8 Penyebab Kulit Kepala Kering dan Cara Mengatasinya

Temukan perbedaan kulit kepala kering dan ketombe di sini.

Mesi beda, kulit kepala kering memang sekilas terlihat seperti ketombe. Bahkan, kondisi ini kadang yang menjadi penyebab timbulnya ketombe! Namun, penyebabnya dan tentu saja cara mengatasinya sangat berbeda.

Kulit kepala dikatakan berketombe saat kulitnya terkikis dan serpihannya rontok pada rambut dan pakaian. Di beberapa kasus, ketombe dipicu oleh infeksi jamur. Namun, kulit kepala kering muncul akibat kulit kepala yang kurang kelembapan.

  • Ada perbedaan pada ruam dan sisik. Pada kulit kepala berketombe, sisik kulit berwarna putih atau kuning dan mengelupas. Pada kulit kering dan iritasi, ruam berwarna kemerahan dan sisik kulit terlihat lebih tipis. Kulit atau jaringan yang terdampak terlihat seperti parut.
  • Lihat bentuk serpihan pada kulit kepala. Ciri-ciri kulit kepala kering adalah adanya serpihan putih yang berukuran kecil dan terlihat jelas di bagian kulit kepala terbuka (seperti di bagian depan dekat anak rambut). Sedangkan serpihan ketombe biasanya lebih besar, terlihat kekuningan dan berminyak. Ciri-ciri ketombe juga terlihat di kulit kepala: kulit kepala terasa berminyak, dan bagian yang mengelupas tidak terlihat kering.
  • Ada rasa gatal pada kulit kepala. Tidak semua ketombe menyebabkan gatal, namun kulit kepala yang kering sudah pasti terasa gatal. Rasa gatal ini muncul dari kondisi kulit yang kering dan iritasi. Rasa gatal tidak akan hilang setelah digaruk. Semakin digaruk, rasanya malah semakin nyeri. Namun, tidak menutup kemungkinan kalau kamu mengalami keduanya di saat yang bersamaan. Ketombe yang disebabkan oleh infeksi jamur juga seringkali menimbulkan rasa gatal dan perlu perawatan khusus.
  • Terdapat area kulit kering lainnya di tubuh. Jika hal ini terjadi, kemungkinan besar yang kamu alami adalah kulit kepala kering. Biasanya, kulit kepala kering terasa pada bagian garis rambut, di dekat poni tumbuh.

Nah, kalau kamu memang mengalami masalah kulit kepala kering, jangan keburu parno! Cek deh apakah lifestyle dan kebiasaan kamu dalam merawat rambut jadi pemicunya.

1. Psoriasis.

Psoriasis adalah gangguan sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan regenerasi pertumbuhan kulit kepala dan pengelupasannya sangat cepat. Kalau tidak segera ditangani, kulit kepala akan terasa gatal, terus menerus bersisik, rambut rontok, bahkan kebotakan.

Kulit kepala kering yang disebabkan karena psoriasis biasanya ditandai dengan kulit kepala meradang (merah) dan bersisik. Biasanya, psoriasis bukan hanya terjadi pada kulit kepala bagian atas saja, tapi juga menyerang beberapa bagian tubuh lainnya seperti kulit bagian leher, bagian telinga, dan juga kening.

2. Dermatitis Seboroik.

Salah satu penyebab kulit kering di kepala adalah dermatitis seboroik. Ini adalah kondisi yang hampir sama dengan psoriasis, yaitu peradangan akibat jamur Malassezia yang berada di kulit kepala.

Pada bayi, kondisi ini biasa disebut dengan cradle crap. Orang dewasa dengan usia 30-60 tahun juga sering mengalami masalah ini. Sampai saat ini, belum ada yang mengetahui penyebab dermatitis seboroik.

Namun, masalah kulit kepala kering ini sering dialami oleh orang dewasa dengan daya tahan tubuh yang lemah, dan mereka yang sedang stress. Jika sudah begitu, bukan hanya ketombe, tapi rambut rontok juga bisa terjadi.

3. Dehidrasi.

Bukan hanya kulit wajah yang akan menderita kalau kamu kurang minum, kulit kepala juga. Hal ini disebabkan oleh produksi sebum yang terganggu. Kamu bisa melihat kulit kering di beberapa bagian tubuh lainnya, seperti badan, lengan, bahkan kaki.

4. Produk yang Kurang Cocok.

Ada sebuah kondisi yang dinamakan dengan contact dermatitis, yaitu saat kulitmu bereaksi terhadap sebuah produk yang kurang cocok. Produk ini adalah produk-produk yang langsung kamu aplikasikan pada kulit kepala seperti shampoo, styling products, hairspray, dan juga dry shampoo. Pada beberapa kasus, kulit kepala kering juga bisa disebabkan alergi cat rambut atau obat bleaching. 

