Detoks Rambut untuk Rambut Lebih Sehat Selama Bulan Puasa

Saat rambut sudah tak bisa diajak kompromi dan kulit kepala mulai terasa gatal, tandanya kamu harus segera melakukan detoks rambut!

Jika kamu merasa rambutmu kini terasa kering dan rusak, sebenarnya ada banyak penyebabnya. Hal ini bisa terjadi karena kamu keseringan pakai styling product, keseringan mencatok, kurang bersih ketika keramas, salah pakai produk, terpapar polusi atau sinar UV terlalu lama, diet kurang seimbang, dan masih banyak lagi.

Sama seperti tubuh yang dapat menyerap racun dari makanan dan minuman yang kita konsumsi, rambut pun demikian. Untuk itu, dibutuhkan solusi yang sama untuk mengeluarkan racun-racun dari rambut, yakni detoks rambut.

Konsep detoks rambut hampir mirip dengan manfaat berpuasa di bulan Ramadan, yakni mengubah beberapa kebiasaan dengan tujuan menyucikan diri (dalam hal ini ‘menyucikan’ rambut).

Nah, kalau kamu sedang berpuasa, yuk maksimalkan momen perbaikan diri ini untuk perbaikan rambut juga. Apalagi jika kamu berhijab, detoks rambut di rumah pun menjadi lebih mudah dilakukan.

 

Tubuh punya caranya sendiri dalam mendetoks dan mengeluarkan racun dari tubuh. Namun, saat kotoran sudah terlalu banyak dan tidak segera dikeluarkan, hal ini dapat memperparah kondisi rambut kering.

Lalu, kapan saat yang tepat untuk melakukan detoks rambut?

Kulit Kepala Sangat Berminyak.

Pernahkah kamu merasa rambutmu sangat berminyak bahkan saat kamu tak mengganti ritual perawatan rambutmu sama sekali? Biasanya, ini merupakan pertanda rambutmu sedang stress atau kelelahan.

Penumpukan residu shampoo, conditioner, ataupun hairspray juga bisa membuat kulit kepala semakin oily. Oleh karenanya, kamu harus peka saat rambut terasa gampang lepek padahal sudah keramas teratur dan mengeringkan rambut dengan baik.

Kulit Kepala Terasa Gatal dan Kering.

Pernah mengalami kejadian memalukan seperti adanya serbuk atau bintik putih di kulit kepala, padahal kamu sangat yakin kalau rambutmu bebas dari ketombe?

Bisa jadi feeling-mu benar lho! Salah satu ciri yang paling nyata dari adanya build-up atau kotoran menumpuk di kepala adalah serpihan putih di kulit kepala.

Biasanya, serbuk putih ini hal banyak ditemukan di garis rambut area dahi. Hal ini menunjukkan bahwa kamu butuh produk yang lebih kuat dan efektif dalam mendetoks kulit kepala.

Rambut Kering dan Kusut.

Jika kulit kepala bermasalah, otomatis rambut juga ikut terkena getahnya. Jika rambutmu malah terasa kering padahal sudah merasa cukup menggunakan conditioner atau vitamin, mungkin ini pertanda kulit kepalamu butuh detoks.

Rambut Rontok Berlebihan.

Penyebab rambut rontok memang beragam. Bisa dipicu hormon, pola makan, tidak cocok dengan produk tertentu, kelelahan, hingga stress akibat beban pikiran berlebih.

Jika rambutmu mendadak rontok berlebih, sebaiknya pertimbangkan untuk mengistirahatkan rambut dengan melakukan detoks.

Rambut Kusam atau Tidak Berkilau.

Rambut kusam jadi ciri termudah untuk mengenali ciri rambut stress atau lelah. Jika kamu termasuk yang senang mencatok rambut setiap hari, coba untuk menjadwalkan detoks rambut rutin, setidaknya sebulan sekali.

 

Sebelum melakukan detoks, ketahui dulu beberapa kebiasaan yang menjadi penyebab kamu memang butuh perawatan ini. Coba simak, apakah kamu sering melakukannya?

