15 Penyebab Rambut Rontok Parah dan Tutorial Perawatan untuk di Rumah

Perawatan-Rambut-Rontok-Cover-782x439.jpg
Waktu
Tingkat kesulitan
Jenis Rambut

Jangan keburu panik atau khawatir mengalami kebotakan. Para dokter menegaskan kerontokan rambut masih tergolong normal asal tak lebih dari 100 helai per hari. Rambut yang rontok pun akan digantikan folikel rambut baru yang akan bertumbuh di kulit kepala selama kurang-lebih tujuh bulan lamanya.

Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan rambut pada folikel akan terus berkurang. Ini merupakan proses penuaan alami yang tak terhindarkan. Inilah alasan rambut orang tua terlihat tipis dan jarang.

Namun, bagaimana kalau kamu merasa rambut rontok parah semakin berlarut atau terjadi secara mendadak? Di artikel ini, kami akan membahas tuntas mengenai masalah kerontokan. Langsung scroll ya!

 

Rontok adalah hal wajar. Jadi, yang mesti kamu pahami adalah alasan rambut rontok. Nah, hal ini bisa kamu ketahui berdasarkan beberapa hal.

Ada Fase Pertumbuhan dan Kerontokan Rambut.

Ingat, rambut pasti rontok! Namun, hal ini pasti melalui sebuah proses. Ada fasenya. Nah, fase pertumbuhan dan kerontokan rambut sendiri terdiri dari tiga bagian. Yaitu fase anagen (pertumbuhan) selama dua hingga lima tahun, fase katagen (istirahat) selama satu bulan, dan fase telogen (kerontokan) sekitar tiga sampai empat bulan.

Durasi ketiga fase ini sangat dipengaruhi oleh multifaktor, seperti kesehatan tubuh, keseimbangan hormon, pola makan, dan produk perawatan rambut yang digunakan. Jika seluruh aspek di atas terpenuhi dengan baik, kamu akan terhindar dari risiko kebotakan dini.

Ada 2 Jenis Kerontokan.

rambut rontok parah 2
Apa saja penyebab rambut rontok yang selama ini jarang disadari? (Foto: Shutterstock)

Dari jenis kerontokannya inilah, kamu bisa trace down penyebabnya dan cara mengatasi rambut rontok parah.

Kerontokan dari Akar.

Perhatikan helaiannya; apakah panjangnya relatif sama? Apakah rambutmu terlepas dari akar seperti tercabut?

Jika ya, hal ini mungkin terjadi karena faktor internal, seperti akar rambut yang lemah, kulit kepala yang bermasalah, kurang nutrisi, atau tengah penyakit tertentu.

Rontok karena Patah.

Pernah mengalami rontok setiap hari namun tidak ada balding pattern? Atau rambut yang rontok tidak tercabut dari akar? Mungkin kamu tidak mengalami suatu kondisi medis tertentu yang menyebabkan rambut rontok. Lalu, kenapa rambut rontok parah tiap hari?

Biasanya rambut rontok dengan jenis ini memiliki suatu pola: rambut tak tercabut dari akar, panjangnya juga relatif pendek dibandingkan dengan panjang rambutmu.

Nah, ciri ini menunjukkan bahwa rambutmu patah dari tengah. Rambut patah biasanya terjadi akibat styling berlebihan atau perawatan yang salah.

 

Sebenarnya apa saja sih penyebab rambut rontok berlebihan dan bagaimana cara mengatasinya? Semua sudah kami jawab di sini!

1. Infeksi Jamur dan Bakteri.

Jamur memang selalu ada di kulit kepala. Hal ini adalah sesuatu yang wajar. Yang menjadi masalah adalah ketika pertumbuhan jamur ini tak terkontrol. Ketombe hingga kerontokan parah pun bisa terjadi.

Umumnya, infeksi jamur dan bakteri ini muncul karena beberapa alasan. Bisa karena stress, asupan gizi buruk, hingga microbiome di kulit kepala yang tak seimbang.

