Puteri Indonesia Papua Barat 2020: Aku Bangga Dengan Rambut Keriting dan Kulit Cokelatku!

Hivanly Salawane Leha senantiasa gigih menyuarakan kampanye anti body shaming, bullying, dan rasisme.

Cantik tidak hanya milik mereka yang berambut lurus dan berkulit putih. Cantik bisa timbul dari mereka yang menerima diri mereka dan mencintai diri mereka. Dari manapun asal kita, warna kulit kita, bentuk tubuh kita, bukanlah suatu kekurangan melainkan keunikan dan keindahan.

Kalimat itu terucap lantang dari mulut Hivanly Salawane Leha, Puteri Indonesia Papua Barat, saat berhasil menempati posisi Top 10 Puteri Indonesia 2020. Dengan senyum merekah, Hivanly berjalan maju dan berpose dengan percaya diri.

Terlahir dengan rambut keriting mengembang dan kulit eksotis, Hivanly mengaku sering menerima perlakuan rasis dari lingkungan sekitarnya. Namun, perundungan dan ejekan tak membuatnya patah arang dan berkecil hati.

Seiring berjalannya waktu, wanita berusia 22 tahun ini sadar bahwa dirinya adalah karya Tuhan yang indah. Tercipta istimewa dan berbeda!

Kepada All Things Hair, Hivanly berbagai kisah soal perjuangan menuju panggung Puteri Indonesia 2020 yang mengubah hidupnya, kampanye anti-bullying dan rasisme yang selalu ia gaungkan, perjalanan untuk mencintai diri sendiri, dan tips merawat rambut keriting.

Simak obrolan kami bersama Hivanly, Top 10 Puteri Indonesia 2020 berikut ini!

 

Hivanly Salawane Top 10 Puteri Indonesia 2020
Hivanly konsisten mengkampanyekan gerakan anti-bullying dan rasisme. (Foto: @vanlypanda/Instagram)

Apa yang membuat Hivanly tertarik mengikuti beauty pageant?

Mimpi sejak kecil, ingin menjadi putri, hehe. Karena sejak kecil aku sering melihat Puteri Indonesia, jadi aku mimpi ingin jadi seperti mereka. Tapi dulunya itu cuma sekadar mimpi anak kecil yang nggak diterusin. Ditambah basic-nya aku bukan modeling atau ikut pageant lainnya.

Banyak orang berpendapat, beauty pageant hanyalah “ajang adu cantik saja” dan yang dinilai adalah visualnya. Punya pendapat soal ini?

Berdasarkan pengalaman pribadiku, beauty pageant itu bukan cuma ajang kecantikan. Di sana kita dibekali, diberi materi tentang pendidikan, problem yang ada di Indonesia, sejarah, kesehatan, politik, permasalahan sosial yang sedang dihadapi negara kita. Para Puteri juga dituntut untuk memikirkan solusi yang bisa meringankan.

Kita nggak hanya ‘dipermak’ dari luar secara penampilan, tapi juga diajari juga about how to be a queen, belajar attitude dan habit, juga dibekali banyak hal.

Ada pengalaman berharga yang bisa kamu ceritakan seputar mengikuti ajang pemilihan Puteri Indonesia 2020? 

Aku bertemu banyak orang hebat di luar sana. Berteman dan menjalin relasi dengan orang yang dulunya hanya bisa aku lihat dan kagumi dari jauh. Seperti ibu Putri Kuswisnu dan para menteri. Kemarin aku sempat ngobrol dengan Kemenpora Zainudin Amali, karena ada rencana untuk PON di Papua.

Intinya, ada banyak orang hebat yang pada akhirnya menginspirasi aku. Selain itu, aku juga jadi punya teman dari seluruh penjuru Indonesia, dari Sabang sampai Merauke!

Dan nggak kalah penting, akhirnya aku diberi kesempatan untuk menyuarakan hal yang selama ini terpendam dalam hati, khususnya tentang body shaming dan bullying.

Ada tips khusus untuk membagi waktu antara karier dan pendidikan?

Sambil berkompetisi di Puteri Indonesia 2020, Hivanly berhasil menyelesaikan program Magister (S2) di Universitas Pendidikan Ganesha Bali. Pastinya, ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

Saat mengikuti ajang Puteri Indonesia, aku memang sedang menulis tesis. Aku mengambil Magister Ilmu Pendidikan, dengan cabang jurusan Bimbingan dan Konseling. Memang agak ribet menjalani keduanya bersamaan, terlebih saat itu aku sedang menyusun proposal tesis.

Saat itu aku juga sedang di Jakarta, nggak bisa bolak-balik ke Bali selama 3 bulan. Memang harus extra effort, karena harus preparing YPI sambil mengerjakan tesis.

