Kupas tuntas seputar rambut menipis karena rontok

Tim All Things Hair | 31 Juli 2018

Tak yakin apakah kerontokan rambutmu wajar? Temukan jawabannya di artikel ini!

Sama seperti anggota tubuh yang lain, rambut juga memiliki siklusnya untuk berganti. Perhatikan apakah rambut yang rontok karena terkadang kerontokan rambut melebihi batas normal dan perlu diwaspadai.

Cara termudah untuk mengetahuinya adalah dengan melihat kondisi rumah. Apakah mulai terasa rambut menipis? Apakah seisi rumah dipenuhi jejak rambutmu yang rontok? Kalau kamu bisa melihat helaian-helaian rambut di sisir, baju, lantai kamar tidur, hingga kamar mandi, berarti sudah saatnya waspada.

Menurut Peter Bailey, Global Technical Manager, Hair Care dari Unilever Global, rata-rata rambut wanita rontok dalam jumlah yang hampir sama. Kisarannya hingga 100 helai. Hal ini dipengaruhi oleh siklus pertumbuhan rambut. Namun jumlah rambut rontok turut didikte oleh faktor genetik dan usia. Kalau kamu tak yakin apakah kerontokan rambut yang kamu alami mengkhawatirkan atau tidak, simak penjelasan lengkap kami berikut ini!

 



Berapa banyak normalnya rambut rontok dalam sehari?



 

Penyebab rambut menipis.

Setiap pagi menemukan beberapa helai rambut di lantai atau sisir? Jangan panik dulu. Ternyata rambut rontok adalah siklus yang sangat wajar.  Namun ada dua alasan utama yang menyebabkannya.

Siklus pertumbuhan rambut

Rambut pun ada usianya, karena tidak ada yang abadi. Saat tiba waktunya, rambutmu akan rontok dan digantikan oleh rambut baru. Dari empat fase siklus pertumbuhan yang harus dilewati oleh rambutmu, (anagen, catagen, telogen, dan exogen), yang terakhir atau exogen dikenal dengan fase ‘rontok’.

“Setelah melewati fase exogen, folikel akan kembali melewati fase Anagen dan rambut-rambut baru akan tumbuh menggantikan yang lama.” – Peter Bailey, Hair Care Global Technical Manager, Unilever Global

Saat rambut tumbuh, siklus pertumbuhanmu sudah sempurna. Namun faktor usia dan genetik, terkadang menghambat siklus ini berjalan dengan sempurna. Jadi jika pada kondisi normal siklus akan berlanjut ke fase anagen, siklus rambutmu berhenti di exogen.

Kerusakan rambut.

Selain rambut yang rontok dari akar, permasalahan tersering yang menyebabkan rambut rontok adalah rambut rusak. Rambut rusak memiliki porositas tinggi, sehingga kehilangan elastisitasnya. Hal ini yang membuat rambut jadi mudah patah dari bagian tengah rambut.

Cara mengetahuinya? Pertama, selidiki batang rambut yang rontok. Jika rambut rontok tidak dari akar, artinya rambut patah di bagian tengah. Kedua, perhatikan gaya hidupmu. Jika kamu sering mencatok rambut dan mengeringkannya dengan hair dryer, rambut rontok adalah sesuatu yang harus kamu waspadai.

Tip editor: Jika ini masalahmu, rambut menipis karena rontok bisa dirawat dengan shampoo dan conditioner yang bisa menguatkan rambut. Rekomendasi kami adalah Dove Total Hair Fall Shampoo dan Dove Total Hair Fall Shampoo.

Dove Total Hair Fall Treatment Shampoo

Perpaduan kombinasi produk ini dapat membuat rambutmu lebih kuat dari akar, sehingga tak mudah rontok. Kandungan grape seed oil di dalamnya akan melembapkan rambut dan melapisi setiap helainya agar lebih terlindungi. Jangan khawatir akan membuat rambut lepek. Formulanya ringan dan mudah dibilas.

