saja. Hehe.

Nah, kalau teman-teman awalnya agak kaget “Wah, Terry kok jadi botak?” tapi ujung-ujungnya ya menerima dan mulai terbiasa dengan penampilanku yang berbeda.

Pernah merasa insecure nggak dengan rambut botak?

Nggak pernah sama sekali. Malah lebih senang begini (botak) karena lebih nyaman, simpel dan nggak ribet. Plus-nya, kalau sedang pergi bersama teman-teman ke acara yang ramai orang atau sedang berada di keramaian, aku gampang dicari dan dikenali, karena sudah ada ciri khasnya, yaitu botak.

Breaking the Rules? Why Not!

Terry Endropoetro berpose berdiri mengenakan kain tenun dan vest.
Terry Endropoetro dengan penampilannya yang nyentrik. (Foto: Instagram.com/negerikitasendiri)

Pernah punya rambut panjang?

Waktu kuliah justru panjang rambutku di atas pinggang. Awalnya, karena melihat teman-teman kampusku yang gondrong. Aku kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Dari sekelas itu, yang cewek cuma aku sendiri.

Pada masa itu, cowok-cowok manjangin rambut ala Axl Rose dari Guns N’ Roses, jadi aku ikut-ikutan gondrong juga. Haha.

Pernah kepikiran untuk memanjangkan rambut lagi nggak?

Aku sudah terlalu nyaman dengan rambutku yang gundul dan tidak ada niat untuk memanjangkan rambut lagi. Tipe rambutku tuh lurus dan tebal, jadi ketika panjang akan kelihatan agak kaku.

Aku juga sebenarnya sudah pernah mencoba bermacam-macam model rambut, mulai dari rambut panjang di atas pinggang, rambut pendek sebahu, sampai bondol. Nggak cuma itu, beragam warna rambut juga sudah pernah aku coba. Jadi, sudah puas!

Untuk sekarang, aku akan selalu botak.

Botak Lebih Bebas dan Tidak Peduli Apa Kata Orang.

Terry Endropoetro kenakan kebaya dan kain tradisional Indonesia warna merah.
(Foto: Instagram.com/negerikitasendiri)

Apakah dengan rambut botak kamu bisa menemukan jati diri?

Sebenarnya aku sudah lama menemukan jati diriku sebelum memutuskan botak. Hanya saja semenjak botak ini aku jadi lebih nggak peduli dengan omongan orang lain.

Secara spiritual, rambut itu kan bentuk duniawi dan kita tidak harus terikat pada duniawi. Jadi, salah satu bentuk aku melepaskan ikatan dengan duniawi adalah dengan rambutku yang botak.

Tanpa rambut, aku juga nggak memikirkan komentar orang lain, bahwa harus punya rambut panjang, kamu kok begini, begitu, aku sudah tidak memikirkan itu.

Apakah rambut botakmu memengaruhi kehidupan pekerjaan?

Selama ini selalu aman-aman saja. Rambut botakku tidak ada pengaruhnya dengan kehidupan pekerjaan yang aku geluti. Biasanya yang meng-endorse aku dengan pekerjaan juga sudah tahu aku tuh begini (botak) dan cuek.

Jadi, nggak ada tuh yang mengatur-atur harus begini begitu, minta ini minta itu, atau tiba-tiba membatalkan kerja sama karena rambutku botak.

Pernah punya pengalaman buruk nggak selama berambut botak?

Tentu saja pernah. Waktu itu di commuter line kebetulan aku memilih di area gerbong khusus wanita. Sudah bukan rahasia umum lagi kalau para wanita di gerbong khusus wanita itu kan judes-judes, ya. Saat naik, ada yang berteriak dan protes, “Ini gerbong khusus wanita!”

Saat itu aku memang pakai tas ransel digendong di depan, jadi mungkin nggak kelihatan ceweknya. Bisa jadi mereka juga bingung, “Wanita kok botak?”. Tapi, aku sih nggak peduli dan semenjak itu jadi malas berpergian naik commuter line di gerbong khusus wanita.

Nggak cuma itu, kalau sedang jalan kaki kadang sering ketemu segerombolan anak kecil yang bisik-bisik. Lalu, dari jauh teriak “Botak!” Ya, nggak apa-apa. Nanti setelah mereka besar juga akan mengerti kalau cewek juga nggak masalah kalau rambutnya botak.

Apa sih yang bikin kamu happy selama menjalani kehidupan sehari-hari? Bisa kasih tahu rahasianya kenapa selalu happy?

