Tanya Jawab Minggu Ini: Bagaimana Cara Merawat Rambut yang Diwarnai dan Terlanjur Rusak?

Tim All Things Hair kini membuka kesempatan Tanya Jawab (T&J) tiap minggu untuk kamu yang punya pertanyaan seputar gaya dan perawatan rambut. Kami ingin membantu menjawab segala kegalauan dan keraguan kamu, jadi silakan kirim pertanyaan lewat email ATHidmanager@gmail.com dan nantikan jawabannya di sini.

Sertakan juga nama akun sosialmu (Instagram, Twitter atau Facebook) supaya kami bisa menghubungi seandainya pertanyaanmu terpilih. Siapa tahu ada kejutan menantimu!

Minggu ini, Indah Andini (23) bertanya seputar rambut rusak akibat diwarnai. Pengalaman mewarnai rambut untuk pertama kali memang tak akan terlupa. Hal ini juga dirasakan oleh Indah yang baru saja mewarnai rambutnya.

indah andini
Indah Andini. (Foto: Stephanie Elia)

Perdana bersentuhan dengan bahan kimia seperti amonia memang akan membuat sebagian orang merasa kaget. Betapa tidak? Rambut hitam yang semula terasa lembut berubah jadi lebih kering dan kasar.

“Rambutku tipe yang kering di ujung. Karena ini pertama kalinya diwarnai, rambutku cuma diwarnai biasa tanpa bleaching. Tapi, jadinya malah kering banget, ujungnya bercabang, dan warnanya juga berubah jadi terang,” cerita Indah.

Lalu, bagaimana cara merawat rambut yang diwarnai dan sudah terlanjur rusak? Simak paparan dari kami.

1. Keramas dengan Shampoo Khusus.

rambut diwarnai 1
Rambut panjang yang diwarnai harus sering dinutrisi dengan masker rambut. (Foto: Shutterstock)

Sehabis mewarnai rambut, sebaiknya kamu merawat rambut dengan produk khusus rambut diwarnai. Hal paling sederhana adalah keramas menggunakan shampoo dan conditioner khusus. Selain melembutkan rambut berwarnamu, warnanya juga lebih awet dan berkilau.

Untuk mudahnya, kamu bisa memilih shampoo yang kaya akan moisturizer atau kandungan pelembap. Salah satu yang kami rekomendasikan adalah Dove Nourishing Oil Care Shampoo dan Conditioner yang mengandung Nutri-oils.

2. Keramas Tiap Hari.

Ini dia kebiasaan yang paling sulit dihindari orang Indonesia. Di negara tropis dan lembap seperti ini, rasanya memang sulit untuk tidak keramas setiap hari.

Namun jika ingin warna rambut tetap awet dan tidak mudah berubah, sebaiknya kurangi intensitas keramas jadi dua kali seminggu saja. Kebiasaan ini juga akan mendorong produksi minyak alami pada kulit kepala, sehingga kamu terhindar dari kulit kepala kering.

3. Keramas dengan Air Panas.

Membasahi rambut dengan air panas atau hangat akan membuka kutikula rambut, sehingga akan mengubah warna rambut secara perlahan. Air dengan suhu yang terlalu panas juga bisa semakin melukai batang rambut yang memang sedang dalam kondisi rapuh. Sebaiknya, selalu keramas menggunakan air dingin untuk menjaga warna rambut tetap cantik dan berkilau.

4. Maskeran Tiga Hari Sekali.

cara merawat rambut yang diwarnai
Rambut yang diwarnai butuh perawatan ekstra agar tidak rusak. (Foto: Shutterstock)

Rajin maskeran jadi cara ampuh untuk menghindari rambut kering dan kaku. Kandungan nutrisi yang ada dalam masker rambut bisa melembutkan dan memperkuat rambut. Kamu bisa memilih masker rambut yang terbuat dari alpukat, madu, dan argan oil. Di pasaran, ada banyak produk hair mask yang diperuntukkan khusus bagi rambut diwarnai.

5. Sering Mencatok dan Pakai Hair Dryer.

Suhu panas merupakan musuh utama rambut diwarnai. Jika keseringan dicatok atau dikeringkan dengan hair dryer yang panas, jangan heran bila rambutmu akan berubah kering dan bercabang.

Kalaupun harus di-styling dengan catokan, kamu wajib menyemprotkan TRESemmé Keratin Smooth Heat Protect Spray pada batang rambut. Hal ini maha penting, karena produk ini berfungsi sebagai pelindung rambut agar tidak berubah kusam dan mudah patah.

6. Rajin Trimming Rambut.

Jika rambut memang sudah terlanjur rusak, salah satu cara merawat rambut yang diwarnai adalah dengan rajin trimming. Inilah cara paling efektif untuk menyingkirkan rambut yang bercabang di ujung. Rambut yang kering dan rusak juga akan membuat rambut terlihat mengembang dan kaku. Setidaknya, lakukan trimming setiap 2-8 minggu sekali untuk menghindari hal ini.

7. Konsumsi Makanan dengan Gizi dan Vitamin Tinggi.

rambut diwarnai
Rawat rambut dari luar dan dari dalam sekaligus. (Foto: Shutterstock)

Selain perawatan dari luar, rambutmu juga membutuhkan nutrisi dari dalam. Untuk memperkuat akar dan menjaga kesuburan rambut diwarnai, kamu juga sebaiknya mengonsumsi makanan yang tinggi protein, seperti ikan, ayam, telur, kacang-kacangan, juga susu.

Jika ingin hasilnya lebih maksimal, kamu juga bisa mengkonsumsi vitamin, seperti Biotin, Vitamin B-12, Vitamin D, Zinc, dan Vitamin C.

8. Oleskan Hair Oil atau Minyak Esensial.

Kamu tak melulu harus menggunakan vitamin rambut, kok. Untuk yang senang dengan segala sesuatu yang natural, kamu bisa coba menggunakan macam-macam hair oil yang baik bagi rambut, seperti minyak alpukat yang tinggi vitamin E ataupun minyak zaitun. Percayalah, rambutmu akan terasa lembut dan berkilau dalam sekejap!

9. Pahami Kandungan Cat Rambut.

cara merawat rambut diwarnai
Rambut yang diwarnai cenderung kering dan berubah warna bila tidak dirawat dengan baik. (Foto: Shutterstock)

Karena kerusakan akibat kesalahan yang tidak sengaja, jangan sampai kamu kapok dan jadi ogah dalam mencoba mewarnai rambut. Jika sudah tahu cara merawat rambut yang diwarnai, selanjutnya pastikan saja kamu memahami kandungan inti dari cat rambut.

Cat rambut menggunakan bahan kimia yang sudah pasti akan mengubah struktur dasar rambut, seperti Ammonia dan Hidrogen Peroksida. Tak hanya itu, perubahan tekstur setelah mewarnai rambut juga sangat mungkin terjadi.

Karena itu, kamu sangat harus berhati-hati ketika memilih cat rambut. Salah pilih cat rambut bisa menyebabkan rambut jadi bercabang dan warnanya tidak maksimal, seperti yang dialami Indah.

 

Jangan sampai kamu batal bereksperimen dengan warna rambut.