15 Penyebab Rambut Rontok pada Wanita dan Cara Mengatasinya

Bukan hanya rambut kusut atau pewarnaan, ada juga penyebab rambut rontok pada wanita yang tidak kamu sadari.

Apa penyebab rambut rontok wanita? Bisa karena kulit kepala yang tak sehat, batang rambut rapuh dan bercabang, terlalu sering menggunakan alat styling, bawaan genetik, perubahan hormon, hingga adanya penyakit tertentu, seperti alopecia areata atau anagen effluvuium.

Namun, jangan panik dulu. Cek apakah rambutmu hanya rontok biasa atau sudah berlebihan? Rambut yang rontok sebanyak 100 helai per hari adalah hal wajar, karena ada fase anagen, katagen, dan telogen (fase istirahat). Yang rontok adalah batang rambut yang sudah tua dan butuh regenerasi. Jika jumlahnya melebihi itu, barulah kamu perlu waspada.

Penyebab kerontokan rambut pada pria dan wanita bisa berbeda. Terutama pada wanita dengan rambut panjang.

Ada beberapa alasan kenapa rambut panjang gampang rontok. Bisa karena akar rambut lemah dan tidak sanggup menanggung beban rambut yang lebih panjang, sehingga rambut terlepas dari akarnya.

Atau, gizi yang tidak seimbang yang membuat distribusi nutrisi kurang merata ke batang hingga ujung rambut, sehingga rambut mudah patah di tengah.

Itulah yang bisa jadi sebab kenapa rambut panjang gampang rontok. >Namun, tidak selalu berarti semua rambut panjang pasti mengalami masalah kerontokan ya.

Yuk, cari tahu apa saja faktor penyebab rambut rontok pada wanita dan cara mengatasi rambut rontok pada wanita!

1. Kulit Kepala Tidak Sehat.

Salah satu penyebab kerontokan rambut pada wanita adalah kulit kepala tidak sehat. Bisa banyak sebabnya, mulai dari kebiasaan keramas yang kurang tepat hingga pori-pori kulit kepala yang tersumbat.

Kulit kepala memiliki folikel yang menjaga kesehatan rambut. Kalau kulit kepala tidak sehat, rambut jadi rapuh dan mudah rontok, sementara rambut baru pun sulit tumbuh.

Perbaiki cara keramasmu, yaitu dengan memijat kepala bukan menggaruk-garuknya. Keramaslah dengan rutin agar kulit kepala tetap bersih, tapi hindari keramas setiap hari agar kulit kepala tidak kehilangan minyak alaminya.

2. Formula Shampoo yang Kurang Cocok.

Sama seperti skin care, kulit kepala bisa alergi atau meradang karena formula yang tak cocok. Kamu pun bisa mengalami masalah rambut rontok.

Pilihlah shampoo yang bisa membersihkan rambut sekaligus kulit kepala. Pilih yang formulanya mild atau lembut, jika kulit kepalamu cenderung sensitif.

Cari shampoo yang memang dikhususkan untuk kulit kepala atau yang memiliki label gentle/mild.

Untuk menjaga kesehatan kulit kepala, kami rekomendasikan CLEAR Complete Soft Care Shampoo yang mampu membersihkan kulit kepala sekaligus menutrisi rambut. Formula barunya dilengkapi dengan 3 Zero Tech dan scalp vitamin yang lembut di kulit kepala dan rambut.

Lihat juga tips menguatkan akar rambut untuk kulit kepala bermasalah.

3. Rambut Patah Akibat Styling.

Ada beberapa jenis rambut rontok pada wanita. Ada yang tercabut dari akarnya, ada juga yang patah di tengah batang rambut. Biasanya, rambut yang patah di tengah disebabkan oleh seringnya menggunakan alat styling. Suhu panas alat styling bisa membuat rambut kering dan rapuh.

Kamu bisa mengganti shampoo yang biasa dengan shampoo yang memang efektif untuk mengatasi rambut rapuh. Coba shampoo khusus untuk rambut rontok, seperti TRESemmé Hair Fall Control Shampoo.

Formulanya diperkaya dengan TRESPLEX™ Fall Control Technology untuk memperbaiki dan memperkuat helai rambut yang rusak dari dalam untuk mengurangi rambut rontok.

Teknologi kualitas salon ini efektif mengurangi kerontokan hingga 10 kali! Gunakan shampoo ini untuk membantu atasi rambut rontok karena patah walaupun rambut dikeringkan dengan hairdryer, diwarnai, atau di-styling.