Jika kamu ragu produk mana yang menjadi penyebabnya, kamu bisa berhenti menggunakan produk rambut yang sedang kamu gunakan satu per satu. Misalnya, berhenti gunakan dry shampoo atau hairspray yang kamu gunakan.

Jika gejala masih muncul, hentikan menggunakan shampoo atau gel rambut yang dipakai. Ketika kondisi masih berlanjut, segera berkonsultasi dengan dermatologist, ya!

5. Keramas Terlalu Sering.

Bagi sebagian orang, keramas setiap hari tidak akan menyebabkan masalah rambut. Namun, setiap kondisi kepala punya kebutuhan yang berbeda.

Jika kamu keramas setiap hari tapi serpihan rambut tetap ada, bisa jadi kamu tidak mengalami ketombe tapi kulit kepala yang dehidrasi.

Bagi sebagian orang, keramas setiap hari dapat meluruhkan minyak rambut alami yang dibutuhkan kulit kepala. Jika kamu mengalaminya, kamu bisa mengurangi frekuensi keramas menjadi dua hari sekali.

6. Diet yang Tidak Sehat.

Coba deh jujur, apakah kamu sedang menjalankan restrictive diet seperti defisit kalori yang ekstrem karena ingin menurunkan berat badan? Nah, bisa jadi ini penyebabnya.

Penyebab kulit kepala dehidrasi bukanlah jumlah kalori yang kamu makan, tapi kualitas nutrisi yang kamu konsumsi setiap harinya. Saat menjalankan program kalori defisit, terkadang kamu hanya fokus pada jumlah kalori dan bukan nutrisi yang terkandung dalam makanan.

Coba fokus untuk mengonsumsi makanan padat nutrisi yang juga rendah kalori. Usahakan untuk mengonsumsi whole foods agar kamu dapat nutrisi terbaik dan bukan hanya empty calorie yang tidak punya manfaat untuk tubuh.

7. Efek Samping Obat-obatan.

Beberapa obat-obatan, seperti antibiotik, pil KB, dan obat pengencer darah, bisa menimbulkan efek samping pada tubuh. Kulit dan rambut adalah bagian yang paling terlihat pengaruhnya, salah satunya adalah kerontokan dan kulit kepala kering.

8. Cuaca Dingin dan Udara Kering.

wanita asia sedang memerika ac yang terlalu dingin dan menjadi penyebab kulit kepala gatal
(Foto: Shutterstock)

Kulit kepala kering juga bisa disebabkan udara sekitar yang kering dan cuaca dingin. Terlalu lama berada di ruangan ber-AC yang bersuhu rendah juga dapat menjadi penyebab kulit kepala kering.

1. Hindari Menggaruk Kulit Kepala.

Saat kulit kepala kering, biasanya tanda-tanda iritasinya adalah rasa gatal yang tidak bisa tertahankan. Usahakan untuk tidak menggaruk kulit kepalamu. Jika rasa gatal datang, usap bagian kulit tersebut dengan handuk dingin dan kompres selama 15-30 menit.

2. Ganti Shampoo.

Karena kulit kepala kering dan ketombe agak sulit untuk dibedakan, kamu bisa menggunakan shampoo yang memang fokus pada kesehatan kulit kepala. Coba cari produk yang mengandung coal tar, pyrithione zinc, salicylic acid, ketoconazole, selenium sulfide, dan tea tree oil. 

Tea tree oil adalah salah satu bahan alami yang bisa membantu memperbaiki kondisi kulit kepala kering dan juga ketombe, karena bahan ini dapat membersihkan kulit kepala yang tersumbat dan mencegah rasa kering. Antifungal properties di dalamnya juga bagus untuk ketombe!

Kamu bisa coba shampoo dan conditioner untuk kulit kepala kering dan berketombe seperti TRESemmé Scalp Care Shampoo. Dalam shampoo untuk kulit kepala kering ini terdapat tea tree oil dan ZPTO efektif untuk basmi ketombe dan mengatasi rambut yang kering. Selain mampu menghilangkan ketombe,  shampoo ini juga menjadi shampoo yang dapat melembutkan rambut!

Untuk kamu yang berhijab bisa gunakan shampoo Dove Hijab Natural Anti Ketombe dan Perawatan Rambut Rontok. Shampoo hijab ini diperkaya dengan Habbatus Sauda dan micellar yang mampu menguatkan folikel rambut, menjaga kesehatan kulit kepala agar tidak terkena ketombe serta menghilangkan berbagai kotoran dan sebum di kulit kepala.

3. Pijat Kulit Kepala.

Salah satu cara efektif (dan gratis!) adalah memijat kulit kepala. Hal ini dapat memberi stimulasi produksi minyak alami dan melancarkan peredaran darah. Kamu bisa memijatnya saat menggunakan shampoo atau dengan minyak alami.

Untuk menggunakan minyak alami, kamu bisa melakukannya sebagai pre-wash atau bahkan mencoba hot oil treatment! Pilih minyak yang lightweight, seperti jojoba oil atau minyak zaitun.

