7 Perbedaan Smoothing dan Rebonding yang Perlu Diketahui

Tim All Things Hair | 10 September 2019
Wanita Asia dengan rambut lurus sebahu sedang dicatok.

Ternyata banyak yang belum tahu perbedaan smoothing dan rebonding rambut. Sebelum memutuskan pilih yang mana, yuk cari tahu perbedaannya.

Kalau saat ini kamu sedang berniat meluruskan rambut tapi belum tahu perbedaan smoothing dan rebonding, ada baiknya kamu pelajari baik-baik perbedaan keduanya, termasuk fakta seputar bahaya smoothing. Meski keduanya merupakan proses pelurusan rambut, jangan sampai kamu memilih treatment yang tidak sesuai dengan jenis rambutmu.

Perbedaan yang umumnya diketahui adalah soal harga, padahal tidak hanya itu loh. Karena itu, yuk simak 7 perbedaan yang dirangkum tim All Things Hair Indonesia.

1. Hasil akhir pelurusan rambut.

Model rambut panjang warna hitam, perbedaan smoothing dan rebonding
Smoothing rambut juga membuat rambut lebih lembut. (Foto: Shutterstock)

Keduanya menghasilkan efek rambut yang berbeda. Jika kamu menginginkan hasil akhir yang tampak alami dan memiliki risiko kerusakan rambut yang minim, kamu bisa memilih proses pelurusan smoothing karena efeknya tidak bertahan lama.

Namun, jika tujuanmu adalah rambut lurus tanpa cela, maka proses rebonding bisa dipertimbangkan karena obat atau bahan kimia yang digunakan akan mengubah bentuk alami rambutmu sehingga hasilnya relatif lebih tahan lama.

2. Jenis rambut awal.

perempuan berbaring dengan rambut panjang, perbedaan smoothing dan rebonding
Ingin rambut lurus yang tampak kaku atau tampak alami? (Foto: iStockphoto)

Selain masalah selera, perbedaan rebonding dan smoothing juga terletak pada jenis rambut awal yang akan diluruskan. Proses rebonding umumnya lebih cocok untuk yang memiliki ikal atau keriting.

Untuk smoothing, hasilnya lebih maksimal jika diaplikasikan pada rambut lurus alami, yang masih gampang kusut dan susah diatur. Smoothing pun dapat menghemat waktu dandan, karena tidak perlu repot mencatok rambut lagi.

3. Waktu pengerjaan.

keratin treatment
Keratin treatment bisa membantu rambut menjadi lurus dan merawat rambut setelah treatment kimia. (Foto: Shutterstock)

Mengenai proses, meskipun hasil smoothing tidak permanen, namun waktu pengerjaannya relatif lebih lama, yakni minimal 3 jam tergantung panjang rambut. Sedangkan proses rebonding memakan waktu yang lebih singkat, hanya sekitar 2-3 jam.

4. Teknik dan bahan yang digunakan.

Obat yang digunakan pada smoothing dan rebonding jauh berbeda. Teknik atau metode yang digunakan saat proses rebonding adalah membuat obat tersebut meresap hingga ke dalam kutikula rambut, lalu ‘memperbaiki’ dan mengubah struktur alami rambut hingga menjadi lurus.

Untuk smoothing, metodenya menggunakan obat yang mengandung protein (dikenal dengan nama lain keratin) dan diaplikasikan sebelum menggunakan flat iron. Prosedur ini tidak mengubah struktur asli rambut, namun hanya membentuknya menjadi lebih halus dan lurus.

Tip Editor: Untuk perawatan pasca smoothing atau rebonding, kami merekomendasikan TRESemmé Keratin Smooth Shampoo. Formula keratinnya secara khusus membuat rambut senantiasa lembut, mudah diatur, dan berkilau.

TRESemmé Keratin Smooth Shampoo

Rangkaian produk ini terbukti dapat mengurangi rambut kusut. Lanjutkan dengan memakai TRESemmé Keratin Smooth Conditioner secara rutin.

5. Harga.

Rambut lurus cokelat gelap sedang dicatok, perbedaan smoothing dan rebonding
Untuk mempertahankan bentuknya, kamu bisa mencatok rambut 2 minggu sekali. (Foto: iStockphoto by Getty Images)

Harga terkadang menjadi faktor penentu perawatan yang akan dipilih. Dimaklumi kok, karena tidak semua dari kita punya pekerjaan sampingan sebagai influencer yang sekali unggah foto terkadang bisa untuk membiayai liburan ke Bali selama seminggu.

Supaya kamu bisa mempertimbangkannya dari jauh-jauh hari, All Things Hair Indonesia akan kasih kamu kisarannya. Proses rebonding relatif lebih murah sampai 50% dibandingkan untuk smoothing. Kalau kamu berencana untuk memilih smoothing, kamu harus menabung sedikit lebih lama.

6. Daya tahan.

Perbedaan rebonding dan smoothing yang juga signifikan terletak di daya tahannya. Rebonding termasuk dalam kategori permanen dan memiliki daya tahan antara 7 bulan sampai 1 tahun, tergantung dari jenis rambut, seperti ikal atau keriting.

Karena setiap 6 bulan rambut mengalami pertumbuhan signifikan, prosedur ini memerlukan retouch minimal 6 bulan sekali. Sedangkan teknik pelurusan rambut seperti smoothing termasuk dalam kategori sementara dan hanya bertahan maksimal 3 bulan.

Tip Editor: Rambut hasil smoothing dan rebonding cenderung kering dan tidak bercahaya. Untuk merawat rambut hasil smoothing dan rebonding, kamu bisa memilih produk yang mengandung minyak alami agar dapat mengembalikan kelembapan asli rambutmu.

Kami menyarankan kamu untuk menggunakan Sunsilk Soft and Smooth Shampoo, diikuti dengan Sunsilk Soft and Smooth Conditioner.

Sunsilk Soft and Smooth Shampoo

7. Perawatan setelah proses.

Wanita dengan rambut lurus panjang
Rambut lurus panjang ala Korea. (Foto: Shutterstock)

Setelah melakukan prosedur rebonding, kamu harus menahan diri saat melihat gaya rambut yang keren. Untuk beberapa bulan pertama, kamu tidak disarankan untuk melakukan blow out atau melakukan penataan lain yang dapat mengubah bentuk rambut sementara.

Kamu juga disarankan untuk menghentikan prosedur lain yang menggunakan bahan kimia keras seperti mengecat rambut, karena khawatir akan membuat rambutmu rusak dan semakin kering.

Bagi yang melakukan smoothing, peraturannya lebih fleksibel karena sifat prosedurnya sementara. Kamu tetap bisa menata rambut dengan gaya lain, namun agar efek lurusnya tetap terjaga kamu disarankan untuk melakukan proses pelurusan rambut setiap 3 bulan sekali.

 

Setelah punya cukup informasi tentang perbedaan smoothing dan rebonding, semoga kamu semakin mudah menentukan pilihan ya. Tinggal disesuaikan dengan minat, kebutuhan, dan kondisi kantong tentunya. Good luck!