Punya Jerawat Punggung atau di Kepala? Jangan Minder, Ini Cara Mengatasinya!

Jerawat di punggung atau kulit kepala, pilih yang mana?

Di manapun posisinya, kehadiran jerawat memang selalu menyebalkan. Mulai dari jerawat di wajah, jerawat punggung, sampai jerawat di kepala sekalipun. Meski letaknya cukup tersembunyi, masalah jerawat punggung bisa menggerogoti rasa percaya diri, lho. Bekas jerawat punggung yang kehitaman membatasi membatasi pilihan outfit, sehingga jadi tak leluasa mengenakan backless dress, tanktop, ataupun bikini yang memamerkan area punggung.

Setali tiga uang dengan jerawat punggung, jerawat di kepala juga tak kalah menyebalkannya. Posisinya sih memang tak terlihat karena tertutupi oleh rambut.

Namun, jerawat di kepala seringkali terasa nyeri dan gatal, sehingga menyulitkanmu saat menyisir rambut. Jika tak ditangani dengan tepat, jerawat di kepala bisa semakin parah dan berujung pada kebotakan rambut.

Untuk kamu yang bermasalah dengan jerawat punggung atau jerawat di kepala, jangan panik dulu. Pada dasarnya, semua penyakit bisa disembuhkan secara perlahan.

Langkah pertama adalah mencari tahu akar masalahnya. Apa penyebab munculnya jerawat punggung pada wanita?

Persis layaknya jerawat di wajah, jerawat punggung juga banyak jenisnya. Ada jerawat papula yang bentuknya kecil kemerahan, jerawat nodul berbentuk benjolan merah, pustula yang berisi nanah, sampai whitehead dan blackhead yang memperburuk tekstur kulit.

Punggung bersih dari jerawat
aga kebersihan, kunci kulit sehat dan bebas jerawat punggung. (Foto: Dennie Ramon)

Penyebab jerawat punggung juga beragam dan sangat dipengaruhi pola hidup serta caramu merawat kebersihan diri. Mau tahu apa saja pemicunya?

  1. Faktor Genetik atau Keturunan. Faktor keturunan sangat menentukan kamu akan bermasalah dengan jerawat punggung atau tidak. Dalam banyak kasus, jerawat punggung jadi penyakit diwariskan oleh keluarga.
  2. Keringat yang Menyumbat Pori-pori. Tak punya faktor keturunan bukan berarti kamu 100% bebas dari masalah jerawat punggung. Jika malas mandi atau merawat kebersihan badan, kamu juga berpotensi terkena masalah kulit, lho.
    Sehabis berolahraga, berkeringat, atau beraktivitas di luar ruangan, kamu wajib mandi menggunakan sabun. Pastikan menggosok punggung dan seluruh permukaan kulit sampai bersih, ya.
  3. Bilasan Keramas yang Tidak Bersih. Shampoo memang bisa membersihkan kulit kepala, tapi kamu tetap harus hati-hati. Bilasan yang asal-asalan berpotensi meninggalkan residu di kulit, termasuk di punggung. Ini juga bisa menyebabkan timbulnya jerawat.
  4. Konsumsi Obat Tertentu. Alergi atau efek samping obat tertentu juga bisa jadi penyebab jerawat punggung yang seringkali luput dari perhatian. Jika memungkinkan, lakukan tes alergi untuk mengantisipasi masalah kulit seperti jerawat.
  5. Masalah Hormonal. Mungkin, hal ini sudah sering kamu dengar sebelumnya. Siklus haid yang tidak teratur dan gejolak hormon bisa memicu timbulnya masalah kulit seperti jerawat.

Jika kamu punya jerawat yang tak kunjung usai, sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis endokrinologi. Ini penting untuk memastikan apakah ada masalah dengan keseimbangan hormonmu.

