15 Penyebab Rambut Rontok pada Wanita dan Cara Mengatasinya

Apa penyebab rambut rontok wanita? Bisa karena kulit kepala yang tak sehat, batang rambut rapuh dan bercabang, terlalu sering menggunakan alat styling, bawaan genetik, perubahan hormon, hingga adanya penyakit tertentu, seperti alopecia areata atau anagen effluvuium.

Namun, jangan panik dulu. Cek apakah rambutmu hanya rontok biasa atau sudah berlebihan? Rambut yang rontok sebanyak 100 helai per hari adalah hal wajar, karena ada fase anagen, katagen, dan telogen (fase istirahat). Yang rontok adalah batang rambut yang sudah tua dan butuh regenerasi. Jika jumlahnya melebihi itu, barulah kamu perlu waspada.

Penyebab kerontokan rambut pada pria dan wanita bisa berbeda. Yuk cari tahu apa saja faktor penyebab rambut rontok pada wanita dan bagaimana cara mengatasinya!

1. Kulit Kepala Tidak Sehat.

Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kebiasaan keramas yang kurang tepat, jarang mencuci rambut, hingga pori-pori kulit kepala yang tersumbat.

Masalah yang sekilas sepele ini bisa menyebabkan kerontokan parah di kemudian hari, lho. Perbaiki cara keramasmu, yaitu dengan memijat kepala bukan menggaruk-garuknya. Gunakan conditioner hanya di rambut dan tidak di kulit kepala.

Keramaslah dengan rutin agar kulit kepala tetap bersih. Sebisa mungkin, hindari keramas setiap hari agar kulit kepala tidak kering karena hilangnya minyak alami.

Kulit kepala memiliki folikel yang bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan rambut. Pada kondisi kulit kepala yang tidak sehat, rambut menjadi rapuh dan mudah rontok. Sementara rambut baru pun sulit tumbuh.

2. Formula Shampoo yang Kurang Cocok.

Sama seperti skin care, kulit kepala bisa alergi atau meradang karena formula yang tak cocok. Rambut pun bisa rontok.

Pilihlah shampoo yang tak hanya membersihkan rambut, namun juga kulit kepala. Pilih juga yang formulanya mild atau lembut, jika kulit kelapamu cenderung sensitif. Cari shampoo yang memang dikhususkan untuk kulit kepala atau yang memiliki label gentle/mild.

Untuk menjaga kesehatan kulit kepala, kami rekomendasikan CLEAR Complete Soft Care Shampoo yang mengandung komponen protein yang lembut di kulit kepala. Formula gel cairnya juga mampu melawan ketombe dengan efektif, serta 2 kali lebih lembut di rambut dan kulit kepala.

Lihat juga tips menguatkan akar rambut untuk kulit kepala bermasalah.

3. Rambut Patah di Tengah Akibat Styling.

Ada beberapa jenis rambut rontok. Ada yang tercabut dari akarnya, ada juga yang patah di tengah batang rambut. Biasanya, rambut yang patah di tengah disebabkan oleh seringnya menggunakan alat styling. Suhu panas alat styling bisa membuat rambut kering dan rapuh.

Kamu bisa mengganti shampoo yang biasa dengan shampoo yang memang efektif untuk mengatasi rambut rapuh. Coba shampoo khusus untuk rambut rontok, seperti TRESemmé Hair Fall Control Shampoo.

Formulanya diperkaya dengan TRESPLEX™ Fall Control Technology untuk memperbaiki dan memperkuat helai rambut yang rusak dari dalam untuk mengurangi rambut rontok.

Teknologi kualitas salon ini efektif mengurangi kerontokan hingga 10 kali! Gunakan shampoo ini untuk membantu atasi rambut rontok karena patah walaupun rambut dikeringkan dengan hairdryer, diwarnai, atau di-styling.

