Para Hair Expert dan Stylist Buka-bukaan Soal Bisnis, Tren Rambut dan Hijab di Tahun 2021

Jelang tahun 2021 dengan ikuti perkembangan tren. Bagaimana kata para ahli?

Tak bisa kita pungkiri bahwa tahun 2020 adalah punya tantangan tersendiri untuk semua orang. Fase adaptasi dalam kehidupan normal baru tak selamanya mulus. Kami mengobrol dengan 3 hair expert dan stylist professional tentang ini. Psst.. mereka juga berikan sedikit bocoran untuk tren rambut dan hijab 2021, loh!

Prameswari, Founder of Moonstone Hair Studio.

Business Owner and Independent Hairstylist

prameswari 2
(Foto: Instagram @prameswari)

Moonstone adalah salah satu salon dengan konsep yang unik, karena bukan hanya menawarkan jasa gunting atau coloring, namun juga sebuah pengalaman transformasi utuh dari rambut. Prameswari, selaku founder, dulunya bekerja sebagai peneliti dan counselor HAM. Namun pada tahun 2017, ia memutuskan untuk mengambil sertifikasi sekolah rambut sembari bekerja. Dari situlah ia memantapkan hati untuk menjadi independent hairstylist dan mendedikasikan waktu seutuhnya untuk Moonstone Hair Studio.

Moonstone memiliki pendekatan berbeda untuk mendapatkan sebuah hasil potongan atau pewarnaan rambut, yaitu dengan proses konsultasi.

“Buat kami proses konsultasi adalah proses yang paling penting. Kalau mungkin salon kebanyakan yang pertama dilakukan saat datang itu langsung cuci rambut, konsultasi singkat, lalu langsung potong atau cat, di Moonstone justru sesi konsultasi yang kita utamakan.

Sebelum mulai apapun, kita konsultasi dulu sekitar 10-15 menit. Cukup lama sih, tapi goal dari konsultasinya bukan sekadar tau model apa yang diinginkan tapi juga mengenal lebih dekat klien, bagaimana sifatnya, kebiasaan sehari-hari, style mereka, dan bagaimana tekstur alami rambut.”

Yanus Putrada, Founder of Yanus Putrada Academy.

Professional Celebrity Hairdresser

Yanus Putrada dengan sertifikat Tony and Guy
(Foto: Instagram @Yanusputrada)

Sebagai hairstylist professional yang memiliki sertifikasi dari Tony & Guy Singapore dan juga Hikari Japan, perjalanan karier Yanus sangat gemilang. Tahun 2017 Yanus masih menggeluti bisnis home service barber sambil menjadi speaker pada berbagai acara.

Kini ia menekuni profesi hairdressing secara serius dan menjadi hairstylist favorit sejumlah selebriti dan entertainer papan atas Indonesia seperti Ariel Noah, Ernest Prakasa, Verrel Bramasta, Fandy Christian hingga Ge Pamungkas. Bahkan, Yanus juga pernah berkesempatan untuk menata rambut Agnez Mo, loh!

Bukan hanya itu, Yanus kini juga membuka sebuah kursus rambut dengan nama Yanus Putrada Academy. Kursus haircut dan hair coloring yang keren ini terbuka untuk umum, segala usia, baik pemula maupun professional.

Nisha Permitia, Professional Hijab Fashion Stylist.

Freelance Stylist

Nisha permitia 3
(Foto: Instagram @nishaprmt)

Dalam industri fashion, terutama hijab fashion, nama Nisha Permitia sudah tak asing lagi. Nisha sudah berkecimpung dalam industri ini selama 7 tahun lebih.

Nisha memulai kariernya sebagai anak magang di sebuah majalah. Dari sana, Nisha berkesempatan mendapatkan pengalaman sebagai asisten fashion reporter, yang kemudian berlanjut jadi asisten fashion stylist.

Bekerja sebagai professional stylist di media cetak dan TV sudah ia cicipi selama 4 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi freelancer yang menggarap iklan dan sejumlah campaign brand-brand lokal.

“Sebagai bisnis yang memang sifatnya harus bersentuhan langsung, tentunya hampir tidak mungkin untuk pivot ke bisnis online seperti mungkin kebanyakan industri lain. Apalagi sifatnya juga kebutuhan tersier alias non-esensial, jadi sangat dapat dimengerti ketika masa awal pandemi, industri kami salah satu yang paling cepat disuruh tutup dan paling lama dibolehkan buka lagi, hahaha.”

Prameswari
(Foto: Instagram @prameswari)

Begitu jawab Prameswari ketika kami menanyakan apa saja tantangan yang ia hadapi selama 2020. Tahun ini memang bukan tahun yang terbilang mudah, terutama untuk para pelaku bisnis di industri ini.

“Waktu itu sempat harus tutup 3 bulan lebih, jadi mau tidak mau memang secara bisnis harus bertahan dari tabungan,” lanjut Prameswari.

Yanus juga mengiyakan hal ini, karena meskipun ia masih aktif sebagai celebrity hairdresser, jumlah kliennya mengalami penurunan selama pandemi.