4. Rambut Bercabang.

infografik yang menjelaskan tipe-tipe rambut bercabang
Masuk dalam tipe apakah rambutmu? (Foto: Gilang Aditya)

Ya, rambut bercabang memang bisa menyebabkan masalah rambut rontok. Kok bisa? Begini, rambut terdiri dari 2 komponen penting, yaitu kutikula (selaput rambut) dan cortex (kulit rambut).

Kutikula merupakan lapisan terluar rambut dan bertugas menjaga keutuhan inti rambut. Sedangkan cortex bertugas mengontrol permasalahan yang lebih mekanis, seperti mengatur fleksibilitas rambut, kelembutan, dan kemudahan dalam mengatur rambut.

Kondisi rambut bercabang adalah saat kutikula terbelah menjadi dua atau lebih. Hal ini disebabkan oleh lapisan luar rambut yang rusak. Kerusakan kutikula rambut ini dipengaruhi oleh banyak faktor.

Yuk, kupas tuntas masalah rambut bercabang dan cara merawatnya.

5. Sering Mewarnai Rambut atau Bleaching.

Proses bleaching menggunakan bahan kimia yang tergolong kuat karena bertujuan untuk membuka kutikula rambut agar warna baru dapat menyerap lebih mudah. Kutikula rambut yang terekspos dapat membuat rambut terasa kasar dan rapuh karena kehilangan kelembapan alaminya.

Kalau kamu memang hobi mewarnai rambut, berilah jeda setidaknya 3 bulan jika ingin mewarnai kembali. Pastikan juga kamu selalu menggunakan vitamin atau creambath setiap minggu untuk menjaga kesehatan rambut.

6. Mengikat Rambut Terlalu Kencang.

Jika sering dilakukan, maka inilah salah satu penyebab rambut rontok wanita yang kamu alami. Hal ini juga biasanya dialami para hijaber.

Solusinya, biarkan rambutmu tergerai atau coba model kepang yang longgar. Kalau perlu mengikat rambut, gunakan saja scrunchie.

7. Cara Menyisir Rambut yang Salah.

Penyebab rambut rontok pada wanita bisa berasal dari kebiasaan menyisir yang salah.
Kebiasaan menyisir yang salah bisa menjadi penyebab rambut rontok pada wanita. (Foto: Hariono Halim)

Menyisir rambut dengan cara yang tidak tepat juga bisa menjadi dalang penyebab rambut rontok pada wanita, terutama pada wanita dengan rambut panjang.

Untuk mengatasinya, pilih jenis sisir yang sesuai dengan kebutuhan. Bedakan sisir untuk menyisir rambut sehari-hari dengan yang digunakan untuk blow dry. Begitu juga dengan sisir rambut keriting dan rambut lurus.

Tak yakin sisir apa yang tepat? Cari tahu jenis-jenis sisir yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan.

Tip Editor: Hindari menyisir rambut dalam keadaan basah untuk mencegah rambut rontok. Hindari juga memaksa menyisir rambut dengan kencang saat ada rambut yang kusut.

Lihat tips detangling atau menyisir rambut tanpa membuatnya rontok.

8. Ketombe Parah.

Salah satu penyebab rambut rontok pada wanita maupun pria adalah ketombe parah. Keadaan kulit kepala yang kering dan berketombe membuat folikel tidak mampu melindungi rambut dengan benar. Kondisi kulit kepala yang tidak sehat menjadi tidak kondusif sebagai tempat rambut tumbuh.

Untuk mengatasi masalah ketombe tanpa menyebabkan rambut terasa kering, kamu bisa coba Dove Super Shampoo. Selain ketombe dan lepek, shampoo super ini juga bisa membantu mengatasi kerontokan. Solusi 3 masalah rambut dalam satu botol!

Kupas tuntas mitos dan fakta ketombe penyebab rambut rontok.

9. Diet yang Salah.

Ungkapan “you are what you eat” benar adanya. Untuk urusan rambut rontok wanita, diet ketat bisa menjadi biang keladi. Asupan nutrisi yang melorot drastis bisa membuat rambut kekurangan nutrisi. Hasilnya, rambut jadi mudah rontok.

Pastikan asupan protein dan mineral harianmu cukup. Sebagai perawatan ekstra, kamu bisa menambahkan suplemen seperti vitamin A yang bagus untuk pertumbuhan rambut.