Saking kejar-kejaran, aku sampai harus ganti judul tesis dan rombak semuanya saat aku harus kembali ke Bali. Mau nggak mau, semuanya harus dijalani dengan tanggung jawab penuh.

Karena sebelum aku bergabung dengan YPI, aku bertanggung jawab menyelesaikan pendidikanku. Harus bayar harga dan mati-matian fokus, but I enjoy every single moment. Aku benar-benar belajar, di tengah kesibukan harus tahu membedakan prioritas dan tanggung jawab.

 

(Saat berkompetisi di Puteri Indonesia 2020, Hivanly cukup vokal dalam menyuarakan kampanye anti bullying dan body shaming.)

Apakah Hivanly punya pengalaman khusus terkait keduanya?

Aku memang menyuarakan tentang body shaming, karena aku memang dari kecil mengalami body shaming. Aku berambut keriting dan berbadan kurus. Bahkan, dulu bisa dibilang sangat kurus! Itu selalu jadi bahan bully sejak aku kecil. Saat remaja aku merantau ke Bandung dan Bali, perlakuan rasis itu masih sering aku jumpai.

Aku sering diteriaki ‘mace’, ‘hitam’, ‘keriting’. Sudah jadi makanan sehari-hari yang aku dapatkan. Makanya aku mau menyuarakan kampanye anti-bullying, karena efeknya bisa sangat buruk dan mempengaruhi self-esteem seseorang.

Dari mana keberanian dan kepercayaan diri itu berasal?

Berhasil jadi Top 10 Puteri Indonesia sebenarnya bukan jadi wujud balas dendam, sih. Tapi jadi anugerah yang Tuhan berikan ke aku untuk menyuarakan apa yang harus aku suarakan, karena selama ini aku mengalami bullying.

Ajang Puteri Indonesia juga bukan asal ikut, tapi aku punya perjalanan spiritual di baliknya. Aku merasa Tuhan pimpin aku untuk mengikuti ajang ini. Bukan untuk menunjukkan ‘I can do anything’, tapi untuk menunjukkan perbuatan Tuhan di hidupku.

Hal yang nggak pernah terpikirkan sebelumnya Tuhan izinkan terjadi, a grace.

Aku bisa jadi percaya diri seperti sekarang, semuanya karena proses pendewasaan dan waktu. Dengan berjalannya waktu, aku belajar dari pengalaman dan lingkungan sekitar. Karena itulah, aku tahu bahwa aku adalah karya Tuhan yang indah dan luar biasa. So why I should care tentang hal buruk yang orang katakan soal aku?

Dipanggil keriting, hitam, dan diolok logatnya jadi bentuk bullying yang sering dialami teman-teman dari Timur. But there’s a saying: tough situations build strong people.

 

Apa pendapat kamu tentang rasisme dan perilaku bullying yang masih sering di Indonesia?

Aku nggak setuju. Menurut aku pribadi, seseorang akan jadi kuat atau lemah tergantung dari caranya menerima apa yang ada di luar sana. Saat di-bully, kamu baru akan menjadi kuat kalau tahu caranya menerima perundungan itu. Sebaliknya, kamu akan jadi lemah kalau nggak tahu cara menyikapinya. Tergantung dari pribadi masing-masing orang.

Sangat disayangkan, di Indonesia ada sangat banyak kasus rasisme terjadi. Sayangnya pemerintah belum mengambil tindakan tegas soal hal ini.

I mean, bullying saat ini banyak dilakukan di media sosial. Meski kita punya UU ITE yang bisa melindungi, it’s not really protecting us.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena di Indonesia pendidikan karakter belum benar-benar ditanamkan. Indonesia sendiri punya 18 karakter bangsa yang ditanamkan oleh Kemendikbud. Sayangnya belum semuanya diterapkan, alhasil muncullah generasi yang dengan mudahnya mem-bully orang lain.

Apa saja yang sudah kamu lakukan untuk menyuarakan gerakan anti-bullying dan body shaming ini?

Hal nyata yang sudah aku lakukan adalah terus mengkampanyekan stop bullying di berbagai platform media sosial. Mem-bully orang lain sama artinya dengan menghina Sang Pencipta.

Aku banyak sekali ngobrol, diskusi, dan sharing dengan orang lain soal topik ini. Lakukan apapun yang aku bisa untuk mengkampanyekan hal ini, terutama kaum muda.

(Karena situasi seperti ini dan pengaruh gadget, mental health menjadi lebih darurat. Banyak yang ternyata mengalami depresi ringan atau menjadi lebih ‘galak’ di media sosial.)

