Sailormoney: Mengenal Diri Sendiri Adalah Cara Gue untuk Merdeka dalam Berekspresi!

"Mengenali diri sendiri bisa membuat kita lebih apresiatif akan hal-hal yang sama dan berbeda dengan orang lain." Ada amin?

Kemerdekaan punya tafsiran yang begitu luas, sehingga acapkali diskusi terkait kebebasan dan kemerdekaan memicu perdebatan seru. Kemerdekaan jadi diri sendiri sebagai seorang perempuan yang seharusnya sifatnya personal malah jadi bahasan yang meluas dalam lingkup ruang publik. Bahkan, mereka yang memperdebatkannya seringkali berlindung dibalik kebebasan berpendapat.

Sebenarnya apa sih, makna sejati dari kemerdekaan untuk jadi diri sendiri? Bagaimana caranya membangun rasa percaya diri, melawan insecurity supaya bisa merasa merdeka untuk jadi diri sendiri?

Nah, beberapa waktu lalu kami mengobrol dengan salah satu influencer Instagram dan Tik Tok yang sedang naik daun, yaitu @sailormoney atau biasa dipanggil Gemat.

Gemat atau Sailormoney adalah seorang influencer, host, penyanyi, dan juga model yang aktif dalam advokasi tentang Body Positivity Movement. Di media sosial, Sailormoney selalu membahas hal-hal yang berkaitan dengan self-acceptance dan self-awareness.

Nah, topik mengenai self-acceptance akhir-akhir ini selalu jadi perdebatan panas, apalagi kalau dibenturkan dengan standar kecantikan & body image yang outdated. Karena itulah, kami mewawancarai Gemat untuk mendapatkan tips dan trik yang membuat Gemat percaya diri dan caranya untuk mengubah pandangan terhadap dirinya.

Bagi yang belum tahu, pemilik akun Sailormoney ini adalah perempuan berusia 28 tahun lulusan Newcastle University di London, Inggris. Ia juga terkenal di Tik Tok karena konten mukbangnya, loh!

sailormoney gemat dengan kemeja putih dan rambut keriting
Menjadi percaya diri itu dimulai dari mengenal diri sendiri. (Foto: @Sailormoney)

All Things Hair percaya bahwa Kemerdekaan punya makna yang personal bagi setiap orang. Kalau menurut Sailormoney, apa makna kemerdekaan untuk kamu?

Kemerdekaan bagi gue itu lebih ke bebas berekspresi, sih. Jadi kemerdekaan untuk mengekspresikan diri sendiri, bukan hanya sebagai orang Indonesia, bukan hanya sebagai orang muda Indonesia, tapi juga sebagai perempuan dan perempuan yang tidak masuk standar kecantikan, I guess?

Cuma jadi perempuan aja seringkali di-judge lah ya, sering dinilai dengan cara yang jelek. Apalagi jadi perempuan yang gendut, kayak wow, the pressure is on! But yeah, seperti itu.

So you agree that it’s very challenging, terutama di Indonesia, ya. Bagaimana cara kamu memerdekakan diri dari hal ini?

Menurut aku, kalau kita lebih bijak dan lebih pintar dalam mengekspresikan diri kita sendiri di negara ini bentuknya ada di menghormati budaya tapi meng-embrace dan menerima perubahan atau modernity juga.

So, I guess cara gue merdeka is to be more aware of myself. Jadi ngenalin dirinya kayak “Oh budaya gue tuh apa sih, apa sih yang diajarkan oleh budaya gue sebagai orang Indonesia, sebagai orang keturunan Cirebon, sebagai orang keturunan Palembang?” Tentunya ada nilai-nilai budaya yang gue bawa ke diri gue sampe sekarang tanpa gue sadar.

I guess Indonesian youth tuh lupa kalo sebenernya kita tuh dari kecil nilai-nilai yang diajarkan oleh orang tua itu bukan hanya etika tapi budayanya juga ada. And I feel like if we take a step back and look into ourselves, we can appreciate our culture, in order to move forward. Jadi kita nggak menjadikan nilai-nilai tradisional sebagai suatu penahan, tapi malah jadi sesuatu yang membuat kita unik dan juga membuat kita lebih apresiatif akan hal-hal yang sama dan berbeda.

Nah, dari semangat untuk mengedukasi soal merayakan kemerdekaan jadi diri sendiri ini, biasanya pesan-pesan seperti apa yang kamu sampaikan?