4. Rambut Bercabang.

infografik yang menjelaskan tipe-tipe rambut bercabang dan rontok
Masuk dalam tipe apakah rambutmu? (Infografis: Gilang Aditya)

Ya, rambut bercabang bisa bikin rambutmu rontok. Kok bisa? Begini, rambut terdiri dari dua komponen penting, yaitu kutikula (selaput rambut) dan cortex (kulit rambut). Kutikula merupakan lapisan terluar rambut dan bertugas menjaga keutuhan inti rambut. Sedangkan cortex bertugas mengontrol permasalahan yang lebih mekanis, seperti mengatur fleksibilitas rambut, kelembutan, dan juga kemudahan dalam mengatur rambut.

Kondisi rambut bercabang adalah saat kutikula terbelah menjadi dua atau lebih. Hal ini disebabkan oleh lapisan luar rambut yang rusak. Kerusakan kutikula rambut ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Menurut Peter Bailey, Manajer Teknis Departemen Perawatan Rambut di Unilever Global, ada dua tanda lapisan rambut bagian luar rusak.

Simak kupas tuntas rambut bercabang dan cara merawatnya.

5. Sering Mewarnai Rambut atau Bleaching.

Proses bleaching menggunakan bahan kimia yang tergolong kuat karena bertujuan untuk membuka kutikula rambut agar warna baru dapat menyerap lebih mudah. Kutikula rambut yang terekspos dapat membuat rambut terasa kasar dan rapuh karena kehilangan kelembapan alaminya.

Kalau kamu memang hobi mewarnai rambut, berilah jeda setidaknya 3 bulan jika ingin mewarnai kembali. Pastikan juga kamu selalu menggunakan vitamin atau creambath setiap minggu untuk menjaga kesehatan rambut.

6. Mengikat Rambut Terlalu Kencang.

Jika sering dilakukan, tak heran jika rambutmu sangat mudah rontok. Hal ini juga biasanya dialami para hijaber. Solusinya, biarkan rambutmu tergerai atau kamu bisa mencoba model kepang yang longgar. Kalau perlu mengikat rambut, gunakan saja scrunchie.

7. Cara Menyisir Rambut yang Salah.

Penyebab rambut rontok pada wanita bisa berasal dari kebiasaan menyisir yang kurang tepat
Kebiasaan menyisir yang salah bisa menjadi penyebab rambut rontok pada wanita. (Foto: Hariono Halim)

Selain sering mencatok rambut dan mengikatnya terlalu kencang, menyisir rambut yang tidak tepat juga bisa menjadi dalang penyebab rambut rontok pada wanita. Terutama pada wanita dengan rambut panjang.

Pertama-tama, kamu perlu memilih jenis sisir yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Sebaiknya bedakan sisir untuk menyisir rambut sehari-hari dengan yang digunakan untuk blow dry. Begitu sisir rambut keriting dengan rambut lurus. Tak yakin sisir apa yang tepat? Cari tahu jenis-jenis sisir yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan.

Sedikit tip dari kami, hindari menyisir rambut dalam keadaan basah untuk untuk mencegah rambut rontok, serta yang tak kalah penting, jangan memaksa menyisir rambut dengan kencang saat ada rambut yang kusut.

Lihat tips detangling atau menyisir rambut tanpa membuatnya rontok. 

8. Ketombe Parah.

Salah satu penyebab rambut rontok pada wanita maupun pria adalah ketombe parah. Mengapa? Sebab keadaan kulit kepala yang kering dan berketombe membuat folikel tidak mampu melindungi rambut dengan benar. Keadaan kulit kepala yang tidak sehat menjadi tidak kondusif sebagai tempat menumbuhkan rambut.

Untuk mengatasi masalah ketombe tanpa menyebabkan rambut terasa kering, kamu bisa coba Dove Super Shampoo. Selain ketombe dan lepek, shampoo super ini juga bisa membantu mengatasi kerontokan. Solusi 3 masalah rambut dalam satu botol!

Kupas tuntas mitos dan fakta ketombe penyebab rambut rontok.

9. Diet yang Salah.

Ungkapan “you are what you eat” benar adanya. Untuk urusan rambut rontok, diet ketat bisa menjadi biang keladi. Asupan nutrisi yang melorot drastis bisa membuat rambut kekurangan nutrisi. Hasilnya, rambut jadi mudah rontok.

