Bukan Hanya Perawatan Rambut, Ternyata ada 11 Penyebab Rambut Rontok!

Penyebab rambut rontok apa saja sih? Lalu, bagaimana cara mencegah agar rambut tidak rontok berlebihan? All Things Hair sudah merumuskan 12 penyebabnya di sini!

Pernah nggak kamu bertanya-tanya, apa sih penyebab rambut rontok berlebihan? Kok bisa ya, rambut tiba-tiba kompakan untuk rontok secara bersamaan? Jangan panik dulu. Secara alami, rambut memang mengalami pergantian setiap harinya dan itu sangat wajar. Namun memang ada batasan jumlah helaian rambut yang terganti sampai bisa dikatakan kerontokan hebat.

Rata-rata setiap manusia memiliki 100.000 helai rambut di kepalanya dan kehilangan sekitar 100 – 125 helai setiap harinya. Alopecia merupakan istilah medis yang digunakan untuk menjelaskan kerontokan rambut normal. Hal ini biasanya terjadi karena pertumbuhan rambut melewati beberapa tahap.

Masing-masing folikel rambut mengalami tahapan pertumbuhan selama 2-6 tahun, lalu diikuti dengan dua bulan fase istirahat (tanpa pertumbuhan sama sekali). Tahap ketiga adalah rambut mengalami pergantian dengan rambut baru di tempat yang sama.

Lalu, apa penyebab rambut rontok? Penyebab kerontokan rambut adalah ketika rambut tidak melewati tahap ketiga dan rontok sebelum tahap tersebut dimulai. Meskipun kerontokan tidak bisa dihindari, namun kita bisa mencegah agar rambut tidak semakin rontok. Berikut macam-macam penyebab rambut rontok parah yang bisa kita hindari.

rambut rontok
Jangan buru-buru panik ketika lihat rambut rontok! Dengan perawatan yang benar kamu bisa menguranginya. (Foto: iStockphoto by Getty Images)

1. Paparan Sinar UV Secara Berlebih.

Sinar matahari memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, terutama karena menghasilkan vitamin D yang dapat diserap oleh tubuh kita. Namun, terlalu lama terpapar sinar matahari dapat merusak lapisan keratin pada rambut. Keratin merupakan protein yang berada di rambut, kuku dan gigi pada manusia. Fungsi keratin untuk rambut adalah untuk menjaga kesehatan rambut agar tetap berkilau.

Solusi: Usahakan keluar rumah sebelum jam 10 pagi. Jika terpaksa berada di luar ruangan setelah jam tersebut, gunakan pelindung kepala atau payung. Hal ini penting, terutama bila harus berada di bawah sinar matahari dalam waktu yang lama.

2. Kurang Bersih Saat Keramas.

Setelah seharian memakai berbagai produk penataan rambut, seperti hairspray, mousse, alat pengeriting, dan sebagainya, rambut kita perlu diberi waktu istirahat dan dibersihkan dengan menyeluruh.

Solusi: Pakai minyak alami (extra virgin olive oil, atau extra virgin coconut oil) secukupnya sebelum mulai keramas. Usapkan ke seluruh batang rambut. Gunakan sisir bergigi jarang agar minyak alami tersebar rata, lalu lanjutkan dengan ritual keramas dan memakai conditioner. 

Untuk rambut rontok, kamu bisa gunakan Dove Super Shampoo kulit kepalamu tetap sehat.

Shampoo dengan super power ini bisa membantu menyehatkan kulit kepala untuk cegah ketombe, rambut rontok dan akar rambut berminyak! Satu solusi untuk semua masalah rambut. Keren, kan?

3. Pewarnaan Rambut dan Bleaching.

Penggunaan produk rambut yang mengandung bahan kimia keras seperti cat rambut dan bleaching rambut jelas dapat merusak rambut. That’s actually the point!

Kutikula rambut harus dirusak terlebih dahulu agar pigment warna masuk sempurna. Biasanya rambut yang sudah diwarnai akan lebih rapuh dan mudah rontok.

