8 Kesalahan Cara Mencatok Rambut yang Bikin Rambut Rusak

Sudah yakin kamu mencatok rambut dengan benar? Ada beberapa kebiasaan yang ternyata bisa bikin rambut rusak!

Meski berpotensi bikin rambut kering dan bercabang, nyatanya banyak wanita mengaku tak bisa hidup tanpa nyatok rambut. Karena itulah, ada beberapa kesalahan cara mencatok yang kadang dilakukan tanpa sadar. Jadi, bagaimana sih cara mencatok rambut yang benar?

Mencatok rambut setiap hari tidak disarankan, karena panas dari alat catok dapat mengurangi kelembapan alami rambut sehingga rambut menjadi kering dan mudah patah. Dalam seminggu, disarankan untuk mencatok maksimal 3 kali diiringi perawatan untuk menjaga kondisi rambut.

  • Gunakan perawatan rambut yang melembapkan dan menutrisi. Agar rambut tidak kering dan tetap sehat, terlepas dari cara mencatok rambut yang dilakukan.
  • Rutin maskeran atau creambath tiap minggu.
  • Rajin trimming atau potong ujung rambut untuk menghindari rambut bercabang.

Dulu, ketika pertama kali ditemukan, catokan masih terbuat dari batang perunggu panas yang dibentuk jadi penjepit rambut. Saat itu, banyak perempuan harus merelakan rambutnya gosong akibat terbakar suhu catokan yang terlalu panas. Duh!

Untungnya, teknologi untuk membuat rambut lurus kini semakin disempurnakan. Catokan kini hadir dalam berbagai bentuk, jenis, dan ukuran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Tapi, apa kamu sudah yakin, kalau cara mencatok rambut yang dilakukan sudah benar?

Agar hasil catokan tampak natural dan tidak merusak rambut, kamu perlu mengetahui kesalahan yang harus dihindari saat mencatok rambut. Simak poin yang harus kamu hindari berikut ini, ya!

1. Mencatok Saat Rambut Masih Basah.

mencatok rambut
Proses mencatok rambut perlahan dari arah akar. (Foto: Shutterstock)

Kebiasaan jelek ini harus dihindari, karena bisa bikin rambut jadi kering dan mudah patah. Ini dipicu oleh hangusnya folikel rambut yang dipaksa kering dalam waktu singkat.

Pelat catokan yang panas dan beradu dengan rambut basah akan mengeluarkan asap dan bikin rambutmu gosong. Suhu panas ini akan mengubah cairan dalam rambut menjadi gas, sehingga permukaan rambut akan memuai dan rusak.

Cara mencatok rambut yang benar adalah saat rambut dalam keadaan benar-benar kering. Keringkan rambut dengan hairdryer sehabis keramas, lalu mulai mencatok rambut. Jangan terburu-buru, ya!

2. Suhu Catokan Terlalu Panas.

185 derajat Celcius adalah suhu paling aman untuk mencatok rambut. Hal ini memang disarankan oleh tim pakar rambut dari berbagai belahan dunia. Oleh karenanya, hindari menyalakan catok rambut dengan suhu lebih dari 185 derajat.

Memang sih, suhu catokan yang panas akan membuat rambutmu lebih cepat lurus atau keriting. Namun, suhu ekstrem bisa merusak folikel atau kutikula rambut. Jika kamu melakukannya setiap hari, jangan heran bila rambutmu jadi kering, kusam, gampang patah, dan bercabang.

Suhu catokan ini juga tidak disarankan sebagai cara mencatok rambut pendek. Berbahaya kalau bersentuhan dengan kulitmu!

3. Malas Pakai Heat Protection atau Vitamin.

Hal ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya: suhu catokan yang terlalu panas. Agar rambut tetap sehat dan berkilau meski kamu menata rambut lurus dengan catokan setiap hari, ada baiknya kamu memberi perlindungan ekstra.

Sebelum mencatok, lindungi kutikula rambut dengan heat protection spray atau vitamin. Kami merekomendasikan kamu untuk mencoba TRESemmé Keratin Smooth Heat Protect Spray. Rambut akan terasa lebih berkilau dan lembut!

