Ayu Gani: Potong Rambut Pendek Membuatku Confident dan Semakin Cinta Diri Sendiri!

Pemenang Asia's Next Top Model Cycle 3 ini berhasil mendobrak stereotip 'model harus berambut hitam panjang' lewat potongan mullet-nya yang diwarnai blonde.

Penggemar dunia modeling dan fashion show pasti tak asing lagi dengan nama Ayu Gani. Yes, supermodel berwajah oriental ini adalah pemenang Asia’s Next Top Model Cycle 3. Kemenangan ini membuat 2015 jadi tahun bersejarah untuk Gani dan Indonesia. Untuk pertama kalinya sejak kompetisi bergengsi ini dimulai, Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai juara. Bangga!

Karier Gani di dunia modeling pun melejit seketika. Wajah cantiknya warawiri menghiasi sampul majalah terkenal di Asia, mulai dari Nylon, Harper’s Bazaar Singapura, Femina, Dewi, dan masih banyak lagi. Sebagai pemenang ASNTM Cycle 3, Gani pun bernaung di bawah Storm Model Management dan didaulat menjadi icon untuk TRESemmé 2015. Kiprahnya sebagai supermodel masih terus bersinar hingga kini. Super keren, ya?

Namun terlepas dari betapa kerennya pencapaian yang berhasil diraih, uniknya karier Gani sebagai model justru dimulai secara tak disengaja. Kepada All Things Hair Indonesia, pemilik nama lengkap Ayu Lestari Putri Gani ini berbagi cerita soal perjalanan hidup, makna kemerdekaan, mimpi, pengalaman potong rambut pendek, hingga caranya mengatasi rasa insecure yang bercokol dalam diri.

Simak obrolan seru kami di bawah ini!

Wanita asia berambut panjang diikat
Sebenarnya, perempuan berwajah fotogenik ini mengikuti ajang pencarian bakat AsNTM Cycle 3 sebagai pembuktian diri kepada orangtuanya. (Foto: @ganegani/Instagram)

Boleh perkenalkan diri kamu kepada pembaca All Things Hair?

Hai! Aku Gani, pemenang Asias Next Top Model 3 dan seorang entrepreneur.

Can you tell us a bit about your background?

Currently working as a model di Indonesia dan luar negeri. Hopefuly next September i’ll be in New York. Aku juga punya sebuah model agency dan sekolah modeling.

All Things Hair percaya bahwa kemerdekaan punya makna yang personal bagi setiap orang. Kalau menurut Ayu Gani, apa makna kemerdekaan untuk kamu?

Free will to do whatever you wanna do. Mau jadi apa atau siapa saja. Kebebasan terhadap pilihan kita masing-masing.

Sebagai seorang wanita di Indonesia, kita hidup di bawah ‘aturan-aturan’ yang kerap membatasi gerak dan mimpi. But now, it’s so empowering when we finally free ourselves dari pendapat, stereotip, dan ekspektasi orang lain. Bagaimana cara kamu memerdekakan diri dari ‘belenggu’ ini?

Women in Indonesia belum bebas dari stereotip dan ekspektasi ya. Apalagi untuk perempuan yang hidup di daerah, seperti aku yang lahir di Nganjuk and raised in Solo.

Aku pun belum bebas dari stereotip dan ekspektasi orang-orang. I am 30 right now and haven’t get married yet. People keep asking ‘kapan nikah’, ‘mau nikah kapan nih, sudah umur 30’.

Cara aku memerdekakan diri dari belenggu ini ya dengan being myself. Dengan coba untuk nggak mendengarkan orang lain, dengan menjawab pertanyaan mereka sesuai apa yang aku percayai. With my own logic, because we all have our own life. Why don’t we just go our own way?

Apa tips kamu untuk wanita Indonesia agar bisa merdeka dan bebas jadi diri sendiri?

Tips dari aku, you need to be able to stop being insecure and thinking of what might other people think of you. Karena kalau kita terus hidup begitu, kita nggak akan jadi diri sendiri. So we can be able to grow and learn new ways to live, and see new things. Take a chance to experience new things!