1. Keseringan Styling Rambut.

Apakah hairspray, gel, atau minyak rambut termasuk produk-produk yang kamu gunakan hampir setiap hari? Apakah kamu juga selalu mencatok rambut tiap hari? Kalau jawabanmu iya, ini sudah menjadi alasan yang cukup kuat untuk melakukan puasa catokan dan mencoba detoks rambut.

2. Gemar Mewarnai Rambut.

Berganti warna rambut sih tidak apa-apa. Yang perlu menjadi fokusnya adalah perawatan yang mengiringinya. Kalau kamu jarang memberi perhatian ekstra pada rambutmu yang sering diwarnai atau di-bleaching, tentu saja rambut menjadi rusak dan butuh detoks.

Masalah yang terjadi pun bisa beragam. Bahan kimia dalam cat rambut atau obat bleaching bisa menyebabkan rambut menjadi rapuh dan rontok. Batangnya pun menjadi kasar. Jika sudah begini, warna rambut akan menjadi cepat kusam. Warna rambut baru juga berisiko belang karena rambut yang tak sehat.

3. Asal Menggunakan Produk.

Hati-hati jika memilih produk. Bukan karena pilihan produknya yang jelek, tapi lebih kepada kebutuhan rambut dan kesesuaian kandungannya. Terlalu lama menggunakan produk yang kurang sesuai bisa menyebabkan berbagai masalah rambut seperti di atas.

Kalau kamu punya masalah kulit kepala berminyak dan berketombe, tentu tidak tepat jika kamu menggunakan shampoo dan conditioner untuk melembutkan rambut, misalnya.

4. Hobi Berenang.

Klorin yang terdapat pada air kolam sangat berbahaya untuk rambut jika tak dibilas dengan benar. Kandungan ini sangat keras dan bisa menempel di dan membuat rambut menjadi kering jika tidak dibilas dengan sempurna.

Kalau kamu hobi berenang, pastikan langsung keramas sampai bersih dan lanjutkan dengan memakai conditioner agar rambut tak kesat ketika dibilas.

5. Terlalu Sering Memakai Hijab dari Bahan Tak Nyaman.

Hal ini nih yang biasanya dialami para hijabers. Meski di rumah, hijab tentunya dipakai seharian. Nah, kurang teliti memilih bahan hijab bisa mempengaruhi kesehatan rambut.

Jika kamu keseringan pakai hijab dengan bahan yang kurang nyaman kulit kepala bisa menjadi lebih panas dan akhirnya berkeringat. Hal ini bisa berujung pada beberapa masalah rambut, mulai dari lepek, rontok, berbau apek, hingga ketombe.

6. Terlalu Lama Berjemur di Luar Ruangan.

Ketika sedang di rumah saja selama masa social distancing, banyak yang mulai menjalankan cara hidup sehat. Salah satu yang sering dilakukan adalah berjemur, agar mendapat asupan vitamin D yang lebih baik dan tubuh tetap fit agar terhindar dari virus.

Berjemur memang sangat baik dan memiliki manfaat kesehatan, namun perhatikan juga waktu dan lama berjemur ya. Sinar matahari yang masuk ke atmosfer bumi terdiri dari sinar UVA dan UVB. Terlalu lama terpapar sinar UV bisa merusak kelembapan rambut, lho!

7. Terpapar Polusi.

Coba ingat-ingat, apakah kegiatanmu sebelum kerja di rumah mengharuskanmu sellau mobile? Atau kamu dulu juga sering menghabiskan waktu di jalan menggunakan motor atau angkutan umum?

Nah, rambut yang sering terpapar polusi juga cenderung lebih mudah rusak. Partikel debu dan kotoran yang beredar di udara dapat menempel dan terjebak di rambut, atau menumpuk di kulit kepala.

Meski sudah beberapa minggu berlalu, rambut pun masih akan terus mengalami kerusakan secara progresif. Hal ini terus berlanjut jika kamu tidak mengimbanginya dengan detoks.

 

Sejalan dengan puasa yang bermanfaat untuk membersihkan tubuh, hal ini juga bermanfaat untuk kesehatan rambutmu. Selain perawatan dari luar, bantu juga rawat kesehatan rambut dengan detoks dari dalam.

