Nggak Perlu CFD, Lakukan 4 Olahraga Kardio Outdoor Serta Tips Pentingnya!

Olahraga kardio memang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh dan paru-paru, terlebih di musim penyebaran virus seperti sekarang. Tidak heran masyarakat sangat excited saat pertama kali Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin pertama kali dibuka kembali setelah masa berakhirnya PSBB.

Sebagian berbondong-bondong untuk ‘gowes’ dengan sepeda, sebagian laginya berlari dan berjalan kaki. Alhasil jalanan jadi padat dan orang-orang gagal melalukan physical distancing.

Memang sih, setelah diam di rumah selama 3-4 bulan rasanya bosan di rumah. Workout di rumah yang dilakukan secara online tak lagi seru dibandingkan dengan berkeringat di bawah sinar matahari dan udara yang segar.

Namun kalau semuanya memilih ikut CFD, jadinya physical distancing tidak bisa diterapkan dong? Meskipun Pemerintah sudah melonggarkan peraturan, bukan berarti kita lepas tanggungjawab dari protokol kesehatan wajib ini, ya.

Kalau memang mau olahraga kardio, ada banyak kok pilihannya yang bisa kamu lakukan di outdoor.

Simak beberapa olahraga dan tips melakukan olahraga di luar ruangan ini!

Lari di Sekitar Rumah.

Kalau memang tujuannya untuk olahraga, kamu nggak perlu datang ke lapangan atau CFD. Lari di sekitar rumah juga seru kok! Tidak perlu lari terlalu lama, kamu bisa melakukan lari dengan kombinasi interval cepat dan lambat.

Misalnya, saat lari, lakukan jogging selama 10 detik dan sprint selama 20 detik. Ulangi 4 kali lalu selingi dengan berjalan kaki selama 1 menit.

Lari dengan interval dan intensitas seperti ini lebih cepat dalam membakar kalori dan dapat melatih paru-paru secara efisien. Olahraga lari seperti ini bisa membantu kamu membakar kalori bahkan setelah selesai berolahraga.

Kamu bisa pilih latihan berdasarkan durasi atau jarak tempuh. Kalau lingkunganmu tidak memungkinkan, kamu bisa pergi ke gelanggang atau stadion olahraga.

Wanita kaukasia olahraga lari dengan menggunakan masker
Selalu lakukan olahraga dengan masker dan jarak aman. (Foto: Shutterstock)

Yang terpenting, pilih rute yang aman dan tidak ramai ya. Olahraga lari membutuhkan pernapasan yang kuat, jadi kamu tidak bisa menggunakan masker sepanjang olahraga. Saat berpapasan dengan tetangga, baru deh pasang maskermu!

Bersepeda.

Kami yakin kalau kamu sudah mulai aware bahwa semua orang sekarang mulai bersepeda. Meski banyak olahraga lain yang bisa dilakukan, namun banyak yang memilih bersepeda karena mereka sudah bosan di rumah.

Bersepeda di luar ruangan memang lebih menantang dibandingkan berolahraga dengan sepeda statis di rumah.

Olahraga kardio yang satu ini juga melatih keseimbangan, reflek, dan kewaspadaan indera kamu.

Menggunakan masker saat olahraga kardio sepeda
Gunakan masker saat bersepeda. (Foto: Shutterstock)

Tips buat keamanan buat kamu yang mau bersepeda: selalu gunakan lane yang sudah disediakan, yaitu di sebelah kiri. Gunakan pengaman lengkap, mulai dari helm, elbow pads, sepatu khusus, masker, bahkan face shield.

Tentukan tujuan dan rute sebelum mulai supaya tidak terlalu banyak berhenti di jalan karena bingung. Kamu bisa mengajak anggota keluarga kamu! Ingat ya, saat beristirahat di jalan, tetap lakukan physical distancing.

Naik Turun Tangga.

Lingkungan rumah tidak memungkinkan untuk lari atau bersepeda? Coba datangi taman kota terdekat, lalu cari tangga. Naik turun tangga bisa jadi pilihan olahraga kardio yang bagus untuk melatih otot paha dan bokong!

Wanita asia melakukan stretching di pinggir pantai
Menghirup udara segar bisa mengurangi stress! (Foto: Shutterstock)

Anggap saja seperti sedang menggunakan stair mill di gym! Caranya mudah kok, kamu bisa melakukan sprint saat naik ke atas tangga hingga ke puncaknya, dan turun dengan berjalan kaki.