Berapa jumlah kerontokan yang normal?

Masing-masing individu memiliki jumlah rambut yang berbeda-beda. Karena itulah, tak ada jumlah standar yang menjadi patokan. Tetapi pada wanita dewasa, jumlah rambut rontok yang normal berkisar hingga helai setiap rontok dari kulit kepala.

Terdengar sangat banyak ya? Namun jika dibandingkan dengan jumlah seluruh batang rambut yang kamu miliki, jumlah ini sebetulnya tak seberapa. Baik pria maupun wanita punya standar normalnya tersendiri, tergantung pada pola hidup dan usia.

Penting juga dicatat bahwa rambut menipis pada wanita wanita bisa termasuk dalam efek post-partum. Hal ini adalah reaksi alami dari perubahan hormonal selama kehamilan.

wanita memelintir rambut
Jangan abaikan tanda-tanda rambut menipis! (Foto: Hariono Halim)

“Saat hamil, rambut berhenti di fase anage. Namun setelah kelahiran, siklus pertumbuhan rambut kembali berjalan seperti biasa karena itulah rambut jadi rontok. Hal ini akan kembali normal setelah 6-8 minggu pasca melahirkan,” tambah Peter.

Apa yang harus dilakukan saat rambut menipis?

Saat rambut menipis, usaha pertama yang kamu lakukan adalah berhenti melakukan kebiasaan yang berpotensi membuat rambut rontok, yakni:

Mengikat rambut terlalu kencang: Sudah bukan rahasia lagi kalau ikatan yang terlalu kencang dapat membuat rambut patah dan tercabut dari akarnya. Daripada mengiakt rambut dalam gaya ponytail setiap hari, kenapa tak coba menggerai rambut? Lihat model rambut panjang lurus dan rambut panjang bergelombang koleksi kami. Opsi lainnya, pernah mempertimbangkan untuk potong rambut pendek? Kalau perlu rekomendasi, pixie cut adalah gaya yang kami rekomendasikan!

Tidak menggunakan heat protection spray: Masih berani memakai alat styling bersuhu panas (catokan, curling iron, dan hair dryer) tanpa heat protection spray? Silakan kalau kamu mau mengalami kebotakan secara instan! Kalau ingin mempertahankan rambut sehat dan indah, pakai TRESemmé Keatin Smooth Flat Iron Smoothing Spray sebelum mulai menata rambutmu.

Mengabaikan rambut yang diwarnai: Mewarnai rambut memang menyenangkan, tapi jangan lupa kewajiban setelahnya, yakni memberikan perawatan ekstra. Langkah pertama, lihat artikel kami terdahulu yang tentang cara merawat rambut rusak akibat proses bleaching. Setelah itu lanjut ganti produk perawatan rambutmu dengan shampoo dan conditioner untuk rambut berwarna yang kami rekomendasikan.

Tidak menyasak rambut: Kami paham bahwa menyasak rambut adalah cara instan untuk membuat rambut lebih bervolume dan tebal. Tapi kebiasaan ini buruk untuk rambutmu. Ada cara yang lebih sehat, yakni dengan memilih gaya rambut yang tepat. Lihat inspirasi gaya rambut untuk rambut tipis yang bisa membuat rambutmu terlihat lebih tebal.

Saat semua usaha sudah kamu coba namun tetap tidak terlihat hasilnya, misalnya kulit kepala semakin terlihat dan garis rambut semakin nyata, jangan tunggu lama untuk berkonsultasi pada dokter.

Semoga berhasil!

 

COOKIES ON THE SITE

Unilever uses cookies to give you the best experience online and to provide anonymised, aggregated site usage data. You can find out what cookies we use, what they do and how you can disable them in our Cookie Policy. By browsing our sites, you consent to use cookies. By closing this message, you consent to our use of cookies on this device in accordance with our cookie policy unless you have disabled them.