7 Tips Cegah Rambut Bercabang, Kenali Penyebabnya Lebih Dulu!

Daripada rambut bercabang bikin kamu meradang, lebih baik baca dulu artikel ini sampai tuntas!

Bermasalah dengan rambut bercabang yang terasa kasar saat disentuh? Atau selalu gagal memanjangkan rambut akibat rambut kering dan sulit diatur? Red flags, ladies… Tandanya rambutmu butuh pertolongan pertama.

Sekilas, problem rambut bercabang mungkin tampak sepele sehingga luput dari perhatianmu. Hal ini wajar terjadi, mengingat banyaknya jumlah rambut yang ada di kepala. Tapi coba deh, luangkan waktu setiap hari untuk memperhatikan dengan cermat ujung batang rambutmu satu per satu. Apakah ada tanda-tanda kerusakan rambut seperti split ends?

Jika ada, sebaiknya segera ganti produk perawatan rambut yang selama ini kamu pakai dengan produk yang tepat. Karena jika masalah rambut tidak ditangani dengan baik, bisa-bisa kamu terpaksa memotong habis rambutmu jadi pendek. Rasanya sedih, kan?

Untuk menjaga kesehatan rambut agar tidak mudah bercabang, Tim All Things Hair punya sederet tips bermanfaat untuk kamu praktekkan setiap hari. Simak artikel ini sampai tuntas ya!

Untuk memahami dan mengatasi rambut yang bercabang, kamu harus paham dulu komponen penting dari rambut. Rambut terdiri dari dua komponen penting, yaitu kutikula (selaput rambut) dan cortex (kulit rambut). Kutikula merupakan lapisan terluar alami rambut, yang bertugas sebagai garda terdepan untuk melindungi dan membuat rambut menjadi berkilau.

Sedangkan cortex bertugas mengontrol permasalahan yang lebih mekanis, seperti mengatur fleksibilitas rambut, kelembutan, dan juga kemudahan dalam mengatur rambut.

Rambut disebut bercabang saat kutikula rambut terbelah menjadi dua atau lebih. Penyebab rambut bercabang disebabkan oleh rusaknya permukaan kutikula rambut.

Kerusakan kutikula rambut ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari terekspos bahan kimia dari produk penataan rambut, proses pewarnaan yang salah, terlalu sering mengeringkan rambut menggunakan hairdryer, hingga mengikat rambut terlalu kencang. Semuanya berpotensi melemahkan kutikula, sehingga membuat rambut jadi rentan terhadap kerusakan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Peter Bailey, Manajer Teknis Departemen Perawatan Rambut di Unilever Global.

Jika lapisan luar rambut terekspos kerusakan, rambut biasanya patah di bagian tengah, atau jadi bercabang (biasanya di bagian ujung rambut).

Ia pun menambahkan, “Kutikula rambut terbuat dari protein dan inilah yang membuatnya dapat menjadi lapisan paling kuat yang tahan akan kerusakan. Sedangkan cortex, atau kulit rambut, terbuat dari bahan yang lebih lembut dan mudah menyerap air.”

Rambut hitam kusut dan bercabang
Tanda-tanda rambut bercabang adalah mengembang dan mudah kusut. (Foto: Hariono Halim)

Ketika selaput rambut rusak, cortex atau kulit rambut menjadi telanjang. Hal ini yang mengakibatkan kerusakan. Saat kulit rambut sudah terbuka, maka masalah split ends tidak bisa dihindari!

Sebelum menganalisisnya, penting untuk mengenali tipe-tipe rambut bercabang untuk mengetahui seberapa parah kerusakan rambut yang kamu alami.

infografik yang menjelaskan tipe-tipe rambut bercabang
Masuk dalam tipe apakah rambutmu? (Infografis: All Things Hair)

1. Tipe Klasik.

Tipe klasik adalah ketika ujung rambutmu terbelah jadi dua bagian sama besar. Jika belum terlalu parah, kondisi ini dinamakan dengan baby split, dengan percabangan yang hanya terjadi di bagian ujung rambut. Tipe klasik lainnya adalah Y split, dengan cabang semakin terbelah ke tengah, membuat rambut terlihat seperti huruf ‘Y’.

2. Tipe Rambut Rapuh.

Jika kamu mengalaminya bisa dipastikan rambutmu sangat rapuh. Pertama, adalah tipe taper dengan batang rambut belum terbelah namun terlihat semakin tipis di ujung. Bagian ini akan rentan terhadap patah.

Selanjutnya adalah tipe incomplete, dengan batang rambut melemah namun belum siap untuk terbagi dalam bentuk cabang. Batang rambut terlihat bercabang di tengah sehingga membentuk lubang. Karena ini pula, tipe rambut bercabang ini dinamakan ’eye of a needle’ (lubang jarum).

3. Tipe Rambut Rusak Parah.

Saat menemukan tipe ini pada rambutmu, artinya rambut sudah sangat rusak. Pertama, tipe tree dengan rambut bercabang menjadi beberapa bagian dan di setiap cabangnya kamu bisa menemukan kutikula sudah membelah diri menjadi cabang-cabang kecil. Selanjutnya adalah tipe feather, yang seperti namanya, membuat rambutmu terlihat seperti bulu.

