Aku Mencoba Co-Washing untuk Merawat Rambut Kering, Ini Hasilnya!

Rambut tetap bersih dan bebas lepek meskipun keramas tanpa shampoo. Kok bisa?

Merawat rambut kering adalah pergulatan yang sudah aku lakukan selama 3 tahun terakhir. Setelah beberapa kali proses bleaching dan gonta-ganti warna rambut, seluruh rangkaian produk rambut dan ritual perawatan rambut harus dirombak total. Mulai dari shampoo, conditioner, hair mask, hingga hair oil atau vitamin semua aku sesuaikan dengan kebutuhan rambutku.

Yes girls, there’s no way back. Jika kamu melewatkan sekian banyak proses kimia, rambutmu akan mengalami perubahan tekstur. Pada rambutku, ujungnya jadi kering dan bercabang.

Rambut mudah sekali mengalami kondisi statis, di mana saat terjadi sedikit saja gesekan, rambut jadi menempel satu sama lain dan menjadi kusut. Biasanya ini terjadi saat aku melepas sweatshirt, tertiup angin atau sesederhana menyisirnya dengan jari. Mengalami ‘rambut singa’ adalah suatu kewajaran yang harus aku terima.

Penggunaan alat styling sulit dihindari dan ikut berkontribusi dalam ‘lingkaran setan’ ini! Karena kondisinya yang mengembang dan kering, aku dengan berat hati harus ‘menjinakkannya’ dengan flat iron.

Setelah mencoba beberapa hal, mulai dari masker rambut alami, hair oil concoctions, hingga menggunting rambut, aku menemukan solusi merawat rambut kering yang cukup membantu permasalahan ini. Mungkin kamu pernah mendengarnya: co-washing atau no poo, alias keramas tanpa shampoo.

Co-Washing: Keramas Tanpa Shampoo untuk Merawat Rambut Kering.

Terminologi co-washing (conditioner washing) atau no poo pertama kali diinisiasi oleh sebuah komunitas blogger di Amerika untuk mendeskripsikan kebiasaan keramas tanpa shampoo. Mereka menganjurkan untuk keramas menggunakan bahan-bahan alami seperti apple cider vinegar, aloe vera, atau bahkan hanya dengan air.

Dilansir dari nopoomethod.com, ternyata kebiasaan keramas dengan shampoo baru menjadi hal yang normal sekitar tahun 1970-an. Berbeda pada tahun 1800-an, di mana orang-orang disarankan untuk keramas hanya sebulan sekali.

“Apa jadinya keramas tanpa shampoo?” Itu pertanyaanku juga pada awalnya. Pada dasarnya bahan-bahan dalam shampoo bersifat clarifying atau sangat ampuh membasmi kotoran, debu, dan penumpukan minyak pada kulit kepala.

Saking efektifnya, minyak-minyak alami rambut ikut terbilas juga (untuk itu kita butuh conditioner). Rasa kesat pada rambut setelah membilas shampoo adalah salah satu cirinya.

Wanita asia dengan gaya rambut korean waves
Merawat rambut kering perlu perhatian ekstra. (Foto)

Sedangkan rambut butuh minyak alami untuk mempertahankan bentuk, tekstur, serta kekuatan rambut. Tanpa minyak rambut yang terikat di dalam kutikula, bentuk rambut akan tidak karuan.

Rambut yang sudah diwarnai dan sering dicatok (seperti rambutku) memiliki minyak rambut yang sangat minim. Karenanya, menggunakan shampoo terlalu sering bisa membuatnya semakin kering, dan juga melunturkan pigmen warna rambut dengan cepat.

Dari sinilah aku yakin untuk mencoba co-washing!

Cara Co-washing atau Keramas Tanpa Shampoo.

Mungkin bagi sebagian orang, work from home atau study from home adalah alasan untuk melewatkan keramas. Bagiku hal ini agak mustahil.

Meskipun WFH, aku tetap berolahraga rutin sebanyak 4-5 kali dalam seminggu. Bayangkan betapa gerahnya kulit kepala dengan campuran minyak dan keringat? Tentu keramas tetap jadi hal wajib untukku.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, mulai dari menggunakan baking soda, aloe vera, atau apple cider vinegar. Namun cara yang paling tepat untuk rambutku adalah menggunakan air.

Sama seperti keramas biasa, cara keramasku adalah membilas kulit kepala dengan air mengalir lalu memijatnya perlahan. Aku bisa membilasnya beberapa kali jika kulit kepala dirasa masih berminyak.