Untuk menjaga kesehatan kulit kepala, kamu bisa menggunakan shampoo anti-ketombe dengan formula yang lembut. Kamu bisa coba CLEAR Complete Soft Care Shampoo.

Selain menggunakan triple anti-dandruff technology, shampoo ini juga mengandung komponen protein untuk menutrisi kulit kepala dengan sempurna. Dengan formula gel cair, kandungannya mampu meresap lebih cepat dan lebih dalam, serta 2 kali lebih lembut di rambut dan kulit kepala.

2. Formula Shampoo yang Keras.

Faktor ini biasanya kurang disadari. Banyak orang berpikir kalau tiap shampoo sama saja; sama-sama untuk mencuci rambut. Eits, jangan salah!

Tergantung masing-masing individu, ada formula shampoo yang bisa bikin kulit kepala iritasi (tanpa terasa). Ada juga yang langsung bikin kulit kepala kering. Nah, karena inilah, rambut bisa rontok secara perlahan.

Untuk menjaga kesehatannya, kamu bisa memilih shampoo yang memang punya formula khusus untuk kulit kepala.

Untuk mengetahui perawatan apa yang tepat untuk rambutmu, kamu harus kenali dulu jenis rambut yang kamu miliki. Hayo, sudah tahu belum? Kalau belum tidak perlu malu! Ikuti yuk, hair quiz sederhana dari All Things Hair ini sebelum baca lebih lanjut.

Temukan Rekomendasi infographic

3. Kurang Gizi.

Ketika pola makanmu tidak teratur dan asupan gizimu kurang terjaga, hal ini bisa berpengaruh terhadap kesehatan. Salah satu hal yang paling cepat terlihat adalah kesehatan organ tubuh terluar, karena distribusi nutrisi yang terhambat.

Selain kulit yang kusam, hal yang paling cepat terlihat adalah rambut kering yang berujung pada kerontokan. Jika hal ini dibiarkan, bukan tak mungkin kamu akan mengalami kebotakan dini.

4. Anemia.

Rambut rontok parah bisa menjadi sinyal bahwa tubuh kamu sedang kekurangan zat besi alias anemia. Lho, kok bisa? Pada dasarnya, darah atau hemoglobin (Hb) bertugas untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk rambut.

Jika asupan oksigen tidak terdistribusi dengan baik ke akar rambut, otomatis rambut akan rapuh dan mudah rontok. Kamu bisa mencegah anemia dengan mengkonsumsi makanan sehat, vitamin C, bahkan minum suplemen zat besi tambahan secara rutin.

5. Keseringan Mencatok atau Blow Rambut.

Keseringan pakai hairdryer dan mencatok rambut bisa membuat rambut rontok 2x lipat lebih banyak. Hal ini disebabkan aktivitas styling yang tanpa sadar menarik akar rambut. Jika akar rambutmu tidak ternutrisi dengan baik, maka jangan heran bila lantai kamarmu dipenuhi rambut yang berguguran.

6. Kebiasaan Mengikat Rambut dengan Ketat.

Ingat kan kalau kami menyarankan kamu untuk mengurangi penggunaan catokan? Namun, bukan berarti kamu tiap hari tampil awut-awutan atau rambut lepek ya.

wanita asia dengan rambut panjang hitam sedang mengikat rambut
Intinya: harus longgar! (Foto: Dennie Ramon)

Jika ingin mengikat atau mencepol rambut, jangan terlalu erat atau ketat. Batang rambut bisa menjadi rapuh dan rontok karena patah. Ada baiknya kamu menggunakan scrunchie atau karet yang elastis. Alternatif lainnya, kamu bisa pakai jedai!