Kalau anak tangganya hanya sedikit, kamu bisa naik turun dengan cepat selama 30 detik dan beristirahat selama 10 detik. Ulangi hingga 6 set. Jika dilakukan dengan benar, olahraga ini hanya butuh waktu kurang dari 30 menit.

Berenang.

Kegiatan berenang masih jadi perdebatan dari pada ahli nih, namun menurut Angela Rasmussen, seorang virologist dari Columbia University Mailman School of Public Health dalam sebuah artikel di New York Times, virus corona tidak dapat menular lewat air (bukan waterborne). Kandungan chlorine dan bromine di dalam kolam renang dapat menonaktifkan virus jika virus tersebut masuk ke dalam air.

Sebenarnya berenang cukup aman, kok. Yang tidak aman adalah saat kamu menyentuh kursi dan meja di kolam renang tanpa mencuci tangan setelahnya. Selama kamu tetap menjaga kebersihan dan menjaga jarak di locker room, olahraga berenang cukup aman untuk dicoba.

Ingat, resiko penularan justru lebih tinggi saat kamu berada di indoor seperti kafe atau locker room tanpa menjaga batas fisik. Resikonya semakin minim jika kamu memilih berenang di kolam renang yang tidak dibuka untuk publik, seperti kolam renang apartemen atau hotel.

Olahraga kardio di outdoor memang tidak dilarang, namun kamu harus ekstra hati-hati ya! Berikut tips keamanan kesehatan yang bisa kamu terapkan selama berolahraga.

Masker Itu Wajib!

Wanita asia stretching sebelum olahraga di pinggir pantai
Rasakan energi positif dari sinar matahari! (Foto: Shutterstock)

Mungkin kamu tidak bisa menggunakan masker saat berenang. Namun, saat melakukan olahraga lari atau bersepeda, kamu tetap wajib gunakan masker. Saat berlari dan butuh bernapas dengan intens, lepas maskermu sejenak.

Nanti saat kamu jogging atau berjalan kaki dalam fase istirahat, gunakan kembali maskernya, ya. Pilih gaya rambut yang nyaman untuk menggunakan masker, supaya bikin kamu tetap percaya diri!

Gunakan Face Shield.

Lebih aman lagi kalau kamu juga menggunakan pelindung seperti face shield. Kini banyak yang menjual face shield dari kaca mika dengan harga murah, nyaman dan dapat digunakan berkali-kali.

Perlu diingat bahwa face shield bukan pengganti masker, ya! Potensi penyebaran virus dari droplets masih ada meski menggunakan face shield. Untuk itu jangan skip menggunakan masker.

Tentukan Jarak Aman.

Meskipun sudah memilih rute yang paling sepi dari manusia, tetap saja kita tidak bisa menghindari kerumunan.

Jika kamu berolahraga di gelanggang olahraga, segera menghindar saat berpapasan dengan segerombolan orang. Cari space atau rute yang tidak terlalu ramai. Ambil sedikit jeda dari orang yang berlari di depanmu agar tetap aman.

Ikat Rambut atau Menggunakan Penutup Kepala.

Menggerai rambut is a big no! Memang sih, rambut tidak bisa menularkan virus. Namun saat rambut tergerai, kita punya tendensi lebih banyak untuk membenahinya, menghalaunya agar tidak menghalangi pandangan.

Akibatnya, mau tidak mau kita jadi menyentuh wajah, memegang hidung, mata, atau bahkan mulut.

Sebaiknya ikat rambut atau tata dengan gaya rambut yang aman seperti kepang. Kamu juga bisa menggunakan penutup kepala seperti turban atau topi untuk mengurangi distraksi dari rambut yang tertiup angin dan sulit diatur.

Keramas dengan Shampoo Anti Bakteri.

Berolahraga di rumah dan di luar rumah pastinya berbeda. Meskipun udaranya lebih segar, kamu harus siap dengan berbagai debu, kotoran dan bakteri yang mengancam kesehatan rambutmu. Setiap habis berolahraga, gunakan shampoo anti bakteri seperti CLEAR Fresh Cool Lemon Shampoo, yuk!

Kandungannya yang canggih bisa bantu lawan bakteri penyebab rambut berketombe, lepek, juga rontok. Kulit kepala sehat meskipun kamu aktif berolahraga di luar ruangan seharian!

 

Jangan takut untuk olahraga kardio di luar ruangan, ya. Selain lebih menyegarkan untuk mata, sinar matahari juga merupakan vitamin D yang bagus untuk tubuh. Selalu lakukan tips di atas supaya tetap aman!

Artikel selanjutnya

Hair Quiz