Kulit Kepala Kering 101: Perbedaan dengan Ketombe, Penyebab, Hingga Solusi

Temukan perbedaan kulit kepala kering dan ketombe di sini.

Kulit kepala kering memang sekilas terlihat seperti ketombe. Tak jarang bahkan bisa menyebabkan ketombe! Namun penyebabnya sangat berbeda.

Kulit kepala dikatakan berketombe saat kulitnya terkikis dan serpihannya rontok pada rambut dan pakaian. Di beberapa kasus, ketombe dipicu oleh infeksi jamur. Namun kulit kepala kering muncul akibat kulit kepala yang kurang kelembapan.

Lalu bagaimana membedakannya?

Saat kulit kepala kering, kamu akan melihat beberapa serpihan terjebak di antara helai rambut. Biasanya serpihan putih ini ukurannya kecil dan berwarna putih, lalu terlihat jelas di bagian kulit kepala terbuka (seperti di bagian depan dekat anak rambut). Serpihan ini bisa berjumlah sedikit atau banyak, tergantung dari separah tingkat iritasi yang kamu alami.

Kondisi kering ini akibat kulit yang dehidrasi. Produksi sebum yang terganggu mengakibatkan kulit jadi iritasi dan terasa gatal. Saat kulit kepala kering, beberapa bagian di badan juga akan menunjukkan gejala yang sama, bisa dari badan, lengan, bahkan kaki.

Wanita asia sedang menganalisa kulit kepala kering
Bingung kamu mengalami kulit kepala atau ketombe? (Foto: Shutterstock)

Sedangkan serpihan ketombe biasanya lebih besar, terlihat kekuningan dan berminyak. Ciri-ciri ketombe juga terlihat di kulit kepala; kulit kepala terasa berminyak, dan bagian yang mengelupas tidak terlihat kering.

Kedua kondisi tersebut bisa menyebabkan kulit kepala gatal dan iritasi, bahkan ada kemungkinan kamu mengalami keduanya di saat yang bersamaan. Ketombe yang disebabkan oleh infeksi jamur perlu perawatan khusus, sedangkan kulit kepala kering bisa hilang dengan sendirinya jika kamu melakukan perawatan dengan benar.

Jangan keburu parno saat mengalaminya! Cek deh apakah kebiasaan kamu dalam merawat rambut jadi pemicunya.

1. Penggunaan Produk yang Kurang Cocok.

Ada sebuah kondisi yang dinamakan dengan contact dermatitis, yaitu saat kulitmu bereaksi terhadap sebuah produk yang kurang cocok. Produk ini adalah produk-produk yang langsung kamu aplikasikan pada kulit kepala seperti shampoo, styling products, hairspray, dan juga dry shampoo.

Di beberapa kasus, kulit kepala kering juga bisa disebabkan oleh alergi cat rambut atau obat bleaching.

Jika kamu ragu produk mana yang menjadi penyebabnya, kamu bisa berhenti menggunakan produk rambut yang sedang kamu gunakan satu per satu. Misalnya, berhenti gunakan dry shampoo atau hairspray yang kamu gunakan. Jika gejala masih muncul, ganti shampoo atau gel rambut yang kamu gunakan.

Jika kondisi masih berlanjut, segera berkonsultasi dengan dermatologist.

2. Keramas Terlalu Sering.

Bagi sebagian orang, keramas setiap hari tidak akan menyebabkan masalah rambut. Namun setiap kondisi kepala punya kebutuhan yang berbeda.

Jika kamu keramas setiap hari tapi serpihan rambut tetap ada, bisa jadi kamu tidak mengalami ketombe namun kulit kepalamu sedang dehidrasi.

Bagi sebagian orang, keramas setiap hari dapat meluruhkan minyak rambut alami yang dibutuhkan kulit kepala. Jika kamu mengalaminya, kamu bisa mengurangi frekuensi keramas menjadi dua hari sekali.

3. Diet yang Tidak Sehat.

Coba deh jujur, apakah kamu sedang menjalankan restrictive diet seperti defisit kalori karena ingin menurunkan berat badan? Nah, bisa jadi ini penyebabnya.

Penyebab kulit kepala dehidrasi bukanlah jumlah kalori yang kamu makan, namun kualitas nutrisi yang kamu konsumsi setiap harinya. Saat menjalankan program kalori defisit, terkadang kamu hanya fokus pada jumlah kalori dan bukan nutrisi yang terkandung dalam makanan yang kamu makan.

Coba deh, fokus untuk mengonsumsi makanan padat nutrisi yang juga rendah kalori. Usahakan untuk mengonsumsi whole foods agar kamu dapat nutrisi terbaik dan bukan hanya empty calorie yang tidak punya manfaat untuk tubuh.

