Tips Keramas Rambut Tiga Hari Sekali dan Tetap Bebas Lepek!

Keramas rambut tiga hari sekali ternyata bisa berkontribusi terhadap perbaikan lingkungan!

Keramas rambut setiap hari nyatanya bisa menghambat produksi minyak alami pada kulit kepala, lho. Hair scalp pun jadi kering dan bisa menimbulkan ketombe.

Meski tak sepenuhnya salah, keramas setiap hari terhitung boros air, lho. Terlebih di musim kemarau ini, banyak wilayah Indonesia mengalami krisis air bersih. Belum lagi ancaman perubahan iklim yang semakin ekstrem. Permukaan air laut semakin naik, es di kutub mencair, polusi udara semakin parah, air bersih pun semakin berkurang. Satu cara termudah untuk menyayangi bumi adalah menghemat pemakaian air bersih.

Di Indonesia, nyaris mustahil untuk tidak keramas setiap hari.
Di Indonesia, nyaris mustahil untuk tidak keramas setiap hari. (Foto: Natasha Estelle)

Sadarkah kamu bahwa terlalu sering keramas terhitung sebagai aktivitas manusia yang paling boros air? Mengingat gencarnya aksi Global Climate Strike di seluruh dunia, Tim All Things Hair Indonesia menantang kamu untuk berlatih mencuci rambut minimal dua hingga tiga hari sekali.

Memang sih, mencuci rambut tiga hari sekali nyaris mustahil dilakukan di negara tropis seperti Indonesia. Apalagi di Jakarta yang penuh polusi dan rentan terkontaminasi asap kendaraan bermotor. Rambut berpotensi bau dan lepek.

Meski begitu, hal ini bukannya tidak bisa dilakukan, kok. Untuk kamu yang ingin mewujudkan cita-cita mencuci rambut minimal tiga hari sekali, Tim All Things Hair sudah menyiapkan sederet tips yang bisa kamu praktekkan. Simak sejenak, yuk!

1. Tangkal Radikal Bebas dengan Produk Anti-Oksidan.

keramas setiap hari, amankah untuk rambut?
keramas setiap hari, amankah untuk rambut? (Foto: Shutterstock)

Kunci rambut tidak mudah lepek terletak pada preparasi yang baik. Kamu harus mencuci rambut hingga bersih menggunakan shampoo yang sesuai tipe kulit kepala. Satu produk yang bisa kamu coba adalah TRESemmé Deep Cleanse and Protect Shampoo yang mengandung ekstrak ginger dan green tea.

Green tea memang terkenal kaya akan anti-oksidan, yang bisa menangkal radikal bebas dalam polusi udara. Kulit kepala dijamin terasa bersih dan segar. Batang rambut pun terlindungi!

Tips Editor: Agar rambut tampak bervolume dan mengembang sempurna, selalu keringkan rambut menggunakan hair dryer. Lakukan blow dry dengan posisi terbalik untuk memberi volume alami.

2. Conditioning di Ujung Rambut.

Hal yang paling menyebalkan saat belum keramas beberapa hari adalah akar rambut yang lepek. Akar rambut terasa berminyak dan lengket, sedangkan ujung rambut justru terasa kering.

Untuk mengurangi kekeringan pada ujung rambut, sebaiknya diamkan conditioner lebih lama di ujung rambut untuk memberi kelembapan ekstra. Perawatan termudah untuk dilakukan!

Tim All Things Hair merekomendasikan kamu untuk menggunakan Dove Volume Nourishment Conditioner. Tuangkan secukupnya ke telapak tangan, ujung rambut dijamin terhidrasi lebih lama. Formulanya juga dirancang membuat rambut lebih bervolume dan bebas lepek.

3. Pakai Jedai di Hari Pertama.

Ilustrasi: koleksi jedai dengan aneka ukuran.
Ilustrasi: koleksi jedai dengan aneka ukuran. (Foto: Stephanie Elia)

Sehabis keramas dan rambut kering sempurna, kamu bisa menjepit rambut menggunakan jedai. Trik ini membantu rambutmu kelihatan bergelombang dan rapi.

