Olvah Alhamid: Aku Lebih Suka Disebut Perempuan Cerdas, Karena Cantik Itu Bonus!

Meski begitu, siapa yang setuju bahwa Puteri Intelegensia Indonesia 2015 ini punya wajah cantik dan rambut yang cetar?

Cerdas, cantik, berkarakter. Rasanya 3 kata ini cukup pas untuk menggambarkan sosok Olvah Alhamid. Selain berhasil menjadi perempuan Papua pertama yang meraih gelar Puteri Indonesia Intelegensia pada 2015, Olvah punya segudang prestasi yang sukses membuat banyak orang berdecak kagum.

Pemilik nama lengkap Syarifah Olvah Bwefar Alhamid ini terpilih mewakili Indonesia pada ajang Miss Eco Universe 2016 di Mesir. Punya pengalaman menempuh pendidikan di Belanda dan bekerja di Amerika Serikat, tidaklah mengherankan bila Olvah kini menguasai tiga bahasa asing sekaligus. Ia fasih berbahasa Inggris, Spanyol, dan Belanda.

Di industri entertainment pun, karier Olvah tak kalah cemerlang. Perempuan berambut kriwil ini sukses merintis karier sebagai model profesional di New York. Tubuh semampainya pernah melenggang anggun di panggung New York Fashion Week (NYFW) yang jadi impian para model kelas dunia.

Kini, sepak terjangnya sebagai model di Amerika Serikat terhenti sejenak akibat berhadapan dengan situasi pandemi. Olvah memutuskan untuk kembali ke Tanah Air untuk perlahan mewujudkan cita-citanya menjadi menteri, suatu hari nanti.

Kepada All Things Hair Indonesia, Olvah berbagi cerita dan keresahan seputar banyak hal, mulai dari isu diskriminasi yang kerap terjadi di Indonesia, stereotip terhadap perempuan Papua, perspektif soal kemerdekaan, cita-cita, hingga relationship dengan rambut keriting yang ia miliki. Simak obrolan seru kami berikut ini!

Olvah Alhamid Puteri Intelegensia dengan rambut keriting
Perempuan berambut keriting ini fasih berbahasa Inggris, Belanda, dan Spanyol. (Foto: @olvaholvah/Instagram)

Hi Olvah! Can you tell us a bit about your background? What are you currently doing right now? 

Aku anak ketiga dari lima bersaudara. Papaku dari Fakfak (Papua Barat), mamaku dari Sarmi (Jayapura). Pendidikan adalah yang utama di keluargaku, sehingga kita semua bebas melakukan apa pun, selama punya gelar sarjana dulu di tangan. I am currently doing a project right now, but I can’t tell you karena belum banyak yang tahu, jadi didoakan saja, hehe.

Akhir-akhir ini juga sibuk dengan beberapa iklan, tapi sejak PPKM aku memutuskan untuk total istirahat dan nggak ngapa-ngapain dulu. Selain itu, aku juga sibuk jadi penerjemah dan bantuin skripsi mahasiswa yang butuh bantuanku.

All Things Hair percaya bahwa kemerdekaan punya makna yang personal bagi setiap orang. Kalau menurut Olvah, apa makna kemerdekaan untuk kamu?

Kemerdekaan ada banyak versi, ada banyak hal yang membutuhkan kemerdekaan. Tapi menurut aku, kemerdekaan yang terutama adalah kebebasan melakukan apa pun di dunia ini tanpa rasa takut. Nggak takut di-judge, di-bully, tanpa rasa bersalah, bebas berekspresi selama hal itu membuat kita jadi individu yang lebih baik. Bermanfaat dan berkembang tanpa menyakiti atau merugikan orang lain, itu adalah defisini kemerdekaan versi aku.

Sebagai seorang wanita di Indonesia, kita hidup di bawah ‘aturan-aturan’ yang kerap membatasi gerak dan mimpi. But now, it’s so empowering when we finally free ourselves dari pendapat, stereotip, dan ekspektasi orang lain. Bagaimana cara Olvah memerdekakan diri dari ‘belenggu’ ini?

Aku sangat percaya bahwa setiap manusia di muka bumi ini punya hak dan kewajiban. Jadi kalau aku sudah melakukan kewajibanku sebagai makhluk beragama, sebagai makhluk sosial, sebagai anak, dan sebagai perempuan, berarti aku juga punya hak dong untuk melakukan hal yang aku impikan?

Intinya, hak dan kewajiban harus sejalan dan seimbang. Apapun yang ingin kamu lakukan, selama kita nggak merugikan orang lain, ya silakan. Kita semua punya hak yang sama kok di dunia ini. Jadi aku harap ke depannya semakin banyak perempuan yang aware kalau kita bebas meraih mimpi. Bebas melakukan apa yang benar dan baik, untuk mengembangkan diri kita juga.