Yanus dengan agnes Mo
(Foto: Instagram @Yanusputrada)

“Dengan situasi sekarang bisnis sedang agak sulit. Bahkan beberapa klien yang sudah jadi langganan potong dan treatment rambut menjadi berkurang frekuensinya. Ada juga yang tidak potong rambut sama sekali. Namun, ada juga klien baru yang baru (menggunakan jasa) potong rambut dengan aku saat pandemi seperti ini. Jadi yang bisa dipelajari adalah kita nggak perlu khawatir, karena rezeki sudah ada yang mengatur.”

1. Siapkan Dana Darurat untuk Bisnis.

Ketika ditanya mengenai hal ini, persiapan dana darurat jadi jawaban utama dari Prameswari.

“Pengalaman pandemi ini benar-benar ngingetin aku sebagai business owner soal pentingnya punya emergency savings khusus untuk bisnis, hahahaha. Kita nggak pernah tau kapan situasi bisa tiba-tiba tidak kondusif dan jadi minim pendapatan sedangkan pengeluaran harus terus berjalan. Aku juga belajar untuk cepat beradaptasi tanpa jadi reaktif dan malah jadi kehilangan jati diri brand kita.”

2. Jalin Komunikasi yang Baik dengan Klien.

Kontak dan berdekatan secara fisik dengan orang lain adalah sesuatu yang sebaiknya dihindari selama pandemi. Namun, dengan komunikasi yang baik, para hair expert ini bisa meyakinkan dan memberikan rasa aman pada klien untuk tetap menggunakan jasa mereka.

“Tentu saja tantangannya adalah bagaimana kita meyakinkan klien, kalau peralatan yang kita pakai itu bersih (dan sesuai dengan protokol kesehatan). Selain itu kita sendiri pun harus make sure kita sehat dengan rajin check-up agar client dan kita sendiri pun aman. Karena selain klien, kita sebagai hairdresser pun harus menjaga kesehatan kan, mengingat pekerjaan kita harus bertemu orang banyak,” jawab Yanus.

Mengamini Yanus, Prameswari juga ikut menekankan perihal komunikasi terhadap klien dan penerapan protokol yang ketat selama sesi berjalan.

“Kalau untuk protokol sendiri, Moonstone tidak terlalu kaget dengan adaptasi karena dari sebelum pandemi pun studio kami memang by appointment only. Kami hanya menerima satu klien dalam ruangan per sesinya dan punya protokol kebersihan yang sangat ketat, kurang lebih sama seperti protokol kesehatan dari pemerintah.

Mungkin bedanya kami jadi lebih banyak mengkomunikasikan protokol ini ke para klien agar merasa lebih aman juga,” jawabnya.

3. Maintaining Client Relationship.

Seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, bahwa kunjungan para klien menjadi berkurang akibat PSBB dan pandemi. Namun salah satu cara untuk menjaga para klien agar tak mencari alternatif adalah menjaga hubungan baik dengan mereka. Percaya deh, bahwa komunikasi yang baik dan kualitas pelayanan yang mumpuni adalah salah satu investasi berharga!

“Sebagai business owner, aku jadi sadar banget akan pentingnya menjaga hubungan baik dengan klien. Bisnisku nggak mungkin bertahan sampe sekarang tanpa dukungan klien-klienku yang setia mendukung dari nol, ngelewatin pandemi, sampe sekarang mulai stabil lagi. Sayang banget sama semua klien-klienku! Bahkan saat bisnis belum tau kapan bisa buka lagi, mereka yang selalu ingetin ‘Ngga apa apa kok kita sabar nunggu, kalo udah aman pasti kita balik lagi’. Sampai ada yang tanpa diminta tiba-tiba kirim uang dan bilang ‘Ini buat deposit dulu aja, (akan dipakai) kalo nanti buka lagi’,” ungkap Prameswari.

4. Harus Siap dengan Perubahan Tren Sesuai Pasar.

Bukan hanya salon rambut, namun Nisha Permitia sebagai freelance stylist juga merasakan dampaknya. Sejumlah rumah produksi terpaksa menunda pekerjaan sebagai upaya mencegah penularan virus.

“Pastinya semua lini di industri kreatif terkena dampak pandemi ini, ya. Salah satunya aku, karena banyak project yang tertunda atau malah batal. Yang paling aku rasain ya momen Idul Fitri pertengahan tahun. Biasanya momen festive jadi ajang ‘panen job’ buat orang-orang yang terlibat di industri hijab. Nah, saat pandemi, masyarakat jadi nggak belanja baju dan mengalihkan budget-nya buat kebutuhan lain.”

Setelah kita memasuki fase ‘new normal’, terjadi pergeseran dalam kebiasaan berbelanja. Kondisi normal baru adalah berada lebih sering di rumah dan selalu menggunakan masker. Sebagai pelaku dalam industri kreatif, Nisha harus sigap dalam beradaptasi.

“Setelah new normal ini, alhamdulillah mulai back to business. Nggak sepadat dulu tapi behaviour buying-nya jadi berbeda. Kalau sebelumnya produk yang aku kerjakan ditujukan untuk campaign yang serius, sekarang local brand lebih fokus ke produk-produk wearable, lebih ke style sehari-hari,” tambahnya.