Pola makan sehat sangat membantu untuk mengurangi racun dan toksin yang ada dalam tubuh, termasuk di area kulit kepala. Agar tubuh senantiasa fit dan sehat, ini dia kebiasaan baik yang harus kamu pelihara.

1. Minum Air Minimal 2 Liter Per Hari.

minum air putih bisa mendetoks racun dari tubuh.
Minum air putih bisa mendetoks racun dari tubuh. (Foto: Shuttertock)

Meski terdengar klise, nyatanya air mineral memang pantas disebut sebagai sumber kehidupan. Para ahli menganjurkan kamu untuk minum minimal 2 liter air (setara dengan 8 gelas) setiap hari.

Minum air putih yang cukup bisa membuang racun dan toksin lewat urine, sehingga ada dampak baik untuk kesehatan rambut dan kulitmu. Jika sedang puasa, kamu bisa mencoba rumus berikut:

1 gelas setelah bangun sahur, 1 gelas setelah makan sahur, 1 gelas setelah azan Maghrib, 1 gelas setelah salat Maghrib, 1 gelas setelah buka puasa, 1 gelas sebelum salat Isya, 1 gelas setelah salat Tarawih, 1 gelas sebelum tidur.

2. Makan Buah dan Sayur.

Buah dan sayuran segar merupakan sumber serat terbaik yang mampu menyerap toksin tubuh. Selain membersihkan saluran pencernaan, nutrisi baik dari sayur dan buah bisa menyehatkan kulit kepala dan mengembalikan kesehatan rambut kering.

Jika kurang suka makan buah, akali dengan rutin minum jus setiap hari. Kamu bisa memilih jus wortel, apel, bayam, atau makanan apapun yang tinggi anti-oksidan, vitamin E, dan C yang baik untuk pertumbuhan dan kesuburan rambut.

Jadi, ketika buka puasa nanti, jangan terlalu sering makan gorengan ya. Imbangi juga dengan makanan yang bergizi.

3. Olahraga Rutin.

Mungkin kamu sudah bosan mendengar anjuran yang satu ini. Namun berolahraga rutin dan mengeluarkan keringat memang ampuh untuk mengeluarkan racun yang ada dalam tubuh. Tak perlu berat, cukup lakukan aktivitas santai seperti jogging atau yoga. Hal ini pun bisa dilakukan selama puasa.

Kalau kamu berhijab, lakukan olahraga dengan menggunakan hijab sporty yang nyaman. Pilih inspirasinya di All Things Hair. 

wanita asia dengan rambut panjang dan melakukan detoks rambut
Penting lakukan detoks rambut setiap beberapa bulan sekali. (Foto: Shutterstock)

1. Puasa Catok dan Hairspray.

Kedengarannya mungkin berat, tapi percayalah, berhenti menata rambut secara berlebihan adalah sebuah keharusan. Dengan begitu, kita memberi waktu jeda bagi rambut untuk bernapas.

Lagipula, kamu bisa berkreasi mencoba berbagai gaya rambut yang tidak membutuhkan penggunaan catokan, curling iron, ataupun gel rambut dan hairspray. Jika tidak perlu, hindari menyasak rambut untuk gaya sehari-hari.

2. Keramas dengan Shampoo yang Tepat.

Mulailah mengganti shampoo sesuai dengan kebutuhan. Namun, kalau kondisi rambutmu sudah parah, coba deh pakai shampoo dan conditioner yang bersifat detoxifying, deep cleansing, atau clarifying.

Manfaat shampoo seperti ini adalah membantu membersihkan kulit kepala secara menyeluruh. Tak hanya dari berbagai debu, kotoran, dan keringat, tapi juga polusi dan sisa produk penataan rambut yang masih menempel.

Kami merekomendasikan TRESemmé Deep Cleanse & Protect Shampoo yang bisa memberikan semua manfaat tersebut.

Shampoo ini didesain secara khusus untuk mendetoksifikasi dan melindungi rambut kering. Yang membuatnya lebih spesial adalah kandungan bahan alami ginger extract dan green tea. Kedua bahan alami ini sangat kaya akan anti-oksidan, dan bisa membantu mendetoksifikasi rambutmu.

