Lagi #DiRumahAJa? Yuk, Pelajari Cara Mewarnai Rambut Sendiri!

Sudah siap mewarnai rambut sendiri?

Sudah berapa minggu sejak kamu melakukan social distancing? Apakah kantormu termasuk yang memberlakukan aturan work from home? Jika iya, mungkin kamu menjadi lebih terbiasa meeting via online atau video call dan melakukan segalanya dari meja kerjamu. Benar nggak?

Ada kalanya rasa bosan melanda. Nah, yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya adalah dengan membuat meja kerjamu menarik dan jangan lupakan penampilanmu juga! Mumpung lagi #DiRumahAja, bagaimana kalau kamu makeover penampilan dengan mencoba warna rambut baru?

Nggak perlu ke salon, cukup pelajari cara mewarnai rambut sendiri di rumah. Asalkan produk dan tahapannya sesuai, hasilnya pun tak akan jauh berbeda dari hasil colorist di salon.

Produk cat rambut dan perlengkapannya? Bisa beli secara online. Panduan mewarnai rambut dan pilihan warnanya? Semua ada di All Things Hair. Selain cat rambut serta perlengkapan aplikasinya, yang kamu butuhkan adalah kesabaran dan niat!

Jenis cat rambut ada banyak ragamnya. Mulai dari cat rambut klasik berbentuk krim hingga yang praktis berbentuk shampoo. Pilihannya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan rambut dan keinginan kamu.

Untuk kamu yang mau belajar lebih jauh soal cat rambut, simak serba-serbi dan cara mewarnai rambut sendiri dari kami berikut ini, yuk!

1. Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Mewarnai Rambut.
2. Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mewarnai Rambut.
3. Tahapan Mewarnai Rambut.
4. Cara Menghilangkan Cat Rambut di Tangan dan Kulit.
5. Cara Merawat Rambut Diwarnai agar Tidak Kering dan Kusam.
6. Cara Mewarnai Rambut Sendiri dengan Bahan Alami.

Wanita asia dengan rambut panjang dan diwarnai
Mewarnai rambut sendiri tak sesulit yang kamu bayangkan, lho. (Foto: Shutterstock)

1. Tekstur Rambut Akan Berubah.

Mewarnai rambut pada dasarnya adalah tindakan ‘merusak rambut’. Untuk membuat warnanya terserap pada batang rambut, kutikula perlu dibuka melalui proses kimiawi. Suka tidak suka, kamu harus menerima fakta rambut akan jadi lebih kering atau kaku sehabis diwarnai. Hal ini disebabkan oleh bahan kimia yang terkandung di dalam cat rambut, seperti amonia dan peroksida.

2. Hasilnya Pada Tiap Orang Akan Berbeda.

Tak ada yang bisa menjamin apakah hasil rambut akan 100% sesuai dengan gambar atau keinginan kamu. Hasil akhirnya dipengaruhi banyak faktor, seperti kadar pigmen yang terkandung dalam batang rambutmu, bahkan kesehatan rambut. Rambut dengan pigmen gelap yang tinggi cenderung lebih sulit diberi warna terang.

Perlu proses bleaching terlebih dahulu untuk melunturkan warna rambut alamimu. Bahkan dalam satu kepala saja, keadaan batang rambut tidak sama. Bagian ujung rambut yang kering dan rusak biasanya lebih mudah menerima warna terang dibandingkan pada akar rambut yang masih sehat dan ternutrisi dengan baik.

3. Butuh Perawatan Ekstra.

Sebelum mewarnai rambut, kamu harus paham bahwa rambut yang terkena bahan kimia seperti amonia atau peroksida akan berubah kering dan lebih kaku, bahkan bisa bercabang. Oleh karenanya, kamu harus berjanji kepada diri sendiri untuk rajin creambath, hairspa di salon, dan pakai vitamin/serum khusus rambut diwarnai.

wanita asia dengan rambut indah bergelombang
Rambut diwarnai butuh perawatan ekstra. (Foto: Shutterstock)

1. Pilih Warna Rambut yang Cocok.

Ini maha penting! Kamu harus menemukan warna rambut yang cocok sebelum memutuskan untuk mengecat rambut sendiri. Ingat, komitmennya penting loh, mengingat kamu akan menghabiskan banyak waktu dengan rambut barumu ini paling tidak selama 5 minggu (15 wash day).

Salah-salah, kulit dan wajah malah bisa kelihatan kusam atau pucat! Warna rambut yang tepat bisa menyanjung wajah, bahkan memberikan efek contour alami loh. Jadi pastikan memilih warna rambut yang sesuai dengan undertone kulitmu, ya. Warm atau cool undertone?

