Dove Ajak Perempuan Indonesia Percaya Diri: Rambutku Mahkotaku!

Dove berkolaborasi dengan aktris cantik Dian Sastrowardoyo luncurkan lagu ‘Rambutku Mahkotaku’

Apakah kamu pernah mendapatkan komentar negatif tentang rambutmu? Dibilang rambut keriting seperti singa atau bahkan rambut warna-warni seperti yang terkesan rebel? Kamu tak sendirian! Tidak sedikit perempuan di Indonesia yang sering mendapatkan komentar kurang menyenangkan seperti itu. Karena itu, Dove melanjutkan komitmennya untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri perempuan Indonesia dengan meluncurkan kampanye terbarunya yaitu ‘Rambutku Mahkotaku’.

Berkolaborasi dengan Dian Sastrowardoyo, Dove berharap bisa mengajak para perempuan Indonesia untuk bangga dan tampil lebih percaya diri dengan apa pun jenis dan model rambut. Tidak hanya Dian Sastro, Dove pun turut mengajak empat perempuan inspiratif lainnya yang merepresentasikan keberagaman rambut perempuan Indonesia. Mereka adalah Marischka Prudence (travel blogger), Poppy Sovia (aktris), Agnez Oryza (beauty blogger) dan Natya Bestari (insinyur perkapalan).

Perempuan Punya Versi Kecantikannya Sendiri.

Wanita Indonesia tersenyum berambut pendek sebahu mengenakan baju putih.
Stella Tika Lestari, Senior Brand Manager Dove. (Foto: Dove)

Menurut Stella Tika Lestari, Senior Brand Manager Dove, “Setiap perempuan memiliki kecantikan versi mereka sendiri, termasuk dengan jenis dan pilihan gaya rambutnya.”

“Dove juga melakukan survey. Hasilnya, satu dari dua perempuan kerap mendapat komentar negatif soal rambutnya. Tidak hanya itu, mereka juga kerap mendapatkan komentar negatif tersebut dari orang-orang terdekat, yaitu keluarga atau sahabat,” lanjut Stella dalam virtual press conference, 20 April lalu.

Aktris cantik Dian Sastrowardoyo yang hadir dalam acara Dove virtual press conference memakai baju lengan pendek garis-garis.
Dian Sastrowardoyo sebagai brand ambassasor Dove. (Foto: Dove)

Aktris cantik sekaligus brand ambassador Dove, Dian Sastrowardoyo pun mengakui turut senang terlibat di dalam campaign ini. Isu ini sangat related dengannya yang juga pernah mengalami hair bullying. “Saya pernah dikomentari punya rambut lurus panjang yang dianggap boring,” jelas Dian.

Pengalaman mendapatkan ejekan rambut ternyata berdampak buruk pada kepercayaan diri dan menghambat potensi diri setiap perempuan.

“Sebanyak 88 persen perempuan merasa kehidupan sosialnya terganggu oleh standar kecantikan rambut. 75% perempuan kehilangan rasa percaya diri dan 60% perempuan tidak merasa percaya diri ke luar rumah.”

Wanita Indonesia mengenakan hijab warna abu-abu tersenyum.
Psikolog klinis, Indah Sundari J, M.Psi sebagai pembicara di acara Dove virtual press conference. (Foto: Dove)

Psikolog klinis Indah Sundari J, M.Psi menanggapi survey yang dilakukan Dove tersebut. “Faktor budaya membuat masyarakat memiliki standar kecantikan tersendiri. Tak jarang hal ini diartikan sebagai tuntutan dan keharusan agar membuat perempuan merasa diterima di lingkungannya,” jelas Indah.

“Ketika perempuan tampil ‘berbeda’ termasuk karena gaya rambutnya dan merasa tidak diterima, hal ini akan berdampak pada kondisi psikologisnya. Ia akan merasa tidak percaya diri, bahkan mungkin merasa tidak berharga. Kondisi ini kemudian akan mengganggu kesehatan mental, menghambat potensi diri, dan membatasi pergaulan,” tambah Indah.

