Kapan Harus Retouch Bleaching Rambut Pria? Temukan Jawabannya di Sini!

Tim All Things Hair kini membuka kesempatan Tanya Jawab (T&J) tiap minggu untuk kamu yang punya pertanyaan seputar gaya dan perawatan rambut. Kami ingin membantu menjawab segala kegalauan dan keraguan kamu, jadi silakan kirim pertanyaan lewat email ATHidmanager@gmail.com dan nantikan jawabannya di sini.

Sertakan juga nama akun sosialmu (Instagram, Twitter atau Facebook) supaya kami bisa menghubungi seandainya pertanyaanmu terpilih. Siapa tahu ada kejutan menantimu!

Minggu ini, Rahmaditya dari Jakarta, bertanya soal cara menentukan jeda di antara bleaching rambut pria. Kebingungan ini kerap dirasakan oleh orang yang gemar mewarnai rambut.

Rahmaditya, penanya bleaching rambut pria
Rahmaditya, pembaca All Things Hair Indonesia. (Foto: Natasha Estelle)

Rahmaditya adalah K-Popers sejati yang senang meniru gaya idol-nya. “Kalau fashion, gue kiblatnya ke Taemin SHINee,” ceritanya kepada Tim All Things Hair. Demi tampil keren seperti Taemin, Rahmaditya pun rela mewarnai rambutnya menjadi platinum.

Selama ini, Taemin identik dengan gaya rambut two-blocks yang dicat platinum. Untuk bisa mendapatkan warna ini, rambut harus di-bleaching hingga berkali-kali.

Sayangnya pertumbuhan rambut pria cepat membuat warna rambut lebih cepat belang. Untuk menutupi akar rambut yang menggelap, kamu bisa melakukan retouch secara berkala.

bleaching rambut pria
Personel SHInee dengan rambut yang dibleaching. (Foto: SM Town)

Pada dasarnya, rambut pria akan bertambah panjang sekitar 1,25 cm setiap bulan. Kecepatan pertumbuhan rambut dipengaruhi oleh pola makan, usia, dan kondisi kesehatan tubuh.

Semakin cepat rambutmu tumbuh, semakin cepat pula warna akar rambut berubah belang. Satu-satunya cara untuk meratakan warnanya adalah melakukan retouch bleaching secara berkala.

Nah, proses retouch pada bleaching rambut tak bisa dilakukan sembarangan. Karena menggunakan bahan kimia yang cukup kuat (hydrogen peroxide), proses pelunturan pigmen natural pada rambut harus dilakukan di bawah pengawasan hair stylist berpengalaman.

Kesimpulannya, tak ada aturan baku terkait hal ini. Hairstylist pun memberi jawaban beragam, tergantung kondisi kesehatan rambutmu.

Ada yang berpendapat jeda seminggu sudah cukup, ada pula yang mengharuskan kamu menunggu sebulan agar rambut bisa beristirahat maksimal. Namun, kamu bisa mengikuti panduan berikut yang menyesuaikan kondisi rambutmu.

Bleaching pada Rambut Kering dan Rusak.

Khusus untuk kamu yang berambut kering dan rusak, Tim All Things Hair menyarankan untuk bersabar dan memberi jeda hingga sebulan. Selama masa jeda, kamu tak boleh malas menggunakan vitamin untuk memberi nutrisi ekstra.

Pada dasarnya model rambut bleaching pria cenderung lebih kering dan frizzy dibanding rambut normal. Memaksakan untuk retouch bleaching rambutmu akan membuat rambutmu pecah, bahkan bercabang. Kamu nggak mau kan kalau rambutmu rontok? Berbeda dengan rambut bleaching wanita, bleaching rambut pria cenderung lebih sulit maintenance-nya.

Tunggu sampai rambut agak panjang, lalu potong bagian yang bercabang. Biarkan rambutmu beristirahat sejenak. Sementara menunggu rambut hingga bisa sehat seperti sediakala, kamu bisa menggunakan purple shampoo agar warna pirangnya tetap terjaga dan tidak terlihat brassy.