7. Terlalu Sering Berganti Warna Rambut.

Proses kimia untuk mengisi warna rambut (terlebih kalau kamu bleaching) pasti berdampak pada kesehatan rambut. Kalau tidak dirawat dengan baik, rambut pasti akan kering, rusak, dan bercabang. Apalagi kalau kamu sering banget mengganti warna rambut, rambutmu yang kering akan menjadi rapuh dan rontok karena patah.

Sebaiknya, beri jeda jika sering melakukan pewarnaan. Jangan lupa untuk selalu merawat rambut dengan purple shampoo. Rekomendasi kami adalah TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair Shampoo.

Diformulasikan dengan Plant Placenta Extract yang kaya akan asam amino, shampoo ini akan memberi perlindungan terhadap kerusakan. Shampoo ini juga diperkaya dengan Color Radiance Booster yang akan membantu mempertahankan warna rambut agar lebih berkilau dan tahan lama. Pastikan kamu juga menggunakan TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair Conditioner setelah keramas.

8. Stres Berat.

Stres merupakan penyebab rambut rontok parah yang seringkali tidak disadari. Kondisi stres fisik ataupun emosional dikenal dengan istilah Telogen Effluvium.

Hormon stres mempercepat proses hair growth, dengan mendorong rambut memasuki fase telogen (kerontokan) lebih cepat dari biasanya. Dalam hitungan minggu, rambut akan rontok secara bersamaan saat kamu menyisir atau keramas. Duh!

9. Gangguan Kejiwaan.

Ini merupakan kondisi kejiwaan yang membuat seseorang punya kecenderungan untuk menarik rambut. Trichotillomania dipicu oleh stres, cemas, atau frustrasi. Untuk mengendalikan stres, sebaiknya segera temui psikolog untuk mendapatkan bantuan.

10. Faktor Genetika (Keturunan).

Faktor keturunan yang dimaksud adalah jumlah hormon testosteron bawaan yang dimiliki setiap orang. Menurut ahli, kamu yang punya keturunan botak atau berambut tipis cenderung lebih mudah mengalami perubahan hormon testosteron menjadi dihydrotestosteron (DHT).

Untuk kamu yang masih awam, DHT atau androgen merupakan hormon karakteristik pria yang menyebabkan kerontokan rambut pada manusia. Jika diproduksi dalam jumlah besar, hormon DHT berpotensi menyebabkan kebotakan dini.

Namun, jangan khawatir, imbangi hal ini dengan gaya hidup sehat. Sebisa mungkin, jaga pola makan agar tetap sehat, hindari minuman beralkohol, begadang, dan stres berlebihan.

Selalu gunakan produk yang mengandung zinc atau zat besi untuk menghambat produksi hormon DHT, ya. Hal ini bisa berperan sebagai obat rambut rontok juga, lho.

11. Kelenjar Tiroid.

Tiroid merupakan kelenjar endoktrin yang bertugas menjaga keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh. Jika kelenjar ini terlalu aktif atau berfungsi berlebihan, kamu akan mengalami kondisi yang bernama hipotiroid.

Hipotiroid membuat rambutmu jadi tipis akibat rapuh, kering, dan rontok. Selalu konsumsi biotin, vitamin, dan konsultasikan dengan dokter kepercayaanmu untuk meminimalisir kerontokan, ya.

12. Efek Obat-obatan.

Pengobatan medis dan konsumsi obat-obatan tertentu bisa juga bisa jadi penyebab rambut rontok parah, lho. Biasanya, hal ini dialami oleh pasien epilepsi yang rutin mengkonsumsi valproate natrium.

Selain itu, obat antidepresan seperti fuoxetine, prozac, imipramine, amitriptyline, dan doxepin juga bisa memicu kerontokan rambut. Demikian pula dengan obat psoriasis, pil KB, obat jerawat, ibuprofen, dan obat pengencer darah.

13. Penyakit Autoimun (Alopecia areata).

Biasanya kerontokan parah yang disertai dengan kebotakan adalah gejala kondisi medis yang kita kenal dengan nama alopecia areata.

