12 Manfaat Dry Shampoo, Plus-Minus, dan Cara Pakainya

Apakah dry shampoo bisa jadi pengganti shampoo biasa? Manfaatnya apa lagi selain menyerap minyak di kepala? Cara pakainya bagaimana? Semua kami jelaskan di artikel ini!

Hayo jujur, siapa yang sering mengandalkan dry shampoo agar tetap kelihatan segar meski belum keramas berhari-hari? Eh tunggu dulu, sudah kenal shampoo kering atau dry shampoo belum?

Sejatinya, shampoo kering adalah kombinasi dari alkohol dan pati (starch) yang bisa menyerap minyak. Ketika diaplikasikan pada rambut, rambut akan terasa lebih segar dan ringan, seolah habis keramas sungguhan.

Lalu, apakah dry shampoo bisa digunakan untuk semua jenis rambut? Tentu saja! Ada berbagai macam jenis shampoo kering yang formulanya didesain secara spesifik untuk berbagai kebutuhan rambut dan styling. 

Contohnya, rambut tipis butuh volume pada akarnya. Untuk membuatnya lebih mengembang sehat, kamu cukup semprotkan dry shampoo pada bagian akar. Tersedia juga shampoo kering untuk rambut berwarna juga rambut keriting.

Sudah tahu cara memaksimalkan produk yang satu ini? Atau, kamu baru menemukan benda ajaib ini dan belum begitu mengerti apa saja manfaatnya? Yuk, berkenalan lebih jauh dengan shampoo kering dengan baca penjelasan lengkap kami berikut ini!

Umumnya, shampoo kering hanya dikenal sebagai penghilang minyak berlebih di kulit kepala. Namun, hanya sebatas itu saja? Tentu tidak, dong. Ada berbagai manfaat lainnya yang mungkin kamu belum tahu.

1. Menyerap Minyak di Kulit Kepala.

Yes, ini adalah manfaat utamanya. Sebum yang dihasilkan kulit kepala (yang juga mungkin bercampur dengan keringat) diserap oleh formula shampoo kering. Kamu yang lagi doyan olahraga di rumah atau memang punya rambut yang cepat lepek, pasti sangat menikmati manfaat produk ini.

Dalam beberapa semprot saja, dry shampoo mampu mengatasi rambut dan kulit kepala berminyak.

2. Menambah Volume.

Karena minyak yang sudah diserap habis, rambut pun tak akan terlihat lepek dan kempis. Bahkan, ada juga beberapa produk yang menawarkan efek volumizing. Bisa jadi trik penataan rambut juga nih!

3. Mengangkat Akar.

Selain membuat rambut lebih mengembang, salah satu manfaat plus produk ini adalah menaikkan akar rambut tanpa mesti menyasaknya. Serius!

Coba semprot shampoo kering ini pada akar sambil menyisir rambutmu ke atas. Lakukan sama seperti kamu sedang menggunakan hairspray. Sisir kembali untuk meratakan semprotannya.

4. Mengatasi Poni Lepek.

Sering kali, poni menjadi lebih cepat lepek dibanding bagian rambut lainnya. Mau keramas, kok rasanya nanggung. Dibiarkan saja, ponimu kempis dan bisa bikin area kening jerawatan.

Nah, salah satu keuntungan dry shampoo adalah bisa digunakan di beberapa area kulit kepala atau rambut saja. Manfaatkan shampoo kering kalau masalah ini sering kamu temui.

5. Memperlambat Pudarnya Warna Rambut.

wanita dengan rambut panjang tergerai berawarna cokelat
Karena keramas jadi tak sesering biasa, warna rmabut lebih tahan lama. (Foto: Shutterstock)

Kalau rambutmu diwarnai dan punya rambut cenderung berminyak, rasanya keramas sekali sehari wajar kan? Untuk menjaga kebersihan kepala, hal ini memang tepat dilakukan. Sayangnya, keramas rutin ini akan membuat warna rambutmu cepat luntur.

