Perbedaan Toning Rambut dan Cat Warna Rambut yang Perlu Kamu Tahu

Ingin mewarnai rambut? Pilih pakai cat atau toning rambut?

Banyak yang bilang, toning rambut jauh lebih sehat dan aman bagi rambut ketimbang cat biasa. Benarkah demikian? Pria dan wanita sudah mewarnai rambutnya lebih ribuan tahun lalu. Meski demikian, cat rambut modern baru diperkenalkan oleh Eugene Shuller pada 1909.

Banyak orang mewarnai rambutnya demi menutupi uban dan alasan profesional lainnya. Namun seiring berjalannya waktu, cat rambut kini menjadi tren dan bagian dari budaya.

Kini, mayoritas orang mewarnai rambutnya untuk mendongkrak rasa percaya diri. Sebagian wanita bahkan mengaku hobi gonta-ganti warna rambut agar merasa lebih cantik, bersemangat, dan lahir baru setiap hari. Apakah kamu salah satunya?

Ada banyak teknik perwarnaan rambut yang berkembang di industri kecantikan. Dua yang terpopuler adalah adalah toning dan cat rambut. Sekilas, toning dan cat rambut memang terlihat serupa. Namun, dua teknik pewarnaan rambut ini punya perbedaan mendasar yang penting untuk kamu ketahui.

Agar tak bingung membedakannya, Tim All Things Hair merangkum sederet perbedaan toning dan cat rambut khusus untuk kamu. Simak sejenak, yuk!

warna rambut gemma chan
Warna rambut yang dihasilkan cenderung lembut dan natural, seperti yang terlihat pada Gemma Chan. (Foto: Shutterstock)

Toning merupakan proses pewarnaan rambut menggunakan toner, alias zat pewarna alami tanpa kandungan amonia. Teknik ini direkomendasikan para hair expert karena aman dan tidak akan merusak rambut.

Fungsi utama toning adalah mengubah pigmen alami rambut dengan melapisi bagian luarnya, tanpa menyentuh bagian kutikula agar rambut tetap lembut. Meski dijamin aman, nyatanya toning tetap punya sederet pro & cons yang perlu kamu ketahui. Apa saja?

Pros:

  • Memberi kilap dan memperkuat warna asli rambut. Toning bekerja dengan cara melapisi permukaan rambut. Kilau alaminya membuat rambut tampak lebih sehat dan bercahaya.
  • Aman untuk rambut. Bahan kimia yang ada di dalam toner lebih sedikit, sehingga aman untuk rambut. Dijamin tidak bikin rambut rusak dan kering.
  • Warnanya tampak lebih natural dan lembut. Karena toning tidak menyentuh area kutikula rambut, warna yang dihasilkan pun lebih light alias natural.
  • Tidak melalui proses bleaching. Teknik pewarnaan ini tidak akan membuat rambut kering ataupun bercabang.
  • Efektif untuk menutupi uban. Toning cocok untuk orang tua, perokok, pasien penyakit tertentu, atau orang dengan bawaan genetik yang menimbulkan uban sejak muda. Jika dilakukan dengan tepat, toning bisa membuat rambut tampak lebih tebal, lho.

Cons:

  • Pilihan warna terbatas. Toning hanya tersedia dalam beberapa pilihan warna natural. Kamu tidak akan bisa mendapatkan warna-warna mencolok seperti pink atau ash grey.
  • Cenderung mudah luntur. Biasanya hasil toning hanya bertahan maksimal tiga bulan.
  • Toning lebih cocok untuk rambut yang diwarnai. Hasil toning akan bertahan lebih lama pada rambut yang diwarnai. Sedangkan pada virgin hair, hasil toning rambut hanya bertahan sekitar empat sampai enam minggu saja.

Kamu bisa membantu mempertahankan hasil toning ini dengan bantuan produk yang memiliki kandungan melembapkan yang ekstra, seperti TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair Shampoo. Shampoo ini diperkaya dengan Color Radiance Booster yang bisa memberi perlindungan terhadap kerusakan dan membantu mempertahankan warna rambut berkilau dan lebih tahan lama.

Supaya hasil rambutmu lebih maksimal, gunakan berdampingan dengan TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair Conditioner. Kandungannya yang melembapkan bisa melapisi rambut sehingga warna rambut terjaga dengan baik dan tidak mudah luntur.

warna rambut agnes monica
Agnes Monica punya warna rambut kecokelatan yang lebih ‘keluar’. (Foto: Shutterstock)

Proses pewarnaan menggunakan cat rambut jadi metode termudah sekaligus terpopuler di dunia. Cat rambut mengandung zat amonia dan hidrogen peroksida yang berfungsi untuk mencerahkan atau menggelapkan pigmen alami rambut.

Pros:

  • Ribuan pilihan warna. Berbeda dengan pilihan warna toning yang terbatas, kamu bisa memperoleh warna apapun menggunakan cat rambut. Mulai dari merah, coklat, abu-abu, biru, hijau, sampai hitam pekat sekalipun.
  • Tahan lama. Cat punya daya tahan yang jauh lebih baik ketimbang toning. Warna-warna basic seperti brunette atau blonde bisa bertahan selamanya, asal dirawat dan dinutrisi dengan baik.

Cons:

  • Butuh perawatan ekstra. Hair coloring bisa menyebabkan rambut kering, mudah bercabang, dan patah, apalagi kalau kamu melalui proses bleaching terlebih dahulu. Agar rambut senantiasa sehat dan berkilau, kamu bisa keramas dengan shampoo khusus rambut yang di-bleaching.

Kamu bisa mencoba TRESemmé Color Radiance & Repair for Bleached Hair Shampoo dan Conditioner. Selain Purple Pogment Formula yang membantu melindungi warna rambut dari luntur, rangkaian ini juga mengandung Plant Placenta Extract untuk menutrisi dan memberikan perlindungan rambut dari kerusakan.

  • Kandungan kimia cukup tinggi. Cat mengandung zat amonia dan hidrogen peroksida yang mengubah pigmen sekaligus menjadikan rambut terasa lebih kering. Selain itu, kamu juga disarankan melakukan tes alergi sebelum mengecat rambut. Karena tak sedikit orang yang alergi terhadap bahan kimia para-phenylenediamine (PPD) yang ada dalam cat rambut.

Artikel selanjutnya