Setelah terasa kesat, lanjutkan dengan conditioner. Berhubung level kekeringan rambutku sudah gawat darurat, aku menggunakan conditioner cukup banyak. Conditioner yang aku gunakan adalah Dove 1 Minute Super Conditioner Intensive Damage Treatment.

Conditioner ini jadi pilihan karena hasilnya langsung terlihat setelah keramas. Rambut terasa lebih lembut dan halus. Kandungannya juga dapat menutrisi secara progresif, jadi rambut akan semakin sehat jika dipakai secara rutin. Mudah diserap batang rambut, hanya perlu didiamkan 1 menit sebelum dibilas.

Hasil Co-Washing pada Rambut.

Aku melakukan co-washing sebanyak 4 kali dalam seminggu. Setelah melakukannya selama 2 minggu lebih, aku merasa rambut lebih lembut dan halus, juga mudah diatur tanpa terasa lepek di bagian kulit kepala. Aku juga tidak mengalami kulit kepala berketombe seperti yang dikhawatirkan banyak orang.

yunisa putri merawat rambut kering
Ujung rambutku tak lagi terlihat kering dan kemerahan.

“Apakah rambut berbau apek jika tidak menggunakan shampoo?” Jawabannya: Tidak. Bau apek yang ada pada rambut yang belum dikeramas disebabkan oleh penumpukan minyak rambut. Saat minyak rambut terbilas, bau apek juga hilang. Rambut akan tetap wangi, asalkan kamu menggunakan conditioner.

5 Tips Co-Washing Anti Gagal.

Meskipun usaha merawat rambut kering ini terdengar mudah, banyak juga yang gagal atau tidak merasakan perubahan pada rambutnya. Untuk itu, aku punya beberapa tips yang bisa kalian terapkan sebelum coba keramas tanpa shampoo.

1. Jangan Buru-Buru Membilas Rambut.

Wanita asia membilas rambut untuk Keramas tanpa shampoo
Keramas tanpa shampoo? Bilas dengan hati-hati. (Foto: Dennie Ramon)

Meskipun tidak menggunakan shampoo, hindari membilas rambut terburu-buru. Tujuan kamu bukan untuk sekadar membasahi kulit kepala, tapi membersihkan minyak-minyak rambut secara menyeluruh dengan air.

2. Gunakan Conditioner.

Penggunaan conditioner tak bisa ditawar lagi. Kamu memerlukan conditioner untuk mengembalikan kelembapan rambut setelah rambut dibilas dengan air. Pilih yang sesuai dengan kondisi rambutmu.

3. Buat Jadwal Keramas dengan Shampoo.

Melakukan co-washing bukan berarti meninggalkan penggunaan shampoo seumur hidupmu. Kamu tetap wajib untuk keramas dengan clarifying shampoo minimal 1 kali seminggu. Tujuannya untuk membersihkan kulit kepala secara menyeluruh, dan membunuh bakteri.

Kamu bisa jadwalkan keramas dengan shampoo pada weekend, sekalian menggunakan masker rambut yang bisa boosting kelembapan rambut.

4. Kurangi Penggunaan Catokan dan Hair Dryer.

Percuma dong melakukan co-washing untuk merawat rambut kering, kalau ujung-ujungnya kamu tetap menggunakan alat styling bersuhu panas. Mumpung lagi di rumah aja, coba sebisa mungkin kurangi penggunaan flat iron dan hair dryer, deh.

Menggunakan kaus untuk mengeringkan rambut
Selain handuk microfiber, kamu juga bisa menggunakan kaus untuk mengurangi gesekkan rambut. (Foto: Hariono Halim)

Keringkan rambut secara alami dengan cara diangin-anginkan. Kamu bisa mengeringkan rambut dengan handuk microfiber yang dapat menyerap air lebih cepat dibandingkan handuk biasa. Bisa juga menggunakan kaus yang sudah tidak terpakai lagi.

5. Trim Ujung Rambut yang Bercabang.

Bagian ujung rambut yang sudah bercabang dan terbelah sulit untuk diselamatkan. Aku lebih memilih untuk memotongnya dan fokus pada kesehatan batang rambut secara menyeluruh. Selain co-washing, aku juga melakukan hair trimming sendiri di rumah.

Dengan melakukan co-washing, aku bukan hanya merawat rambut kering namun juga mempertahankan warna rambutku. Tak perlu touch up warna rambut atau warna akar rambut terlalu sering.

Selamat mencoba!

Artikel selanjutnya