Semua yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Mencoba Transplantasi Rambut!

Informasi terlengkap mengenai transplantasi rambut!

Transplantasi rambut adalah salah satu prosedur kecantikan yang bertujuan untuk menumbuhkan rambut pada area kulit kepala yang mengalami kebotakan. Prosedur ini hadir sebagai solusi permanen untuk rambut yang lebih tebal.

Transplantasi rambut biasanya dilakukan dengan cara mencangkok folikel pada bagian rambut yang tidak lagi ditumbuhi rambut. Folikel tersebut berasal dari bagian tubuhmu sendiri!

Semua prosedur ini hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis kulit. Prosedur ini sempat viral beberapa waktu lalu karena dilakukan oleh Kevin Aprilio. Kamu juga tertarik untuk cangkok rambut seperti Kevin? Lihat penjelasannya, yuk!

Apakah transplantasi jadi solusi untuk semua jenis kebotakan rambut atau penipisan rambut? Ya, dalam beberapa kondisi semua orang bisa menjalani cangkok rambut. Namun ada beberapa tes dan konsultasi yang perlu kamu ikuti untuk mengetahui apakah ini prosedur yang cocok untuk kamu.

Hasil sebelum dan sesudah tanam rambut
Hasil permanen pada rambut yang menipis. (Foto: Shutterstock)

Sebelum transplantasi, kamu perlu menjalani tes darah dan juga biopsi pada kulit kepala. Pada segenap tes, dokter akan menganalisa rambut. Mulai dari berapa banyak jumlah rambut yang sehat dan siap dicangkok, melihat kemampuan rambut tumbuh pada bagian kulit kepala yang menipis, hingga menentukan seberapa besar area kulit yang membutuhkan.

Transplantasi rambut dapat mengatasi masalah kebotakan
Siapa saja yang butuh transplantasi rambut? Konsultasikan ke dokter, yuk!

Prosedur ini cocok untuk mereka yang mengalami penipisan pada bagian garis rambut. Namun, transplantasi rambut tidak bisa dijalankan pada mereka yang mengalami kebotakan parah pada setengah kulit kepala (‘u’ bald pattern), pasien kemoterapi, serta mereka yang mudah mengalami penebalan pada bekas luka.

Ada dua teknik dalam ‘menanam’ rambut, yang pertama adalah slit grafts dan kedua adalah micrografts. Slit graft mengandung 4 sampai 10 folikel rambut dalam setiap graft. Sedangkan micrografts mengandung 1 hingga 2 folikel rambut dalam setiap graft. Kini micrograft lebih populer karena hasilnya lebih alami.

Micrograft terbagi jadi 2 teknik, yaitu Follicular Unit Transplantation (FUT) dan Follicular Unit Extraction (FUE). Sebelum melakukan prosedur ini, dokter spesialis akan membersihkan kulit kepala dan memberikan bius lokal pada area-area tertentu.

1. Follicular Unit Transplantation (FUT).

Teknik dari FUT adalah mengambil beberapa folikel rambut dari area donor, misalnya bagian belakang kepala dan sampingnya, dan menanamnya pada area yang mengalami kebotakan.

Caranya adalah dengan menggunakan pisau bedah untuk mengambil satu kelompok folikel pada bagian donor, lalu menjahitnya. Lalu, dokter akan memotong garis tipis pada bagian yang akan ditanamkan, dan memasukkan folikel yang siap tanam. Teknik ini memiliki success rate yang besar, namun bisa menimbulkan bekas luka yang sangat jelas pada bagian folikel yang dicabut.

2. Follicular Unit Extraction (FUE).

Jarum bedah untuk transplantasi rambut
Jarum bedah untuk teknik FUE memiliki ukuran yang beragam. (Foto: Shutterstock)

FUE adalah teknik pengambilan folikel secara individual dari area donor, dan menanamnya satu per satu pada bagian kulit yang membutuhkan. Caranya, kulit yang ditanamkan akan dilubangi dengan jarum kecil satu persatu. Lalu, dokter akan mengambil folikel dari area donor satu demi satu dan memasukkannya ke dalam lubang tersebut.

Keunggulan dari teknik ini adalah hasil yang lebih alami, tanpa bekas luka, namun harganya jauh lebih mahal. Selain itu, area donor pengambilan folikel tak hanya terbatas pada kulit kepala tapi juga bulu dada, bulu kaki, ketiak, abdomen, dan jenggot.