Cat rambut
Mewarnai rambut sendiri sangat mudah untuk dilakukan, lho. (Foto: Shutterstock)

2. Siapkan Cat sesuai Panjang Rambut.

Semakin panjang rambut, semakin banyak pula cat rambut yang dibutuhkan. Kamu yang berambut panjang dan tebal membutuhkan lebih banyak cat rambut dibandingkan rambut pendek dan tipis.

Jangan sampai rambutmu jadi belang gara-gara kehabisan cat rambut! Jika perlu, beli cat rambut lebih banyak dari biasanya. Lebih baik overprepare dibandingkan menyesal! Kalau memang ada sisanya, kamu bisa gunakan untuk jadwal touch up akar rambut selanjutnya.

3. Lakukan Tes Alergi.

Ini dia langkah krusial yang sering disepelekan banyak orang. Alergi cat rambut bisa menimbulkan rasa terbakar, panas, gatal, bengkak, sesak nafas, bahkan kematian. Hal ini biasanya disebabkan oleh kandungan p-Phenylenediamine yang rentan menyebabkan iritasi.

Cara menguji alergi cukup mudah, kok. Cukup oleskan cat rambut di belakang telinga dan diamkan selama 48 jam. Jika tidak muncul ruam atau kemerahan, artinya kamu tidak mengalami reaksi alergi sehingga aman untuk mengecat rambut.

4. Siapkan ‘Asisten’.

rambut diwarnai
Proses mengecat rambut. (Foto: Shutterstock)

Mewarnai rambut sendiri memang mudah untuk dilakukan. Namun, sebagian orang merasa kesulitan mengaplikasikan cat pada rambut bagian belakang.

Jika kamu berasa kesulitan melakukannya, sebaiknya mintalah bantuan kepada orang lain, seperti ibu, kakak, adik, atau bahkan sahabatmu. Dengan bantuan asisten, cara mewarnai rambut sendiri ini lebih baik ketimbang memaksakan diri dan merasa kecewa saat melihat hasil rambut tidak sesuai harapan!

Cara mewarnai rambut sendiri tak sulit, kok. Kamu hanya perlu telaten dan memastikan seluruh bagian rambut terkena cat sampai merata. Ini dia panduannya!

1. Siapkan Semua Peralatan.

Pertama-tama, kamu harus memastikan seluruh peralatan untuk mewarnai rambut sudah tersedia. Yang kamu butuhkan adalah mangkok atau wadah plastik, kuas rambut, handuk untuk menutupi pundak, beberapa jepit rambut, cermin, dan penutup kuping.

Sediakan juga petroleum jelly yang bisa kamu aplikasikan pada bagian kulit yang akan bersentuhan dengan cat rambut untuk menghindari rasa perih dari bahan kimia.

2. Sisir dan Bagi Rambut.

Sebelum mewarnai, pastikan rambutmu berada dalam kondisi kering dan bersih, ya! Sisir rambut hingga rapi. Setelah itu, bagi rambut menjadi tiga hingga 4 bagian; atas, bawah, dan tengah.

Langkah ini berguna untuk memudahkan kamu membagi rambut saat mewarnainya, sehingga warna rambut lebih merata.

3. Pakai Kain Penutup Bahu dan Sarung Tangan.

Ini penting untuk menghindari noda permanen pada pakaian atau tanganmu. Kamu bisa menggunakan handuk khusus atau baju yang sudah tidak terpakai lagi.

4. Racik Cat Rambut.

Ambil mangkok atau wadah kecil, campurkan semua komponen pewarna rambut dan aduk hingga rata. Biasanya dalam satu kotak cat rambut terdapat sebotol cairan developer dan 1 tube hair colorant cream.

Jika bingung, kamu bisa membaca kertas petunjuk pemakaian yang juga tersedia dalam kotak cat rambut.

5. Aplikasikan Merata, mulai dari Akar ke Ujung Rambut.

Sebelum mengaplikasikan cat rambut, aplikasikan petroleum jelly terlebih dahulu di beberapa area kulit seperti dahi, bagian tengkuk, pelipis, dan telinga. Selain untuk menghindari kontak langsung dengan produk, cat rambut yang terkena kulit juga akan mudah dibilas nantinya.

Ambil sedikit demi sedikit bagian rambut, lalu aplikasikan cat rambut mulai dari akarnya. Proses pengecatan dimulai dari akar rambut menuju ujung rambut, mengingat bagian akar cenderung lebih gelap dibandingkan ujungnya.

Sisir aplikasi cat rambut mempunyai dua ujung yang berbeda, satunya sisir dan satu lagi berbentuk brush. Bagian brush digunakan untuk menyapukan cat rambut, sedangkan sisirnya digunakan untuk meratakan cat rambut ke seluruh batang. Jadi setelah menyapukan cat rambut, kamu bisa menyisirnya agar warnanya merata.

Diamkan 30 menit hingga catnya meresap sempurna dan warnanya berubah menjadi gelap.