Gunakan TRESemmé Color Radiance & Repair for Bleached Hair Shampoo serta Conditionernya untuk merawat rambut pirangmu. Formulanya dapat menjaga kelembutan rambut juga!

Bleaching pada Rambut Normal.

Untuk yang memiliki kondisi rambut normal, kamu bisa lebih fleksibel dalam mewarnai rambut. Kamu bisa mem-bleaching rambut seminggu setelah proses pewarnaan pertama.

Jangan terburu-buru mewarnai rambut dengan warna platinum, pilih model bleaching rambut pria yang sesuai dengan kondisi rambutmu. Jika kamu masih pemula, pilih warna rambut bleaching pria dengan level paling rendah, seperti level 8. Kalau kulitmu tidak menunjukan reaksi alergi atau sensitivitas, kamu bisa lanjut meneruskan bleaching rambut.

Cairan semir bleaching pria lebih keras dibandingkan semir rambut biasa. Dari pertama kali dibuka saja bau amonianya saja sudah menyeruak. Untuk itu, pastikan kamu siapkan peralatan semir rambut bleaching pria yang lengkap dengan pelindung tangan seperti sarung tangan dan petroleum jelly.

Cara pertama untuk mencoba rambut bleaching pria adalah menggunakan sarung tangan lalu mencoba allergy test. Biasanya obat bleaching terdiri dari dua komponen, yaitu bubuk bleaching dan krim developer. Developer ini berfungsi untuk mengangkat kutikula rambut dan membuat obat bleaching meresap sempurna.

  1. Lakukan tes alergi: Gunakan sedikit saja krim developer bleaching pada bagian belakang telinga. Tunggu selama 24 jam, jika tidak terjadi reaksi alergi, kamu bisa mulai proses bleaching.
  2. Gunakan petroleum jelly: Jika tidak punya, kamu bisa pake minyak zaitun atau minyak jojoba. Gunakan pada dahi, pelipis, telinga, dan leher untuk mencegah iritasi.
  3. Mulai pada ujung rambut: Teknik bleaching pria bisa dimulai pada ujung rambut. Lakukan di ujungnya terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya pada akar rambut. Mengapa? Karena bleach akan bekerja lebih efektis saat bertemu dengan suhu hangat, dan suhu hangat dari kulit kepala membuat proses ini jadi lebih cepat.

Lanjutkan hingga semua rambut selesai di-bleaching, lalu diamkan selama minimal 30 menit. Kalau rambutmu rusak, jangan biarkan lebih dari 30 menit ya!

bleaching
Warna rambut abu-abu bisa didapat dengan proses bleachiing rambut. (Foto: Natasha Estelle)

1. Hindari Keramas Setiap Hari.

Keseringan keramas bisa membuat kulit kepalamu kering karena produksi minyak alami kepala terhambat. Sebaiknya, maksimalkan pemakaian conditioner pada ujung rambut.

Ini penting untuk menjaga kelembapan rambut agar tidak bercabang. Agar kulit kepala tak cepat lepek (dan bikin kamu keramas setiap hari), pilih shampoo yang bisa menjaga kulit kepala segar lebih lama. Salah satunya adalah Clear Men Complete Care Shampoo.

2. Rajin Trim Rambut.

Untuk rambut pria yang panjang lebih cepat ketimbang wanita, kamu harus rajin melakukan trimming. Membuang ujung rambut yang bercabang secara berkala bisa membuat rambut kelihatan sehat. Bentuk dan model rambut pun lebih terjaga.

3. Batasi Penggunaan Styling Tools.

Jika kamu termasuk salah satu yang sering menggunakan styling tools, sebaiknya kurangi kebiasaan ini. Rambut yang di-bleaching cenderung rentang terhadap panas, sehingga gampang bercabang, patah, dan kering.

Simak juga beberaga gaya bleaching rambut pria keren di sini!

Artikel selanjutnya