Transplantasi rambut biasanya membutuhkan waktu selama 4-8 jam, tergantung teknik yang kamu pilih. Sekali prosedur, dokter bisa memasukkan 6000-8000 folikel, loh!

Sudah mantap untuk transplantasi? Kalau begitu, kamu harus tahu apa saja yang harus kamu hadapi!

1. Wajib Meminum Obat-Obatan.

Transplantasi rambut masuk dalam kategori bedah kecil. Pastinya kulit kepalamu akan terasa nyeri dan kamu perlu minum obat pereda nyeri, antibiotik, obat anti-inflamasi, dan shampoo khusus. Jangan khawatir, karena ini semua akan diresepkan oleh dokter. Informasikan kepada dokter semua Riwayat alergimu, ya!

2. Pemulihan butuh Waktu.

Hasil transplantasi rambut setelah 3 minggu
Penampilan kulit setelah 3 minggu pasca FUE. (Foto: Shutterstock)

Selain rasa nyeri, hasil pada rambut tidak akan langsung terlihat. Bekas jahitan akan kering setelah 10 hari pasca operasi, dan rambutmu butuh 3 minggu untuk tumbuh sempurna.

3. Rambut Akan Rontok Saat Pemulihan.

Sangat wajar kalau kamu mengalami kerontokan rambut setelah 3 minggu. Biasanya ini jadi tanda bahwa rambut baru akan mulai tumbuh. Beberapa orang mengakui bahwa rambut mulai tumbuh setelah 3 bulan.

4.Rambut Akan Tumbuh Setelah 1 Tahun.

Hasil transplantasi rambut setelah 1 tahun
Hasil yang sempurna baru bisa terlihat setelah 1 tahun. (Foto: Shutterstock)

Setelah proses pemulihan, satu tahun pertama pasca operasi adalah masa-masa penentu dalam melihat hasilnya. Biasanya hasil akan 8-12 bulan pasca operasi, tergantung dari perawatan dan suplemen yang kamu minum.

5. Hindari Menata Rambut selama 3 Bulan.

Untuk hasil maksimal, sebaiknya hindari menata rambut secara berlebihan dalam 3 bulan pertama. Meskipun All Things Hair yakin kamu ingin menutupi bekas lukamu dengan topi, namun hal ini akan membuat hasil tanam rambut jadi kurang maksimal.

Selama 3 bulan pertama, hindari memotong rambut, menggunakan produk hairstyling atau menyisir rambut dengan keras. Cukup gunakan jari untuk menyisir rambut!

6. Hasil Tidak Bertahan Selamanya.

Hasil permanen akan mustahil jika tanpa suplemen rambut dan perawatan lanjutan. Kamu juga perlu melakukan perawatan yang tepat. Selama 3 bulan pertama, kamu bisa menggunakan shampoo rekomendasi dokter.

Namun, saat rambut mulai tumbuh, kamu bisa beralih pada produk yang khusus diformulasikan untuk mengatasi masalah kerontokan rambut seperti Dove Perawatan Rambut Rontok Serum Shampoo.

Shampoo terbaru dari Dove ini bisa membantu merawat kulit kepala berkat kandungan NutriSerum-nya. Selain itu, aroma shampoo ini segar dan tahan lama! Cocok untuk kamu yang punya masalah dengan rambut lepek dan apek. Jangan lupa kombinasikan dengan Dove Perawatan Rambut Rontok Serum Conditioner.

Untuk kasus kebotakan yang parah, biasanya dokter akan meresepkan minoxidil atau finasteride untuk merangsang pertumbuhan rambut dan mencegah rambut mudah rontok.

7. Rambut Akan Tumbuh Kembali Pada Area Donor.

Kamu tidak perlu khawatir karena area folikel yang diambil akan tumbuh kembali oleh rambut seiring dengan berjalannya waktu. Bekas luka akan memudar dan rambut akan tumbuh secara bersamaan! Makanya, perawatan selama 3-4 bulan pertama menjadi sangat penting. Hindari terlalu sering menyentuk area yang luka!

 

Pada era yang serba modern ini, prosedur kecantikan menjadi bagian dari kebutuhan. Mulai dari laser, botoks rambut, micropigmentation, hingga transplantasi rambut adalah hal yang lumrah. Tak ada yang salah dalam mengembangkan diri baik secara fisik, kok. Memperbaiki diri merupakan kebutuhan alami manusia dan bagian dari self-care, loh!

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya
Decoration image
Black hair
Hair Quiz