Setelahnya, kamu bisa menggunakan Sunsilk Hair Vitamin 3-in-1 Mist agar rambut lebih lembut dan tak terlihat kering. Spray rambut mengandung vitamin ini akan mengharumkan rambut dan menutrisinya secara menyeluruh. Yup, kombinasi vitamin B dan camellia flower di dalamnya memberi manfaat tersebut.

4. Menjepit Rambut Terlalu Kencang.

Kesalahan yang juga paling umum adalah menjepit rambut terlalu kencang. Hal ini bisa menggores kutikula dan menyebabkan rambut rusak dan rontok.

Kesalahan umum mencatok rambut bagi pemula ini jangan dilanjutkan. Untuk membuat rambut lurus, kamu cukup menjepit rambut dari akar dan menarik catokan dari pangkal hingga ke ujung rambut

Lakukan secara perlahan agar seluruh bagian rambut terkena panas dan lurus secara merata.

5. Tidak Menggunakan Sisir.

Banyak yang tak menyadari pentingnya sisiran sebelum mencatok rambut. Menggunakan catokan dalam keadaan rambut kusut bisa menyebabkan kerontokan dan patah, lho.

Saat menggunakan catokan, kamu juga bisa menyisir rambut agar hasil rambut lebih halus. Sisir yang kami rekomendasikan adalah sisir sasak bergigi rapat. Cara mencatok rambut tanpa obat ini bagus untuk hasil yang lembut dan rapi.

6. Catokan Menempel Terlalu Lama.

Mendiamkan catokan lebih dari 20 detik di batang rambut (dengan harapan hasilnya lebih awet) merupakan pantangan yang tak boleh dilakukan. Terutama, jika kondisi rambut milikmu memang rusak dan cenderung kering.

Suhu panas catokan bisa melukai kutikula rambut dan menyebabkan rambut rusak. Ujungnya jadi kering dan rapuh.

7. Salah Pilih Ukuran Catokan.

Ukuran diameter catok rambut sangat menentukan hasil akhirnya. Jika kamu berambut pendek, sebaiknya pilih catok dengan diameter 2,5 cm. Untuk yang berambut panjang, pilih catokan berukuran 3 cm atau lebih. Trik ini juga merupakan salah satu cara mencatok agar rambut tidak rusak. Jadi, jangan sampai salah pilih, ya!

8. Tidak Memperhatikan Material Catokan.

alat styling
Selektif memilih material untuk mencatok rambut. (Foto: Shutterstock)

Selain memperhatikan cara menggunakan catok rambut, material catokan juga perlu dicermati. Masih banyak yang bingung membedakan catok rambut keramik, tourmaline, dan titanium. Padahal, hal ini akan memengaruhi kualitas catokan yang kamu pakai.

Nah, apa perbedaan ketiganya?

  • Keramik, material catokan yang paling umum. Dengan harga yang tidak terlalu mahal, catokan keramik bisa menghantarkan panas yang merata. Cocok untuk meluruskan atau mengeriting rambut sehari-hari.
  • Tourmaline. Batu tourmaline terbuat dari mineral atau batu mulia. Karena menghasilkan panas yang natural, tourmaline jadi standar catokan minimum yang tak akan bikin rambut rusak. Aman untuk rambut kering dan diwarnai!
  • Titanium, material berkualitas premium yang termahal dalam jajaran kelasnya. Catokan berbahan titanium cepat panas dan tak akan merusak batang rambut. Hasil akhirnya juga membuat rambut tampak berkilau dan terasa lembut. Biasanya, catokan titanium juga mengandung ion sehingga bisa menyuburkan rambut.

Pentingnya Memilih Catokan Sesuai dengan Tipe Rambut.

Mengapa kita perlu memilih catokan sesuai dengan tipe rambut? Karena beda jenis dan tipe, beda juga kebutuhannya. Untuk rambut yang tipis dan halus, kamu bisa menggunakan catokan rambut standar dengan ukuran pelat sedang. Sedangkan untuk rambut mengembang dan tebal, kamu bisa menggunakan pelat besar untuk mempermudah cakupan rambut.

 

Setelah tahu beberapa kesalahan cara mencatok rambut ini, semoga kamu bisa lebih mendapatkan rambut yang indah sekaligus sehat. Selamat mencatok rambut!

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya
Hair Quiz