Cara Bleaching Rambut di Rumah dan 11 Faktanya

Ingin ganti warna rambut tapi khawatir bleaching bikin rambut kering dan rusak?

Ibarat buah simalakama, semua orang pasti pernah terlibat love-hate relationship dengan bleaching rambut. Di satu sisi, obat bleaching tak disukai karena menyebabkan rambut rapuh dan gampang patah. Namun di sisi lain, kamu juga tak mungkin sukses mewarnai rambut dengan warna fashion tanpa bantuan bleaching.

Untuk kamu yang belum paham, bleaching adalah proses melunturkan pigmen hitam pada rambut, agar bisa ‘diisi’ dengan warna lain. Kamu bisa mengisinya dengan ombre merah, pink, biru, kuning, abu-abu, platinum, hijau, serta warna-warna unik lainnya.

Agar terjamin keberhasilan dan keamanannya, kamu sebaiknya melakukan bleaching hanya di salon terpercaya. Jangan tergiur harga murah, karena kualitas dan skill memang tak pernah bohong.

Tapi, bagaimana kalau ingin mencobanya sendiri. Boleh saja sih, asalkan kamu membekali diri dengan panduan bleaching di rumah dan fakta seputar bleaching berikut!

Sudah punya rencana mewarnai rambutmu jadi pink, biru, atau abu-abu? Kini saatnya melakukan tindakan nyata dengan mem-bleaching sendiri di rumah.

Namun, sekali lagi kami ingatkan, bleaching adalah prosedur rambut yang berisiko, sehingga kamu harus melakukannya dengan hati-hati dan penuh perhitungan. Simak langkah aman bleaching di bawah ini!

1. Pastikan Rambut dalam Kondisi Sehat.

Ini penting, karena obat bleaching tergolong keras dan bisa merusak rambut secara permanen jika dilakukan pada rambut bermasalah. Pastikan rambutmu tidak dalam kondisi kering sehabis diwarnai, dikeriting, ataupun smoothing.
Jika memaksa bleaching padahal tahu rambutmu tidak sehat, jangan kaget bila hasilnya mengecewakan. Saran kami, jangan ambil risiko!

2. Aplikasikan Conditioner 2 Jam Sebelumnya.

Ini merupakan trik menjaga rambutmu tetap lembap saat terkena obat bleaching yang menghilangkan kelembapan alami rambutmu. Aplikasikan conditioner merata pada rambut, diamkan selama 2 jam, lalu bilas bersih.

Kalau mau lebih maksimal, kamu bisa secara rutin menggunakan masker rambut sejak sebulan sebelumnya. Lakukan sekali seminggu berturut-turut.

3. Siapkan Semua Peralatan.

peralatan untuk mewarnai atau bleaching rambut
Pastikan tidak ada yang ketinggalan! (Foto: Shutterstock)

Sebelum berperang, kamu tentu harus memiliki senjata dan amunisi yang cukup, dong. Pilihlah obat bleaching berkualitas agar hasilnya pun maksimal. Di supermarket kini tersedia banyak pilihan obat bleaching yang berkualitas.

Peralatan yang kamu butuhkan adalah satu set obat bleaching, jepit rambut, haircomb, sisir, dan aluminium foil jika ingin memisahkan rambut.

4. Racik Krim Bleaching.

Setelah peralatan siap, saatnya meracik krim bleaching rambut. Campurkan bubuk bleaching dan krim developer hingga merata. Biasanya di setiap produk bleaching, kamu tinggal mengikuti takaran atau panduan yang tertulis di kotaknya. Pastikan membaca dengan seksama.

5. Aplikasikan pada Area Rambut yang Diinginkan.

proses bleaching atau mewarnai rambut di salon atau di rumah
Mumpung di rumah, mintalah bantuan anggota keluarga untuk membantu. (Foto: Shutterstock)

Jika ingin meng-highlight rambut, kamu bisa menggunakan aluminium foil untuk membungkus rambut yang di bleaching. Jika merasa tak pede melakukannya sendiri, mintalah bantuan kepada teman atau keluargamu.