Apa tips kamu untuk wanita Indonesia agar bisa merdeka dan bebas jadi diri sendiri?

Intinya kita tahu bahwa kita semua punya hak dan kewajiban. Sadari bahwa sama sekali nggak ada salahnya bermimpi. Perempuan nggak sebatas ‘selesai SMA, menikah, dapur’. Kamu lebih dari itu!

Prinsip hidup aku sangat simpel, lakukan apa yang jadi kewajiban dan kejar hak masing-masing. Pokoknya bebas selama nggak merugikan orang lain, lanjut terus.

Olvah Alhamid Puteri Intelegensia dengan rambut keriting
Sejak kecil, Olvah lebih suka disebut sebagai perempuan cerdas ketimbang cantik. (Foto: @olvaholvah/Instagram)

Melihat pencapaian dan betapa cemerlangnya karier Olvah, bisa dilihat bahwa Olvah adalah sosok yang sangat peduli terhadap pendidikan. Apakah menjadi bintang beauty pageant adalah cita-cita sejak dulu?

Mau disebut cita-cita juga bukan ya sebenarnya, hehe. Jadi tanteku dulu ada beberapa yang nge-save kontak aku dengan nama ‘Putri Indonesia’ dan ‘Miss Universe’ di HP masing-masing, tepatnya saat aku masih SMP atau SMA. Tapi kebetulan, cita-cita mamaku adalah jadi Puteri Indonesia. Ini bukan cita-cita yang setiap hari beliau sampaikan, tapi mama pernah ngomong ke tante-tanteku ‘tolong kalau jaga Olvah harus hati-hati, karena nanti mau jadi Putri Indonesia’, yang pada akhirnya beneran terwujud!

Aku sendiri kepengin menekuni dunia modeling sejak SMA. Saat didukung banyak pihak, akhirnya aku berpikir ‘kenapa nggak dicoba saja?’. So, sebenarnya keinginan untuk masuk dunia entertainment sudah ada sejak aku masih kecil banget, tapi untuk menjadi Puteri Indonesia nggak terlalu kuat.

Bisa ceritakan seperti apa perjuangan kamu meraih hal ini?

Perjuangan terbesarku, menurunkan berat badan dari 72kg menjadi 49 kg. Hal ini aku lakukan dalam waktu 1 bulan 10 hari. Aku lari 3 jam pagi hari, 3 jam sore hari. Bakar 5000-6000 kalori per hari dan benar benar terbukti jika kemauan dan tekad keras, semua bisa. Jadi sebenarnya apa pun yang kita inginkan, sebenarnya bisa diwujudkan. Asal konsisten dan berkomitmen. Tidak ada yang tidak mungkin!

Terlepas dari semua prestasi dan pencapaian yang berhasil digapai, Olvah sempat bercerita pernah mendapat perlakuan diskriminatif di negara sendiri. Adakah keresahan yang ingin Olvah sampaikan?

Diskriminasi yang aku terima cukup sering saat casting. Biasanya ditanya ‘kamu asalnya dari mana?‘, aku jawab ‘dari Papua’ karena kebetulan saat itu yang dicari adalah look Papua. Tapi malah dijawab ‘oh kamu terlalu cantik untuk look Papua-nya. Kita carinya Papua yang biasa-biasa aja’.

Awalnya sih aku biasa-biasa aja terima statement begitu. Tapi lama-lama kok aku merasa sedang didiskriminasi, ya? Aku berambut keriting dan berkulit cokelat, nggak diterima di kalangan tipikal kulit putih rambut lurus, tapi juga nggak diterima di tipikal Papua karena dibilang terlalu cantik.

Lalu aku berpikir, apa salahnya diberi kesempatan? Apakah potensiku harus kalah hanya karena penampilan yang di atas ‘biasa saja’? Apakah semua orang Papua itu ‘jelek’ atau nggak good looking? Ada banyak sekali orang Papua yang cantik dan tampan. Orang NTT, Ambon, Papua, Kalimantan, pokoknya semua daerah yang kurang perwakilannya di dunia entertainment, ada banyak sekali yang cakep, kok. Di Jawa pun nggak semua orang cantik dan ganteng, kan. Memang sudah ciptaan Tuhan seperti itu.

Aku sih paham untuk sebuah peran, ada beberapa look yang secara spesifik dibutuhkan. Tapi cobalah untuk nggak melontarkan kalimat yang diskriminatif. Terdengar small minded. Coba deh, perspektifnya diperluas lagi. Cantik itu beragam, jangan sampai kita terpaku hanya pada image tertentu.