Bagaimana cara menjadi pribadi yang positif menurut Hivanly?

Pengaruh media sosial itu sangat besar. Sayangnya masih banyak orang lupa mengontrol dirinya di medsos, dengan nge-share banyak hal yang nggak seharusnya jadi konsumsi publik.

Banyak juga orang yang salah pemahaman soal konsep mental health. Yang diperhatikan cuma kesehatan fisik, tapi lupa dengan psikis dan menganggap enteng depresi. Padahal seharusnya, kita perlu segera ke konselor atau psikolog untuk menceritakan apa yang kita rasa.

Sayangnya, masih banyak yang beranggapan kalau pergi ke psikolog = gila. Padahal, sama sekali nggak begitu. Justru konselor bisa membantu kamu untuk menyelesaikan masalah dengan orang-orang sekitar. Jadi teman sharing.

Konsep pemikiran yang melenceng inilah yang memicu orang untuk menjadikan medsos sebagai melampiaskan emosi. Kebetulan, kemarin aku menulis tesis tentang self management.

 

Apakah kamu bangga, atau justru sempat merasa minder dengan rambut keritingmu?

Memiliki kulit eksotis dan rambut keriting, aku sangat percaya diri dan bangga dengan diriku. Tapi memang, dulu aku sempat minder dengan rambutku, karena terlihat berbeda.

Apalagi standar kecantikan dari dulu adalah mereka yang berambut lurus, mereka yang berkulit putih. Sempat minder banget, tapi seiring berjalannya waktu, aku berproses dan sadar bahwa it’s okay to be different. Karena aku diciptakan spesial. Aku bangga berambut keriting dan aku bangga berkulit cokelat!

Kalau sempat minder, apa momen yang membuat Hivanly malah berbalik lebih pede?

Momen aku kembali pede, sejujurnya aku nggak ingat persisnya kapan. Tapi aku benar-benar yakin dan bangga dengan diriku adalah saat berusia 16 tahun.

Aku bangga terlihat berbeda dari sekitar. Justru karena perbedaanku inilah yang bikin keadaan di sekitarku jadi lebih indah. Kalau semuanya sama, justru akan jadi boring dan nggak ada taste-nya.

Akupun jadi punya konsep berpikir bahwa because I’m here, everything looks beautiful!

Selalu menggerai rambut panjang, ada tips untuk menjaga rambut keriting agar tetap rapi?

I love my curls! Merawat rambut keriting perlu effort lebih besar ketimbang rambut lurus. Rada rempong, tapi aku enjoy dengan rambut keritingku ini.

Aku bahkan sempat merilis produk hair care organik untuk rambut keriting, namanya Beauty Curly. Semua handmade aku buat sendiri, karena jujur di Indonesia masih sulit menemukan produk khusus untuk rambut keriting. Aku banyak eksplor produk luar dan nonton video DIY shampoo rambut keriting, awalnya dimulai dari iseng bikin untuk diri sendiri.

Setelah itu, ada banyak teman berambut keriting yang clueless dan nanya-nanya ke aku soal cara merawat rambut. Jadilah aku sering sharing kalau aku senang pakai produk organik untuk merawat rambutku.

Lalu aku berpikir, kenapa aku nggak berbagi dan bikin produk untuk teman-teman di luaran sana? Supaya mereka bisa tahu ada produk yang bisa menolong mereka untuk bangga dengan rambut keriting mereka.

Bagi tips dan trik styling rambut keriting ala Hivanly, dong!

Triknya adalah gunakan produk-produk organik, karena rambut keriting lebih gampang patah. Kamu juga harus tahu dulu masalah rambutmu. Apakah kering, terlalu lepek, rontok, bercabang, dan lain-lain?

Setelah tahu masalahnya, baru kamu bisa memilih produk yang pas dan sesuai dengan kebutuhan. Aku sendiri rutin maskeran dan pakai shea butter untuk rambut biar tetap lembut, mengembang, dan nggak lepek.

  • Menggunakan Rangkaian Produk yang Melembapkan.
    Aku selalu menggerai rambutku karena memang panjang banget. Tipsnya itu, selalu pakai produk yang fungsinya melembapkan rambut. Rambut keriting harus selalu dipakaikan conditioner, karena pasti bikin lembut. Pakai shea butter atau hair oil, perpaduan tepat untuk bikin rambut kamu tetap rapi. Bisa juga pakai hair gel untuk menahan rambut biar nggak berantakan.Untuk aku pribadi, produk yang dipakai memang cukup banyak. Setelah pakai conditioner, ada hair moisturizer, hair oil, dan juga pakai hair gel untuk nge-hold rambut agar mengembangnya rapi.
  • Mengeringkan Rambut dengan Tepat.
    Karena rambutku super panjang dan nggak bisa coil with hand, aku lebih sering nge-scrunch rambut biar curly-nya stay. Untuk mengeringkan rambut, aku selalu pakai diffuser hair dryer supaya saat dikeringkan, hasilnya nggak berantakan. Jadi untuk teman-teman berambut keriting yang senang styling rambut, aku saranin untuk membeli hair diffuser biar tetap halus.Saat tidur malam sehabis mandi dan ngeringin rambut, kamu sebaiknya pakai haircap dari satin saat tidur. Berguna banget menjaga rambut yang sudah di-styling sebelumnya jadi berantakan!

