Apa itu Shampoo Vegan? Ketahui Perbedaannya dengan Cruelty Free!

Sudah tahu bedanya?

Kalau kamu sedang melakukan perubahan lifestyle menjadi seorang vegan, mungkin kamu butuh info mengenai shampoo vegan ini! Mengubah gaya hidup secara total juga harus menyeluruh! Sudah tahu apa perbedaan vegan shampoo dengan cruelty free shampoo? Lihat, yuk!

Banyak yang berasumsi bahwa shampoo vegan dan cruelty-free sama. Namun sebenarnya ada perbedaan, lho! Perbedaan vegan shampoo dan cruelty-free shampoo terletak pada bahan dan ethical practice-nya.

Jika cruelty-free artinya sebuah produk tidak diuji pada hewan, maka vegan artinya pembuatan produk tidak menyakiti hewan dan tidak mengandung bahan-bahan hasil produksi hewani.

Ada banyak produk yang melabeli produknya dengan cruelty-free atau vegan. Namun agar lebih yakin, kamu bisa mengecek pada website resmi atau media sosial dari brand tersebut.

Masih bingung membedakannya? Berbeda dengan shampoo biasa, shampoo vegan punya beberapa karakterisik istimewa.

1. Shampoo Vegan Bersumber dari Bahan Alami.

Shampoo yang vegan-friendly menggunakan berbagai variasi bahan alami seperti minyak esensial dan butter extracts. Pemilihan bahan ini juga di bawah pengawasan para ahli.

2. Bersumber dari Tanaman.

Wanita asia menggunakan shampoo vegan
Bahan-bahan vegan-friendly bersumber dari tanaman. (Foto: Shutterstock)

Vegan shampoo tidak menggunakan bahan yang merupakan produk hewani. Bahan-bahan yang merupakan produk hewani antara lain beeswax, lanolin, gelatin dan juga keratin. Karena itulah, beberapa bahan alami yang terkandung pada vegan shampoo bersumber dari tanaman!

3. Pembuatannya Menaati Ethical Practice.

Salah satu misi shampoo vegan yang paling mendasar adalah menciptakan produk yang ramah akan bumi. Mereka sangat menjamin bahwa tidak ada hewan yang tersakiti sepanjang proses produksi. Biasanya, merek-merek dengan label vegan juga memilih bahan-bahan yang environmentally friendly untuk kemasannya!

Tidak semua shampoo yang cruelty-free adalah vegan-friendly shampoo, untuk itu kamu bisa melihat beberapa ciri shampoo vegan maupun yang cruelty-free.

1. Logo Cruelty-Free pada Kemasan.

Jika sebuah produk vegan, maka pada kemasannya pasti terdapat logo cruelty-free. Logo-logo tersebut adalah Leaping Bunny, logo PETA, dan Choose Cruelty-Free.

2. Logo Leaping Bunny.

Jika belum yakin, coba cek logo ini! Leaping Bunny adalah logo yang paling umum terlihat pada produk-produk yang vegan atau cruelty-free. Jika kamu menemukan tanda ini pada kemasan, maka produk yang kamu gunakan tidak menyakiti hewan dalam proses pembuatannya.

3. Logo PETA.

Familier dengan PETA? PETA (People for the Ethical Treatment) adalah organisasi terbesar yang menjunjung tinggi hak hewan akan hidup yang lebih baik.

Untuk bisa disertifikasi oleh PETA, para perusahaan ini harus mengisi sebuah kuisioner dan menandatangani pernyataan yang menjamin bahwa mereka tidak akan melakukan pengujian produk pada hewan. Atau, mereka berjanji tidak akan membayar lembaga lain untuk melakukan pengujian formulasi, bahan, maupun produk jadi pada hewan.

1. Temukan Logo Vegan Certified.

Masih bingung? Cek kemasannya! Produk vegan pasti memiliki logo vegan certified pada bagian kemasannya. Artinya, produk ini tidak mengandung bahan-bahan yang merupakan produk hewani dan juga tidak menggunakan hewan untuk menjadi bahan percobaan.

Meski demikian, kamu juga perlu tahu bahwa ada beberapa produk vegan yang tidak menaruh logo resmi vegan certified pada kemasannya.

2. Cek Kandungannya.

Wanita asia mengecek kemasan produk shampoo
Cek komposisinya, yuk! oto: Shutterstock)

Jika kamu belum yakin bahwa shampoo yang kamu gunakan adalah vegan, maka kamu harus bisa membaca kandungan pada kemasan. Kamu bisa mengecek beberapa bahan shampoo yang berasal dari hewan dari website mereka.

Bukan hanya itu, pada produk non-vegan kamu akan menemukan bahan-bahan ini:

  1. Beeswax: Biasa digunakan dalam produk kecantikan yang berbentuk balm, dan nama latinnya adalah cera alba.
  2. Carmine: Pewarna merah yang dihasilkan dengan cara menghancurkan, atau bahkan merebus kepik untuk mendapatkan bahan kimia yang membuat kepik berwarna merah.
  3. Lanolin: Bahan ini berasal dari kelenjar minyak domba.
  4. Shellac: Bukan hanya carmine, namun shellac juga berasal dari serangga.
  5. Madu: Selain dari hewan, kamu juga perlu perhatikan bahan produksi hewan. Madu adalah produksi lebah yang berasal dari nektar bunga.

Jika shampoo yang ingin kamu beli tidak mengandung bahan-bahan tersebut, maka produk pilihanmu vegan-friendly.

Nah, itu beberapa informasi tentang shampoo vegan yang penting untuk kamu ketahui. Jika kamu masih ragu, kamu bisa kunjungi website dari merek terkait dan membaca halaman FAQ mereka. Bahkan, kamu bisa mengirimkan email pada perusahaan tersebut. Selamat mencoba!

Artikel selanjutnya

Topik terkait

Hair Quiz