Ayu GanI Asia's Next Top Model Cycle 3 winnter
Tak ikut campur soal urusan orang lain jadi cara pemilik tinggi badan 173cm ini untuk jadi pribadi yang lebih baik dan maju. (Foto: @ganegani/Instagram)

Dengan karier dan kehidupan yang kamu jalani sekarang, apakah ini adalah mimpi dan cita-citamu dari awal? Kalau ya, seperti apa perjuangan kamu untuk meraih hal ini? Kalau bukan, apa yang membuatmu mengejar mimpi yang sekarang?

Probably, mimpi dan karierku saat ini nggak sejalan. Dulunya aku mau sekolah fashion, tapi keluargaku nggak mengizinkan di Jakarta karena aku orang daerah. Stigma perempuan sendirian di Jakarta itu sudah pasti rusak dan nakal.

But then, i got a chance untuk ikut Wajah Femina dan menang sebagai juara favorit. Ini membuka jalan aku ke dunia modeling, padahal bukan tujuan utamaku, haha.

Dari sana, terbuka banyak jalan dan aku pikir aku bisa pergi ke Jakarta, find my own money, dan sekolah fashion. And that’s what i did! I kind of runaway from home, hahaha. Dari Yogyakarta, aku putus kuliah alias nggak melanjutkan kuliah dan pergi ke Jakarta to chase my dream (yaitu sekolah fashion).

Untungnya karier modeling aku berjalan cukup lancar, aku suka dunia ini. Setelah itu, I have another dream untuk pergi ke luar negeri dan punya agensi di luar negeri. Pokoknya be international model.

Jalannya adalah sempat ikut Asia’s Next Top Model dan sempat tinggal di London juga selama 2,5 tahun. Sempat di New York selama 6 bulan dan segalanya berawal dari situ. My new experience brings me to a new goal and new job.

Profesi model sering dipandang sebelah mata. “Ah, itu kan nggak pakai mikir. Ah, itu kan cuma jualan fisik.” Apa yang ingin Ayu Gani katakan untuk mengubah pandangan ini?

Soal model dipandang sebelah mata, aku setuju. Sekarang banyak banget orang bilang kalau model hanya menjual fisik semata, padahal sebenarnya nggak.

Di balik fisik, sebenarnya kita harus maintain our diet, maintain skin and hair. Terlebih di Indonesia, stereotip untuk model adalah rambutnya harus hitam panjang. And for me yang punya rambut blonde and short, kerjaan jadi agak berkurang. Tapi untungnya dengan kemajuan informasi, semuanya sudah mulai berubah, sih.

I believe modeling is a skill. Hal yang harus kita pelajari seiring berjalannya waktu. Nggak mudah untuk berpose dan fasih jalan di catwalk. That’s why aku punya sekolah modeling juga: Model Development Project yang mempersiapkan model-model ini untuk go into the market dan siap untuk be a professional model.

Proudest moment during Ayu Gani’s career as a model?

The proudest moment, saat aku akhirnya bisa bertemu dengan my fashion icon, Coco Rocha! Yang seharusnya April tahun lalu jadi mundur ke tahun ini dan bisa berangkat bertemu dia.

Pernah merasa insecure?

Of course, i’ve been insecured all my life. Saat SMP aku sempat di-bully parah juga, yang rasanya masih meninggalkan bekas sampai saat ini. Sampai saat ini pun sebenarnya masih, tapi aku sudah menemukan self love and inner peace, sehingga jadi lebih tenang dan cinta diri sendiri. Nggak dengerin omongan orang lagi!

Struggle Gani sebagai seorang model yang tak diketahui banyak orang?

Struggle banyak banget. Mulai dari rambut yang dituntut harus hitam panjang, yang sebenarnya bukan diriku, hingga akhirnya aku potong pendek saat awal pandemi. With a lot of concern, stress karena nggak dibolehin manager dan orangtuaku. But I do it anyway and it helps me find my selflove, hal yang nggak aku miliki selama ini. Aku benar-benar insecure sama diri sendiri, insecure sama penampilan dan rambut.

Model selalu terlihat perfect dari luar. Apakah ini menjadi ‘motivasi’ atau malah menjadi ‘beban’ untuk seorang Ayu Gani?

Di aku pribadi terasa seperti beban, sih. Sebenarnya capek banget jadi model, apalagi I am the only winner Asia’s Next Top Model dari Indonesia. The first one juga yang going international, signed with big agency. Jadi tuntutannya super banyak, sering juga ditanyain orang ‘Gani kerjaannya ngapain aja sih’.