Selalu bersyukur, apa adanya dan hidup sederhana saja. Nggak perlu aneh-aneh. Aku nggak punya rahasia kebahagiaan sih. Cuma ya itu tadi, kalau kita banyak bersyukur dengan apa yang sudah kita punya, kehidupan kita juga jadi lebih sederhana dan selalu happy.

Apakah kamu merasa lebih bebas berekspresi dengan penampilan yang sekarang?

Sebenarnya kalau dibilang bebas berekspresi dari dulu sebelum botak, aku sudah bebas berekspresi. Karena bisa dibilang aku ini seorang seniman, jadi kalau menurutku (style) ini keren, bagus, cocok, ya sudah dipakai saja. Jadi lebih unik dan suka-suka saja, nggak peduli apa kata orang.

Menurut kamu, wanita yang powerful/inspiring itu yang seperti apa? Siapa yang jadi inspirasi kamu?

Menurutku, wanita yang powerful dan menginspirasi itu adalah wanita yang hebat, mandiri dan tangguh. Nggak usah jauh-jauh, mau si A, si B atau si C, wanita yang tentu saja selalu jadi inspirasiku adalah ibuku sendiri.

Ibuku itu penyayang, sayang sama bapakku, sayang anak-anaknya tanpa membedakan, baik hati dan jarang marah. Walaupun beliau bekerja, beliau juga pintar masak dan pintar mengurus rumah tangga.

Aku menjalani hidup ini dengan melihat cara ibuku. Dari kecil aku sudah diajarkan perbedaan, saling menghargai, dan toleransi. Beliau juga sangat taat beragama, bukan agamis banget, tapi dia sangat menuntun dalam agama.

Jika ditanya, apakah aku ingin seperti ibuku? Tentu saja jawabannya iya. Tapi, saat ini 25% saja belum. Hehe.

Terry dan Negeri Kita Sendiri.

Terry Endropoetro kenakan kain ulos dan batik.
(Foto: Instagram.com/negerikitasendiri)

Terry mengenakan kain tradisional Indonesia di Instagram. Apakah ada pesan tertentu yang ingin disampaikan ke followers @negerikitasendiri?

Awalnya karena aku berpikir kain batik atau tenun kan memang kain tradisional asli Indonesia yang harus dilestarikan. Aku tuh nggak suka beli baju ke mall, jadi aku pakai kain-kain batik koleksi punya ibuku. Lagian, batik kan gampang di-mix and match dengan baju lain.

Nggak cuma itu saja, memakai kain-kain tradisional juga bisa disesuaikan dengan temanya. Kalau kasual atasannya bisa pakai kaos, kalau agak formal bisa juga menambahkan outerwear/blazer.

Jadi, intinya sih kalau bukan generasi muda, terus siapa lagi dong yang bisa melestarikan kain-kain tradisional Indonesia? Tapi, aku tidak memaksakan orang lain wajib pakai kain, lho! Hanya ingin berbagi ke semua orang bahwa pakai kain tradisional Indonesia juga tetap bisa terlihat modern dan keren.

Sudah traveling ke mana saja dan apakah ada pengalaman seru selama traveling?

Aku sudah keliling hampir 30 provinsi di Indonesia. Mau reinkarnasi 3 kali juga nggak bakal bisa deh menjelajah Indonesia sampai ke pelosok-pelosoknya. Paling jauh itu aku ke Indonesia Timur ya, Papua. Aku sudah ke Wamena, Biak, Sorong, Raja Ampat.

Yang paling seru itu waktu aku masih bekerja di media, bersama 13 orang teman traveling ke Banda Neira, Maluku. Mungkin serunya itu karena perjalanan pertama kalinya ke Indonesia Timur dan butuh effort, kita harus nabung 500ribu Rupiah per bulan selama setahun. Ketika sampai sana, aku baru merasakan Indonesia tuh bagus banget, ya. Lalu, sejak itu aku mulai bikin blog dan resign dari kantor supaya lebih fokus menjelajah Indonesia. Hehe.

Semua pengalaman traveling selalu menyenangkan, bahkan yang tidak menyenangkan pun terasa menyenangkan. Tapi ada sebuah momen yang kurang enak waktu traveling ke Jailolo, Halmahera.

Aku dan 2 orang teman diajak menginap di sebuah resort/cottage untuk sebuah pekerjaan. Masing-masing kita dapat satu kamar dengan kondisi kamar mandi yang semi-outdoor. Saat itu aku melihat ‘sesuatu’ di atas pohon. Karena merinding, nggak jadi bersih-bersih dan langsung tidur.

Tips Self-Care dan Self-Love A la Terry.

