Bisa Mengganggu Kulit Kepala, Kenali 7 Fakta Penyakit Cholinergic Urticaria

Tak hanya pada kulit tangan dan kaki, gejala penyakit ini juga bisa timbul di kulit kepala. 

Baru-baru ini, Army (penggemar boygroup BTS) mendapat berita sedih dari idolanya. Salah satu membernya mengaku telah didiagnosis terkena penyakit Cholinergic Urticaria. Mungkin banyak yang belum mengetahui tentang penyakit ini. Sebagian besar bahkan baru mendengarnya karena berita member boygroup asal Korea Selatan ini.

Penyakit Cholinergic Urticaria (CU) ini sebenarnya penyakit karena alergi. Dengan kata lain, penyakit ini adalah situasional dan bukan sesuatu yang menular. Reaksi yang muncul sama seperti reaksi alergi lainnya, berupa rasa gatal dan biduran pada kulit.

Yang bikin gawat, penyakit Cholinergic Urticaria V BTS ini tak hanya muncul pada permukaan kulit, seperti tangan dan kaki. Kulit kepala pun bisa terkena efek biduran ini. Karena kulit kepala sedang sensitif, kamu harus berhati-hati agar tidak menggunakan produk styling rambut yang berlebihan. Pastikan juga kamu menggunakan shampoo dan conditioner yang ‘ramah’ di kulit kepala.

Kamu bisa menggunakan shampoo Dove Nourishing Oil Care Shampoo. Diformulasikan dengan Nutri-oils yang ringan, shampoo ini akan membersihkan kulit kepala dengan lembut. Batang rambut pun menjadi lebih lembut dan mudah diatur.

Nah, untuk mengenali gejala dan penyebab penyakit Cholinergic Urticaria V BTS ini, simak paparan singkat dari Tim All Things Hair ini.

1. Gejala mirip ruam.

Kamu pernah mengalami ruam atau biduran? Jika hal ini terjadi, umumnya akan muncul bentol kemerahan pada kulit. Nah, penyakit Cholinergic Urticaria V BTS ini pun punya gejala yang serupa. Kadang, bentol ini juga diiringi rasa gatal. Jangan sampai digaruk ya, karena hal ini akan memperparah kondisi kulit.

2. Bisa menyerang seluruh tubuh, termasuk kulit kepala.

Pria asia dengan model rambut textured dengan penyakit Cholinergic Urticaria V BTS
Gejala penyakit Cholinergic Urticaria ini juga bisa timbul di kulit kepala. (Foto: Natasha Estelle)

Gejala penyakit Cholinergic Urticaria ini kadang bisa muncul di seluruh tubuh, kadang hanya di bagian tertentu. Gejala bentol dan gatal ini juga bisa menyerang leher dan kulit kepalamu juga.

3. Suhu panas lingkungan bisa jadi penyebabnya.

Wanita asia outdoor kepanasan rentan penyakit Cholinergic Urticaria V BTS
Cuaca yang terlalu panas juga memicu ruam. (Foto: Shutterstock)

Dari sekian banyak penyebab, ada satu hal yang paling sering menjadi biang keroknya: suhu panas lingkungan.

Indonesia sedang memasuki musim panas yang kering. Belum lagi polusi udara yang tinggi di ibukota. Kondisi kering dan kotor ini bisa berpengaruh terhadap kesehatan. Karena itu, jaga terus kesehatan agar antibodimu bisa melindungi diri dari efek radikal bebas dan rendahnya imun tubuh.

Jangan lupa juga selalu merawat kulit dan rambutmu, yang merupakan bagian terluar tubuh. Panas dan polusi bisa langsung berpengaruh. Mungkin saja, sekarang kamu pun sudah mulai terkena gangguan kulit kepala kering.

4. Suhu tubuh juga berpengaruh.

Wanita asia berolahraga rentan terkena penyakit Cholinergic Urticaria V BTS
Suhu tubuh yang meningkat karena olahraga juga bisa jadi penyebabnya. (Foto: Shutterstock)

Tak hanya suhu panas di ruangan atau lingkungan. Ketika kamu berolahraga, suhu tubuh juga bisa meningkat. Karena itulah, kalau kamu habis berolahraga dan berkeringat, kamu mungkin merasa gatal di tubuh dan kulit kepala. Bukan karena keringatmu atau baju yang dikenakan, bisa jadi rasa gatal atau biduran ini timbul karena penyakit Cholinergic Urticaria.

5. Stres bisa jadi pemicu.

cara-merawat-kulit-kepala-sensitif
Selain gatal, hal ini bisa menimbulkan kerontokan. (Foto: Hariono Halim)

Kamu pernah dengar masalah kerontokan yang timbul karena stres? Nah, biduran akibat penyakit Cholinergic Urticaria ini juga bisa disebabkan faktor emosional.

Kalau kamu sedang kelelahan, tugas kuliah atau pekerjaan di kantor menumpuk, istirahat kurang, sedang ada masalah asmara (ups), kamu bisa saja mengalami stres ringan yang bahkan tidak kamu sadari.

Stres ini bisa menurunkan kadar imun. Gejala biduran akibat penyakit ini bisa menjadi mudah muncul.

6. Menghindari makanan pedas bisa menghindari gejalanya.

Makan makanan pedas bisa membuat tubuhmu panas di ‘dalam’. Tak heran, jika beberapa orang bisa terkena biduran setelah memakan makanan sejenis ini. Efek panas yang dihasilkan juga bisa memicu ruam. Karena itu, coba kurangi menyantap ayam geprek kesukaanmu ya.

Tak hanya buruk bagi kesehatan lambung, kulit kepalamu pun menjadi mudah berkeringat dan bisa menimbulkan rasa gatal. Jika tak segera diatasi, ketombe pun bisa muncul. Ada baiknya, kamu lebih menjaga kebersihan dan kesehatan kulit kepala dengan shampoo yang tepat.

Kamu bisa mencoba TRESemmé Scalp Care Shampoo yang mampu membersihkan kulit kepala dengan lembut serta menutrisi rambut.

7. Bukan penyakit menahun.

Wanita asia dengan rambut lurus bebas penyakit biduran
Tenang saja, gejalanya tak berlangsung lama. (Foto: Natasha Estelle)

Namanya juga penyakit, pasti kamu akan merasa ngeri. Jika tak tanggap,  gejala biduran akibat penyakit Cholinergic Urticaria ini juga memiliki gejala lanjutan seperti alergi. Ada yang sesak napas hingga pusing berat.

Untungnya, kamu (termasuk Army) bisa bernapas lega. Penyakit ini bukan tergolong penyakit menahun dan gejalanya bisa reda dalam paling lama 48 jam.

 

Nah, setelah mengetahui beberapa fakta ini, kamu pun bisa lebih menjaga kesehatan tubuh dan kulit kepalamu.