Banyak Pikiran Bisa Bikin Rambut Rusak dan Stress, Ini Cara Mengatasinya!

Beberapa hal ini mungkin jadi penyebab rambutmu kering dan stress.

Persis layaknya manusia, rambutmu juga bisa mengalami stress, lho. Berbeda dari kulit wajah yang ditumbuhi jerawat atau berubah kusam, kondisi stress pada rambut memang belum terlalu familier di telinga orang Indonesia. Rambut rusak dan stress bisa dipicu oleh beragam faktor, mulai dari eksternal hingga internal.

Faktor internal berasal dari pikiranmu sendiri. Terlebih saat menghadapi situasi tak menentu seperti saat ini.

Stress dan beban pikiran tanpa disadari mempengaruhi produksi hormon kortisol dan norepinephrine yang melemahkan akar rambut. Distribusi nutrisi pada batang rambut pun jadi tak merata, sehingga membuat rambutmu juga ikutan stress.

Berdasarkan jurnal Penuaan Rambut yang ditulis oleh Dr. Syarif M Wisataatmaja SpKK, penuaan rambut ditandai dengan perubahan fisik pada rambut. Apa saja?

Rambut Rontok Parah.

Jika kamu merasa stress atau tertekan dalam waktu yang cukup lama, jangan kaget saat rambut mulai berguguran atau rontok secara signifikan. Ini merupakan ciri rambut stress yang harus kamu tanggulangi segera. Jika didiamkan, kamu bisa mengalami penipisan rambut atau kebotakan dini. Caranya?

Kamu bisa mulai memperbaiki dari dalam dengan mengkonsumsi makanan bernutrisi tinggi. Kamu bisa rajin makan ikan yang berprotein tinggi, minum vitamin yang mengandung vitamin D dan biotin, hingga minum susu dan rajin makan tomat yang kaya MSM (Metil Sulfonyl Metana).

Untuk mengurangi stress, coba rehat sejenak dari rutinitas kerja yang bikin kamu tertekan atau kelelahan. Kamu bisa mengambil cuti sejenak untuk refreshing dan bersantai di rumah saja.

Selain itu, jangan lupa merawat rambutmu dari luar dengan keramas dengan shampoo khusus rambut rontok, seperti CLEAR Anti Hairfall Shampoo yang mengandung Nutrium 10.

Kulit Kepala dan Rambut Terasa Kering.

Stress juga bisa membuat kulit kepalamu terasa kering dan gatal, lho. Selain itu, faktor eksternal seperti suhu panas catokan bisa menguras kadar air atau kelembapan yang ada pada batang rambut. Agar kondisi rambut tidak semakin parah, kamu sebaiknya mengurangi pemakaian catok, hairdryer, atau alat styling bersuhu panas lainnya.

Warna Rambut Tampak Kusam.

Saat rambut ikut merasa stress atau lelah, gejala yang paling mudah dikenali adalah warnanya yang berubah jadi kusam, alias tak bercahaya lagi. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon yang meningkatkan sensitivitas folikel rambutmu, sehingga minyak alami rambut tidak terdistribusi dengan baik.

Untuk mengurangi warna rambut kusam, ada hal yang bisa kamu lakukan. Salah satunya mulai menyisir rambut menggunakan wet brush atau sisir khusus berbahan bambu untuk meminimalisir gesekan pada batang rambut. Usahakan juga kamu memilih sisir bergigi jarang untuk menghindari gesekan pada kutikula.

Rambut Rapuh dan Bercabang.

Bukan hanya yang bisa stress, batang rambutmu juga bisa. Biasanya hal ini karena rambut mengalami perawatan kimia yang terlalu dramatis (seperti bleaching atau rebonding).

Ciri rambut stress berikutnya yang tak boleh kamu anggap remeh adalah kerontokan akibat rambut patah. Rambut berubah rapuh dan gampang patah saat kekurangan protein atau keratin.

Kondisi batang rambut yang kopong otomatis membuat rambut jadi gampang patah alias rapuh. Untuk meminimalisirnya, kamu bisa menjalani perawatan keratin di salon atau keramas dengan shampoo yang tepat.

Tim All Things Hair merekomendasikan kamu untuk mencoba TRESemmé Keratin Smooth Shampoo dan Conditioner yang memberikan 5 manfaat kelembutan rambut. Yaitu tidak kering, tidak kusut, mudah diatur, berkilau, tampak lebih lurus dalam satu kali keramas.

Muncul Masalah Ketombe.

Sebenarnya, stress bukanlah penyebab utama munculnya ketombe. Secara medis, masalah ini disebabkan oleh mikroba yang memang ada di kulit kepala, yaitu Malassezia globosa.

Mikroba ini memang tidak dipengaruhi oleh stress. Meski begitu, stress umumnya melemahkan imun tubuh, yang ujung-ujungnya membuat tubuh tidak bisa terlalu berkutik melawan mikroba ini. Ketombe muncul, kulit kepala bisa terasa gatal, dan bahkan bisa berujung pada iritasi. Duh!

Uban Lebih Cepat Timbul.