 

3. Lengkapi dengan Conditioner yang Sesuai.

Kami tidak akan pernah bosan mengingatkan bahwa menggunakan conditioner setelah keramas adalah wajib hukumnya. Conditioner pilihan kami dalam ritual detoks rambutmu adalah TRESemmé Deep Cleanse & Protect Conditioner.

Diformulasikan untuk penggunaan sehari-hari, conditioner ini dapat mengembalikan kilau sehat alami rambutmu. Pastikan kamu menggunakan conditioner dengan benar. Usapkan pada batang hingga ujung rambut, diamkan selama 2-3 menit, lalu bilas sampai bersih.

4. Ekstra Detoks Rambut dengan Baking Soda.

Kandungan sodium bikarbonat dalam baking soda dipercaya bisa meluruhkan dan menyapu bersih sisa-sisa produk rambut dan bahan kimia yang tertinggal di rambut. Sesekali kamu bisa menambahkan sedikit baking soda ke dalam shampoo dan keramas seperti biasa.

5. Scalp Massage.

scalp massage untuk membuat kulit kepala rileks dan detoks rambut
Scalp massage untuk membuat kulit kepala rileks dan mendetoks racun. (Foto: Shutterstock)

Kamu juga bisa memijat kulit kepala untuk memperlancar sirkulasi darah, lho. Gerakan ini berguna untuk menstimulasi dan memperkuat folikel rambut sehingga tumbuh lebih sehat. Selain itu, kulit kepala pun jadi rileks dan kamu akan menjadi lebih nyaman.

Cara memijatnya mudah, kok. Gunakan 10 jari dan pijat kulit kepala secara perlahan dengan gerakan memutar. Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan sisir kayu bergigi besar untuk memijat kulit kepala.

Kamu juga bisa coba cara creambath a la salon yang praktis. Tips berguna selama di rumah!

6. Detoks Rambut dengan Sea Salt Scrub.

sea salt scrub untuk detoks rambut
Himalayan Sea Salt. (Foto: Shutterstock)

Kamu bisa memanfaatkan sea salt atau garam laut untuk mendetoks residu produk yang menempel pada kulit kepala. Tekstur garam yang kasar bisa membersihkan kotoran, sebum, debu, dan sel kulit mati yang selama ini dibersihkan dengan shampoo.

Dalam sekali pakai, rambut akan terasa lebih sehat, bersih, bervolume, dan berkilau. Tim All Things Hair juga punya resep sea salt scrub yang bisa kamu buat sendiri di rumah, lho.

Siapkan 1 sendok makan (sdm) sea salt, 1 sdm shampoo, dan 1 sdm minyak zaitun. Campurkan hingga merata dan aplikasikan perlahan pada rambut basah.

Agar tidak berantakan, kamu sebaiknya melakukan detoks sea salt di kamar mandi. Setelah mengenai kulit kepala dengan rata, bilas rambut dengan air dingin. Lakukan dua kali seminggu, rambutmu dijamin lebih berkilau dan lembut!

7. Masker dengan Minyak Alami.

Dua bahan alami andalan kami untuk digunakan sebagai masker rambut adalah minyak kelapa dan minyak zaitun. Caranya, usapkan salah satu bahan tersebut secara merata pada rambut kering.

Untuk minyak zaitun, panaskan terlebih dahulu selama kira-kira 10 detik sebelum diusapkan pada rambut. Diamkan selama 15 menit untuk detoks rambut, kemudian bilas hingga bersih.

8. Vitamin Sebagai Nutrisi Tambahan.

Jika ingin segera beraktivitas sesaat setelah keramas, kamu bisa mengganti masker dengan opsi yang lebih praktis, yakni vitamin rambut. Pilihan kami jatuh pada Sunsilk Vitamin Hair Mist – Smooth.

Vitamin berbentuk spray ini bukan sekedar penyegar rambut biasa. Perpaduan 5 minyak alami di dalamnya efektif memberikan nutrisi dan kelembapan tambahan pada rambut kering dan rusak.

Jika dipakai dengan rutin, rambutmu akan terasa lebih halus, lembut, serta mudah diatur. Wangi bunga Camellianya juga bikin rambut segar sepanjang hari.

Selamat mencoba!

Artikel selanjutnya