Sekarang sih pesan-pesannya lebih ke self-awareness dan self-acceptance. Gue juga semakin ke sini tuh kayak semakin sadar kalo setiap orang cara nerima dirinya beda-beda.

Mungkin gue juga baru mulai sadarnya ya sekarang, di umur 28 ini. Gue yakin banget di saat gue umur 21 itu kayak “Yaelah, kepikiran banget nih yang kayak gini!”, gitu kan. My audience is around the age of 18 mid 20s, makanya gue lebih encourage orang-orang untuk kenalan sama diri sendiri. Jangan sampe pencarian jati diri itu malah hilang karena semua konten yang mereka liat di media.

Kita masih bisa lihat bahwa ide-ide standar kecantikan di media mayoritas masih sangat yang sangat Eurocentric. Gue cuma mau orang lebih peka sama diri sendiri dan liat bahwa lo nggak harus selalu suka sama diri lo sendiri, it’s fine.

Misalnya, lo nggak suka idung lo, it’s fine, but just try to acknowledge bahwa itu hidung lo dan hidung lo nggak akan berubah (kecuali lo punya uang banyak banget dan bisa rhinoplasty). Tapi, seenggaknya hidung lo itu akan tetap jadi milik lo.

Pernah merasa insecure, nggak? Gimana perjalanannya sampai mencapai titik sekarang?

Gue udah belajar untuk ‘nemenin’ insecurity, karena insecurity itu adalah sesuatu yang pasti bakal datang dan pergi kayak jailangkung, datang tak diundang pulang tak diantar, hehe. Insecurity bakal selalu ada seumur hidup dan bakal berubah-ubah bentuknya.

So far, kalo misalnya gue insecure, gue mengalihkan dengan melakukan hal lain, misalnya suatu hari celana gue nggak cukup dan gue mikir “Aduh kok kayaknya gue gendutan ya?” atau “Kok kayaknya lutut gue sakit ya?”

Itu biasanya gue paksain jalan atau melakukan aktivitas yang lain, misalnya crochet atau gue dandan, main game, atau ngobrol sama temen-temen gue. Kalo gue lebih milih jalur escapism daripada overthinking.

Biasanya sih pertumbuhan fans akan sejalan dengan pertumbuhan haters. Bagaimana caranya kamu menghadapi haters, atau komentar-komentar tidak menyenangkan di akun @Sailormoney?

Kalo gue lebih sering block, report atau cuekin. Gue nggak ngebolehin seseorang spread negativity on my platform, where I spread positivity. Karena buang-buang energi kalau ngeladenin juga.

sailormoney gemat dengan blazer abu-abu
“Gue nggak ngebolehin seseorang spread negativity on my platform, where I spread positivity.” (Foto: @Sailormoney)

Karena di Tik Tok kan konten gue soal mukbang, sering banyak yang komentar “Kak, thank you so much for this content, karena ini ngebantu aku sama eating disorder. Aku jadi semangat makan. Aku jadi makan lagi.” Ada yang DM juga “Kak, your videos really helped recover me from my eating disorder”.

Gue memprioritaskan efek-efek positif dari konten gue, karena gue nggak mau orang-orang yang lagi mentally struggling ini malah makin down karena ngeliat komentar negatif. Harapannya, supaya konten gue terus menjadi suatu hal yang positif bagi orang-orang di luar sana. Because you’d never really know who would benefit from your content, or from your work.

Dengan standar kecantikan yang ada, apa tips kamu supaya kita bisa confident jadi diri sendiri?

Menurut gue, standar kecantikan emang dibikin se-shallow mungkin biar bisa diterima langsung oleh orang banyak. Jadi, menurut gue sangat tidak realistis banget buat siapa pun untuk mengukur nilai diri dengan standar kecantikan yang ada.

When you’re struggling with confidence, kepercayaan diri lo itu sebenernya ada pada yang lo lakukan. Self-confidence itu datangnya dari mengeksplor banyak sekali skill, banyak kegiatan.

Nah, kalo self-esteem, itu adalah nilai yang lo berikan pada diri lo. Jadi kalau misalnya lo mau build confidence, I say, explore everything that you haven’t done. Misalnya, “Kayaknya gue bakal suka deh painting.” Ya udah lo melukis aja. Nggak peduli jelek atau bagus, nggak ada yang nilai juga. Atau misalnya lo mau lebih pede sama badan lo, lo bisa coba dengan olahraga.

