Mengapa rambut rontok? Baca pendapat ahli di sini agar tak keburu panik!

Tim All Things Hair | 19 Juli 2018

Kupas tuntas penyebab dan cara mengatasi rambut rontok sebelum terjadi kebotakan.

Tak perlu merasa frustrasi jika rambutmu rontok. Kamu tidak sendiran, bahkan, rambut rontok sebetulnya adalah hal yang wajar. Dalam satu hari, rambut akan secara alami rontok dan tercabut dari akarnya. Jadi jangan buru-buru khawatir jika menemukan helaian rambut di bantal atau lantai kamar mandimu. Mengapa rambut rontok? Sebanyak apa rambut yang rontok masih dalam kisaran normal? Kapan rambut rontok perlu dikhawatirkan?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kami akan merangkumnya dari jawaban yang diberikan oleh Peter Bailey, Global Technical Manager Unilever bagian Hair Care.

 



Kupas tuntas mengapa rambut rontok



 

Penyebab rambut rontok.

Pertama-tama ketahui bahwa rambut rontok bisa dipengaruhi banyak faktor, termasuk usia dan genetik. Idealnya, kita pasti ingin punya rambut kuat dan tidak rapuh. Tapi tentu saja hal itu mustahil karena kita adalah makhluk hidup yang terus berkembang dan menua. Sel kulit mati berganti, begitu juga rambut pada kulit kepala kita.

”Rambut tumbuh dalam sebuah siklus. Normalnya, ada sekitar 50-150 helai rambut yang rontok per harinya.” ujar Peter

Untuk lebih jelasnya, berikut siklus pertumbuhan rambut normal:

1. Anagen: Fase pertumbuhan rambut dapat bertahan mulai dari 2-7 tahun. Ini juga menjadi faktor penentu panjang rambut.

2. Catagen: Fase transisi pertumbuhan rambut yang bertahan selama 10 hari.

3. Telogen: Ini adalah fase istirahat bagi rambut yang bisa berlangsung hingga 3 bulan.

4. Exogen: Saat sedang beristirahat, rambut kemudian masu ke fase selanjutnya, yakni fase kerontokan rambut.

Siklus rambut akan kembali lagi ke tahap awal setelah mencapai fase terakhir. Berawal di Anagen, rambut akan berakhir di fase Exogen, dan begitu seterusnya.

Pada kondisi tertentu, misalnya karena faktor genetik dan usia tua, rambut yang tumbuh di fase Anagen lebih sedikit dari yang seharusnya. Hal inilah yang membuat rambut terasa tipis.

Kerontokkan rambut pada wanita membuat botak?

Jadi, mengapa rambut rontok? Ada dua alasan utama yang membuat rambut rontok hingga menuju kebotakan: usia dan genetik.

“Karena faktor usia dan genetik, jumlah rambut pada fase Telogen (yang siap rontok) lebih banyak dibandingkan rambut yang tumbuh pada fase Anagen. Ini yang menyebabkan rambut terasa tipis.” jelas Peter.

Dalam beberapa kasus, kamu bisa memiliki area kebotakan di beberapa bagian rambut. “Semakin banyak folikel yang rontok di fase Anagen, semakin besar pula kemungkinan seseorang akan mengalami kebotakan.” lanjut Peter.

Apakah kebotakan ini sama seperti yang dialami pria? Tentu saja. Proses evolusi dari sebuah siklus rambut rata-rata sama baik pada pria maupun wanita. Namun, pria memiliki risiko mengalami kebotakan lebih besar karena faktor genetiknya.

Bagaimana mengatasi rambut rontok?

Jika sudah terlanjur mengalami rambut rontok akibat faktor usia dan genetik, apakah siklus rambutnya bisa disiasati? Sayangnya hal ini mustahil dilakukan, belum lagi faktor lain seperti penyakit dan pengobatan yang sedang dijalani, misalnya kemoterapi.

Namun untuk kamu yang mengalami kerontokan rambut karena masalah lain, misalnya penataan dan perawatan rambut yang kurang tepat, peluang kamu masih besar untuk memiliki rambut yang sehat dan tebal.

Pertama adalah menggunakan produk yang bisa membantu menguatkan rambut. Andalan kami untuk masalah ini adalah Dove Total Hairfall Treatment Shampoo.

Dove Total Hair Fall Treatment Shampoo

Mengandung trichazole, shampoo ini bisa rambut mulai dari akar hingga ujung rambut. Supaya hasilnya lebih maksimal, lanjutkan dengan memakai Dove Total Hairfall Treatment Conditioner yang kini juga dilengkapi dengan grape seed oil. Kandungan minyak alami ini bisa melapisi setiap helai rambut dan melindunginya.

Tips membuat rambut terlihat tebal.

Setelah berusaha untuk merawatnya dengan benar, langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah mencoba berbagai gaya rambtu untuk membuatnya terlihat lebih tebal.

Bisa dimulai dengan mencoba model rambut pendek karena akan mengurangi beban akar rambut agar tidak mudah rontok. Rekomendasi kami adalah bob pendek atau bob sebahu berpotongan rata.

menata rambut bob pendek
Tambahkan ‘volume’ di bagian ujung rambut untuk menciptakan ilusi rambut tebal. (Foto: Hariono Halim)

Setelah itu, untuk sehari-hari, kamu bisa menatanya dengan melakukan blow rambut atau menggulung bagian ujungnya menggunakan catokan agar tercipta kesan tebal yang diinginkan. Simak pula tips agar hasil blow lebih tahan lama.

Untuk acara-acara yang lebih formal, misalnya pesta, kamu juga bisa menambahkan aksesori rambut untuk memberikan ilusi rambut yang lebih tebal. Salah satu gaya yang bisa dicoba adalah gaya rambut half updo dengan hair bump dan gaya beehive yang retro. Semprotkan TRESemmé Salon Finish Extra Hold Hairspray agar tatanan rambut lebih awet namun tidak membuatnya kaku ataupun lengket.

Dengan penjelasan ini, kami harap kamu tak lagi khawatir apalagi bingung jika sedang mengalami kerontokan rambut. Jika semua usaha sudah dicoba namun rambut tetap rontok, sebaiknya kamu segera konsultasikan pada dokter. Sebab, bukan tak mungkin kerontokan rambut yang kamu alami disebabkan oleh faktor genetik yang kasat mata.

Selamat mencoba!

 

COOKIES ON THE SITE

Unilever uses cookies to give you the best experience online and to provide anonymised, aggregated site usage data. You can find out what cookies we use, what they do and how you can disable them in our Cookie Policy. By browsing our sites, you consent to use cookies. By closing this message, you consent to our use of cookies on this device in accordance with our cookie policy unless you have disabled them.