Solusi: Salah satu solusi paling tepat adalah untuk menggunakan produk khusus rambut diwarnai seperti TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair Shampoo serta Conditioner.

Kombinasi unik dari shampoo ini bisa membuat rambut lebih halus sekaligus membuat warna rambut awet. Untuk rambut di-bleaching, kamu bisa menggunakan varian TRESemmé Color Radiance & Repair for Bleached Hair Shampoo serta Conditioner.

Memotong rambut pendek untuk solusi rambut rontok
Memotong rambut pendek bisa jadi solusi rambut rontok karena diwarnai! (Foto: Shutterstock)

Selain itu, kamu bisa menggunting rambut kamu yang sudah mulai rusak. Mungkin sudah saatnya kamu mencoba potongan rambut pendek?

4. Kurang Asupan Protein.

Guess what? You are actually what you eat. Protein sangat penting untuk kesehatan rambut karena dapat memicu produksi kolagen, di mana dalam setiap helai rambut terdiri dari serat-serat kolagen. Tanpa protein yang cukup, rambut akan mudah patah, kering, dan kusam.

Pastikan kamu mengonsumsi makanan dengan cukup, di atas kebutuhan BMR, dan hindari jauh-jauh diet viral yang hanya mengijinkan kamu makan 500 kalori sehari.

Selain itu, kekurangan zat besi dari protein hewani juga dapat memicu anemia. Anemia bukan hanya membuat tubuh lemah dan kulit memucat, tapi juga sakit kepala berulang, sulit konsentrasi, serta menjadi salah satu penyebab rambut rontok.

Solusi: Lebih banyak mengkonsumsi sumber protein seperti ikan, ayam, telur, yoghurt, dan lainnya. Kalau kamu vegetarian, kamu juga bisa mendapatkan protein nabati dari almond, spirulina, chia seeds, atau bubuk protein khusus untuk vegan.

5. Penggunaan Heat Styling Tools.

Terlalu sering menata rambut dengan alat styling bersuhu panas dapat memengaruhi kesehatan rambut sehingga rambut menjadi rapuh dan mudah rontok.

meluruskan rambut dengan flat iron
Rambut jadi gampang rapuh jika penataan rambut tidak dibarengi dengan perawatan. (Foto: iStock)

Solusi: Keramas rambut dan bilas hingga bersih, lalu lanjutkan dengan memakai conditioner mulai dari ujung hingga bagian tengah rambut.  Untuk menjaga kekuatan rambutmu, kamu perlu perlindungan yang tepat untuk menata rambut. Lalu, lanjutkan dengan menggunakan TRESemmé Keratin Smooth Heat Protect Spray sebelum menggunakan flat iron, curling wand, maupun hairdryer.

6. Menyisir Rambut dengan Salah.

Banyak yang berpendapat bahwa menyisir rambut dalam keadaan basah sebagai salah satu dalang utama penyebab rambut rontok. Hal itu bisa dihindari jika kita menggunakan sisir bergigi jarang. Yang tidak boleh adalah memaksa menyisir rambut dalam keadaan kusut.

Solusi: Cara menggunakan sisir yang benar adalah dimulai dari ujung rambut. Gunanya adalah agar rambut tidak patah akibat kusut. Mulai perlahan dari ujung, tengah, baru sisir rambut pada bagian atas.

Nah, setelah keramas dan memakai conditioner, lanjutkan ritual perawatan rambutmu dengan menggunakan serum rambut. Sudah tahu kan, apa saja manfaat serum untuk rambut?

7. Infeksi Jamur.

Kulit kepala yang kotor dan tidak sehat dapat menyebabkan peradangan, sehingga menyulitkan rambut untuk tumbuh dengan baik. Biasanya ini terjadi karena ada luka yang terbuka atau jamur yang tidak segera ditangani. Keadaan kulit kepala yang tidak bersih dan sehat adalah salah satu penyebab utama kerontokan rambut parah. Sebab, kondisi tersebut tidak kondusif untuk pertumbuhan rambut baru.

