5 Model sanggul dasar yang harus kamu kuasai

Yunisa
×

Model sanggul ada banyak jenisnya. Sudahkah kamu tahu dasar-dasar dan istilahnya? Temukan jawabannya di sini.

Model sanggul merupakan gaya rambut yang khas dengan seluruh bagian rambut digulung hingga menyerupai bentuk tertentu dan membumbung di bagian belakang atau di atas kepala.

Sanggul rambut identik dengan pesta dan acara formal. Namun seiring berjalannya waktu dan pengaruh trend fashion, beberapa variasi sanggul juga cocok untuk dipakai sehari-hari.

Mengingat teknik membuat sanggul melibatkan rambut yang digulung, dijepit, dilipat, dan disemprot hairspray, kamu harus hati-hati saat mengeksplorasi gaya ini. Pastikan rambutmu mendapatkan perawatan yang dibutuhkan agar tidak mudah patah.

Agar terhindar dari masalah ini, gunakan DOVE Total Hair Fall Treatment Shampoo dan Dove Total Hair Fall Treatment Conditioner minimal dua hari sekali.

Dove Total Hair Fall Treatment Shampoo

Formulanya melindungi setiap helai rambut, bekerja mengurangi kerontokan** hingga 98%. Keduanya mengandung Nutrilock aktif yang dapat menyerap ke tiap helai rambutmu untuk membantu meminimalisir rambut patah, dan menjadikannya kuat dan indah setiap digunakan.

** Berdasarkan tes lab dengan pemakaian teratur dari Dove Total Hair Fall Treatment Rescue System

Sekarang lihat yuk model-modelnya!

 

Variasi model sanggul dasar yang harus kamu kuasai

 1. Beehive dan Bouffant.

Wanita dengan model sanggul beehive.
Model rambut mirip ‘sarang lebah’ ini menginspirasi film Hairspray (2007) (Foto: Verity Jane Smith)

Beehive

Model rambut beehive atau bouffant ini populer di tahun 60-an. Di sini kita mungkin mengenalnya dengan jenis sanggul sasak tinggi. Seluruh bagian rambut digulung ke dalam hingga berbentuk seperti sarang lebah. Model sanggul rambut yang terkesan dramatis ini cocok dipadukan dengan poni samping.

 

Wanita dengan rambut pirang yang ditata dengan model sanggul bouffant.
Sasak tak selamanya harus dipadukan dengan cepol. (Foto: Raquel Brust)

Bouffant

Teknik untuk mendapatkan beehive dan bouffant sangat mirip, yaitu menyasak rambut hingga mencapai ketinggian yang signifikan. Untuk mempertahankan tatanan rambutmu, gunakan hairspray. 

Half updo dengan bouffant.
Ikat setengah rambut bouffant-mu untuk mendapatkan gaya kasual. (Foto: Raquel Brust)

Tip editor: Gunakan TRESemmé Salon Finish Extra Control Mousse pada bagian rambut yang telah disasak untuk membuatnya lebih tahan lama.

TRESemmé Salon Finish Extra Control Mousse

Selain itu, format mousse memberikan tekstur pada rambut, membuatnya terlihat lebih bervolume, serta menjaga tatanan rambut tanpa membuat rambut jadi kaku dan lengket.

 

2. Hair bun.

Wanita rambut hitam yang ditata dalam gaya rambut messy bun
Model rambut ini masih jadi favorit karena praktis dan tidak ribet. (Foto: Dvora)

Messy bun.

Hair bun biasa kita kenal dengan sebutan ‘cepol’. Model rambut ini dihasilkan dengan menggulung seluruh rambut sehingga berbentuk bulat dengan bantuan karet dan jepit rambut. Ada pula yang kreatif dengan menggunakan sumpit atau donat rambut agar lebih praktis.

 

Wanita dengan rambut cokelat yang ditata dalam model sanggul ballerina bun.
Pakai bandana agar aktivitas olahragamu tidak terganggu. (Foto: Verity Jane Smith)

Ballerina bun.

Cepol bisa diposisikan agar berada tepat di atas kepala. Gaya ini kita kenal sebagai top knot

 

Wanita rambut pirang yang ditata dengan model sanggul double pigtails bun.
Odango atau model rambut cepol dua seperti ini bisa digunakan si rambut pendek juga. (Foto: Indigitalimages.com)

Double pigtails bun.

