dr. Putri Pusparani: Perjuangan Melawan Covid-19 Hingga Ibunda yang Terjangkit Virus

Apa yang membuat banyak orang rela mengabdikan diri dan bertaruh nyawa untuk menangani pasien Covid-19 di rumah sakit? Jawabannya sederhana: panggilan hati.

Rasanya bila bukan karena dedikasi dan panggilan hati, tak ada satupun orang yang rela menempuh risiko terpapar Covid-19. Belum lagi terpaksa berjauhan dari keluarga, sahabat, serta orang terdekat.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan bahwa ada lebih dari 350 tenaga medis yang gugur akibat Covid-19. Namun tingginya angka kematian tenaga medis ini tak meruntuhkan semangat dr. Putri Pusparani, yang hingga hari ini setia mengabdikan dirinya untuk merawat pasien Covid-19 di beberapa rumah sakit di Jakarta.

Sama sekali tak ada ‘tanggal merah’ baginya. Kapanpun tugas memanggil, dr Putri selalu siap untuk mengulurkan tangan. Belasan jam menahan panas di dalam baju hazmat sama sekali bukan masalah, yang penting semua prosedur penanganan Covid-19 berjalan dengan baik.

Dunianya juga sempat terguncang saat ibundanya sendiri dinyatakan positif virus Covid-19. Ingin tahu lebih lanjut seputar perjuangan tenaga medis melawan Corona secara langsung di lapangan?

Simak obrolan Tim All Things Hair bersama dr. Putri Pusparani berikut ini!

Menjadi dokter sebagai salah satu garda terdepan dalam menangani virus Covid-19 bukan hal mudah. Seperti apa ritme kehidupan nakes di era pandemi yang tak kunjung usai ini?

Ritme hidup nakes saat menghadapi pandemi virus tentunya sangat berubah. Saya sendiri bertugas di klinik Korlantas Polri dan sebuah rumah sakit swasta, ada banyak protokol yang harus dipatuhi setiap harinya.

Mulai dari mempersiapkan Alat Perlindungan Diri (APD) dan harus mengenakannya selama bekerja. Harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, juga jam tugas yang bertambah di luar jam kerja.

Kita melayani banyak pasien/karyawan yang berkonsultasi, melakukan tracking dan memantau kondisi pasien Covid-19 di Indonesia, sampai memastikan pasien/karyawan yang dinyatakan positif untuk dapat rujukan ke RS pemerintah. Jadi super sibuk, karena semuanya dilakukan tanpa kenal waktu, tak peduli saat weekdays ataupun weekend!

Para tenaga medis berkata, “Masyarakat adalah garda terdepan Covid-19 yang sesungguhnya.” Apa pendapat dr. Putri terkait pernyataan ini?

Saya sangat setuju, karena hanya masyarakatlah yang mampu menjaga dan menjadi garda pencegahan virus. Disiplin melakukan protokol kesehatan jadi satu-satunya cara untuk meredam penyebaran virus.

dr putri aruan
Baju APD dan pasien, dua hal yang selalu menjadi ‘santapan’ sehari-hari bagi dr. Putri. (Foto: dr. Putri)

Setiap hari berjibaku dan fokus merawat pasien di rumah sakit, ironisnya sang ibunda justru jadi salah satu yang terjangkit virus corona. As a doctor and a daughter, what do you feel?

Saat mendengar mama saya positif Corona, saya sangat shock dan sedih. Terlebih, mama saya sudah berusia 64 tahun, sehingga lebih riskan. Sebagai seorang dokter spesialis pun, rasanya sangat berbeda saat harus merawat mama sendiri.

Untungnya dengan penanganan yang tepat dan cepat, bersyukur semua bisa kami lewati. Sisi positifnya, kejadian ini membuat kami sekeluarga semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Terlebih semua keluarga saya bekerja di sektor pelayanan masyarakat yang rentan terpapar virus. Salah satu adik laki-laki saya juga bertugas sebagai dokter di RS rujukan Covid-19, sedangkan suami dan adik saya yang lain bekerja di pemerintahan.

Some days are good, some days are bad. Selama merawat ibunda dan menangani pasien Covid-19 di rumah sakit, pernah merasa lelah atau frustrasi? And how you overcome negativity?

Tentunya sangat lelah, karena menguras tenaga dan emosi. Apalagi saat bertemu pasien yang kurang pengetahuan dan menganggap remeh virus ini.

Meski begitu, saya selalu yakin bahwa apa yang dikerjakan selama ini adalah bentuk ibadah dan pengabdian selaku tenaga kesehatan. Ini yang memotivasi saya untuk terus berpikir positif dan bekerja.

Di masa seperti ini, hal atau momen apa yang menurut dr. Putri paling meaningful dan berharga? Atau, apa hal atau momen yang sekarang justru terasa lebih meaningful dan berharga dibanding dulu?

Berkumpul bersama keluarga. Sayangnya, memang cukup sulit dilakukan karena semuanya harus menjaga jarak dan punya kesibukan masing-masing.

Sebagai tenaga medis yang keluarganya positif Covid-19, apa tips yang bisa diberikan untuk menghindarkan masyarakat dari pengalaman serupa?