Bangkitkan Kepercayaan Diri Lewat Lagu ‘Rambutku Mahkotaku’.

Empat perempuan Indonesia dalam acara Dove virtual press conference Rambutku Mahkotaku
Dove berkolaborasi dengan Dian Sastrowardoyo luncurkan kampanye Rambutku Mahkotaku. (Foto: Dove)

Dove virtual press conference ini sekaligus menjadi ajang peluncuran lagu dan video klip berjudul ‘Rambutku Mahkotaku’ yang diciptakan Eka Gustiwana, anggota Weird Genius.

Lagu ini terinspirasi dari cerita-cerita personal yang pernah dialami Dian Sastrowardoyo dan 4 perempuan inspiratif lainnya, yang pernah mendapatkan komentar negatif tentang rambut.

“Dengan menghadirkan sosok seperti ini, diharapkan ada banyak perempuan yang bisa terkoneksi dengan lagu ‘Rambutku Mahkotaku’ karena memiliki pengalaman yang relevan,” tambah Stella.

Dian pun turut menambahkan, “Musik juga adalah medium yang kuat dan fun untuk menyampaikan pesan positif ini. Saya pun sangat suka dengan lirik, ‘Semua rambut cantik apa adanya, selama kita jaga apa pun gayanya’ ini adalah lirik yang memorable banget. Semoga lagu ini bisa menguatkan perempuan yang pernah mendapatkan komentar negatif rambut dan semakin banyak perempuan Indonesia yang bangga akan mahkotanya.”

Musisi Eka Gustiwana mengenakan baju putih di acara Dove virtual press conference.
Komposer musik Eka Gustiwana sebagai pencipta lagu Rambutku Mahkotaku. (Foto: Dove)

Sadar akan pesan dari lirik lagu Rambutku Mahkotaku yang begitu kuat, Eka Gustiwana juga turut senang karena sudah diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi beberapa genre di setiap lagu agar pesannya tersampaikan.

“Saya memasukkan genre electro-disco dan nu-disco di bagian refrain, dengan harapan pesan kebebasan gaya rambut bisa tersampaikan dengan beat semangat. Di bagian verse, saya masukkan electro-pop yang memberikan ruang penyanyi untuk sampaikan uneg-uneg pengalaman ejekan rambut, namun tetap dengan nuansa yang positif,” jelas Eka.

Semakin Percaya Diri dengan Rambut yang Berkilau.

Gaya rambut sesuai karakter tentu perlu didukung dengan perawatan rutin agar kamu tampil lebih percaya diri dengan rambut berkilau dan sehat. Nah, Dove memberikan rangkaian shampoo yang bisa mengatasi berbagai masalah rambut para perempuan Indonesia.

Ada Dove Perawatan Rambut Berkilau Serum Shampoo yang memiliki kandungan NutriSerum dan MicroMoisture. Dua formulasi canggih ini bisa membantu menutrisi rambut, melembutkan, dan menjaga kelembapannya.

Kandungan serum ini bisa menembus tiap helai batang rambut dan melapisinya, sehingga rambut tampak berkilau. Shampoo ini juga memiliki wangi yang khas dan dirancang untuk tidak membuat rambut lepek.

Tak berhenti sampai di situ, Dove juga bekerja sama dengan UNICEF untuk proyek Dove Self-Esteem. Tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan diri dan penghargaan terhadap diri sendiri bagi anak muda di seluruh dunia.

Di Indonesia, kolaborasi Dove dengan UNICEF ini diwujudkan dalam sebuah modul pembelajaran Citra Tubuh yang Positif (Positive Body Image). Harapannya, modul ini akan mendorong para remaja Indonesia untuk lebih menghargai keunikan tubuh apa adanya dan meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya
Decoration image
Black hair
Hair Quiz