Bagaimana Cara Mengatasi Rambut Rontok Setelah Melahirkan? Ikuti 11 Cara Ini!

Tak perlu khawatir, selalu ada solusi untuk rambut rontok!

Kalau kamu new mom, ada kemungkinan kamu mengalami masalah rambut rontok parah pasca persalinan. Cara mengatasi rambut rontok pada ibu baru tak jauh berbeda dengan perawatan rambut rontok pada umumnya. Baca terus, ya!

Sebenarnya kerontokan rambut merupakan siklus pertumbuhan rambut yang normal. Namun seringkali pada wanita yang baru melahirkan, siklus ini agak sedikit berbeda. Kadar hormon estrogen di dalam tubuh yang cukup tinggi punya pengaruh dalam memperpanjang fase hidup rambut. Pada mereka yang mengalaminya, rambut jadi terasa mudah panjang, lebat, dan tidak mudah rontok saat hamil.

Setelah melahirkan, produksi estrogen kembali ke level yang normal sehingga siklus pertumbuhan rambut yang sempat terhenti kembali berjalan. Kondisi hormonal yang cukup ekstrim ini membuat tubuhmu mempercepat siklus ini, seolah ingin ‘kejar target’ dari proses yang tertunda.

Setelah melahirkan, kerja hormon akan perlahan kembali ke level normal. Menurut dr. Heru Nugraha, Sp.KK, dalam dunia medis kondisi ini disebut juga telogen effluvium. Wajar kalau usai melahirkan kamu mengalami kerontokan. Sifatnya hanya sementara kok!

Nah, inilah alasan mengapa jumlah rambut rontok lebih banyak dari biasanya. Rambut yang biasanya hanya 80-100 helai perhari, pada ibu baru jumlahnya bisa mencapai 400 helai. Wajar kalau bikin sedikit paranoid! Beberapa mengalaminya saat 6 bulan pasca melahirkan, tapi pada sebagian kasus, hal ini bisa terjadi hingga 1 tahun lamanya.

Nah, berhubung kondisi hormon berkaitan erat dengan fenomena rambut rontok, kamu tidak perlu khawatir berlebihan. Hal ini akan berhenti dengan sendirinya. Namun ada beberapa cara mengatasi rambut rontok setelah melahirkan yang bisa kamu coba untuk sedikit meringankan kondisinya. Dicoba, yuk!

1. Menstimulasi Kulit Kepala dengan Pijatan.

Melakukan head massage dapat menstimulasi kulit kepala dan melancarkan peredaran darahnya. Semakin lancar sirkulasinya, semakin banyak oksigen yang mengalir ke kulit kepala. Hal ini dapat menstimulasi folikel rambut agar bisa menjaga batang rambut dengan baik, dan menundanya untuk rontok.

Kamu bisa melakukan head massage dengan menggunakan teknik hot oil treatment, atau menggunakan masker rambut alami. Lebih bagus lagi kalau kamu menggunakan Dove Hair Growth Ritual Creambath yang dapat melembapkan batang rambut secara menyeluruh.

Kandungan bahan alaminya membuatnya aman digunakan secara rutin. Wangi coneflower dan white tea bisa membuat rileks!

2. Gunakan Shampoo dan Conditioner yang Mengandung Keratin.

Kamu mungkin tidak bisa menghentikan siklus pertumbuhan rambut post-partum, namun kamu bisa mencoba menjaga batang rambut yang sudah ada. Gunakan shampoo dan conditioner yang mengandung keratin karena keratin dapat menjaga fleksibilitas batang rambut. Fleksibilitas rambut membuat rambut tidak mudah patah.

Biar beberapa rambut rontok dari akar, setidaknya rambut yang tersisa harus tetap kuat, bukan? Rekomendasinya adalah TRESemmé Keratin Smooth Shampoo dan Conditioner. Kedua kombinasi produk ini mengandung keratin berlimpah yang dapat melembapkan rambut dengan sempurna.

Tidak semua jenis rambut cocok dengan shampoo yang mengandung keratin. Misalnya nih, kalau kamu punya rambut lepek, penggunaan keratin berlebih justru bisa bikin rambut makin lepek.

Supaya tidak ragu akan pilihanmu, ikuti hair quiz dari All Things Hair untuk tahu jenis rambut serta pilihan shampoo yang tepat!

3. Tunda Diet Ketat.

Sebagian dari new mothers tentu ingin kembali ke berat badan sebelum masa hamil segera setelah melahirkan. Namun, belum tentu tubuhmu siap dengan diet ketat seperti menghitung asupan kalori!

Menurut dr. Heru Nugraha Sp.KK, dokter spesialis kulit dan kelamin yang praktik di beberapa klinik dermatologi besar di Jakarta, ibu menyusui rentan terkena masalah rambut rontok karena harus membagi asupan nutrisi untuk dirinya dan bayi.

“Tubuh kita itu sangat pintar dalam bertahan hidup dan bagi-bagi nutrisi ke seluruh tubuh. Jadi dia akan memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting terlebih dahulu,” jawabnya. “Bagian kulit dianggap tubuh hanya sebagai ‘barrier‘ yang sifatnya tidak penting. Tubuh akan memprioritaskan organ vital dan kecukupan nutrisi pada ASI.”

Karena itulah, saat kamu makan terlalu sedikit atau kuantitas gizinya kurang baik, kamu akan mengalami masalah pada kulit kepala dan kulit tubuh. Sebaiknya tunda dulu diet defisit kalorinya ya! Saat menyusui kamu bahkan harus menambah sekitar 300 kalori dari kebutuhan harianmu.