Satu lagi, kamu harus selalu pakai sarung tangan! Pastikan juga krimnya tidak mengenai kulit kepala. Alasannya? Kamu bisa cek faktanya di sini.

Kalau kamu ingin melunturkan semua warna rambutmu, kamu bisa memulainya dari ujung rambut, lalu perlahan ke atas. Bagian akar rambut umumnya lebih cepat terang ketimbang ujung rambut.

6. Diamkan Sejenak.

wanita asia dengan rambut panjang dan diwarnai
Semakin didiamkan, warnanya akan semakin pucat. (Foto: Natasha Estelle)

Hasil akhirnya bisa berbeda-beda, sangat bergantung pada pigmen alami dan kondisi rambut setiap orang. Semakin lama didiamkan pada rambut, akan semakin pucat pula warnanya.

Jika ingin hasilnya masih berwarna oranye, kamu hanya perlu mendiamkan obat selama 15 menit saja. Kalau mau warna yang lebih pucat, kamu perlu sekitar 45 menit. Tak ada takaran pasti, karena semua tergantung kondisi rambutmu.

Namun, saat mem-bleaching rambut, jangan sampai ketiduran, ya! Mendiamkan obat terlalu lama bisa merusak rambut. Dalam kasus yang parah, rambut bisa patah, bahkan putus!

7. Keramas dengan Conditioner.

Setelah dirasa cukup, segera keramas sampai bersih. Aplikasikan lagi conditioner untuk menutrisi rambutmu agar tidak kering dan rusak. Proses bleaching selesai, deh!

8. Mulai Warnai Rambut.

Kalau kamu mau melanjutkan untuk mengisi warnanya, kamu bisa langsung melakukannya setelah keramas. Kamu bisa melihat tahapan mewarnai rambut sendiri di All Things Hair.

purple shampoo tresemme untuk rambut bleaching
Shampoo ungu akan membuat warna rambutmu tahan lebih lama. (Foto: Dennie Ramon)

Setelahnya, bilas rambut dengan air hangat yang diikuti air dingin untuk menutup kutikula rambut yang terbuka. Jangan lupa untuk keramas sekali lagi menggunakan TRESemmé Color Radiance & Repair for Bleached Hair Shampoo dan Conditioner, ya!

Agar tak salah pilih warna, simak panduan memilih warna rambut sesuai undertone kulit dari All Things Hair di sini.

 

Sebelum mencoba di rumah atau setelah melakukannya, ketahui beberapa fakta berikut.

Komposisi Obat Bleaching.

Obat bleaching atau pemutih terbuat dari racikan cairan developer, ammonia, dan alkaline yang berfungsi untuk membuka folikel rambut. Komposisi cairan developer pun bermacam-macam, yaitu 20, 30, dan 40.

Semakin tinggi cairan volume developer, semakin cepat pula proses pemutihan rambut. Oleh karenanya, kamu harus ekstra hati-hati mengatur waktu bleaching, ya!

Berpacu dengan Waktu.

warna rambut blackpink
Warna rambut personel Blackpink yang selalu berganti. (Foto: YG Entertainment)

Jika sudah berurusan dengan krim bleaching, kamu harus sigap berpacu dengan waktu. Krim tak boleh didiamkan terlalu lama pada rambut. Semakin lama durasi obat bleaching didiamkan pada rambut, semakin terang pula warna rambutmu. Biasanya, cairan developer bevolume tinggi hanya boleh didiamkan selama 15-20 menit pada rambut.

Ada Risiko Rambut Kering dan Rapuh.

Ini merupakan efek samping yang tak bisa kamu hindari. Krim bleaching berpotensi merusak folikel rambut karena mengandung bahan kimia dengan konsentrasi tinggi. Kutikula rambut yang terbuka juga menimbulkan efek kusam pada rambut jika tidak dirawat dengan baik.Inilah alasan kamu harus memantapkan hati dan berkonsultasi dengan colorist kepercayaan sebelum memutuskan untuk bleaching. It’s a one way ticket!

Sensasi Gatal dan Panas Bisa Muncul.

Jangan buru-buru kaget dan khawatir jika kulit kepala terasa sedikit gatal dan panas saat proses bleaching sedang berlangsung. Ini merupakan reaksi alami yang wajar adanya.