4. Coba Hot Oil Treatment.

Terkadang kulit kepala tidak bisa memproduksi cukup minyak karena beberapa faktor. Coba gunakan hot oil treatment minimal seminggu sekali. Menggunakan minyak yang hangat dapat melembapkan sekaligus meredakan rasa gatal akibat iritasi.

Kamu bisa menggunakan minyak kelapa dengan kandungan asam amino tinggi, atau minyak jojoba yang dapat memperbaiki tekstur kulit. Lihat tutorial hot oil treatment di sini!

5. Perbaiki dari ‘Dalam’.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kecantikan yang terpancar dari luar bersumber dari dalam dan apa yang kamu makan. Coba konsumsi makanan yang mengandung beberapa nutrisi penting ini.

  • Zinc. Beberapa penelitian menemukan bahwa rambut, kulit, kuku, dan kulit tidak dapat tumbuh sempurna tanpa zinc. Mineral ini penting untuk pertumbuhan jaringan kulit.
  • Asam lemak Omega-3. Kulit kering bisa menjadi indikator bahwa kamu kekurangan asupan asam lemak. Asam lemak Omega-3 bisa membantu sirkulasi darah menjadi lebih lancar sehingga oksigen dalam darah menjadi normal. Peredaran darah yang lancar dapat membuat metabolisme sel juga berjalan normal.
  • Vitamin A. Sumber vitamin A yang keren adalah hati, telur, produk mengandung dairy, buah-buahan dan sayur-sayuran. Sama seperti zinc, vitamin A berperan penting dalam pergantian sel kulit. Mengonsumsi vitamin A dengan cukup akan membuat keseluruhan kulitmu jadi lembap.

6. Stay Hydrated!

Minum air putih untuk mencegah kulit kepala kering
Pastikan kamu minum cairan yang cukup, ya! (Foto: Shutterstock)

Dehidrasi akan berpengaruh pada kondisi kulit tubuh dan kulit kepala. Terutama jika kamu cukup aktif dan sering berada di bawah terpaan matahari.

Untuk itu, kamu perlu cukupi asupan air yang masuk dalam tubuh. Cairan yang cukup, bukan hanya dapat membantu pencernaan, menghasilkan kulit yang glowing, tapi juga mencegah kulit kepala menjadi kering!

Rule of thumb: Minum 6-8 gelas per hari untuk hasil yang optimal. Kalau kamu menggunakan botol, kamu bisa mencoba minum 2,5-3 liter per harinya. Jangan lupa untuk menghidupkan humidifier saat berada di dalam ruangan untuk menambah kelembapan pada kulit kepala.

7. Coba Cara Alami.

Selain hal-hal di atas, cara untuk menghilangkan kulit kepala kering bisa dengan memanfaatkan bahan alami. Kira-kira bisa dikasih apa saja ya? Nah, kamu bisa coba beberapa bahan alami berikut.

  • Alpukat dan minyak zaitun. Hancurkan alpukat hingga halus dan campur dengan minyak zaitun. Lalu, lumuri kulit kepala dengan bahan ini sambil dipijat lembut. Diamkan 10-15 menit agar meresap, lalu bilas hingga bersih.
  • Cuka apel. Larutkan cuka apel dengan sedikit air. Lalu, segera oleskan ke kulit kepala secara merata dan pijat dengan lembut. Diamkan selama 5 menit sampai meresap, lalu cuci rambut dengan shampoo.
  • Gel lidah buaya. Aplikasikan aloe vera gel pada bagian tersebut untuk meredakan rasa gatal dan mengatasi iritasi. Diamkan selama sekitar 10 menit, lalu bilas dan keramas hingga bersih.
  • Yoghurt dan telur. Salah satu penetral alami yang juga bisa menutrisi kulit kepala dengan baik adalah kombinasi kedua bahan ini. Kamu cukup mencampurkan 150ml yoghurt tawar dan sebutir telur. Aduk rata dan oleskan langsung ke seluruh kulit kepala. Diamkan sekitar 20 menit, lalu keramas hingga bersih.
  • Tea tree oil. Minyak alami ini biasanya digunakan pada jerawat, karena punya kandungan anti-jamur dan bisa meredakan peradangan. Minyak ini juga bisa digunakan langsung pada kulit kepala. Oleskan merata, lalu tunggu sekitar 20-30 menit, setelah itu keramas hingga bersih.

Semoga artikel ini bisa menjawab masalah kulit kepala keringmu! Tak hanya membahas soal kulit kepala wanita, kami pun membahas secara lengkap terkait fakta kulit kepala pria.

Jika ingin solusi lain yang lebih lengkap seperti masalah rambut lepek, ketombe, atau rontok, kamu bisa membaca artikel tentang perawatan kulit kepala lainnya dari kami.

banner instagram all things hair indonesia

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya
Hair Quiz