7 Alasan mengapa kamu harus mencoba teknik dry cut

Yunisa | 29 April 2018

Sebelum potong rambut harus keramas dulu? Tidak juga. Ada banyak alasan kenapa teknik dry cut perlu kamu pertimbangkan.

Selalu ada rasa khawatir saat memotong rambut; takut hasilnya tidak sesuai harapan, takut hairstylist salah mengintrepretasikan model rambut, takut tampilan rambut tidak bisa sekeren saat pulang dari salon, dan masih banyak lagi kekhawatiran lainnya. Hal ini sedikit banyak dipengaruhi oleh teknik memotong rambut dalam keadaan basah. Kok begitu?

Dalam keadaan basah, rambut tidak memperlihatkan keutuhan bentuk dan teksturnya. Misalnya, batang dan ujung rambut yang bercabang kerap tidak terlihat dalam kondisi rambut basah. Selain itu, rambut basah juga tidak akan menampilkan kepadatannya secara sempurna. Makanya tak heran saat rambut selesai di-blow, terkadang ada bagian-bagian rambut yang masih perlu diperbaiki potongannya.

Hal ini bisa dihindari dengan beberapa hal, salah satunya adalah dengan mencoba teknik dry haircut atau dry cutting. Jangan buru-buru skeptis. Sebelum memutuskan ingin mencoba teknik potong rambut yang mana, ada baiknya kamu simak beberapa fakta tentang dry cut dan kenapa kamu harus mempertimbangkan untuk mencobanya.

1. Membuat potongan rambut semakin presisi.

Rambut basah lebih melar 50% dibandingkan saat kering, karenanya, terkadang ada perbedaan panjang yang minor saat rambut selesai dipotong dan dikeringkan.

Jika memotong rambutmu dalam keadaan kering, hairstylist akan mendapatkan tampilan rambut yang lebih jelas dan utuh, lengkap dengan teksturnya. Hal ini menguntungkan, sebab ia bisa memperkirakan seberapa panjang rambut yang harus dipotong dan dapat segera mengoreksi potongannya tanpa harus menunggu rambut selesai di-blow. Berniat potong rambut dengan gaya blunt bob? Teknik dry cut bisa kamu andalkan!

 

2. Cocok untuk menyingkirkan ujung rambut yang patah.

Model rambut bob blunt
Tertarik mencoba teknik potong yang paling direkomendasikan saat ini? (Foto: Shutterstock)

Saat rambut basah, rambut cenderung menempel satu sama lain, bahkan saat disisir. Hal inilah yang membuat kita susah untuk mendeteksi ujung rambut yang sudah bercabang. Saat kering, rambut akan menunjukkan keadaan normalnya dan kamu bisa melihat ujung rambut yang bercabang atau patah dan segera memangkasnya.

 

3. Memudahkan potong rambut berwarna.

Pada rambut berwarna, terkadang ritual memotong rambut bisa sedikit tricky karena sapuan warna bisa sedikit menipu penampilannya. Terutama pada gaya balayage yang warnanya terlihat subtle.

Wanita asia dengan model rambut bob pirang
Jadwal trim rambut sudah dekat? Tak ada salahnya mencoba teknik rambut ini. (Foto: Shutterstock)

Dalam kondisi kering, stylist tahu persis seberapa panjang rambut yang harus dipotong dan tak perlu khawatir akan kependekan.

Tip editor: Rambut yang diwarnai cenderung lebih mudah kering dan rusak. Tanda-tanda rambut rusak terlihat dari ujung rambut bercabang dan warna yang kusam. Tambahkan conditioner yang bisa memperbaiki kondisi rambutmu dengan segera. Rekomendasi kami adalah Dove Total Damage Treatment Conditioner.

Dove Total Damage Treatment Conditioner

Kandungan Nutri-Keratin Repair Actives-nya bisa membantu memperbaiki rambutmu dari dalam dan memberikan nutrisi yang dibutuhkan.

 

4. Wajib dicoba oleh si keriting.

Bentuk dan tampilan alami rambut keriting adalah megar mengikuti bentuknya. Saat basah, bentuk tampilan rambutmu akan berubah dan menciut secara drastis.

rambut keriting
Maksimalkan bentuk alami rambutmu dengan memilih dry cutting. (Foto: Shutterstock)

Karena itulah teknik menggunting rambut saat kering ini wajib kamu coba, terutama jika jenis rambut keritingmu cukup rapat atau intens.

Pastikan kamu berkonsultasi dulu sebelumnya dengan hairstylist yang biasa menangani rambutmu, apakah ia cukup percaya diri memotong rambutmu dalam keadaan kering. Biasanya, hairstylit dengan jam terbang tinggi akan menawarkanmu dry cut tanpa diminta.

 

5. Mendapatkan hasil instan.

Dengan dry cutting, kamu bisa mendapatkan gambaran instan keadaan rambutmu sehari-hari. Sebelum pulang dan menyesalinya, masih ada kesempatan untuk mengoreksinya di salon. Tak perlu ada momen deg-degan saat rambut dikeringkan dan ternyata hasilnya jauh berbeda dengan yang kamu bayangkan!

Tip editor: Jangan takut akan missing out rambut kece tidak lepek seperti habis blow rambut di salon. Kamu bisa juga kok mendapatkannya sendiri di rumah. Untuk hasil rambut sehalus perawatan salon, coba deh TRESemmé Total Salon Repair Shampoo.

blow rambut pendek
Rambut seindah hasil blow salon? Bisa kok! (Foto: Hariono Halom)

Shampoo ini diperkaya teknologi Nourishing Power Iconic Complex yang bisa merawat rambut rusak dan membuatnya menjadi lebih kuat. Formula khususnya aman juga untuk dipakai sehari-hari supaya rambut kamu tetap kece seperti habis mendapatkan perawatan di salon!

 

6. Cara terbaik untuk potong poni.

Kamu sadar kan, bahwa meskipun jumlahnya sedikit, memotong poni bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika kamu sering melihat epic hair failure di Youtube yang bikin kamu ngeri sendiri saat menontonnya!

Rambut yang lurus saat basah akan seketika naik beberapa cm ketika kering. Itu sebabnya cara memotong poni terbaik adalah menggunakan teknik dry cutting.

Sebelum mulai, jepit rambutmu ke arah poni sesuai penataan yang kamu inginkan, apakah poni depan atau poni samping. Membiasakan akar ‘calon poni’ mengikuti arah rambut yang baru penting, kalau tidak, hasilnya akan terlihat kaku.

 

7. Hemat waktu dan biaya.

Bukan rahasia kalau keramas di salon akan dihitung biaya. Itu sebabnya teknik dry cut menjadi solusi menguntungkan karena pengeluaran akan menjadi lebih irit. Selain itu, dengan melewatkan bagian keramas, kamu akan menghemat waktu 10-15. Lumayan kan?

 

Bagaimana, apakah penjelasan kami sudah bikin kamu tercerahkan soal dry cutting? Semoga kamu tak ragu lagi saat mempertimbangkan memilih teknik potongan rambut. Selamat mencoba, girls!

 

 

COOKIES ON THE SITE

Unilever uses cookies to give you the best experience online and to provide anonymised, aggregated site usage data. You can find out what cookies we use, what they do and how you can disable them in our Cookie Policy. By browsing our sites, you consent to use cookies. By closing this message, you consent to our use of cookies on this device in accordance with our cookie policy unless you have disabled them.