Cara Mencegah Jerawat Punggung.

ilustrasi jerawat punggung
Jerawat punggung bisa bikin insecure. (Foto: Shutterstock)
  1. Gunakan Sabun Mandi Khusus. Pilih sabun mandi yang mengandung tea tree atau charcoal untuk menghambat pertumbuhan jerawat. Jika punya bujet lebih, kamu bisa memilih sabun natural yang formulanya memang diracik khusus untuk mengatasi jerawat.
  2. Rajin Mandi. Seringkali, jerawat punggung tumbuh karena kelalaianmu menjaga kebersihan kulit. Tak peduli selelah apapun, paksa dirimu untuk mandi sehabis beraktivitas di luar ruangan. Kamu juga harus mandi bersih sehabis berolahraga atau berkeringat.
  3. Ubah Urutan Keramas dan Sabunan. Ingat kan, kalau salah satu penyebab jerawat di punggung adalah karena bilasan shampoo yang kurang bersih? Selain dengan membilas rambut hingga residu shampoo hilang, kamu juga bisa mengubah urutan keramas dan sabunan.
    Untuk semakin memastikan kulit yang bersih, usahakan lakukan keramas dulu. Sabunan setelah keramas bisa semakin mengurangi risiko tertinggalnya sisa shampoo di tubuh.
  4. Rutin Ganti Seprai dan Pakaian. Selain kebersihan tubuh, kamu juga harus memperhatikan kebersihan seprai dan baju yang kamu pakai. Ganti sprei minimal 4 hari sekali agar terhindar dari bakteri, debu, dan kuman. Begitu pula dengan pakaian. Pilih baju yang bahannya menyerap keringat, ya!
  5. Perhatikan Pola Makan. Pola makan jadi aspek yang tak kalah penting untuk diperhatikan. Jika tak ingin jerawat semakin parah, jangan keseringan makan makanan berminyak pas buka puasa!
    Hindari pula makanan dan minuman berbasis dairy atau susu sapi karena bisa merangsang pertumbuhan jerawat. Jika tak ingin masalah jerawatmu semakin parah, batasi konsumsi bobba, milk tea, dan kopi susu setiap hari.
wanita asia dengan jerawat di kepala
Jerawat di kepala tak boleh disepelekan! (Foto: Shutterstock)

Selain jerawat punggung, tak sedikit pula wanita yang bermasalah dengan jerawat di kepala. Biasanya, jerawat di kepala muncul hairline dekat kening dan puncak kepala.

Kerap merasa terganggu dengan jerawat kepala yang menonjol, nyut-nyutan, dan terasa gatal? Pahami penyebab jerawat di kepala lewat penjelasan di bawah ini, yuk!

  1. Jarang Keramas. Kebersihan kulit kepala adalah yang terutama. Jika tak ingin bermasalah dengan jerawat di kepala, jangan malas keramas!
    Untuk kamu yang jenis kulit kepalanya nomal, bisa keramas minimal 2-3 kali seminggu Sedangkan kamu dengan kulit kepala berminyak bisa keramas dua hari sekali.
  2. Keramas Tidak Bersih. Kalau sering keramas, jerawat di kepala pasti hilang? Belum tentu! Jerawat di kepala juga bisa disebabkan penumpukan residu shampoo atau conditioner yang tidak dibilas maksimal. Sebisa mungkin, bilas rambut sampai benar-benar bersih agar pori-pori kulit kepala tidak tersumbat, ya!
  3. Keseringan Pakai Hairspray. Apakah kamu sering menggunakan hairspray untuk styling rambut sehari-hari? Jika ya, kamu harus ekstra membersihkan kulit kepala saat keramas.
    Tanpa disadari, sisa hairspray yang tak dibersihkan dengan baik bisa menumpuk dan menyebabkan jerawat di kulit kepala. Tak hanya itu, kulit kepala juga bisa berubah kering dan ketombean.
  4. Terlalu Lama Mengenakan Helm/Topi. Keringat dan suhu lembap bisa meningkatkan jumlah bakteri penyebab jerawat di kulit kepala. Oleh karena itu, kamu yang sering mengenakan helm atau topi harus waspada menjaga kesehatan kulit kepala dengan telaten.
  5. Bahan Hijab yang Kurang Nyaman. Layaknya pemakaian topi, kamu yang berhijab juga mesti berhati-hati ketika memilih bahan hijab. Kulit kepala yang panas dan lembap bisa mengaktifkan jerawat!
    Bantu kulit kepalamu untuk bernafas dan tetap segar dengan shampoo yang tepat. Rekomendasi kami adalah CLEAR Hijab Pure Anti Ketombe + Perawatan Rambut Rontok. Teknologi Triple Anti Dandruff-nya efektif sikat habis ketombe dan membunuh bakteri!
  6. Salah Shampoo. Kamu harus peka dengan kondisi dan kesehatan kulit kepala sendiri. Karena bisa saja, jerawat di kepalamu tumbuh akibat salah pilih shampoo dan produk hair care lainnya.