Pastikan kamu asupan protein dan mineral yang masuk ke dalam tubuhmu cukup. Sebagai perawatan ekstra, kamu bisa menambahkan suplemen seperti vitamin A yang bagus untuk pertumbuhan rambut. Yang tak kalah penting, usahakan untuk minum air putih minimal 8 gelas sehari agar kulit kepalamu selalu sehat dan kamu bisa memiliki rambut yang indah

10. Kelebihan Vitamin A.

Tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Kerontokan bisa disebabkan karena kurang nutrisi atau kelebihan nutrisi. Salah satu nutrisi yang bisa menyebabkan kerontonkan (jika dikonsumsi terlalu banyak) adalah vitamin A.

Coba berkonsultasi pada dokter mengenai suplemen dan pola makanmu ya.

11. Pasca Melahirkan

Hormon yang tidak seimbang merupakan salah satu penyebab rambut rontok pada wanita, terutama pada wanita hamil. Namun tidak semua pasti mengalaminya. Hal ini wajar dan biasanya kondisi akan kembali seperti semula setelah melahirkan, yakni saat kondisi hormon secara perlahan kembali ke level normal.

Hal ini tidak akan berlangsung lama, yang penting usahakan untuk tetap mengonsumsi makanan sehat, melakukan perawatan rambut, menghindari stres.

12. Stres.

Tak hanya saat baru melahirkan, banyak wanita bisa stress hingga mengalami kerontokan rambut. Harap ingat, kerontokan tidak terjadi secara instan, melainkan bertahap dan baru disadari ketika terjadi penipisan rambut. Rambut rontok dadakan ini juga dinamakan telogen effluvium.

Karena pandemi, banyak juga yang mengalami gejala stres ringan tanpa diketahui. Ini yang berbahaya. Coba deh, sering-sering berkomunikasi dengan sahabat dan keluarga. Jalan-jalan di sekitar rumah juga bagus kok untuk pergantian suasana. Kamu juga bisa sesekali keluar rumah untuk makan malam, tentu dengan mengikuti protokol kesehatan, ya.

Cari hobi baru juga bermanfaat, lho. Kamu bisa ikut berbagai kelas online, seperti menyulam, membuat lilin aromatik, sampai kelas melukis. Jangan lupa juga untuk selalu memanjakan diri tiap weekend dengan creambath.

Kalau tidak bisa ke salon, kamu bisa creambath di rumah dengan Dove Hair Growth Ritual Creambath. Mengandung bahan alami cone flower dan white tea, produk ini memang dirancang untuk dapatkan rambut panjang dan kuat.

13. Anemia.

Kondisi ini terjadi ketika zat besi dan jumlah sel darah merah dalam tubuhmu di bawah angka normal. Oksigen didistribusikan ke seluruh tubuh oleh sel darah merah. Kalau jumlah sel ini berkurang, otomatis oksigen juga berkurang.

Efek sampingnya adalah tubuh yang terasa sangat lelah dan kulit yang terlihat pucat. Kulit kepala dan organ tubuh terluar juga ‘kehabisan’ oksigen. Energi habis, nutrisi minim, rambut pun mudah rontok.

Jika kamu memang menderita anemia, pastikan kamu mengonsumsi makanan yang kaya zat besi.

14. Alopecia Areata.

Istilah ini merujuk pada kebotakan atau kerontokan rambut yang disebabkan oleh penyakit autoimun. Penyakit ini memang akan menyebabkan peradangan yang cukup parah dan memengaruhi folikel rambut.

Folikel rambut adalah tempat tumbuhnya rambut. Penyakit ini bisa menyebabkan folikel rambut mengecil dan berhenti memroduksi rambut. Jika ini tengah kamu alami, segera ke dokter ya!

15. Anagen Effluvium.

Ini adalah fase pertumbuhan rambut yang terputus secara tiba-tiba, sehingga menyebabkan kerontokan rambut yang berlebih. Biasanya, hal ini dialami oleh mereka penderita kanker karena adanya perawatan medis seperti kemoterapi. Tapi tenang saja, jika perawatan telah selesai, biasanya rambut bisa tumbuh kembali.

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya

Tetap Terinspirasi

Langganan newsletter untuk tips eksklusif seputar perawatan rambut.
Hair Quiz