Hindari 8 Kesalahan Cara Mencatok Rambut yang Bisa Bikin Rambut Rusak

Sudah yakin kamu mencatok rambut dengan benar? Ada beberapa kebiasaan yang ternyata bisa bikin rambut rusak!

Meski berpotensi bikin rambut kering dan bercabang, nyatanya banyak wanita mengaku tak bisa hidup tanpa catokan. Karena itulah, ada beberapa kesalahan cara mencatok rambut yang kadang sering dilakukan tanpa sadar.

Dulu, ketika pertama kali ditemukan, catokan masih terbuat dari batang perunggu panas yang dibentuk jadi penjepit rambut. Saat itu, banyak perempuan harus merelakan rambutnya gosong akibat terbakar suhu catokan yang terlalu panas. Duh!

Untungnya, teknologi catok rambut kini semakin disempurnakan. Catokan kini hadir dalam berbagai bentuk, jenis, dan ukuran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Tapi, apa kamu sudah yakin, kalau cara mencatok rambut yang dilakukan sudah benar?

cara mencatok rambut
Cara mencatok rambut. (Foto: Shutterstock)

Agar hasil catokan tampak natural dan tidak merusak rambut, kamu perlu mengetahui kesalahan yang harus dihindari saat mencatok rambut. Simak poin yang harus kamu hindari berikut ini, ya!

mencatok rambut
Proses mencatok rambut perlahan dari arah akar. (Foto: Shutterstock)

1. Mencatok saat rambut masih basah.

Tahukah kamu, mencatok saat rambut masih basah bisa membuat rambutmu terbakar? Suhu panas dari pelat catokan yang beradu dengan rambut basah akan mengeluarkan asap dan bikin rambutmu berbau gosong.

Kebiasaan jelek ini harus dihindari, karena bisa bikin rambut jadi kering dan mudah patah. Ini dipicu oleh hangusnya folikel rambut yang dipaksa kering dalam waktu singkat. Suhu panas akan mengubah cairan yang ada dalam rambut menjadi gas, sehingga permukaan rambut akan memuai dan rusak.

Sebaiknya, catok rambut dalam keadaan benar-benar kering. Kamu bisa mengeringkan rambut menggunakan hairdryer sehabis keramas, lalu mulai mencatok rambut. Jangan terburu-buru, ya!

2. Suhu catokan yang terlalu panas bisa bikin rambut rusak.

185 derajat Celcius adalah suhu paling aman untuk mencatok rambut. Hal ini sudah dibuktikan langsung oleh tim pakar rambut di berbagai belahan dunia. Oleh karenanya, sebaiknya hindari menyalakan catok rambut dengan suhu lebih dari 185 derajat.

Memang sih, suhu catokan yang panas akan membuat rambutmu lebih cepat lurus atau keriting. Namun, suhu ekstrem bisa merusak folikel atau kutikula rambut. Jika dilakukan setiap hari, jangan heran bila rambutmu jadi kering, kusam, gampang patah, dan bercabang.

3. Malas pakai heat protection atau vitamin.

Poin ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya: suhu catokan yang terlalu panas. Agar rambut tetap sehat dan berkilau meski dicatok setiap hari, ada baiknya kamu memberi perlindungan ekstra.

Sebelum mencatok rambut, lindungi kutikula rambut dengan heat protection spray dan vitamin. Tim All Things Hair merekomendasikan kamu untuk mencoba TRESemmé Keratin Smooth Heat Protect Spray. Rambut dijamin terasa lebih berkilau dan gampang diatur!

Setelahnya, kamu bisa menggunakan Sunsilk Soft and Smooth Vitamin agar rambut lebih lembut dan tak terlihat kering. Selain mengoleskannya langsung ke rambut, kamu juga bisa mencoba beberapa cara kreatif menggunakan vitamin rambut.

4. Menjepit rambut terlalu kencang.

Kesalahan yang juga sering dilakukan adalah menjepit rambut terlalu kencang. Hal ini bisa menggores kutikula dan menyebabkan rambut rusak dan rontok.

Untuk meluruskan rambut, kamu cukup menjepit rambut dari akar dan menarik catokan dari pangkal hingga ke ujung rambut. Lakukan secara perlahan agar seluruh bagian rambut terkena panas dan lurus secara merata.

5. Tidak menyisir rambut.

wanita asia dengan rambut hitam berkilau
Mencatok rambut harus dalam kondisi kering. (Foto: Shutterstock)

Banyak yang tak menyadari pentingnya sisiran sebelum mencatok rambut. Rambut yang dicatok dalam keadaan kusut bisa menyebabkan kerontokan dan patah, lho. Setelah rapi, bagi rambut dalam beberapa bagian sama besar untuk memudahkan proses pencatokan.

6. Rambut rusak karena catokan menempel terlalu lama.

Mendiamkan catokan lebih dari 20 detik di batang rambut (dengan harapan hasilnya lebih awet) merupakan pantangan yang tak boleh kamu lakukan. Suhu panas catokan bisa melukai kutikula rambut dan menyebabkan rambut rusak. Ujungnya jadi kering dan rapuh. Please don’t do that!

7. Salah pilih ukuran catokan.

Ukuran diameter catok rambut sangat menentukan hasil akhirnya. Jika kamu berambut pendek, sebaiknya pilih catok dengan diameter 2,5 sentimeter. Untuk yang berambut panjang, pilih catokan berukuran 3 sentimeter atau lebih. Jadi, jangan sampai salah pilih, ya!

8. Tidak memperhatikan material catokan.

alat styling
Selektif memilih material untuk mencatok rambut. (Foto: Shutterstock)

Masih banyak orang yang bingung membedakan material keramik, tourmaline, dan titanium pada catok rambut. Padahal, ini merupakan hal dasar yang mempengaruhi kualitas catokan yang kamu pakai. Apa perbedaan ketiganya?

  • Keramik, material catokan yang paling sering ditemukan di pasaran. Dengan harga yang tidak terlalu mahal, catokan keramik bisa menghantarkan panas yang merata. Cocok dipakai untuk meluruskan atau mengeriting rambut sehari-hari.
  • Tourmaline. Batu tourmaline terbuat dari mineral atau batu mulia yang dibentuk jadi pelat halus. Karena menghasilkan panas yang natural, tourmaline jadi standar catokan minimum yang tak akan bikin rambut rusak. Aman untuk rambut kering dan diwarnai!
  • Titanium, material berkualitas premium yang termahal di kelasnya. Catokan berbahan titanium cepat panas dan tak akan merusak batang rambut. Hasil akhirnya juga membuat rambut tampak berkilau dan terasa lembut. Biasanya, catokan titanium juga mengandung ion sehingga bisa menyuburkan rambut.

Setelah tahu beberapa kesalahan cara mencatok rambut ini, semoga kamu bisa lebih mendapatkan rambut yang indah sekaligus sehat. Selamat mencatok rambut!

Artikel selanjutnya