Makanya kenapa olahraga itu penting, nggak cuma karena bantu memproduksi hormon-hormon yang bikin happy, tapi juga lo bakal ngerasa “Ih ternyata badan gue bisa gerak kayak gini ya?” atau “Oh ternyata gue lentur juga ya?”. Lo bisa jadi lebih appreciate diri lo dan lebih percaya diri sama badan lo.

I feel like when you build your confidence, self-esteem lo juga jadi naik karena lo mikir “Oh gue bisa menilai diri gue sendiri dari semua kegiatan ini dan bagaimana how I feel about it, what emotions that I have when I do these things.” Saat lo melakukannya dan lo enjoy, itu jadi kayak jadi pleasant surprise that makes you appreciate yourself even more. The world is a magical place!

Ok, sekarang bahas rambut yuk! Rambut keriting suka dianggap kusut atau berantakan. Terus gimana kamu menyikapinya? Ada pengalaman nggak, terkait rambut kamu?

Dulu waktu remaja pernah smoothing dan rebonding gitu demi ngikutin trend. Dari kecil gue selalu ngiket rambut gue. Tiba-tiba waktu kelas 3 SD, rambut jadi keriting. Nah, karena perubahan ini, nyokap juga ngerasa bingung ngurusnya. Jadi ya udahlah disisir aja biar rapi. Tapi gara-gara disisr jadi ngembang dan dan frizzy gitu kan. And I didn’t know any better when I was 9. Sampai akhirnya SMP karena sekolah pake kerudung jadi gue cepak biar nggak kepanasan.

Masuk SMA, masuk sekolah yang berbeda dan nggak pake kerudung, di situ baru merasa “Aduh, kok rambut gue kok susah ditata ya?” Jadi deh akhirnya rambut gue dilurusin biar polem (poni lempar), waktu itu lagi zaman-zamannya polem justin Bieber kan, poni yang kayak daun gitu, hahaha!

That was like my struggle, I did rebonding like twice! Karena sampai harus rebonding karena mau keliatan lebih rapi, lebih menarik, dan keliatan lebih diterima, that was bad! Sampe akhirnya gue memutuskan untuk panjangin rambut pas kuliah (di London, Newcastle University) waktu umur 21. Di sana, orang-orang ngeliat rambut gue panjang dan keriting, mereka kayak “Oh my God, can I touch your hair?” atau kayak “Ya ampun bagus banget, rambut aku tuh lurus dan lepek nggak bisa diapa-apain.”

Pas gue kuliah juga kayak ngerasa capek nyatok rambut, akhirnya gue biarin aja. Berkat Youtube, gue jadi bisa cari informasi tentang cara merawat rambut keriting. That’s when I explore the world of hair oils! Gue belajar teknik cara merawatnya, salah satunya mengepang rambut sebelum tidur. Jadi pas paginya ketika rambut udah kering, rambut jadi keriting bergelombang gitu. Kalo nyatok sih masih ya, misalnya kalo lagi mau gaya berbeda.

Yes, setuju. All Things Hair juga selalu menekankan pentingnya memilih shampoo sesuai dengan jenis dan kebutuhan rambut kita. Rambut yang cantik itu adalah rambut yang sehat! Anyway, what’s the boldest thing you’ve ever done to your hair?

Bleaching rambut! Hahaha. Gue pernah nge-bleach seluruh rambut karena ingin punya rambut merah kan, kayak Hailey Williams-nya Paramore. Terus nyokap bilang kayak “Aduh, jangan merah yang gonjreng deh, merah yang burgundy aja.” Eh hasilnya malah cokelat. Jadi gue berjanji sama diri sendiri, kalo gue udah punya duit sendiri, gue bakal ngecat rambut gue warna-warni.

Ya udah akhirnya gue ngecat rambut warna ungu di tahun 2018. Rambutnya jadi rusak, kalo disisir rontoknya segenggam, terus kering, rambutnya mati, bentuknya nggak jelas, keritingnya hilang, terus setiap hari harus nyatok, tapi malah jadinya tambah rusak. Itu parah banget!

Gue sampe bikin jadwal hair mask setiap 3 hari, pokoknya setiap keramas pasti hair mask. Pokoknya sampe usaha banget untuk ngerawat rambut yang di-bleach and I will never do that again. I’m so sorry hair, I did you wrong!

Sekarang rambutnya udah kembali hitam alami, kalo pun ingin bleach jadinya gue bleach alis aja deh yang kecil. Warnanya biasanya gue ganti-ganti pake eyeshadow. 

Baca Juga: Cara Mewarnai Rambut Tanpa Bleaching

Ada tips hair care atau styling a la Sailormoney yang bisa di-share?