Dengan jadwal keramas yang lebih lama, kamu bisa membantu menjaga warna rambutmu lebih tahan lama.

6. Menghemat Waktu.

Yang terbiasa keramas di pagi hari pastinya butuh waktu lagi untuk mengeringkan rambut sebelum beraktivitas. Benar tidak? Coba deh, pakai shampoo kering. Kamu mungkin bisa menghemat waktu hingga setengah jam. Waktu ini bisa kamu gunakan untuk olahraga, stretching, menikmati sarapan lebih baik, atau berjemur.

7. Mencegah Kulit Kepala Menjadi Terlalu Kering.

Cuaca Indonesia yang panas dan lembap memang membuat kepala cepat berkeringat. Bikin ingin cepat-cepat keramas! Sayangnya, mencuci rambut terlalu sering (apalagi kalau pada dasarnya jenis rambutmu kering), bisa semakin mengikis minyak alami.

Hasilnya, rambut akan semakin kering dan bisa berujung pada kerusakan atau rambut bercabang. Again, berilah jeda dengan menggunakan dry shampoo di sela jadwal keramas.

8. Memudahkan Penataan Rambut.

Kalau rambutmu berminyak tentunya kamu akan sulit menggenggam rambut dan membentuknya. Mau itu kepang, cepol, atau berbagai gaya updo, rambutmu bisa cepat ‘turun’ atau kembali ke asal.

Produk ini bisa kamu manfaatkan untuk membuat rambut menjadi sedikit kesat. Kamu bisa mendapatkan grip yang lebih baik ketika menata rambut. Bentuknya pun juga bisa lebih awet. Tak percaya? Coba buktikan sendiri.

9. Menahan Jepit Rambut.

Karena selalu pakai masker ketika beraktivitas, kerja atau sekolah online dari rumah, salah satu bagian yang masih bisa terlihat kece adalah rambut. Aksesori rambut bisa banget dieksplorasi, mulai dari jepit Korea hingga jepit jadul a la 90an.

Agar aksesori rambut stay di tempatnya, kamu bisa memanfaatkan dry shampoo. Rambut yang lebih kesat akan membuat aksesori lebih ‘nempel. Fungsinya mirip dengan hairspray, namun produk ini tidak begitu lengket dan bisa menyegarkan kulit kepala.

10. Menjaga Bentuk Styling Lebih Lama.

Hal ini berkaitan dengan poin sebelumnya. Minyak alami dari akar rambut pasti akan perlahan turun ke batang rambut. Perhatikan deh, rambutmu yang sudah dibentuk keriting, pastinya akan cepat longgar dan kembali ke asal jika rambutmu sedang lepek-lepeknya.

Setelah kamu menyemprotkan shampoo pada akar, jangan lupa untuk menyisirnya untuk menghilangkan minyak di batang rambut. Coba gunakan tips ini dan lihat sendiri perbedaannya.

11. Mengurangi Kerusakan Rambut Lebih Lanjut.

Setelah keramas, biasanya menggunakan hairdryer untuk mengeringkan rambut. Begitu juga kalau rambut sedang lepek, ada kecenderungan untuk mengikatnya dengan ketat (untuk menyembunyikan lepek) atau mengeritingnya dengan curling iron untuk memberi volume.

Penggunaan alat styling bersuhu panas ini, ditambah dengan tarikan erat, bisa membuat rambut menjadi rentan rontok dan rapuh. Dry shampoo yang bisa memberi tampilan bebas lepek bisa membuat kamu bebas menggerai rambut.

Rambut jadi tak terlalu terpapar alat styling dan ikatan yang kencang.

12. Menjadikan Rambut Wangi, Bebas Apek.

Kebanyakan shampoo kering yang kamu temui di pasaran sudah dilengkapi dengan pilihan aroma. Ada yang wanginya fresh, ada yang floral, bahkan fruity. Wanginya memang seolah bikin kamu merasa habis keramas!