Yang tak kalah penting, usahakan untuk minum air minimal 8 gelas sehari agar kulit kepalamu selalu sehat dan kamu bisa memiliki rambut yang indah.

10. Kelebihan Vitamin A.

Tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Kerontokan bisa disebabkan karena kurang nutrisi atau kelebihan nutrisi. Salah satu nutrisi yang bisa menjadi penyebab kerontokan rambut pada wanita (jika dikonsumsi terlalu banyak) adalah vitamin A.

Coba berkonsultasi pada dokter mengenai suplemen dan pola makanmu ya.

11. Hormon Pasca Melahirkan.

Hormon yang tidak seimbang merupakan salah satu penyebab rambut rontok pada wanita, terutama pada wanita hamil. Namun, tidak semua pasti mengalaminya.

Hal ini wajar dan biasanya kondisi akan kembali seperti semula setelah melahirkan, yakni saat kondisi hormon secara perlahan kembali ke level normal.

Hal ini tidak akan berlangsung lama kok, yang penting usahakan untuk tetap mengonsumsi makanan sehat, melakukan perawatan rambut, dan menghindari stress.

12. Stres.

Tak hanya pasca melahirkan, banyak wanita bisa stress hingga mengalami kerontokan rambut. Harap ingat, kerontokan tidak terjadi secara instan, melainkan bertahap dan baru disadari ketika terjadi penipisan rambut. Rambut rontok dadakan ini juga dinamakan telogen effluvium.

Karena pandemi, banyak juga yang mengalami gejala stress ringan tanpa diketahui. Ini yang berbahaya. Coba deh, sering-sering berkomunikasi dengan sahabat dan keluarga.

Jalan-jalan di sekitar rumah juga bagus kok untuk pergantian suasana. Kamu juga bisa sesekali keluar rumah untuk makan malam, tentu dengan mengikuti protokol kesehatan, ya.

Cari hobi baru juga bermanfaat, lho. Kamu bisa ikut berbagai kelas online, seperti menyulam, membuat lilin aromatik, sampai kelas melukis. Jangan lupa juga untuk selalu memanjakan diri tiap weekend dengan creambath.

Kalau tidak bisa ke salon, kamu bisa creambath di rumah dengan Dove Hair Growth Ritual Creambath. Mengandung cone flower dan white tea, produk ini memang dirancang untuk menguatkan dan menyuburkan rambut.

13. Anemia.

Kondisi ini terjadi ketika zat besi dan jumlah sel darah merah dalam tubuh di bawah angka normal. Oksigen didistribusikan ke seluruh tubuh oleh sel darah merah. Kalau jumlah sel ini berkurang, otomatis oksigen juga berkurang.

Efek sampingnya adalah tubuh yang terasa sangat lelah dan kulit yang terlihat pucat. Kulit kepala dan organ tubuh terluar juga ‘kehabisan’ oksigen. Energi habis, nutrisi minim, rambut pun mudah rontok.

Jika kamu memang menderita anemia, pastikan kamu mengonsumsi makanan yang kaya zat besi.

14. Alopecia Areata.

Istilah ini merujuk pada kebotakan atau kerontokan rambut yang disebabkan penyakit autoimun. Penyakit ini memang akan menyebabkan peradangan yang cukup parah dan memengaruhi folikel rambut.

Folikel rambut adalah tempat tumbuhnya rambut. Penyakit ini bisa menyebabkan folikel rambut mengecil dan berhenti memproduksi rambut. Jika ini tengah kamu alami, segera ke dokter ya!

15. Anagen Effluvium.

Ini adalah fase pertumbuhan rambut yang terputus secara tiba-tiba, sehingga menyebabkan kerontokan rambut yang berlebih. Biasanya, hal ini dialami oleh mereka penderita kanker karena adanya perawatan medis seperti kemoterapi. Namun tenang saja, jika perawatan telah selesai, biasanya rambut bisa tumbuh kembali.

 

Nah, itulah penyebab dan cara mengatasi rambut rontok pada wanita. Selamat mencobanya untuk merawat rambutmu agar terhindar dari masalah rambut rontok. Jangan lewatkan juga tips perawatan rambut rapuh dan menipis karena rontok, maupun fakta dan kata pakar tentang rambut rontok dari All Things Hair!

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya
Hair Quiz