Stella Tjia: Harus Ada Kemauan untuk Maju, Hasilnya Akan Mengikuti!

Menurut kamu, kerja keras atau bakat yang lebih dulu hadir?

Kerja keras nomor satu, bakat nomor dua. Itu prinsip yang diyakini oleh Stella Tjia, seorang professional makeup artist (MUA) dan hairstylist Ibukota yang kami wawancarai beberapa waktu silam.

Perempuan yang akrab dengan panggilan Stella ini kariernya kian melejit di dunia makeup. Bahkan, ia kini sudah dipercaya jadi MUA ‘penggarap’ wajah beberapa selebriti ternama Indonesia. Pada awalnya, Stella berada pada pilihan karier ini karena keadaan. Namun, seiring berjalannya waktu, pilihan kariernya malah membuatnya makin sukses!

Kalau kamu sedang ada pada persimpangan jalan antara dua karier atau sedang ingin pindah haluan karier untuk menjadi hairstylist dan MUA, baca sampai habis yuk!

Mencapai puncak kesuksesan tentu tidak selalu mulus jalannya. Pastinya wanita kelahiran tahun 1989 ini pernah melewati jalan terjal sebelum sampai di posisinya sekarang. Sebenarnya, faktor apa aja yang mendukung kesuksesan Stella Tjia?

Stella Tjia photo profile
Kenalan dengan Stella, yuk! (Foto: Stella Tjia)

Bagaimana awal karier Stella Tjia?

Jadi, tahun 2011 sebenarnya aku kuliah kedokteran tapi karena papa meninggal akhirnya berhenti, terus bingung mau ngapain. Akhirnya aku ikutin saran mama untuk sekolah makeup.

Aslinya aku dari Surabaya. Setelah lulus sekolah sekitar 4 bulan, ternyata banyak klien banyak dari Jakarta, jadi aku menetap sampai sekarang. Klien pertama waktu itu adalah temen-temen deket waktu wisuda.

Untuk hairstyle sebenarnya dapet pelajaran dasar, tapi akhirnya aku ambil lagi sekolah khusus untuk rambut. Waktu itu aku belajar hairdo sama haircut. Tapi yang agak lama itu haircut, sedangkan hairstyle hanya sekitar 20 kali pertemuan.

Apakah kariernya dimulai dari passion?

Habis berhenti kuliah, aku sempet jadi cabaret dancer untuk wedding (dancer khusus untuk menyambut bride and groom). Saat itu aku harus makeup sendiri.

Stella tjia makeup natural look
Gaya makeup minimalis dengan hollywood waves. (Foto: Stella Tjia)

Awalnya aku nggak paham makeup. Yang aku tau pokoknya warna matanya, lipstik, dan blush harus sesuai sama yang contoh yang ada. Karena ketertarikan ini, akhirnya sekolah terus lama-lama akhirnya uncul passion itu.

Apa saja tantangan yang dihadapi selama awal perjalanan karier?

Waktu aku masih sekolah makeup, ada guru yang bilang “Stella, kok makeup kamu makin lama makin jelek ya?” Aku jadi down banget karena ngerasa udah sekolah mahal-mahal kok aku sepertinya nggak berbakat.

Setelah lulus sekolah tahun 2013, aku merasa harus buktiin kemampuan. Akhirnya aku ikut banyak lomba. Awalnya nggak menang, terus lama kelamaan udah paham, sampai akhirnya aku menang lomba Asia Pacific Hair and Makeup Competition tahun 2013. Di lomba tersebut ada beberapa kategori; bridal, night makeup, haircut sama creative makeup. Nah, aku ikut yang creative makeup.

Lucunya, pas lomba makeup itu, guru aku yang ngajarin juga ikut lomba! Dia kirim seorang murid untuk mengikuti lomba ini atas nama sekolahnya. Begitu tau kalo aku menang, guru aku kasih selamat, tapi dia keliatan bingung sambil ngeliatin model aku. Mungkin dia bingung kali ya, kenapa aku menang.

Stella tjia wedding look fresh and natural
Makeup wedding tidak harus selalu medok! (Foto: Stella Tjia)

Sebenarnya bukan hanya guru sih, ada beberapa senior yang komentar kalau makeup saya jelek, (fotonya) nggak bisa di-edit. Saat masih sekolah, aku wisuda di tahun depannya setelah aku ikut magang di stasiun TV dan menang kompetisi. Jadi saat wisuda sekolah, aku juga jadi best student.