Prediksi Tren Rambut 2021: Model dan Potongan.

1. Chin-Length Blunt Bob dan Medium Bob.

chin length bob tren rambut 2021
(Foto: Instagramn @prameswari)

Prameswari: “Yang pasti 2020 ini sebagian besar klienku minta model yang low maintenance supaya tidak perlu sering-sering ke salon. Kalau dari potongan, banyak yang minta chin-length blunt bob karena modelnya yang simple dan mudah diatur.

Medium hair bob for curly hair tren rambut 2021
(Foto: Instagramn @prameswari)

Aku rasa dengan situasi pandemi yg masih stressful, tren rambut 2021 masih belum jauh berbeda dari 2020. Haircut yang low-maintenance seperti blunt bob masih akan populer.”

2. Medium Length Hair.

Medium length layer
(Foto: Instagram @yanusputrada)

Yanus: “Untuk cewek, banyak yang memilih potongan medium hair dengan highlights coloring.”

3. Unfaded Cut.

Unfaded hair cut tren 2021
(Foto: Instagram @yanusputrada)

Yanus: “Karena sekarang ini kebanyakan kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, jadi mayoritas cenderung ingin memiliki gaya rambut yang simple. Untuk cowok banyak yang request gaya rambut unfaded karena lebih awet dan saat tumbuh masih tetap terlihat rapi. Tahun depan gaya rambut pendek spike atau unfaded sepertinya akan tetap populer.”

4. Model Rambut Panjang Pria.

model rambut pria panjang 2021
Wang Yibo tampil keren dengan rambut panjang. (Foto: Shutterstock)

Yanus: “Yang menarik, menurut prediksi saya, tahun 2021 kemungkinan sebagian pria justru memilih potongan rambut yang agak panjang. Sepertinya untuk gaya rambut belah samping yang rapi (side-parted) akan mulai sepi popularitasnya.”

Prediksi Tren Rambut 2021: Warna.

 1. Brunette Balayage.

Brunette Balayage atau highlight tren rambut 2021
(Foto: Instagramn @prameswari)

Prameswari: “Tahun ini untuk warna aku lihat terbagi dua tipe. Yang pertama, memilih kembali ke warna hitam atau brunette balayage (cokelat gelap) natural agar lebih low-maintenance. Tahun depan warna ini masih jadi pilihan.”

Lalu ada tren warna vivid dengan pilihan warna beragam mulai dari pink, biru, ungu, sampai hijau neon. Golongan ini justru ingin warna vivid yang ngejreng supaya hari-hari mereka semasa pandemi lebih colorful, hahaha.”

2. Vivid Color.

Warna rambut vivid dan peekaboo
(Foto: Instagram @yanusputrada)

Prameswari: “Tahun depan sepertinya tren ini masih akan berulang. Ada teknik partial vivid colors, baik itu pada bagian rambut yang membingkai wajah (face framing vivid color), underlight, atau ombre. Face framing vivid color biasa disebut dengan poni Jennie Blackpink. Sedangkan underlight sering juga disebut Peek-a-boo Hair Colour. Untuk pilihan warnanya beragam dan mengikuti selera.”

Prediksi Tren Hijab 2021: Pattern dan Bahan.

Nisha: “Tren di 2020 didominasi dengan gaya simple, aplikasi yang mudah dan praktis. Karena itulah, hijab instan jadi idola karena masyarakat cenderung banyak menghabiskan waktu di rumah atau keluar hanya sesekali. Seperti yang aku sebutkan sebelumnya, kalau tren hijab itu sedikit banyak mengikuti behaviour masyarakat dalam satu waktu. Jadi tren hijab tahun 2021 masih didominasi gaya yang simple dan tidak terlalu serius.”

1. Hijab Pashmina dan Hijab Instant.

Nisha:Hijab berbentuk pashmina mulai banyak dilirik karena sifatnya yang cenderung lebih mudah dibentuk, dibanding hijab segiempat. kemudian hijab instan dengan material kaos mulai dilirik karena materialnya fungsional bisa digunakan untuk aktivitas outdoor seperti olahraga.”

2. Hijab dengan Bahan Voal.

Nisha: “Pilihan material hijab voal yang nyaman untuk kegiatan sehari-hari akan tetap mendominasi.”

3. Hijab Motif.

Hijab dengan motif
(Foto: Instagram @nishaprmt)

Nisha:  “Hijab motif masih akan jadi favorit di tahun 2021, namun dengan pilihan warna yang lebih tone down dan tidak terlalu mencolok. Akibat suasana hati saat pandemi, kita jadi cenderung memilih warna yang nyaman dan kalem.”

 

Semoga sedikit ulasan dan sharing ini dapat menginspirasi dan memberikan pengetahuan untuk kamu! Tahun 2021 adalah sebuah harapan baru untuk kita semua. Pastikan kamu siap dengan mental yang baru dan tentunya.. gaya rambut yang baru!

Artikel selanjutnya

Hair Quiz