Semakin tertarik mencoba atau menjajal dry shampoo karena sudah tahu manfaatnya? Namun, tentu saja selalu ada plus-minus dari sebuah produk. Ada beberapa hal yang mesti kamu perhatikan atau waspadai ketika menggunakan shampoo kering. Apa saja?

1. Tak Bisa Maksimal Membersihkan Rambut.

Shampoo kering bisa digunakan untuk membuat rambut terasa segar dan sehat secara instan, namun tak bisa dijadikan pengganti shampoo seutuhnya.

Ingat, dry shampoo bukan shampoo. Produk perawatan rambut ini hanya didesain untuk menyerap minyak di kulit kepala sehingga rambut terlihat lebih enteng dan segar. Jadi, kamu tetap harus keramas dengan shampoo biasa untuk membersihkan rambut dengan maksimal.

2. Tetap Perlu Dibilas dengan Keramas.

Produk ini dapat meninggalkan sisa-sisa produk pada kulit kepala yang bisa dibersihkan dan disisir dengan mudah. Namun, karena shampoo kering termasuk dalam produk styling, penting bagimu untuk membersihkan kulit kepala secara menyeluruh saat tiba waktunya mencuci rambut.

Untuk membersihkan kulit kepala dengan maksimal, kami merekomendasikan TRESemmé Deep Cleanse & Protect Shampoo dan TRESemmé Deep Cleanse & Protect Conditioner.

Formula dari kedua rangkaian ini mengandung bahan alami yang dapat mendetoks rambut seperti ekstrak ginger dan green tea. Hasilnya? Kulit kepala lebih bersih maksimal.

3. Dapat Membuat Kulit Kepala Terlalu Kering.

Shampoo kering tak akan merusak rambutmu, jadi aman untuk dipakai kapan saja. Namun, perhatikan penggunaannya ya. Produk ini bukan hair mist yang bisa disemprotkan beberapa kali dalam sehari.

Ingat, formula produk ini dalam menyerap minyak di kepala sangat baik. Jika digunakan terlalu sering, kulit kepalamu bisa menjadi terlalu kering. Hal ini bisa menimbulkan masalah lain, seperti kulit kepala mengelupas atau ketombe.

4. Rambut Bisa Menjadi Kaku.

Karena formulanya membantu menjadikan rambut lebih kesat, ada kalanya shampoo kering bisa menghasilkan rambut yang kaku. Tak ‘jatuh’ seperti kalau rambutmu setelah dicuci.

Hal ini bisa disebabkan kesalahan cara pakai dan frekuensi pemakaian yang terlalu sering. Ingat ya, tetap keramas sesuai jadwal. Shampoo kering ini hanyalah menjadi pengisi dalam jeda keramasmu.

5. Bisa Meninggalkan Residu Berupa Serbuk Putih.

Tergantung formula dan cara pemakaiannya, shampoo kering bisa banget menghasilkan gumpalan atau meninggalkan serpihan putih mirip ketombe. Oh no!

Hal ini juga bisa terjadi ketika kamu memakai produk ini berhari-hari untuk mengulur waktu keramas. Karena itu, penting banget untuk tahu cara pakai dan kapan harus menggunakan produk ini.

Semprotkan produk pada bagian akar rambut
Belah rambut lalu semprotkan. (Foto: Shutterstock)

Banyak yang mengeluh bahwa rambut menjadi terlihat berketombe dan muncul butiran putih pada kulit kepala setelah menggunakannya. Mungkin ini kamu tidak menggunakannya dengan tepat.

Cek panduan kami berikut untuk cara menggunakan dry shampoo.