Dari situ aku dapat tawaran di berbagai majalah dan TV. Nah, dari situ awalnya aku jadi kenal banyak artis.

Profesi MUA bukan sesuatu yang langka. Kalau untuk jadi MUA dan hairstylist, kita perlu sekolah makeup dengan biaya yang tidak murah. Sedangkan sekarang banyak MUA yang belajar otodidak dan sama bagusnya. Lalu bagaimana Stella Tjia harus bersaing dengan mereka? What makes her stand out?

Setelah lulus dari sekolah makeup, apa tantangan yang kamu hadapi?

Habis sekolah makeup, aku agak kaget karena pengalaman sekolah dan dunia nyata agak berbeda. Misalnya, di sekolah aku diajarin makeup yang bold dan ‘berat’ pada mata. Tapi di pekerjaan, klien malah ngga suka sama makeup yang seperti itu.

Mereka jadi komplain “Ih kok mata aku jadi keliatan galak ya” atau “Ih kok makeupnya medok banget ya?”

Aku jadi mikir salahnya apa ya? Saat itu aku hampir nyerah! Tapi aku terus berusaha dan belajar banyak, akhirnya aku malah menemukan ciri khas dan style makeup aku sendiri.

Cara Stella bersaing dengan MUA lainnya dan menemukan keunikan sendiri?

Kita harus punya ciri khas. Makeup aku itu natural, glowing, dan menunjukkan healthy skin. Jadi, hasil makeup dan hairstyle aku tuh bukan untuk mengubah orang menjadi orang lain, tapi menonjolkan kelebihan mereka dan sebisa mungkin menyamarkan flaws.

Stella tjia makeup natural look
Makeup seharusnya highlight kelebihan kamu, bukan mengubah wajah. (Foto: Stella Tjia)

Ada perbedaan antara ‘tukang makeup’ sama ‘seniman wajah’ (makeup artist). Kalau tukang makeup biasanya mereka punya template; mereka akan menggunakan tipe makeup tertentu dan gaya rambut tertentu yang cenderung sama pada setiap wajah. Kalau seniman wajah, kita bukan cuma memberi warna, tapi kita juga mengikuti kebutuhan dari masing-masing bentuk wajah klien.

Selain itu, skill komunikasi juga penting. Tujuannya untuk bikin suasana jadi cair, dan klien juga nyaman. Komunikasi ini juga penting buat educate klien, karena kadang ada klien yang nggak paham sama keinginannya.

Misalnya dia punya warna rambut yang nge-jreng terus pengen makeup bold. Di situ kita edukasi untuk pemilihan makeup yang benar sesuai dengan gaya rambutnya.

Bagaimana cara mempertahankan ciri khas kita tapi tetap sesuai trend?

Aku tetep menuruti request klien tapi nggak semuanya. Misalnya, klien minta makeup yang bold. Nah, kita fokus ke salah satu aja, misalnya hanya di mata atau di bibir. Nanti sisanya aku tetep mempertahankan ciri aku yaitu soft dan natural look. Jadi nggak semuanya di wajah kita highlight, harus salah satu.

Stella tjia hairstyle braided updo
Adinia Wirasti dengan gaya crown braid. (Foto: Stella Tjia)

Ada nggak klien artis yang malah jadi langganan sampai sekarang?

Aku kenal artis bukan dari kerjaan di TV karena kalo TV biasanya cepet banget untuk proses makeup dan nggak sempat kenalan. Baru selesai makeup mereka langsung on air.

Aku malah kenal sama artis dari majalah, sampai akhirnya ada beberapa artis yang jadi klien langganan seperti Acha Septriasa, Astrid Tiar, Adinia Wirasti. Bahkan, untuk Acha atau Adinia Wirasti, kalau misalnya ada project iklan, mereka pasti spesifik request aku.

Stella makeup for acha septriasa
Acha Septriasa dengan low ponytail. (Foto: Stella Tjia)

Ada cerita seru selama kerja dengan artis?

Saat lulus sekolah makeup, aku sempet diwajibkan untuk magang sebanyak 20 kali di TV untuk dapetin sertifikatnya. Pas magang di TV, aku jadi punya kesempatan untuk ketemu banyak artis dan deg-degan banget sampai tangan gemetar dan susah untuk gambar eyeliner!

Akhirnya, aku lama-lama terbiasa karena aku berpikir kalau artis kan juga manusia biasa kayak kita, jadi nggak perlu nervous atau takut.

Menurut kamu, sebaiknya punya talent dulu atau hard work dulu?