Namun, jika rasa panas dirasa berlebihan dan tak tertahankan, segera bilas untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Hal ini mungkin terjadi karena kamu memiliki alergi terhadap kandungan kimia yang ada di dalamnya.

Harus Keramas dengan Air Dingin.

Setelah dirasa cukup, kamu harus keramas menggunakan air dingin. Ini penting untuk menutup kutikula rambut yang sudah dibuka oleh krim bleaching.Jika melakukan bleaching sendiri di rumah, sebisa mungkin gunakan shampoo dengan formula lembut yang aman untuk rambut. Pastikan keramas hingga bersih dan tak ada obat yang tersisa untuk menghindari iritasi!

Butuh Perawatan Ekstra.

Rambut yang sudah di-bleaching butuh perawatan ekstra agar tidak rusak. Kamu harus menjaga kesehatan rambut dengan keramas menggunakan shampoo khusus, conditioner yang tepat, hair vitamin, serum, hingga hair spa di salon.

Ini penting agar rambutmu tidak kering, rapuh, dan bercabang. Kamu tentunya happy jika rambut berwarnamu terasa lembut, berkilau, dan gampang diatur, bukan?

Mengubah Tekstur Rambut.

Kandungan kimia dari obat bleaching tak hanya membuat rambutmu kering, namun juga mengubah tekstur rambutmu jadi kasar. Untuk kamu yang rambutnya oily, tekstur rambutmu bisa terlihat lepek dan kaku. Tak menutup kemungkinan juga, bleaching bisa membuat rambutmu mengembang bak singa.

Bisa Picu Kanker?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan National Cancer Institute dan American Cancer Society, ada lebih dari 5 ribu zat kimia yang terkandung di dalam zat pewarna rambut. Kamu harus mewaspadai zat karsinogenik dalam krim bleaching yang bisa merangsang mutasi DNA pada sel tubuh.

Untuk mengurangi risiko ini, sebisa mungkin hindari krim bleaching terkena kulit kepala. Pakai juga sarung tangan khusus ketika kamu melakukan bleaching.

Perhatikan Produk dan Komposisinya.

Di pasaran, memang banyak yang menjual obat bleaching dengan berbagai merek. Namun penting untuk diingat, kamu tak boleh main-main soal hal yang satu ini. Obat bleaching tergolong keras, jadi sebaiknya lakukan bleaching di salon kepercayaan kamu. Bantuan pakar akan sangat berarti untuk menghindari risiko yang tak diinginkan.

Faktanya, tak sedikit wanita yang harus merelakan rambutnya putus atau rontok akibat salah komposisi atau obat bleaching yang terlalu keras. Merogoh kocek tambahan demi keamanan tentu tak masalah ketimbang harus kehilangan rambut, kan?

Bleaching Bisa Dilakukan Lebih dari Satu Kali.

Proses bleaching bisa dilakukan lebih dari satu kali, terlebih pada wanita Indonesia yang pigmen rambutnya gelap. Jika ingin mewarnai rambut menjadi platinum, pink, ungu, atau warna fashion lainnya, kamu terkadang harus mengulangi proses bleaching sebanyak dua hingga tiga kali.

Biasanya pihak salon akan memberi jeda 2-3 minggu sebelum bisa di-bleaching lagi.  Karena 2 minggu merupakan jarak waktu mewarnai rambut yang ideal agar obat bleaching tidak merusak rambut.

Jangan Lakukan Bleaching Jika…

Wanita asia dengan rambut lurus
Agar tak cepat rusak, beri jeda setelah kamu melakukan smoothing. (Foto: Natasha Estelle)

Kamu yang baru melakukan smoothing dan keriting permanen tak boleh langsung melakukan bleaching. Setelah melalui proses kimia yang melelahkan, sebaiknya beri jeda untuk perawatan rambut lainnya.

Sebaiknya, hindari melakukan proses apapun minimal dua bulan setelah bleaching. Ini akan menghindarkan risiko kerusakan pada rambut, khususnya untuk kamu yang berambut halus dan panjang. Sayangi rambutmu!

Artikel selanjutnya