Biasanya area yang terdampak adalah sekitar crown (bagian atas rambut), bulu mata, alis, dan lainnya. Munculnya bisa perlahan dan menahun, atau seketika.

Hal ini biasanya terjadi karena sistem imun tubuh menyerang folikel rambut. Jika kamu melihat rambut rontok pada akar hingga kamu memiliki balding pattern (seperti huruf ‘u’), segera hubungi dokter ya!

14. Pengaruh Hormon.

Sebagian wanita mengalami kerontokan rambut yang cukup parah saat mengandung. Berdasarkan riset, kondisi ini bahkan dialami 40-50 persen ibu hamil di seluruh dunia. Namun, tak usah khawatir, karena fase ini hanya berlangsung selama 3-4 bulan saja.

Bumil sebaiknya juga menghindari menyisir rambut terlalu sering dan berkonsultasi ke dokter kandungan soal vitamin yang perlu dikonsumsi, seperti vitamin C, biotin, vitamin B kompleks, vitamin E, dan seng. Obat rambut rontok terbaik!

15. Penggunaan Sisir yang Salah.

Siapa yang di sini rambutnya sering kusut? Sudah kusut, pakai sisirnya juga ‘galak’ alias ditarik begitu saja saking geregetannya. Nah, banyak yang tidak sadar kalau hal ini bisa bikin rambutmu rontok karena tercabut dari akarnya. Jika rambutmu keriting atau cenderung kering (yang memang berpotensi kusut), coba gunakan detangled brush atau  sisir bergigi jarang.

Pastikan juga kamu tidak menyisir rambut ketika masih basah. Rambut basah sangatlah rapuh. Jika disisir, bukan tak mungkin rambut akan rontok karena patah. Untuk menghindari hal ini, kamu bisa menyiasatinya dengan menyisir rambut sebelum keramas.

 

Selain mengandalkan masker rambut alami, kerontokan rambut juga bisa dicegah lewat banyak cara. Apa saja triknya?

1

Pilih Produk Khusus Rambut Rontok.

Salah satu faktor penyebab rambut rontok adalah kurang tepat memilih shampoo. Nah, kamu bisa mengatasi hal ini dengan menggunakan Dove Total Hair Fall Treatment Serum Shampoo dan Dove Total Hair Fall Treatment Serum Conditioner

Kedua produk ini diformulasikan untuk menjaga kekuatan batang rambut, mulai dari akarnya. Ada kandungan Nutrilock aktif yang dapat menyerap ke tiap helai rambut untuk membantu mengurangi rambut patah.

2

Keringkan Rambut dengan Cara Ditepuk.

Jangan lupa keringkan rambut dengan handuk microfiber dengan cara diremas. Hindari menggosok rambut, karena hal ini bisa mendorong rambut semakin rapuh.

3

Gunakan Hair Tonic dan Pijat Kepala.

Untuk mengatasi rambut rontok parah, kamu perlu perawatan ekstra. Setelah keramas, kamu bisa gunakan hair tonic.

Teteskan langsung pada kulit kepala, lalu pijat kepala dengan gerakan memutar selama beberapa menit. Hal ini berguna untuk memperlancar peredaran darah di kepala, yang akan membantu mempercepat penyerapan nutrisi di dalam produk.

4

Gunakan Sisir Bergigi Jarang.

Jika rambutmu rontok karena patah, hal ini mungkin diperparah dengan penggunaan sisir. Ada baiknya, selama perawatan rambut rontok ini, kamu memakai sisir bergigi jarang setelah keramas, untuk mengurangi gesekan berlebih pada batang rambut.

5

Keringkan Rambut dengan Suhu Dingin.

Beraktivitas dengan rambut yang masih basah sangat tidak disarankan (apalagi kalau kamu sampai harus ke luar rumah). Jika sangat urgent, kamu bisa menggunakan bantuan hairdryer. Namun, pastikan kamu menyetelnya dengan suhu dingin. 

