Apakah ketombe menular? Simak faktanya di sini!

Tim All Things Hair | 11 Februari 2019
Wanita asia dengan rambut cokelat panjang membagi rambut menjadi dua

Ketombe oh ketombe; menular atau tidak menular ya? Lihat jawabannya di sini.

“Ew jangan deket-deket, nanti gue ketularan ketombe lo!” atau “Duh jangan pakai sisir dari dia, dia lagi ketombean!” Jika kamu pernah mendengar pernyataan ini, atau bahkan kamu sendiri yang berpikir demikian, bisa dipastikan kamu berada di lingkungan yang masih percaya bahwa ketombe itu menular. Memang sih, ketombe sering bikin bergidik dan membuat kita berpikir seribu kali untuk meminjam sisir dari seseorang. Tapi apa benar, ketombe itu menular?

Kami yakin tidak ada yang ingin berketombe. Sekecil apapun kehadirannya bisa meruntuhkan kepercayaan diri secara signifikan! Gonta-ganti gaya rambut pun jadi terasa serba salah. Namun, mempercayai bahwa mitos ketombe tanpa mencari faktanya dapat membuat kamu terjerumus dalam pencegahan dan solusi ketombe yang tidak efektif. Memiliki ketombe bukan berarti seseorang itu jorok dan punya masalah kulit loh! Ternyata berdasarkan penelitian, 50% dari populasi di dunia mengalami ketombe, karenanya ketombe tergolong masalah rambut yang sangat umum, sama halnya dengan rambut rontok. Jadi apa ketombe itu menular? Yuk kita cara tahu faktanya!

 



Mitos dan fakta tentang penularan ketombe



 

Apa penyebab ketombe?

Kulit kepala yang sehat mengalami penggantian sel kulit mati sekitar dua kali dalam sebulan, sebelum menggantinya dengan sel-sel kulit yang baru. Namun ketika prosesnya dipercepat (karena satu dan lain hal), jumlah sel kulit mati yang terkelupas menjadi dua kali lipat banyaknya. Hal ini kita kenal juga dengan nama ketombe.

Jadi, apa yang menyebabkannya? Sebenarnya penyebab utama ketombe masih dalam perdebatan, namun semua penelitian membuktikan bahwa lapisan pelindung kulit yang lemah dan disertai dengan kehadiran Malassezia dapat memicu hadirnya ketombe.

Lakukan 4 kebiasaan praktis ini agar kulit kepala tetap sehat.

Apakah ketombe itu normal?

Normal saja kok, kalau kamu merasa jijik dan panik saat memiliki ketombe. Meski tidak mengancam kesehatanmu secara keseluruhan, ketombe bisa benar-benar membuatmu minder. Sekarang saat kamu tahu bahwa ketombe adalah masalah rambut yang umum, pastinya kamu jadi lebih lega dong?

Wanita asia dengan rambut hitam panjang sedang menyisir rambut
Perlukah kamu khawatir saat menggunakan sisir orang lain? (Foto: Hariono Halim)

Nah, mikroba bernama Malassezia yang sering ditemui pada kulit kepala berketombe ternyata juga merupakan jamur yang tidak merusak. Namun ketika jumlahnya berkali-kali lipat, mereka akan memicu pergantian sel kulit dengan cepat dan mengakibatkan ketombe.

Baca juga cara mengatasi ketombe musiman yang bisa tiba-tiba muncul.

Jadi, apakah ketombe itu menular?

Jawabannya: tidak.

Jangan khawatir untuk meminjam sisir dari orang yang berketombe atau bahkan tidur di atas bantal mereka karena ketombe bukanlah infeksi yang bisa menular. Malassezia bisa ditemukan di semua kulit kepala.

Wanita asia dengan rambut bob pendek warna hitam memegang kulit kepala
Semua gaya rambut akan lebih maksimal dengan kulit kepala yang sehat. (Foto: Hariono Halim)

Perawatan kulit kepala yang kita lakukan gunanya untuk menekan jumlah produksi mereka, sehingga tidak menyebabkan ketombe semakin parah.

Hindari kebiasaan yang dapat menyebabkan ketombe semakin parah berikut.

Solusi: menggunakan shampoo anti ketombe yang dapat merawat kulit kepala.

Jika kamu pernah terserang ketombe, ada kemungkinan kamu akan terkena ketombe lagi di lain waktu. Karena itulah, perawatan kulit kepala sifatnya sangat amat penting. Selain menjalani hidup sehat dan makanan sehat, kamu wajib gunakan shampoo anti ketombe seperti CLEAR Ice Cool Menthol Shampoo.

 

CLEAR Ice Cool Menthol

 

Shampoo ini mengandung Zinc dan menthol untuk mengontrol pertumbuhan bakteri sekaligus memberi rasa dingin dan nyaman pada kulit kepala. Jangan tunggu sampai ketombean ya, untuk menggunakannya!

Lihat juga panduan makanan yang bisa membantu menyehatkan kulit kepala dari dalam.

Sekarang kamu sudah tahu kan, musuh besarmu bukan orang yang berketombe tapi ketombe itu sendiri. Jangan tunggu sampai harus mengobati, lakukan pencegahannya mulai dari hari ini!

 

Lanjutkan membaca