Sekarang kamu mengerti kan, mengapa rambutmu sulit panjang, tidak peduli berapa banyak vitamin yang kamu minum?

Percayalah, mencegah lebih baik ketimbang mengobati. Untuk membantu rambut tetap sehat dan mencegah rambut bercabang, pastikan ujung rambut benar-benar terlindungi mulai dari proses keramas hingga penataan.

1. Hindari Keramas Setiap Hari.

Tahukah kamu, keramas setiap hari bisa menyebabkan rambut kering dan bercabang? Jika dihitung seksama, rata-rata rambut panjang mengalami siklus keramas dan di-styling selama kurang lebih 2-3 tahun.

Nah, setiap siklus terjadi, ada beberapa kutikula yang akan lepas. Seiring berjalannya waktu, lapisan-lapisan ini akan menipis dan membuat rambut jadi bercabang.

2. Keramas dengan Shampoo dan Conditioner yang Tepat.

Proses pencegahan harus dimulai dari keramas! Untuk mencegahnya, kamu butuh shampoo dan conditioner yang bisa melembapkan sekaligus melindungi rambut saat basah. Semakin rambut terhindar dari kusut, semakin sedikit tekanan yang harus dialami oleh serat rambut. Hasilnya, kutikula semakin kuat dan tidak mudah lepas. Cara mengatasi rambut bercabang yang paling mudah untuk dilakukan: pilih shampoo yang cocok.

Kamu bisa gunakan Sunsilk Super Shampoo Bye Bye Rambut Rontok untuk selamatkan rambut kering, rapuh, dan bercabang. Sesuai namanya, shampoo super ini memang dirancang untuk masalah rambut rontok.

Penggunaan produk ini akan makin lengkap dengan Dove 1 Minute Super Conditioner Intensive Damage Treatment. Perawatan rambut super ini bisa mengembalikan tanda-tanda kerusakan rambut dalam waktu singkat. Formula kapsul serum di dalamnya cepat meresap dan langsung lembap hanya dalam waktu 1 menit!

Kalau kamu berhijab, kamu bisa gunakan Sunsilk Hijab 3-in-1 Conditioning Smoothies untuk melembapkan helai rambut, mengembalikan elastisitasnya, sehingga tidak mudah patah.

Menyisir rambut akan terasa makin menyenangkan dan tidak ‘horor’ lagi!

Tips Editor: Tidak ada satu produk ajaib yang bisa menyehatkan rambutmu dalam waktu singkat. Dibutuhkan konsistensi dan kerja sama tim yang kuat! Selalu gunakan conditioner setiap habis keramas, ya!

3. Potong Ujung Rambut Secara Berkala.

Jika rambutmu sudah bercabang, tidak ada yang perlu disesali. Sekarang saatnya cari solusi yang tepat! Kamu harus rajin trimming atau memotong ujungnya secara berkala. Sebaiknya, potong ujung rambutmu di salon dan pastikan kamu sudah menghilangkan seluruh rambut bercabang yang ada.

4. Selalu Gunakan Heat Protection Spray Sebelum Mencatok.

Selanjutnya, kamu perlu miliki heat protection spray untuk melindungi seluruh batang rambut saat kamu menatanya dengan flat iron atau curling iron. Spray rambut ini memang langkah kecil yang sering dilupakan, tapi percayalah jika kamu konsisten melakukannya, rambutmu akan berterimakasih padamu!

Kamu bisa menggunakan TRESemmé Keratin Smooth Heat Protect Spray yang dapat melindungi seluruh batang rambut dengan sempurna. Hasilnya, rambutmu akan lebih lembut, tidak terasa kering, dan lebih berkilau.

5. Selingi Penggunaan Hair Dryer.

Kalau kamu memutuskan untuk mencatok rambut, mungkin kamu bisa skip penggunaan hair dryer di waktu yang bersamaan. Terpaan panas dari hair dryer dan catokan akan memperburuk kondisi rambut.

Untuk mengurangi risiko ini, kamu bisa mengeringkan rambut secara alami sebelum mencatok rambut. Kamu juga bisa keramas di malam sebelumnya!

6. Hindari Sinar Matahari.

Terpaan sinar UV punya efek yang buruk terhadap rambut. Jika kamu suka bersepeda atau olahraga lari, kamu pasti sudah hapal dengan teriknya matahari di pagi hari. Untuk hindari hal ini, kamu bisa lindungi rambut dengan hair oil lalu mengikatnya dalam bentuk kepang sebelum beraktivitas.

7. Sisir Rambut dalam Keadaan Kering.

Rambut yang basah bisa mudah rontok saat disisir. Rambut dalam kondisi basah lebih rentan dan rapuh, karena itulah kamu hanya boleh menyisirnya dengan jari atau sisir bergigi jarang. Saat kering, sisir rambut perlahan dari bagian tengah rambut hingga ke ujungnya.

 

Semoga penjelasan dari kami kali ini bermanfaat untukmu! Ingat, mengobati masalah rambut bukan dengan dengan mencari magic potion atau obat ajaib dan berharap hasil yang instan. Diperlukan kesabaran dalam merawat rambut agar kondisinya perlahan membaik!

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya

Tetap Terinspirasi

Langganan newsletter untuk tips eksklusif seputar perawatan rambut.
Hair Quiz