Kalau ketemu orang sering dibilang ‘oh aslinya cuma begini doang’, karena in daily aku suka pakai kaos, jeans, dan nggak dandan. Bebannya lebih ke penilaian orang lain aja. I have to look like a model, seperti yang ada di bayangan mereka.

Ayu Gani Asia's Next Top Model Cycle 3 winnter
Ayu Gani as the first AsNTM winner from Indonesia. (Foto: @ganegani/Instagram)

Indonesia sangat diverse hampir di segala bidang, namun tradisional dan kuno secara bersamaan. Terbuka di satu sisi tapi sangat tertutup pandangannya di sisi lain. Sebagai warga negara, apa caramu untuk menebar hal positif dan melakukan hal progresif yang berdampak baik?

Hal pertama yang aku lakukan adalah tidak mengurusi urusan orang lain! Jadi fokus terhadap diri sendiri, bagaimana caranya bisa maju dan bisa membantu orang lain untuk lebih maju lagi.

Jika Indonesia bisa diubah hanya dengan snapping your finger, apa 1 hal yang ingin kamu lakukan?

Mengubah mindset orang-orang di luar sana untuk lebih terbuka. Dalam artian terbuka terhadap culture, pikiran yang maju ke depan untuk berkembang dan nggak cuma ngomongin orang lain. Tidak berpikiran sempit. Pokoknya lebih ke hal yang menurutku nggak layak dijadikan patokan. Misalnya, umur sekian harus sudah nikah!

Ayu GanI Asia's Next Top Model Cycle 3 winnter
Bagi Ayu Gani, potongan rambut pendek membuat dirinya jadi jauh percaya diri. (Foto: @ganegani/Instagram)

Rambut adalah cerminan dan ekspresi jiwa. Kami percaya rambut bisa menjadi tools for empowerment! Bagaimana cara Ayu Gani mengekspresikan kebebasanmu lewat rambut?

By doing anything that I like to my hair. Contohnya aku potong rambut jadi pendek dan blonde. Sama sekali nggak mendengarkan omongan orang dan stereotip yang ada, misal cewek rambut pendek itu nggak cantik. Atau cewek yang rambutnya nggak hitam dan panjang itu juga nggak cantik.

What’s the boldest thing you’ve ever done to your hair?

Cutting my hair short saat jadi model! Jadi model selalu dituntut untuk punya rambut hitam panjang. Kalau nggak, pekerjaannya berkurang dan dibilang nggak cantik lagi. Disebut mirip cowok, so I think the boldest thing I ever done with my hair: cutting my hair short. Bahkan lately aku potong rambutku dengan gaya mullet yang diwarnai blonde. Menurutku very bold, sih!

Ada tips hair care atau styling yang bisa Ayu Gani share?

Menurutku hair care itu penting, sama seperti skin care. Yang namanya rambut bagaimanapun harus dirawat. Kalau aku yang rambutnya sudah di-bleaching berkali-kali perawatannya harus ekstra, mulai dari pemilihan shampoo, conditioner, perawatan juga setiap bulan. Pakai vitamin rambut juga, plus pemakaian gel dan hairspray rambut perlu dibatasi dan dipilih-pilih.

Kalau kamu bisa menulis ‘love letter to your hair’, apa yang ingin disampaikan?

Dear hair, thank you so much for help me finding my true self with whatever I’ve done to you. Thank you for letting me do anything to you, making me feel comfortable and confident.

Kamu punya rambut yang di-bleaching seperti Gani? Pastikan keramas dengan shampoo khusus untuk rambut di-bleaching dan diwarnai, ya. Salah satu yang bisa kamu coba adalah TRESemmé Color Radiance & Repair for Bleached Hair Shampoo.

Purple shampoo pertama di Indonesia dari TRESemmé ini ampuh banget menjaga warna rambutmu agar tahan lama. Tak perlu khawatir rambutmu jadi rusak. Ada kandungan Plant Placenta Extract yang efektif memberi perawatan rambut rusak akibat bleaching sejak pertama kali pakai!

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya

Tetap Terinspirasi

Langganan newsletter untuk tips eksklusif seputar perawatan rambut.
Hair Quiz