Tak ada jalan lain, selain disiplin mematuhi protokol kesehatan yang ada. Coba menahan berbagai keinginan untuk nongkrong di tempat ramai, liburan, atau melakukan aktivitas yang meningkatkan risiko terpapar virus.

Yang terpenting, selalu tingkatkan imun dengan berolahraga dan mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin. Dan (amit-amit) jika terkena virus, selalu ingat bahwa itu bukan aib yang harus ditutupi. Dengan deteksi dini dan penanganan baik, Covid-19 bisa disembuhkan!

Jika seseorang (atau keluarganya) dinyatakan positif terjangkit Covid-19, apa hal pertama yang harus dilakukan?

Lakukan deteksi dini ke rumah sakit (melakukan swab test). Ini berguna untuk mencegah Covid-19 jadi berbahaya untuk kesehatan, khususnya untuk kamu yang memiliki penyakit bawaan. Ikuti semua prosedur yang diterapkan rumah sakit dan pemerintah. Pokoknya, lakukan swab secara rutin dan tracing, termasuk anggota keluarga yang mengalami kontak erat.

Mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) setiap hari rasanya tak nyaman dan gerah luar biasa. Apa suka duka yang dr Putri alami saat harus mengenakan APD dan menjalani protokol kesehatan selama menangani Covid-19?

Ya, tentunya sangat panas dan kita harus mandi dan keramas berulang kali setiap hari! Otomatis, rambut harus diberi perhatian ekstra.

 

Tips Editor untuk Jaga Rambut Tetap Bersih dan Segar di Tengah Pandemi.

Agar terhindar dari paparan virus, menjaga kebersihan rambut dan tubuh wajib hukumnya. Sehabis bepergian atau keluar rumah, segera mandi dan keramas bersih menggunakan shampoo yang sesuai dengan tipe rambutmu. Ini penting dilakukan, demi terhindar dari kuman dan virus yang menempel di tubuh.

Memang, keramas setiap hari berpotensi sebabkan rambut menjadi kering. Nah, agar rambutmu tetap lembut meski keramas setiap hari, jangan lupa gunakan conditioner untuk menutrisi batang rambutmu, ya!

Tim All Things Hair punya sederet rekomendasi produk untuk rambut yang bersih, segar, wangi, dan terlindungi dari bakteri.

1. CLEAR Lemon Anti Bacterial Shampoo.

Agar terhindar dari bakteri dan virus di udara, kamu bisa coba CLEAR Lemon Anti Bacterial Shampoo. Dengan kesegaran lemon, shampoo ini akan menjauhkanmu dari rasa gatal akibat penumpukan bakteri dan keringat. Triple Anti-Dandruff Technology-nya mengandung Vitamin B3 dan komponen Protein, yang efektif membantu sikat habis ketombe* dan membunuh bakteri**.

Tekstur gel cair di shampoo ini juga membantu kandungan shampoo lebih mudah diserap kulit kepala. Kulit kepala sehat, ketombe berkurang, bebas dari kuman, dan rambut senantiasa terasa lembut.

2. Dove Super Shampoo.

Siapa yang tak ingin memiliki rambut yang senantiasa wangi dan bebas lepek? Dove Super Shampoo bisa bantu melindungi rambutmu dari paparan polusi, debu, kotoran, bakteri, dan virus yang mengancam kesehatan rambut.

Kandungan serum di dalamnya menutrisi rambut dan mengurangi rambut rontok karena patah. Bahan aktif di dalamnya ampuh membersihkan ketombe dan mencegah ketombe datang kembali!

3. TRESemmé Scalp Care Shampoo.

Untuk memiliki rambut yang lembut dan berkilau, sebaiknya fokus untuk merawat kesehatan kulit kepala lebih dulu. Pastikan kulit kepala dan akar rambutmu menerima asupan nutrisi yang cukup.

Kamu bisa gunakan TRESemmé Scalp Care Shampoo yang mengandung ZPTO dan Tea Tree Oil dapat mencegah rambut dari ketombe, melawan bakteri* dan melawan kerontokan**. Padukan dengan TRESemmé Scalp Care Conditioner yang mengandung Chia Seed Oil dan Amino Vitamin, tak perlu khawatir ujung rambut jadi kering meski keramas setiap hari!

*jamur penyebab ketombe
**rontok akibat patah vs shampoo non-kondisioner

dokter penanganan covid indonesia
Jaga jarak dan selalu terapkan protokol kesehatan ke manapun kamu pergi. Semua demi mengakhiri pandemi corona Indonesia! (Foto: Shutterstock)

Teruntuk orang yang saat ini masih menganggap virus Covid 19 itu hanya konspirasi dan bualan semata, pesan apa yang ingin dr. Putri sampaikan?

Saya ingin menyampaikan untuk semua orang, bahwa virus ini nyata. Bahkan dialami oleh mama saya sendiri. Saya pun banyak menangani pasien, beberapa di antaranya meninggal dunia, banyak pula yang keluarganya tertular virus.

Pesan saya sederhana: lindungi diri demi keluarga anda. Waspada dan disiplin menjalankan 3M dan protokol kesehatan yang ketat!

 

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya

Topik terkait

Tetap Terinspirasi

Langganan newsletter untuk tips eksklusif seputar perawatan rambut.
Hair Quiz