Menurut aku, lebih penting hard work.

Meskipun nggak punya talent, dengan bekerja keras, semua orang pasti bisa jadi apa yang mereka mau, terutama jadi MUA.

Yang penting ada kemauan untuk maju dulu, nanti hasilnya pasti akan mengikuti!

Kalau suka makeup, bisa nggak belajar secara otodidak?

Bisa banget, yang penting mau berusaha dan belajar. Banyak kok ilmunya, bisa dari googling atau Youtube.

Pertama, kita mungkin bisa cari tips dan triknya, lalu cari styling rambut yang sesuai untuk masing-masing bentuk wajah. Misanya, sesuaikan makeup dengan bentuk wajah biar nggak terlalu bulat, lalu  hairdo-nya juga begitu.

Stella makeup for raisa
Gaya rambut updo untuk wajah oval kreasi Stella. (Foto: Stella Tjia)

Pesan aku buat teman-teman yang lagi mengejar karier sebagai makeup artist atau hairstylist: kalau kamu dapet komentar negatif atau kritik terhadap hasil karyamu, jangan langsung ditelan mentah-mentah. Ambil itu sebagai motivasi untuk buktiin bahwa kamu memang mampu.

Kini, Stella Tjia lebih fokus jadi seniman wajah, sedangkan rambut klien kini dipegang Yanus Putrada, adiknya. Namun, sebagai hairstylist dan MUA, Stella paham banget cara menemukan balance dari keduanya! Kami beruntung karena mendapatkan tips seru dari Stella!

Stella tjia and yanus putrada
Kolaborasi ciamik kakak dan adik. (Foto: Stella Tjia)

Bagaimana cara memilih makeup untuk warna rambut bold?

Untuk warna rambut yang nge-jreng, makeup harus di-tone down sedikit. Jadi, harus dibikin natural dan soft supaya nggak nabrak semua. Kalau untuk rambut blonde atau ash, makeup-nya bebas kok.

Ada tips untuk menyesuaikan gaya rambut dengan makeup?

Untuk melengkapi makeup, kita memang harus pilih gaya rambut yang sesuai bentuk wajah. Misalnya, kita punya wajah bulat, kita bisa menghindari pemilihan gaya rambut yang melebar ke samping. Kita bisa coba gaya rambut updo yang ke atas gitu supaya wajah terlihat lebih memanjang.

Stella Tjia hair style sanggul
Gaya sanggul buatan Stella. Ada yang tahu, namanya? (Foto: Stella Tjia)

Sedangkan kalau wajah panjang, hindari gaya rambut yang tinggi di bagian atas seperti sasak. Supaya lebih proporsional, kamu bisa pilih gaya rambut low updo atau keriting yang melebar ke samping. Untuk makeup, kita bisa akali dengan shading atau menggunakan poni.

Stella Tjia hairstyle long ponytail
Low braid ponytail. (Foto: Stella Tjia)

Ada tips perawatan rambut yang bisa kamu share?

Kalau kamu punya kulit kepala kering, kamu bisa keramas 2-3 hari sekali. Sedangkan kulit kepala berminyak boleh keramas 2-3 kali sehari. Untuk kulit kepala berminyak, kamu bisa keramas dengan air hangat agar kutikula terbua dan rambut jad bersih maksimal.

Penggunakan conditioner sifatnya wajib! Sebaiknya kamu menggunakan shampoo dan conditioner yang terpisah dan jangan yang 2-in-1. Lalu, saat menyisir rambut, usahakan pakai sisir bergigi jarang mulai dari tengah rambut ke arah bawah sambil perlahan naik hingga ke akar rambut.

All Things Hair setuju banget sama Stella Tjia! Rambut yang sering di-styling biasanya lebih rentan terhadap masalah-masalah rambut seperti rontok, kering, kusam, bahkan berketombe.

Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan shampoo super yang bisa mengatasi semuanya sekaligus seperti Dove Super Shampoo. Kandungan shampoo ini efektif untuk mengatasi 3 masalah rambut utama, berminyak, rontok dan  berketombe. Paling pas kalau kamu sandingkan dengan Dove Intensive Damage Treatment 1 Minute Super Conditioner!

Kami yakin obrolan dengan Stella Tjia kali ini bisa menginspirasi kamu! Kalau kamu tertarik untuk memilih karier jadi MUA dan hairstylist, kamu bisa juga mengobrol lebih banyak dengan Stella Tjia melalui Instagram: @stellatjia

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya
Hair Quiz