Kupas Tuntas Rambut Bercabang, Tips Mencegah Hingga Cara Mengatasinya

Daripada rambut bercabang bikin kamu meradang, lebih baik baca dulu artikel ini sampai tuntas!

Pernah mengalami rambut mengembang dan kasar jika disentuh di bagian ujungnya? Atau mengalami kesulitan dalam memanjangkan rambut? Oh no! Mungkin ini tanda-tanda kamu miliki rambut bercabang!

Wajar jika seringkali rambut bercabang luput dari perhatianmu. Mengingat banyaknya rambut yang ada di kepala, kehadirannya sering tak terlihat. Tapi coba deh perhatikan dengan cermat ujung batangnya satu per satu; apakah ada yang terlihat bercabang? Kamu bisa mulai menganalisanya dari batang rambut yang rontok.

Simak artikel ini sampai tuntas ya!

Apa saja penyebab rambut bercabang?

Untuk memahami penyebab rambut bisa bercabang, kamu harus paham dulu komponen penting dari rambut. Rambut terdiri dari dua komponen penting, yaitu kutikel (selaput rambut) dan cortex (kulit rambut). Kutikel merupakan lapisan paling luar dari rambut, yang bertugas sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan inti rambut. Sedangkan cortex bertugas mengontrol permasalahan yang lebih mekanis, seperti mengatur fleksibilitas rambut, kelembutan, dan juga kemudahan dalam mengatur rambut.

Kondisi rambut bercabang sendiri adalah saat kutikel terbelah menjadi dua atau lebih. Hal ini disebabkan oleh lapisan luar rambut yang rusak. Kerusakan kutikel rambut ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Menurut Peter Bailey, Manajer Teknis Departemen Perawatan Rambut di Unilever Global, ada dua tanda lapisan rambut bagian luar rusak.

“Jika lapisan luar rambut terekspos kerusakan, rambut biasanya patah di bagian tengah, atau jadi bercabang (biasanya di bagian ujung rambut).”

Ia pun menambahkan, “Kutikel rambut terbuat dari protein dan inilah yang membuatnya dapat menjadi lapisan paling kuat yang tahan akan kerusakan. Sedangkan cortex, atau kulit rambut, terbuat dari bahan yang lebih lembut dan mudah menyerap air.”

Rambut hitam kusut dan bercabang
Tanda-tanda rambut bercabang adalah mengembang dan mudah kusut. (Foto: Hariono Halim)

Ketika selaput rambut rusak, cortex atau kulit rambut menjadi telanjang. Hal ini yang mengakibatkan kerusakan. Saat kulit rambut sudah terbuka, maka rambut bercabang tidak akan bisa dihindari!

Tipe-tipe rambut bercabang.

Apakah rambutmu bercabang? Sebelum menganalisanya, penting untuk mengenali tipe-tipe rambut bercabang untuk mengetahui seberapa parah kerusakan rambut yang kamu alami.

infografik yang menjelaskan tipe-tipe rambut bercabang
Masuk dalam tipe apakah rambutmu? (Infografis: All Things Hair)

1. Tipe klasik.

Tipe klasik adalah ketika ujung rambutmu terbelah jadi dua bagian sama besar. Jika belum terlalu parah, kondisi ini dinamakan dengan baby split, dimana percabangan hanya terjadi di bagian ujung rambut. Tipe klasik lainnya adalah Y split, dimana cabang semakin terbelah ke tengah, membuat rambut terlihat seperti huruf ‘Y’.

2. Tipe rambut rapuh.

Jika kamu mengalaminya bisa dipastikan rambutmu sangat rapuh. Pertama, adalah tipe taper dimana batang rambut belum terbelah namun terlihat semakin tipis di ujung. Bagian ini akan rentan terhadap patah. Selanjutnya adalah tipe incomplete, dimana batang rambut melemah namun belum siap untuk terbagi dalam bentuk cabang. Batang rambut terlihat bercabang di tengah sehingga membentuk lubang. Karena ini pula, tipe rambut bercabang ini dinamakan ’eye of a needle’ (lubang jarum).

3. Tipe rambut rusak parah.

Saat menemukan tipe ini pada rambutmu, artinya rambut sudah sangat rusak. Pertama, tipe tree dimana rambut bercabang menjadi beberapa bagian dan di setiap cabangnya kamu bisa menemukan kutikel sudah membelah diri menjadi cabang-cabang kecil. Selanjutnya adalah tipe feather, yang seperti namanya, membuat rambutmu terlihat seperti bulu.

Sekarang kamu mengerti kan, mengapa rambutmu sulit panjang, tidak peduli berapa banyak vitamin yang kamu minum?

Cara mencegah rambut bercabang.

Percayalah merawat rambut berawal dari pencegahan yang tepat. Untuk mencegah rambut bercabang, pastikan ujung rambut benar-benar terlindungi mulai dari proses keramas hingga penataan.  Rambut panjang biasanya mengalami siklus keramas dan penataan rambut selama kurang lebih 2-3 tahun. Nah setiap siklus terjadi, ada beberapa kutikel yang akan lepas. Seiring berjalannya waktu, lapisan-lapisan ini akan menipis dan membuat rambut bercabang.

Proses pencegahan harus dimulai dari keramas! Untuk mencegahnya, kamu butuh shampoo dan conditioner yang bisa melembapkan sekaligus melindungi rambut saat basah. Semakin rambut terhindar dari kusut, semakin sedikit tekanan yang harus dialami oleh serat rambut. Hasilnya, kutikel semakin kuat dan tidak mudah lepas.

infografik tentang produk-produk pencegahan rambut bercabang oleh Dove
Simak infografik penting ini untuk cegah rambut bercabang! (Foto: Gilang Aditya)

Tip editor: Tidak ada satu produk ajaib yang bisa menyehatkan rambutmu dalam waktu singkat. Dibutuhkan konsistensi dan kerja sama tim yang kuat! Coba tiga rangkaian produk pilihan kami ini untuk mengatasi masalah rambut bercabangmu.

Tips mengatasi rambut bercabang.

Jika rambutmu sudah bercabang, tidak ada yang perlu disesali. Sekarang saatnya cari solusi yang tepat! Pertama, kamu bisa memotong ujung rambutmu dan memastikan kamu sudah menghilangkan seluruh rambut bercabang yang kamu miliki.

Selanjutnya, kamu perlu miliki heat protection spray untuk melindungi seluruh batang rambut saat kamu menatanya dengan flat iron atau curling iron. Spray rambut ini memang langkah kecil yang sering dilupakan, tapi percayalah jika kamu konsisten melakukannya, rambutmu akan berterimakasih padamu!

Kamu bisa menggunakan TRESemme Keratin Smooth Flat Iron Spray yang dapat melindungi seluruh batang rambut dengan sempurna. Hasilnya, rambutmu akan lebih lembut, tidak terasa kering, dan lebih berkilau.

Semoga penjelasan dari kami kali ini bermanfaat untukmu! Ingat, mengobati masalah rambut bukan dengan dengan mencari magic potion atau obat ajaib dan berharap hasil yang instan. Diperlukan kesabaran dalam merawat rambut agar kondisinya perlahan membaik!