Masalah uban di usia muda biasanya terjadi jika ada faktor keturunan. Namun, menurut beberapa penelitian, depresi ringan bisa menjadi penyebab uban muncul lebih dini. Ini terjadi karena stress bisa memengaruhi regenerasi jaringan dan sel inti yang bertanggung jawab mengatur pigmen rambut.

Artikel selanjutnya

 

rambut stress 2
Sisir rambut menggunakan sisir bergigi jarang atau yang terbuat dari bambu. (Foto: Shutterstock)

1. Menyenangkan Diri.

Karena berbagai masalah rambut ini disebabkan oleh depresi, maka solusinya adalah mengubah sudut pandangmu menjadi lebih positif. Di masa social distancing dengan banyak hal menjadi tidak pasti, pikiran negatif memang pasti muncul dan tidak bisa dihindari.

Namun, alihkan sejenak pikiran buruk tersebut, yuk. Kamu bisa mengurangi stress dengan beragam cara.

  • Lakukan hobi yang kamu suka, seperti menonton film, membaca buku lama yang belum terselesaikan, mendengarkan musik, atau bahkan melukis.
  • Menghabiskan waktu berjam-jam di telepon atau video call untuk curhat ke sahabat juga sangat meredakan stress, lho.

2. Lakukan Perawatan Ekstra Pada Rambut.

Kalau diri sendiri sulit dihibur, kamu bisa melakukan hal yang paling gampang terlebih dahulu: merawat rambut!

  • Creambath di rumah. Agar rambut tidak stress, selalu manjakan rambut dengan treatment murah meriah seperti creambath seminggu sekali. Pelajari trik creambath a la salon dan titik pijatannya.
  • Mencoba masker rambut sendiri. Karena tak bisa ke salon, kamu bisa menggunakan masker rambut sendiri di rumah. Ada banyak resep masker rambut yang bisa kamu coba.
  • Perawatan keratin. Perawatan ini bertujuan memperbaiki batang rambut rusak dan stress. Cara paling gampang untuk melakukan hal ini di rumah adalah dengan memanfaatkan rangkaian TRESemmé Keratin Smooth. Ada Shampoo, Conditioner, hingga Heat Protect Spray yang ampuh menjaga kutikula rambut dan membuat rambut lebih lembut.

3. Perbaiki Pola Makan dan Detoks Rambut.

Ada baiknya, selama #dirumahaja, perbanyak asupan buah dan sayur, berolahraga rutin, dan minum air putih minimal 2 liter sehari. Kamu juga sebaiknya melakukan detoks rambut, dengan cara puasa catokan, hairdryer, dan cat rambut jika ingin mengembalikan kelembapan pada batang rambut.

Ketimbang mencatok rambut setiap hari, lebih baik kamu belajar mengepang rambut saat berada #dirumahaja. Selain bikin rambutmu rapi, kepangan juga bisa memperbaiki mood dan membuatmu merasa cantik!

4. Perbanyak Lakukan Perawatan Alami.

Selain dengan produk yang tepat, ada baiknya perawatan rambutmu diimbangi dengan bahan-bahan alami. Kamu bisa coba gel lidah buaya, minyak zaitun, baking soda, himalayan sea salt, hingga minyak kelapa yang melembapkan.

Mau coba masker alami yang bisa dibuat sendiri? Lihat 5 resep maskernya di artikel ini.

5. Hindari Mengikat Rambut.

Agar kulit kepala dan batang rambut tidak stress, sebaiknya hindari mengikat rambut terlalu kuat atau ketat. Ikatan rambut seringkali jadi pemicu utama terjadinya kerontokan. Rambutmu yang rapuh akan lebih merana jika kamu terus melakukan ini sepanjang hari di rumah.

6. Berolahraga.

Yuk, mulai banyak bergerak! Kamu yang selama ini malas berolahraga sebaiknya mulai mempertimbangkan untuk rutin melakukan yoga, tai chi, atau pilates. Bergerak dan berkeringat bisa memompa hormon endorfin dan bikin kamu merasa bahagia, lho!

Nih, coba rekomendasi gerakan olahraga di rumah berikut yang efektif bakar lemak dan bikin kamu happy.

7. Kurangi Kopi.

Mungkin kamu jadi bertanya-tanya, “kok disuruh ngurangin kopi sih?” Ternyata nih, ada hubungan antara kopi dan tingkat stress. Meski bukan jadi penyebab utama depresi, kopi memiliki sejumlah faktor yang bisa memperburuk kesehatan mentalmu.

Kopi mengandung kafein, yang jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, bisa memengaruhi beberapa hormon, seperti adenosin, adrenalin, kortisol, dan dopamin. Kebanyakan ngopi bisa bikin kamu sulit tidur dan terjaga semalaman. Hal ini bisa membuatmu lelah dan tanpa sadar mengalami stress berkepanjangan.

Sayangnya nih, kafein dan stress sama-sama memicu kenaikan hormon kortisol. Kamu pun jadi mudah uring-uringan dan merasa kelelahan. Solusinya, kurangi kopi dan coba selingi dengan minuman jahe yang menyehatkan dan menjaga imun tubuh!

 

Artikel selanjutnya