Proudest moment during your career as a model & beauty queen? 

My proudest moment, saat dinobatkan jadi Putri Intelegensia 2015. Kenapa? Karena sejak kecil aku lebih suka disebut perempuan cerdas ketimbang cantik. Bukannya nggak mau disebut cantik, tapi perempuan cantik fisik menurutku adalah bonus. Cantik fisik bisa dipoles dari luar, bisa makeup dan pakai outfit bagus. Cantik fisik pun bisa lebih singkat waktunya, polesan makeup dan lain-lain tidak akan selama kecerdasan emosional dan intelektual. Jadi, aku pilih mengisi EQ dan IQ dengan banyak baca dan menonton banyak hal. Dengan bertanya kepada yang pintar dan cerdas di bidangnya.

Itu salah satu proudest moment aku. Karena itu adalah bukti pengakuan dari society, perjuangan saya menjadi perempuan cerdas dan pintar diakui lewat gelar Puteri Intelegensia Indonesia 2015.

Kedua, saat aku di New York Fashion Week. Siapa sih, orang Indonesia di NYFW? Apalagi orang Papua, sama sekali nggak banyak. Jadi bagi aku ini adalah hal yang luar biasa banget.

Di sepanjang karier Olvah, adakah struggle yang selama ini belum diketahui orang banyak?

Banyak banget orang yang nggak tahu soal perjuangan aku. Banyak yang cuma menyimpulkan Olvah itu cuma jalan-jalan terus, happy terus karena orang tuanya kaya. Orang tuaku alhamdulillah berkecukupan, ya. Bukan kaya raya juga, tapi sederhana dan nggak pernah dimanjakan dengan uang.

Apa pun yang aku inginkan harus didapatkan dengan usaha. Aku saat sekolah di Belanda sempat kerja cuci piring di restoran, jadi pelayan, jadi nanny. Saat di Amerika pun begitu. Tapi aku kan nggak posting hal ini, nggak cerita secara gamblang, sehingga orang cuma tahu hasilnya, nggak tahu perjuangannya.

Sebenarnya justru perjuangan inilah yang bikin kita tuh semangat, mau usaha terus, karena kita sendirilah yang mengetahui seberapa keras usahanya. Jadi saat ini, aku membebaskan semua orang ingin menyumpulkan apa pun, karena dirikulah yang paling tahu. Selama berdiri di jalan yang benar dan baik, orang tua support dan percaya, menurutku itu sudah cukup. Aku nggak perlu validasi diri lagi di depan orang lain.

Pernahkah Olvah merasa insecure?

Dulu aku pernah merasa insecure dengan bentuk wajahku, yang menurutku nggak tirus. Bentuk wajahku kan cukup tegas, agak kotak dengan rahang besar. Tapi aku memilih untuk tidak melakukan botox dan lain-lain. Aku melatih diriku untuk bersyukur, melihat ada banyak banget yang hal yang aku nggak minta tapi diberi oleh Tuhan.

Aku diberi wajah kotak ya berarti aku cocoknya seperti ini, Tuhan tahu kok. Kuncinya sih harus bersyukur dulu terhadap apa yang kita punya. Jika sudah bersyukur, baru rasa insecure bisa diredam. Barulah kita bisa menerima diri kita apa adanya. Kenal kekurangan dan kelebihan diri kita ada di mana.

Olvah Alhamid Puteri Intelegensia dengan rambut keriting
Siapa bilang perempuan Papua itu tidak cantik? Olvah Alhamid buktinya! (Foto: @olvaholvah/Instagram)

Indonesia sangat diverse hampir di segala bidang, namun tradisional dan kuno secara bersamaan. Terbuka di satu sisi tapi sangat tertutup pandangannya di sisi lain. Sebagai warga negara, apa caramu untuk menebar hal positif dan melakukan hal progresif yang berdampak baik?

Aku adalah global individual, but traditional at heart. Meski sudah jalan ke mana-mana, hampir keliling dunia ke 50 negara, aku betul-betul tahu kalau diriku adalah manusia global. Aku punya pandangan dan cara yang kadang cukup berbeda dari orang Indonesia pada umumnya, karena aku punya pengalaman yang cukup banyak tinggal dengan orang dari negara lain. Aku lihat banyak negara, masuk ke budaya berbeda, menikmati banyak makanan, sehingga aku sangat open minded.  

Tapi tetap ada hal yang harus tetap tradisional dan dijaga. Nggak semua hal yang mengikuti zaman adalah hal yang baik, kok. Ada banyak hal yang perlu dijaga moralitasnya. Jangan mentang-mentang zaman sudah terbuka, semua hal bisa di-mix sesuka hati. Manusia diberi akal dan budi untuk membedakannya dari binatang, sehingga harus dijaga akhlak dan moralnya, berpikir sebelum bertindak.