5. Penuhi Kebutuhan Gizi Harian.

Salah satu penyebab kerontokan rambut setelah melahirkan menurut dr. Heru Nugraha Sp.KK adalah gangguan nutrisi. Untuk mengatasinya, pastikan menu makananmu sudah tepat! Artinya, kamu mengonsumsi menu makanan bergizi yang takarannya seimbang.

Dua komponen yang wajib ada dalam menu makanan kamu, makanan yang mengandung protein dan biotin. Protein dan biotin dapat membantu menstimulasi pertumbuhan rambut. Usahakan untuk mengonsumsi protein seperti ayam, ikan, telur, tahu dan lainnya.

Sedangkan biotin dan Omega-3 dapat kamu temukan dalam kuning telur dan kacang-kacangan, mulai dari kacang almond, kacang tanah, kacang hijau, dan kacang merah.

Pastikan juga kamu seimbangkan dengan mengonsumsi sayur-sayuran dengan zat besi, vitamin D, vitamin C, dan magnesium.

6. Konsumsi Multivitamin.

Jika belum yakin apakah makanan yang kamu konsumi memiliki kecukupan gizi untuk ‘berdua’, kamu boleh menambah asupan dengan multivitamin loh!

Kamu bisa minum protein dalam bentuk protein powder, atau Omega-3 dan 6, asam amino, dan juga biotin. Semua komposisi gizi tersebut penting untuk kesehatan kulit dan batang rambut. Selain itu, kamu bisa tambahkan suplemen berupa zinc, lho! Zinc dapat membantu regenerasi hair tissue dan mengatur kadar minyak pada kulit kepala, sehingga folikel rambut berfungsi dengan baik.

7. Hindari Mengikat Rambut.

Anggap saja rambutmu sedang rapuh-rapuhnya. Untuk memperburuk kondisi rambut, cara mengatasi rambut rontok setelah melahirkan adalah dengan menghindari mengikat rambut dengan kencang.

Wanita asia menggunakan gaya rambut ponytail untuk
Kuncir dalam gaya ponytail rendah. (Foto: Dennie Ramon)

Jika terpaksa mengikat rambut, kamu bisa menggunakan karet yang longgar seperti scrunchie atau mencoba berbagai gaya rambut loose ponytail dan updo  yang manis.

8. Kurangi Penggunaan Alat Styling.

Mengeringkan rambut dengan microfiber untuk mengurangi rambut rontok
Keringkan dengan handuk microfiber. (Foto: Hariono Halim)

Hairdryer dan flat iron, dua-duanya sama-sama berkontribusi untuk membuat kondisi rambut rontok makin parah. Untuk mengurangi risiko ini, kamu bisa mengeringkan rambut secara alami menggunakan handuk microfiber. 

Wanita asia menggunakan rol rambut
Gunakan rol rambut yuk!(Foto: Dennie Ramon)

Selain itu, kamu juga bisa mengeriting rambut menggunakan teknik heatless seperti scrunchie atau rol rambut. Sudah tahu berbagai jenis rol rambut yang bisa kamu gunakan?

9. Cukupi Kebutuhan Tidur.

Merawat bayi baru lahir bisa menguras tenaga dan pikiran. Sedangkan kurang beristirahat dapat memperburuk kondisimu. Pastikan waktu istirahat dan tidur tetap cukup dengan menerapkan jadwal yang konsisten.

Tidur punya efek yang magical banget untuk kesehatan jiwa dan raga. Dengan mencukupi kebutuhan tidur minimal 7-8 jam sehari, regenerasi sel dalam tubuh serta metabolismenya akan menjadi lancar. Tidak masalah kalau kamu harus begadang, namun saat si baby tidur, usahakan kamu juga istirahat ya!

10. Menyisir Rambut dengan Sisir yang Tepat.

Salah satu yang sering disepelekan: pemilihan sisir rambut. Tidak semua sisir sesuai dengan kebutuhan rambutmu. Ada beberapa sisir yang digunakan untuk styling dan ada juga yang digunakan untuk detangling (mengurai rambut kusut).

Misalnya, menyisir rambut yang kusut dan dalam keadaan lembap dengan sisir bergigi rapat akan menyebabkan rambut mudah rontok. Saat lembap, rambut menjadi sangat rapuh. Karena itu, kamu butuh sisir bergigi jarang.

Sudah tahu cara memilih sisir yang benar? Simak panduan memilih sisir di sini!

11. Menggunakan Terapi Rambut ke Dermatologi.

Sebenarnya rambut yang rontok ini akan kembali tumbuh saat hormon kamu sudah kembali stabil. Namun kalau kerontokan sudah semakin parah, kamu boleh kok konsultasi pada dokter kulit! Menurut dr. Heru Nugraha, ada beberapa treatment di klinik yang bisa membantu mempercepat pertumbuhan rambut.

“Ada beberapa treatment lain yang bisa dicoba yaitu Microbotox, Platelet-rich Plasma (PRP), Growth Factor Serum, Low-Level Laser (Light) Therapy (LLLT) . Namun, semua treatment ini sifatnya booster. Kalau nggak dibantu sama daily nutrition, tentu hasilnya nihil,” tambahnya.

 

Selain itu, don’t worry too much terhadap kerontokan rambut! Percaya deh, bahwa rambut akan kembali seperti sedia kala dengan sendirinya. Namun, cara mengatasi rambut rontok setelah melahirkan ini tetap bisa kamu upayakan agar kondisinya tak semakin buruk. Selamat mencoba!

Artikel selanjutnya

Hair Quiz