Ada pesan penyemangat untuk semua wanita yang selama ini minder dengan tampilan fisiknya?

Hivanly Puteri Papua Barat
Bangga berambut keriting dan berkulit cokelat! (Foto: @vanlypanda/Instagram)

Yang namanya perempuan, pasti cantik. Semua perempuan yang ada di muka bumi ini cantik, terlepas dari warna kulit dan rambutnya. Kamu cantik dengan keberadaanmu sendiri.

Aku mau bilang, don’t ever compare yourself with others. Karena Tuhan menciptakan kamu segambar dan serupa dengan-Nya. Diciptakan handmade by tangannya Tuhan.

Jadi, jangan pernah membandingkan kecantikan kamu dengan si A, B, atau C. You must know bahwa kamu adalah karya Tuhan yang indah dan amazing.

Yang terpenting, jaga kecantikan kamu dengan baik. Jangan sampai cuma demi ikut-ikutan orang lain, kamu memaksakan suntik putih yang bisa saja menimbulkan masalah baru. Intinya, perempuan harus bisa merawat dirinya sesuai porsi.

Dengan titel Top 10 Puteri Indonesia 2020 yang kamu punya, apa mimpi yang ingin diwujudkan di masa depan?

Hivanly Salawane Top 10 Puteri Indonesia 2020
Memiliki rambut keriting dan kulit eksotis, Hivanly sering disebut mirip Moana. Cantik! (Foto: @vanlypanda/Instagram)

Mimpiku ingin jadi orang yang membawa dampak positif bagi orang lain. Aku punya mimpi sejak kecil, yaitu ingin punya rumah kreatif di Papua yang bisa menjadi wadah banyak anak di Papua untuk mengembangkan diri mereka. Dalam berbagai bidang, berbagai aspek. Bisa jadi tempat untuk memperbaiki kehidupan anak-anak Papua yang kurang di bidang pendidikan.

Bullying, body shaming, dan rasisme, apapun bentuknya, sama sekali tak bisa dibenarkan. Apa harapan kamu untuk Indonesia ke depannya?

Semoga pemerintah dan aparat bisa memperkuat penegakan hukum di Indonesia untuk memberi efek jera terhadap pelaku bullying dan rasisme. Hal penting yang perlu kita semua tahu, Indonesia punya 18 nilai karakter bangsa yang harus ditanamkan sejak dini. Sehingga saat kita melahirkan generasi baru di Indonesia, mereka bisa tumbuh dan berkembang jadi pribadi yang lebih baik lagi.

Hivanly masih terbilang muda, ada rencana untuk youth activities atau campaign dalam waktu dekat?

Dalam waktu dekat, aku bersama teman-teman dari kampus UPSBW akan membuat youth activity yang membahas soal budaya Timur Indonesia, seperti Maluku dan Papua. Di sana, aku akan jadi pembicara yang membawakan topik soal toleransi. Soal bagaimana kita menghargai budaya lain dari suku yang berbeda.

 

Nah, itu dia obrolan kami bersama Hivanly Salawane, Top 10 Puteri Indonesia 2020. Apakah kamu juga memiliki rambut keriting? Agar rambutmu tetap lembut, sehat, dan gampang diatur, jangan lupa ikuti tips Hivanly untuk selalu menggunakan conditioner sehabis keramas, ya!

Rekomendasi kami adalah Dove 1 Minute Super Conditioner Intensive Damage Treatment yang mengandung kapsul serum untuk memberi kelembapan ekstra pada rambut.

Atau, kamu juga bisa mencoba Dove Nourishing Oil Conditioner dengan formula Weightless Nutri-Oils yang mampu mengontrol rambut kusut dan menjadikannya 100% lebih lembut.

Kamu juga bisa memanfaatkan kandungan minyak alami dalam Sunsilk Soft & Smooth Conditioning Smoothies untuk melembutkan dan melembapkan rambut keritingmu. Ikalnya jadi lebih bouncy dan lembut. Try it by yourself!

Artikel selanjutnya