Selain produk yang tepat, kamu juga bisa mengikuti panduan berikut dari All Things Hair. Jika kerontokan yang terjadi masih dalam batas wajar dan bukan karena penyakit, kamu bisa mencoba tips ini.

Ketimbang mahal-mahal menyisihkan bujet untuk hair loss treatment di salon, coba perawatan alami di rumah. Ada banyak sekali bahan alami yang bisa digunakan untuk menyuburkan rambut, seperti yoghurt, teh hijau, santan, hingga minyak rosemary. Mau tahu cara membuatnya?

Infografik penyebab rambut rontoka
Tak perlu khawatir. Cegah kerontokan rambutmu jadi semakin parah lewat cara ini! (Foto: All Things Hair Indonesia)

Masker Minyak Zaitun.

Cara membuatnya mudah! Cukup ambil 1 sdt minyak zaitun, lalu kocok dengan 1 butir putih telur. Kocok sampai mengental, lalu oleskan ke seluruh area kulit kepala dan diamkan 15-20 menit.

Kandungan sulfur dan protein yang ada di dalam telur berguna merangsang pertumbuhan rambutmu. Lakukan 3 kali seminggu untuk hasil maksimal, ya!

Masker Minyak Rosemary. 

Tahukah kamu bahwa minyak rosemary punya khasiat luar biasa untuk meredakan gatal dan rambut rontok? Selain itu, minyak rosemary juga bisa mengatasi ketombe dan mencegah uban.

Hal ini sudah dibuktikan lewat beberapa penelitian dunia. Para ahli setuju, minyak rosemary bisa memperlancar peredaran darah di kulit kepala dan menyembuhkan jaringan saraf yang rusak. Sungguh luar biasa, bukan?

Kamu bisa langsung mengaplikasikan minyak rosemary sebagai masker pada rambutmu. Atau, bisa juga dijadikan campuran pada shampoo atau conditioner harianmu. Jika dilakukan rutin, rambut rontok dijamin berkurang!

Masker Santan. 

Tak jauh beda dengan masker aloe vera berbentuk gel, masker santan juga punya khasiat yang tak kalah bagus untuk mengurangi kerontokan rambut.

Caranya? Cukup peras parutan daging kelapa sampai mengeluarkan air santan, lalu diamkan pada rambutmu selama beberapa jam. Tak hanya bikin rontok berkurang, masker santan juga bikin rambutmu berkilau!

Masker Yoghurt. 

Kamu bisa menggunakan plain yoghurt sebagai masker rambut, lho. Cukup aplikasikan merata di kulit kepala dan seluruh area rambut, lalu bilas bersih menggunakan air hangat.

Plain yoghurt juga bisa dicampur dengan pepaya atau minyak zaitun. Masker yoghurt pepaya bisa kamu jadikan andalan untuk mengatasi rambut bercabang. Sedangkan yoghurt yang dicampur minyak zaitun bisa membuat rambutmu jadi lembut dan mudah diatur.

Kandungan protein, zinc, dan lactic acid yang ada di dalam yoghurt mampu melembapkan kulit kepala dan menutrisi akar rambut, sehingga kerontokan pun berkurang!

Masker Teh Hijau. 

Siapa bilang teh hijau hanya bisa diminum? Teh hijau yang tinggi anti-oksidan bisa kamu sulap jadi masker rambut rontok yang ampuh. Yang perlu kamu lakukan hanya menyeduh dua atau tiga kantong teh hijau di air panas.

Diamkan sampai hangat-hangat kuku, lalu aplikasikan pada kulit kepala dan rambutmu. Jika dilakukan rutin dan konsisten, rambut rontok dijamin berkurang.

 

Untuk memahami lebih detail tentang solusi mengatasi kerontokan rambut, kamu bisa membaca artikel yang pernah dibuat Tim All Things Hair sebelumnya. Semoga rambutmu cepat kembali sehat!

Artikel selanjutnya

Hair Quiz