Akal sehat diletakkan paling atas, ada alasannya otak ditempatkan Tuhan di atas kepala. Untuk dipakai sebelum bertindak, sebelum menggunakan emosi, sebelum berkata-kata. Kita adalah manusia beradab. Nggak semua orang berilmu punya adab, tapi semua orang beradab punya ilmu. Itu adalah caraku untuk menebarkan positivity! 

Jika Indonesia bisa diubah hanya dengan snapping your finger, apa 1 hal yang ingin Olvah Alhamid lakukan?

Aku ingin mengubah pola pikir. Kenapa pola pikir? Karena kita terlalu mudah nge-judge dan mengambil kesimpulan terhadap segala sesuatu. Padahal, apa yang kita rasa benar belum tentu juga dirasa orang lain. Lain kepala, lain pikiran. Sebelum berbicara atau berkomentar, kita harus ingat bahwa setiap orang punya hak untuk menjalani hidup. Untuk apa kita mengurusi hidup orang lain?

Sudut pandang kita sebagai manusia harus luas, jangan memaksakan diri untuk memandang segala sesuatu dari satu sisi saja. Karena aku sangat percaya, orang beradab pasti berilmu, orang berilmu belum tentu beradab. Jika kita beradab, kita nggak akan mudah terprovokasi atau diadu domba karena pada dasarnya kita punya pola pikir yang baik.

Olvah Alhamid Puteri Intelegensia dengan rambut keriting
Rambut keriting jadi ciri khas yang dibanggakan Olvah Alhamid. (Foto: @olvaholvah/Instagram)

Rambut adalah cerminan dan ekspresi jiwa. Kami percaya rambut bisa menjadi tools for empowerment! Bagaimana cara kamu mengekspresikan kebebasanmu lewat rambut?

Hair care aku super simpel. Keramas pakai shampoo dan conditioner, hair mask sekali seminggu. Selain itu juga pakai hair oil, seperti minyak kelapa. Wajib banget punya. Ke mana pun aku pergi, aku pasti bawa minyak kelapa. Natural dan bisa dipakai ke semua bagian tubuh, mulai dari rambut sampai ujung kaki.

Tapi balik lagi, perawatan rambut itu tergantung jenis rambut masing-masing, tergantung kondisinya. Nggak bisa disamakan, karena kita sendiri yang tahu apa yang baik untuk kita.

Mengekspresikan kebebasan lewat rambut? Mau diikat, dicatok, diikat tiga, atau dibiarin megar, itu terserah aku, karena aku punya hak. Aku nggak membiarkan orang lain berkomentar negatif terhadap rambut aku. Why should? Karena rambutku kan nggak merugikan atau mengganggu orang lain, kan. Kenapa harus repot?

What’s the boldest thing you’ve ever done to your hair? 

Aku dulu berambut panjang dan rusak. Sudah coba dirawat sebaik mungkin, tapi akhirnya aku membulatkan tekad untuk potong sepanjang 20cm. Untuk rambut keriting, 20cm itu sangat panjang, ya. Kalau ditarik bisa sampai 40cm! Haha. Semua demi rambut yang tumbuh lebih sehat.

Pas aku kuliah, sekitar 2008, aku pernah mewarnai rambut jadi oranye. Merah sih sebenarnya, tapi lama-lama jadi oranye. Lucu, jadi bold karena nggak semua orang berani.

Kalau kamu bisa menulis love letter to your hair, apa yang ingin disampaikan?

Dear hair, thank you for always be there for me. No matter how I feel. Happy, sad, frightened, or scared, you always been there to support me. To cover my head from the world, from the negativity that is happening in the world. Thanks for being beautiful, thanks for being bold, thanks for being who you areaccompany me all these year. Maybe I haven’t thank you enough, but I hope you know that I really love you. I love how you make me feel!

Kamu punya rambut keriting seperti Olvah? Pastikan rambutmu tetap lembut, sehat, dan terhidrasi dengan baik, ya. Gunakan Sunsilk Soft & Smooth Shampoo dan Sunsilk Soft & Smooth Conditioning Smoothies yang mengandung 5 minyak alami, mulai dari minyak almond, minyak zaitun, minyak kelapa, minyak camellia, dan minyak argan.

Semua minyak alami ini punya kandungan yang sangat bermanfaat untuk rambut. Rambut keritingmu akan terasa lebih halus, lembut, dan mudah diatur. Coba dan rasakan sendiri perbedaannya!

Tetap Terinspirasi

Langganan newsletter untuk tips eksklusif seputar perawatan rambut.
Hair Quiz