Solusi: Jika kerontokan semakin parah dan disertai rasa gatal, artinya kulit kepalamu tidak sehat. Agar kulit kepalamu dapat memproduksi rambut baru, kamu harus menyembuhkan kulit kepala yang terinfeksi terlebih dahulu. Buat janji untuk kunjungan ke dokter kulit, ya!

8. Alopecia Areata.

Ada juga penyakit genetis yang agak sulit dideteksi, yaitu alopecia areata. Hal ini terjadi ketika antibody pada tubuh menyerang sel-sel baik, salah satunya adalah folikel rambut. Tidak semua rambut rontok akan menyebabkan kebotakan, kok!

Solusi: Kamu bisa lihat pola kerontokannya. Jika penipisan rambut terlihat membentuk pola M atau U, mungkin sudah saatnya kamu ke dokter.

9. Konsumsi Obat-Obatan.

Apakah kamu sedang dalam medikasi? Obat antidepresan dan vitamin A dosis tinggi bisa menyebabkan rambut rontok, loh. Kalau kamu mengonsumsi isotretinoin untuk mengobati jerawat parah, mungkin rambut rontok adalah efek sampingnya.

Solusi: Jika kamu mengalami rambut rontok saat mengonsumsi obat-obatan ini, kamu tidak perlu khawatir. Biasanya rambut akan tumbuh normal kembali saat kamu sudah berhenti mengonsumsi obat tersebut. Jika masalah berlanjut segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan alternatif obat dengan efek samping yang minimum.

10. Gangguan Hormonal dan Penyakit.

Perubahan hormonal yang drastis dapat berimbas pada banyak hal, mulai dari meningkatkan sensitivitas folikel rambut, melemahkan akar rambut, sampai membuat rambut mudah rontok. Tak jarang rambut rontok terjadi akibat perubahan hormon. Hal ini biasa terjadi saat seseorang baru saja melahirkan.

Mungkin kamu sudah familiar dengan Polycystic ovarian syndrome (PCOS). Sindrom Ovarium Polikistik adalah penyakit ketidakseimbangan hormon pada ovarium. Nah, ini juga bisa jadi pemicu kerontokan rambut.

Selain itu, coba deh lakukan screening kesehatan rutin. Apakah kamu sedang mengalami infeksi berat? Rambut rontok bisa jadi hanya gejalanya. Kondisi medis berupa penyakit kelenjar tiroid, infeksi jamur di kepala, penyakit autoimun, dan sifilis adalah penyakit-penyakit yang punya gejala berupa kerontokan rambut.

Solusi: Segera lakukan beberapa tes atau buat janji dengan dokter kandunganmu. Kerontokan rambut yang berhubungan dengan gangguan hormonal perlu pendampingan dari dokter spesialis (obgyn, internist, atau dokter kulit), dan juga ahli gizi.

11. Stres.

Stres secara emosional punya efek yang jelas pada rambut, dan bukan anekdot belaka! Stres pada pikiran bisa membuat tubuh memproduksi hormone kortisol yang berlebih dan membuat produksi hormon lainnya jadi kacau.

Solusi: Take a break. Ambil hari libur, segarkan pikiran, makan teratur dan pastikan asupan airmu cukup. Lakukan hal-hal yang membuat kamu bahagia, misalnya jalan-jalan ke pantai, makan cokelat sepuasnya, nonton film bersama teman-teman, atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

Kesehatan mental juga memengaruhi kondisi fisikmu, untuk itu kamu harus tetap positif dan have fun. Jangan lupa untuk cukupi kebutuhan tidur selama 8 jam per harinya.

 

Masalah rambut rontok memang terkadang menyebalkan, tapi kita bisa menghindari penyebab kerontokan rambut sebelum semakin parah. Kuncinya adalah merawat diri dan menjaga pola hidup sehat.

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya
Decoration image
Black hair
Hair Quiz