1. Hindari Menggaruknya.

Saat kulit kepala kering, biasanya tanda-tanda iritasinya adalah rasa gatal yang tidak bisa tertahankan. Usahakan untuk tidak menggaruk kulit kepalamu.

Jika rasa gatal datang, usap bagian kulit tersebut dengan handuk dingin dan kompres selama 15-30 menit. Kamu juga bisa mengaplikasikan aloe vera gel pada bagian tersebut untuk meredakan rasa gatalnya.

2. Ganti Shampoo.

Karena kulit kepala kering dan ketombe agak sulit untuk dibedakan, kamu bisa menggunakan shampoo yang memang fokus pada kesehatan kulit kepala secara general. Coba cari produk yang mengandung coal tar, pyrithione zinc, salicylic acid, ketoconazole, selenium sulfide, dan tea tree oil. 

Tea tree oil adalah salah satu bahan alami yang bisa membantu memperbaiki kondisi kulit kepala kering dan juga ketombe, karena bahan ini dapat membersihkan kulit kepala yang tersumbat dan mencegah rasa kering. Antifungal properties di dalamnya juga bagus untuk ketombe!

Kamu bisa menggunakan TRESemmé Scalp Care Shampoo dan Conditioner. Perpaduan tea tree oil dan ZPTO efektif untuk basmi ketombe. Namun yang membuat produk ini makin lengkap adalah kandungan chia seed oil dan amino vitamin yang bukan hanya melembapkan kulit kepala, namun juga batang rambut.

3. Massage Kulit Kepala.

Salah satu cara efektif (dan gratis!) adalah memijat kulit kepala. Memijat kulit kepala dapat memberi stimulasi produksi minyak alami dan melancarkan peredaran darah. Kamu bisa memijatnya saat menggunakan shampoo, atau dengan minyak alami.

Untuk menggunakan minyak alami, kamu bica melakukannya sebagai pre-wash atau bahkan mencoba hot oil treatment! Pilih minyak yang lightweight, seperti jojoba oil atau olive oil.

3. Hot Oil Treatment.

Terkadang kulit kepala tidak bisa memproduksi cukup minyak karena beberapa faktor. Coba deh gunakan hot oil treatment minimal seminggu sekali. Menggunakan minyak yang hangat dapat melembapkan sekaligus meredakan rasa gatal akibat iritasi.

Kamu bisa menggunakan minyak kelapa dengan kandungan asam amino tinggi, atau minyak jojoba yang dapat memperbaiki tekstur kulit. Lihat tutorial hot oil treatment di sini!

4. Perbaiki dari ‘Dalam’.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kecantikan yang terpancar dari luar bersumber dari dalam dan apa yang kamu makan. Coba deh konsumsi makanan yang mengandung beberapa nutrisi penting ini.

Zinc.

Beberapa penelitian menemukan bahwa rambut, kulit, kuku, dan kulit tidak dapat tumbuh sempurna tanpa zinc. Mineral ini penting untuk pertumbuhan jaringan kulit.

Asam Lemak Omega-3.

Kulit kering bisa menjadi indikator bahwa kamu kekurangan asupan asam lemak. Asam lemak Omega-3 bisa membantu sirkulasi darah menjadi lebih lancar sehingga oksigen dalam darah menjadi normal. Peredaran darah yang lancar dapat membuat metabolisme sel juga berjalan normal.

Vitamin A.

Sumber vitamin A yang keren adalah hati, telur, produk mengandung dairy, buah-buahan dan juga sayur-sayuran. Sama seperti zinc, vitamin A berperan penting dalam pergantian sel kulit.  Mengonsumsi vitamin A dengan cukup akan membuat keseluruhan kulitmu jadi lembap.

5. Stay Hydrated!

Asupan air yang cukup bukan hanya dapat membantu pencernaan, menghasilkan kulit yang glowing, tapi juga membuat kulit kepalamu lebih terlembapkan!

Wanita asia sedang menganalisa kulit kepala kering
Bingung kamu mengalami kulit kepala atau ketombe? (Foto: Shutterstock)

Dehidrasi akan berpengaruh pada kondisi kulit tubuh dan juga kulit kepala. Terutama jika kamu cukup aktif dan sering berada di bawah terpaan matahari.

Rule of thumb: Minum 6-8 gelas per hari untuk hasil yang optimal. Kalau kamu menggunakan botol, kamu bisa mencoba minum 2,5-3 liter per harinya.

Jangan lupa untuk menghidupkan humidifier saat berada di dalam ruangan untuk menambah kelembapan pada kulit kepala.

 

Semoga artikel ini bisa menjawab masalah kulit kepala keringmu! Jika ingin solusi lain yang lebih lengkap, kamu bisa membaca artikel tentang perawatan kulit kepala di sini.

Artikel selanjutnya