Variasi lain dari sanggul jenis ini adalah braided bun, pigtail buns, atau dikenal juga dengan nama odango di Jepang. Gaya ini dipopulerkan oleh karakter Princess Leia dalan film Star Wars: Episode IV – A New Hope.

 

3. Chignon.

Wanita rambut pirang yang ditata dengan model sanggul chignon dasar.
Tatanannya rapi dan sangat rendah, cocok dipilih untuk pesta atau acara formal lainnya. (Foto: REX by Shutterstock)

Chignon klasik.

Chignon dan hair bun hampir mirip jika dilihat dari bentuknya. ‘Chignon’ berasal dari frasa Prancis ‘chignon du cou’ yang berarti ‘tengkuk leher’. Sehingga bisa kita simpulkan bahwa gaya rambut chignon biasanya posisinya persis di atas tengkuk leher.

Model sanggul ini favorit untuk acara prom dan pesta. Jika kamu ingin menggunakan strapless dress dan membuat pusat perhatian tertuju pada bahu dan leher, kamu bisa memilih model rambut ini.

 

Wanita rambut pirang yang ditata dengan model sanggul gibson tuck
Variasi chignon lain yang bisa didapatkan dalam waktu singkat. (Foto: Verity Jane Smith)

Gibson tuck.

Model sanggul Gibson tuck mulai populer pada awal abad 20-an. Untuk mendapatkan gaya ini, ikat rambut menjadi ponytail dan gulung rambut yang menjuntai sedikit demi sedikit ke arah karet rambut.

 

Wanita dengan rambut cokelat yang ditata dengan model sanggul variasi chignon dengan kepang.
Ada juga yang membuat variasinya dengan bentuk kepang rambut. (Foto: iStock by Getty Images)

Chignon dengan kepang.

Untuk menambahkan karakter pada tampilanmu, kepang rambut sebelum digulung menjadi bentuk chignon.

 

4. French twist.

Wanita rambut cokelat yang ditata dengan gaya rambut French twist.
Model rambut ini terkenal karena menjadi favorit para pramugari. (Foto: Raquel Brust)

French twist.

French twist pertama muncul awal tahun 1960-an. Gaya rambut ini diciptakan dengan mengumpulkan seluruh rambut dan menggulungnya secara vertikal sehingga terbentuk seperti croissant.

 

Wanita rambut pirang yang ditata dengan variasi messy French twist
Gaya ini juga kerap dipilih para stylist untuk model runway. (Foto: Indigitalimages.com) 

Messy French twist

Biarkan penampilannya sedikit acak untuk menambah kesan kasual. Cocok untuk pergi ke kantor atau acara semi formal.

 

5. Ponytails.

Wanita rambut hitam yang dikuncir ponytail
Gaya rambut paling sederhana yang sudah kita kuasai sejak kecil. (Foto: Verity Jane Smith)

Ponytail sederhana.

Gaya updo tidak hanya terbatas pada model sanggul saja. Kuncir ekor kuda (ponytails) juga termasuk di dalamnya. Variasi gaya lain yang bisa kamu coba adalah ponytail. 

 

Wanita rambut pirang yang dikuncir dengan gaya bubble ponytail.
Berikan karakter pada tatanan rambutmu yang sederhana. (Foto: Indigitalimages.com)

Bubble ponytail.

Disebut bubble karena efek yang dihasilkan dari penggunaan banyak karet rambut. Untuk membuatnya terlihat lebih bubbly, kamu bisa menarik-narik sedikit rambut agar ukurannya lebih besar dan terlihat lebih bervolume. Model rambut ini bisa divariasikan dengan gaya half updo, side ponytail, dan pigtails. Namun, ada juga yang menggunakannya di samping (side ponytails).

 

Wanita rambut cokelat yang dikuncir dengan double ponytail.
Rambutmu tidak cukup panjang? Coba deh teknik ini. (Foto: Indigitalimages.com)

Double ponytail.

Untuk mengakali rambutmu yang tidak terlalu panjang, kamu bisa mencoba gaya rambut ini sesekali.

Masih ingin bereksperimen dengan gaya updo lainnya? Simak berbagai galeri inspirasi kami untuk model top knot, sanggul untuk rambut pendek, dan berbagai variasi ponytails.