Cara Mencegah Jerawat di Kepala.

wanita asia dengan kult kepala bebas jerawat di kepala
Jerawat di kepala tak boleh disepelekan! (Foto: Shutterstock)
  1. Konsultasi dan Minum Obat dari Dokter. Ketimbang bertele-tele, lebih baik langsung temui ahlinya. Kamu bisa langsung berobat ke dokter spesialis kulit atau hormon untuk mengatasi masalah jerawat.

    Biasanya, dokter akan meresepkan kamu obat, sabun/shampoo, dan salep khusus jerawat. Mayoritas obat jerawat mengandung retinoid, benzoil peroksida, asam alfa hidroksi, dan masih banyak lagi. Hanya boleh dipakai dan diminum sesuai anjuran dokter, ya!

  2. Atur Jadwal Keramas. Memang, kita dianjurkan untuk tidak keramas tiap hari, tapi bukan berarti kita malah keramas seminggu sekali! Jadwal keramas yang ideal adalah dua hari sekali, tapi kamu bisa melihat kebutuhan dan jenis rambutmu juga. Kalau rambutmu kering, kamu bisa
  3. Keramas Dengan Shampoo Antibakteri. Ini dia amunisi pertama yang bisa kamu gunakan untuk mengobati jerawat di kulit kepala. Keramaslah dengan shampoo yang memiliki sifat antibakteri untuk mencegah pertumbuhan jerawat.

    Kamu bisa coba CLEAR Ice Cool Menthol Shampoo dengan formula gel cair yang lebih efektif melawan ketombe dan bakteri penyebab jamur. Formula baru ini juga lebih lembut di kulit kepala dan rambut!

    Selain itu, kamu juga bisa memilih shampoo yang mengandung ciclopirox, ketoconazole, dan asam glikolat untuk membunuh bakteri.

  4. Bilas Berkali-kali. Di masa pandemi sekarang, mungkin kamu yang masih beraktivitas di luar rumah akan sering mandi dan keramas. Bagus jika kamu sekarang lebih memerhatikan kebersihan diri. Tapi ingat, pastikan shampoo sudah dibilas bersih ya.

    Begitu juga kalau kamu suka pakai hair oil, seperti minyak zaitun atau minyak kelapa. Karena ini minyak, ada baiknya kamu membilasnya berkali-kali hingga rambut benar-benar bersih dari residu minyak.

  5. Kurangi Pemakaian Hairspray. Saat jerawat meradang, sebaiknya kurangi pemakaian hairspray untuk sementara. Ini penting untuk menghindari tersumbatnya pori-pori di kulit kepala yang memperburuk keadaan.
  6. Pendam Rasa Ingin Memencet Jerawat! Jika tak ingin iritasi atau kondisi kulit kepala semakin parah, hindari memencet jerawat. Sebaiknya bersabar dan tunggu sampai jerawat mengering dengan sendirinya. Memencetnya bisa membuat kulit luka dan menimbulkan iritasi.

 

Nah, itu dia sekilas tentang cara menangani jerawat punggung dan jerawat di kepala. Agar terbebas dari masalah jerawat, selalu perhatikan kebersihan dan asupan makanan yang kamu konsumsi.

Artikel selanjutnya