Selain itu, aroma shampoo akan menempel lebih lama pada rambut. Namun, hindari menggulung terlalu kencang untuk menghindari rambut rontok. Hal ini bisa kamu lakukan di hari pertama.

4. Gunakan Scarf untuk Melindungi Rambut dari Polusi.

kenakan scarf untuk menghindari penumpukan kotoran di kulit kepala.
kenakan scarf untuk menghindari penumpukan kotoran di kulit kepala. (Foto: Shutterstock)

Trik ini penting untuk kamu yang selalu naik motor setiap di Jakarta. Paparan sinar matahari, debu, dan polusi membuat kulit kepala mudah lepek. Untuk mengurangi hal ini, kamu bisa melindungi atau melapisi rambut dengan scarf sebelum menggunakan helm. Ini penting agar rambut tidak bau dan lepek!

Scarf juga aksesori yang lebih bermanfaat ketimbang topi. Pemakaian topi yang menutup rapat rambutmu akan membuat kulit kepalamu menjadi lembap, apalagi kalau kamu sedang panas-panasan. Nah, scarf lebih terbuka dan masih memiliki ruang untuk udara.

5. Semprotkan Hair Mist.

Jika sudah berkomitmen untuk tak mencuci rambut terlalu sering, hair mist merupakan benda yang wajib untuk kamu bawa ke mana-mana. Hair mist penting untuk menghalau aroma tak sedap akibat perpaduan keringat, minyak, dan kotoran. Rambut pun senantiasa wangi.

6. Gunakan Dry Shampoo di Hari Kedua.

Siapa yang selalu merasa rambutnya sudah mulai lepek atau kempis di hari kedua? Nah, kamu bisa memanfaatkan dry shampoo untuk menyerap minyak pada kulit kepala. Surga untuk kamu yang ogah keseringan mencuci rambut!

Tips Editor: Hanya gunakan dry shampoo ketika rambutmu mulai lepek. Menggunakan produk ini pada rambut yang ‘baik-baik’ saja kadang bisa membuat kulit kepala menjadi terlalu kering. Kalau kamu sering beraktivitas di luar ruangan, produk ini wajib ada di tasmu.

7. Catok Rambut.

Menyambung bahasan di poin kedua, rambut bisa terasa kering di ujung dan berminyak di dekat kulit kepala jika kamu tidak keramas dua atau tiga hari.

Nah, untuk mengakali hal ini, kamu bisa mencatok rambut. Rambut yang semula ‘lusuh’ akan kembali terlihat bervolume dan berkilau. Kembali fresh!

Tips Editor: Untuk merapikan rambut tanpa membuatnya lepek, pastikan kamu mencatok rambut dengan tidak mengangkat akar ke samping dan bukan ke bawah.

8. Coba Styling Berbeda di Hari Ketiga.

catok rambut agar rambut bagus meski tidak keramas setiap hari
catok rambut agar rambut bagus meski tidak keramas setiap hari. (Foto: Natasha Estelle)

Agar rambut tak kelihatan lepek atau kusam, kamu bisa menata aneka hairstyle yang berbeda. Mulai dari dikepang, dicepol, dibuat top knot, hingga ponytail, coba saja agar rambutmu yang kempis tidak begitu terlihat.

Tips Editor: Jika ingin keramas menggunakan produk yang ramah lingkungan, kamu disarankan untuk memilih shampoo bar atau shampoo batang. Selain aman, shampoo bar lebih hemat karena bisa digunakan untuk 80 kali keramas. Packagingnya juga tidak menggunakan plastik, sehingga ramah lingkungan. Mayoritas shampoo bar di beredar di pasaran terbuat dari bahan natural.

 

Selain cara di atas, kamu juga bisa menyayangi bumi dengan memanfaatkan penggunaan botol bekas shampoo menjadi berbagai tempat berguna, seperti tempat stationery. Merawat penampilan bukan berarti kamu mengabaikan ekosistem lingkungan, kan? Yuk, lebih perhatikan kontribusimu pada alam!