  • Kocok produk agar formulanya rata, apalagi kalau kamu menggunakan produk jenis spray. Kalau bentuknya bubuk, kamu tentu tak perlu mengocoknya.
  • Bagi rambut satu per satu. Lewatkan bagian ini kalau kamu hanya ingin menggunakannya pada area tertentu, misalnya poni atau puncak kepala yang biasanya paling berminyak.
  • Semprot dengan jarak minimal 15cm dari akar. Kalau terlalu dekat, gumpalan atau serpihan putih bisa bermunculan. Kalau kamu menggunakan dry shampoo berupa bubuk, taburkan di area yang berminyak. Hindari menempelkannya langsung.
  • Semprot sambil digerakkan. Hindari menyemprot dengan fokus pada satu bagian. Gerakkan tanganmu seperti menyemprot hair spray.
  • Beri jeda selama 30 detik sebelum pindah untuk menyemprot bagian lain.
  • Jika sudah selesai, tunggu beberapa menit agar formulanya menyerap minyak dengan baik. Kamu bisa sesekali memijat kulit kepala untuk membantu penyerapan minyak.
  • Rapikan rambut dengan jari atau sisir, kamu pun selesai!
Wanita asia memijat kulit kepala setelah gunakan dry shampoo
Setelah menggunakan, kamu bisa memijat kulit kepalamu. (Foto: Shutterstock)

Meski bisa digunakan oleh jenis tipe rambut apa saja, tapi kapan waktu yang tepat untuk memakainya? Kapan saja, ketika rambutmu terasa berminyak.

Karena itu, cek dulu apa jenis dan tipe rambutmu: lurus, keriting, kering, atau berminyak? Intip panduan kami yuk.

Rambut Lurus.

Karena teksturnya, umumnya rambut lurus kurang memiliki volume dan cepat sekali berminyak. Kalau tidak mau keramas terlalu sering, kamu bisa menggunakan dry shampoo pada hari kedua atau ketiga (lihat kadar lepeknya dulu). Kamu bisa keramas di hari setelahnya.

Pola ini juga bisa kamu lakukan kalau kondisi rambutmu cepat sekali berminyak (meski tak memiliki rambut lurus).

Rambut Keriting.

Lain lagi dengan rambut keriting dan ikal yang punya tekstur meliuk. Bentuknya yang unik ini membuat minyak alami sulit mengalir turun dan batang rambut menjadi cenderung kering. Penumpukan minyak umumnya hanya ada di kulit kepala. Kempis di puncak kepala, volume tetap ada, tapi rambut terasa kering.

Kamu bisa saja menggunakan produk ini beberapa kali dalam seminggu (tiap dua hari sekali), sehingga kamu bisa keramas hanya seminggu sekali. Namun, lihat kondisi kulit kepala juga ya. Kalau memang terasa kotor karena aktivitas padat atau minyak yang terlalu menumpuk, kamu bisa keramas lebih cepat.

Jangan lupa untuk menggunakan conditioner yang melembapkan untuk menghindari kekeringan pada batang rambut. Salah satu conditioner untuk rambut keriting rekomendasi kami adalah Sunsilk Soft & Smooth Conditioning Smoothies.

Conditioner dari Sunsilk kuning ini mengandung 5 minyak alami dan ekstrak alpukat. Pas banget untuk membantu menjadikan batang rambut lebih lembut dan halus.

Kalau rambutmu lurus tapi punya masalah yang sama, yaitu kulit kepala minyakan namun rambut terlalu kering, kamu bisa menggunakan jadwal pemakaian dry shampoo yang sama.

 

Punya banyak manfaat, shampoo kering memang bisa membantu menghindarimu dari tampilan lepek. Namun ingat, dry shampoo tak perlu digunakan pada seluruh rambut. Gunakan hanya pada bagian yang lepek. Kamu pun juga mesti keramas secara rutin untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit kepala. Semoga artikel ini membantumu untuk menemukan dry shampoo terbaik untuk rambut berminyak!

Artikel selanjutnya

Hair Quiz