Sekarang nggak repot ya punya rambut keriting, udah banyak banget yang merepresentasikan di media sosial, jadi gampang banget belajar cara merawat rambut keriting. Anak-anak sekarang itu beruntung banget, mereka nyari apa pun semuanya ada. Kalo zaman gue dulu kan panutannya majalah dan isinya semuanya bentukan beauty standard. Mana ada rambut keriting atau orang yang gemuk, hahaha!

Sailormoney gemat dengan blazer ungu dan background kuning
Rambut adalah cerminan jiwa dan sarana berekpresi! (Foto: @Sailormoney)

Sekarang tuh gue lagi suka air dry. Alasannya karena nggak repot, heatless, terus simpel banget karena hanya perlu pake hair oil kalo setengah kering. Abis itu pakai hair tonic.

Kalo gue pribadi kurang suka plopping. Gue biasanya cuma scrunch aja sih, jadi dari bawah ke atas saat pake curling essence atau curling cream. Tapi misalnya lagi nggak pakai, rambut gue cuma gue air dry aja, yang penting sudah dibentuk dari setengah kering. Jadwal keramasnya 3 hari sekali atau setiap keringetan. Biasanya dijadwalin banget sih, disamain sama jadwal olahraga.

Kemarin aku baru banget pertama kali potong rambut di Salon Kriwil. Kemarin ke sana sempet ingin potong rambut mullet. Tapi jadi mikir “Aduh, kok kayanya maintenance-nya susah ya”, karena pendek dan ada poninya. Akhirnya gue hilangkan poninya. Sekarang tuh jadinya mullet panjang atau wolf cut. Yang lagi trend di Tik Tok itu loh!

Kalau kamu bisa menulis love letter untuk rambut, apa yang ingin disampaikan? 

Dear hair, first of all I would like to say sorry karena pas SD gue selalu keringetan, lo selalu gue ikat, dan gue nggak pernah sisiran, sampe kulit kepalanya jadi super lembap dan ketombean karena pake jilbab. I’m so sorry!

Terus pas SMA gue rebonding dan smoothing dua kali, I’m so sorry you have to go through that, you don’t need them. I’m so sorry you went through a lot of catokan moment tanpa heat protection. Kasian kamu pasti kepanasan.

You’re so fabulous like you don’t even know it. Gue nggak tau kenapa lo bagian atasnya lebih keriting daripada bagian dalem yang deket leher, I don’t know why but I still love you, you know. I hope you grow longer sooner karena gue suka rambut panjang, semoga bentukanmu nggak suka random dan ngasal seperti diriku, janganlah mencontoh diriku karena aku suka asal, haha. Jangan berubah-ubah ya, lebih mudah diatur!

Semoga semua minyak-minyak yang sudah aku berikan padamu setiap hari sebelum tidur kamu makan dengan baik agar kamu tambah sehat! Semoga kamu memaafkan aku, karena sekarang udah dikasih makanan banyak, mulai dari hair oils, hair mist, conditioner, hair mask, and everything. I hope you’re happy, if you’re not happy get out of here, but then I will not be happy, so please stay, hahaha.

 

Seru banget, ya, obrolan hair stories kita dengan Sailormoney kali ini! Kami yakin sekarang kamu sudah punya bekal untuk lebih percaya diri untuk jadi diri sendiri. Bukan hanya Sailormoney (Gemat) yang bisa percaya diri dengan rambut keritingnya, kamu juga bisa!

Salah satu cara lembapkan rambut secara instan adalah dengan leave-in conditioner. Nah, kalau kamu malas ribet, kamu bisa coba pilihan leave-in product lainnya seperti Sunsilk Hair Vitamin 3-in-1 Mist yang praktis dan melembapkan.

Hair mist dari Sunsilk ini mengandung kandungan minyak alami yang bisa melembapkan rambut secara instan. Karena bentuknya yang berupa hair mist, nutrisi alaminya bisa diserap rambut dengan sangat cepat! Cocok untuk touch up rambut atau melembapkan rambut setelah keramas.

Kamu juga bisa gunakan hair mist ini sebelum menggunakan heat protection dan sebelum mencatok atau mengeriting rambut.

Untuk memilih produk perawatan rambut lainnya, kamu bisa menyesuaikannya dengan kebutuhanmu. Simak cara menganalisa kebutuhan rambut dengan mengikuti Hair Quiz.

Tetap Terinspirasi

Langganan newsletter untuk tips eksklusif seputar perawatan rambut.
Hair Quiz