Terry Endropoetro kenakan kain ikat tradisional
(Foto: Instagram.com/negerikitasendiri)

Tak hanya rambut panjang, rambut botak juga kan perlu dijaga kesehatan kulit kepalanya. Nah, apa ada tips perawatan harian a la Terry yang bisa di-share?

Nggak ada tips khusus sih, tapi aku rajin keramas setiap hari tiap kali mandi. Karena rambut botak lebih mudah berkeringat dan kulit kepalaku termasuk kombinasi; berminyak dan kering.

Bahkan kalau sehabis cukur nggak jarang muncul putih-putih yang menempel di kulit kepala seperti kerak dan rasanya gatal. Jadi, aku memang lebih fokus ke perawatan khusus kulit kepala.

Keramas setiap mandi dengan sedikit shampoo saja sudah cukup bikin kulit kepalaku terasa lebih bersih dan nggak gatal.

Pernah mengalami masalah seputar rambut? Misalnya kulit kepala kering atau jerawat di kulit kepala?

Nggak pernah sampai jerawat di kulit kepala, hanya kulit kepala kering dan tak jarang muncul ketombe. Atau kadang berminyak karena keringat, makanya aku nggak suka pakai topi, karena kalau pakai topi justru bikin kulit kepala semakin berkeringat, berminyak dan bau.

Kami penasaran, berapa bulan sekali melakukan perawatan cukur/trim rambut?

Wah, 3 hari sekali juga aku sudah cukuran. Haha! Paling lama 5 hari sekali lah. Aku punya tipe rambut yang cepat tumbuh, bahkan saat tumbuh sudah mulai muncul uban dan terasa gatal. Jadi, kalau sudah panjang sedikit misalnya 1-2 cm, langsung cukur saja.

Aku juga selalu cukur rambut sendiri di rumah pakai clipper. Ke barbershop lumayan mahal, kalau aku harus cukur rambut terus tiap 5 hari sekali. Jadi, lebih hemat!

‘Mahkota wanita’ sebenarnya bukan pada rambut, tapi tersimpan pada jiwa dan hati.
Terry Endropoetro

Apakah ada tips untuk para Hair Bae yang ingin berambut botak tapi masih takut karena dinilai ‘berbeda’?

Kalau misalnya ingin berambut botak tapi masih ada keraguan, takut sama omongan orang lain, takut dipandang berbeda, ya mendingan nggak usah dulu. Karena rambut botak itu untuk wanita-wanita yang bernyali besar. Jadi, harus kumpulkan nyali dulu untuk punya rambut botak.

Berbeda jika alasannya karena sakit, habis pengobatan yang menyebabkan rambut terpaksa gugur, tipis sampai botak, ya just be yourself! Nggak usah malu, nggak usah ditutup-tutupi.

Kita masih bisa tetap cantik pakai lipstik dan bulu mata palsu walaupun berambut botak. Bersyukur atas keadaan, terima apa adanya diri sendiri dan tetap harus percaya diri dengan kondisi kamu.

Semoga bisa membuka pandangan banyak orang bahwa ‘mahkota wanita’ sebenarnya bukan pada rambut, tapi tersimpan pada jiwa dan hati.

Tip Editor untuk Perawatan Kulit Kepala.

Jika kamu sudah yakin ingin punya rambut botak, maka kamu juga perlu menjaga kesehatan kulit kepalamu. Untuk menjaganya tetap sehat dan jauh dari permasalahan ketombe atau berminyak, selalu pastikan rajin keramas dengan shampoo yang tepat.

Coba gunakan CLEAR Complete Soft Care Shampoo yang dilengkapi dengan 3 Zero Tech dan scalp vitamin. Kombinasi ini akan membantu mengurangi rasa gatal karena ketombe dan menghambat pertumbuhan jamur di kulit kepala.

PRODUK

CLEAR Perawatan Komplit
shampoo clear perawatan komplit

Kamu pun nggak perlu khawatir kulit kepala dan rambut terasa kering, karena kandungan vitamin dalam shampoo ini akan menutrisi kulit kepala dan merawat kelembutan rambut. Gunakan secara rutin dan dapatkan rambut yang sehat!

Bagikan

Sign up to our newsletter and get exclusive hair care tips and tricks from the experts at All Things Beauty.

Berlangganan
Wanita Asia mengenakan kostum Halloween dengan bando red devil.

Gaya Rambut

17 Inspirasi Pesta Kostum Halloween yang Mudah Ditiru!
Mau offline atau online party, deretan inspirasi kostum Halloween ini akan bikin kamu terpilih jadi Best Dressed!