6. Bilas dengan Air Dingin.

wanita asia sedang mengeringkan rambut dengan sisir dan hairdryer
Keramas dengan air dingin. (Foto: Shutterstock)

Setelah 30 menit, bilas dengan air dingin untuk menutup kutikula rambut yang sudah terbuka selama masa pewarnaan. Agar sisa cat bersih maksimal, keramas dengan shampoo khusus untuk rambut diwarnai.

Rekomendasi kami adalah TRESemmé Color Radiance & Repair for Bleached Hair Shampoo yang mengandung Purple Pigment Formula. Purple shampoo pertama di Indonesia ini juga dilengkapi dengan Plant Placenta Extract untuk menutrisi dan memberikan perlindungan rambut dari kerusakan.

Saat kamu mewarnai rambut sendiri di rumah, noda cat rambut yang menempel di kulit kemungkinan akan sulit dibersihkan. Selain menggunakan alat-alat yang sesuai, kamu juga harus melakukan beberapa aksi preventif supaya hal ini tidak terjadi!

Agar tidak menempel di kulit, kamu bisa menggunakan petroleum jelly, baby oil, atau lip balm pada beberapa area seperti dahi, leher, pelipis dan juga telinga. Gunakan juga sarung tangan dengan bahan tebal agar pigmen rambut tidak menempel di kulit.

Nah, jika sudah terlanjur, kamu bisa menghapusnya dengan cara ini:

  1. Alkohol dan Sabun. Tuangkan sedikit alkohol pada kapas lalu gosok perlahan. Saat noda sudah mulai menipis, gunakan sabun.
  2. Oil-based Makeup Remover. Kamu pasti punya dong, makeup remover untuk menghapus riasan mata dan bibir dengan kandungan minyak? Nah coba deh gunakan ini jika kulitmu sensitif terhadap alkohol, seperti di wajah dan leher.
  3. Larutan Cuka dan Air. Jika kamu tahan dengan bau cuka yang menyengat, kamu bisa gunakan tips ini. Kandungan cuka yang acidic cukup kuat untuk menghilangkan noda. Campur dengan sedikit perasan air lemon supaya lebih segar.
  4. Minyak Zaitun. Penggunaan minyak zaitun bisa dicoba pada bagian kulit yang sensitif dan tipis, seperti pelipis, telinga, dan juga leher.
  5. Pasta Gigi dan Sikat Gigi. Bagian yang paling mudah untuk menyerap pigmen warna adalah telapak tangan. Kamu bisa gunakan pasta gigi, lalu sikat bagian dengan noda membandel dengan sikat gigi lembut yang sudah tidak digunakan.
  6. Sabun Cuci Piring. Jangankan noda membandel di tangan, noda di pakaian juga bisa disapu bersih oleh sabun cuci piring. Namun, hati-hati dalam menggunakannya ya, jika terlalu banyak akan membuat kulitmu kering.

wanita asia dengan rambut panjang dan diwarnai
Sudah pernah coba cat rambut sendiri? (Foto: Shutterstock)

Seluruh pakar rambut dunia sepakat, rambut yang sudah terkena bahan kimia perlu dirawat secara intens. Tak perlu muluk-muluk mengunjungi salon setiap minggu, kok!

Kamu hanya perlu memastikan rambut terhidrasi dan mendapat nutrisi yang cukup pasca diwarnai. Mau tahu langkah perawatan simpel apa saja yang harus kamu lakukan untuk menjaga rambut diwarnai tetap sehat dan berkilau?

1. Kurangi Frekuensi Keramas.

Hindari keramas terlalu sering, karena akan mempercepat lunturnya warna rambut. Misalnya, jika biasanya kamu keramas 3 kali dalam seminggu,setelah mewarnai rambut kamu bisa menguranginya jadi 2 kali seminggu.

2. Rajin Pakai Masker.

Harus dilakukan secara rutin, khususnya untuk merawat rambut yang sudah terkena bahan kimia. Selain melembutkan, rajin maskeran berguna untuk menjaga keawetan warna agar tidak cepat pudar.

3. Pakai Shampoo Khusus Rambut Berwarna.

Hindari keramas dengan shampoo biasa, khususnya yang mengandung mentol karena bisa membuat warna rambut pudar lebih cepat! Shampoo yang mengandung menthol atau khusus untuk permasalahan kulit kepala biasanya memiliki bahan-bahan aktif yang bersifat untuk membersihkan secara menyeluruh.

Kandungannya dapat melibas seluruh kotoran, minyak, debu secara efektif, termasuk pigmen warna pada batang rambutmu! Karena itu biasakan untuk menggunakan shampoo khusus rambut berwarna, ya!

Kalau rambutmu tidak di-bleach, kamu bisa menggunakan TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair Shampoo. Diformulasikan dengan Plant Placenta Extract yang kaya akan asam amino, shampoo ini akan membersihkan dan memberi nutrisi pada rambut. Lanjutkan dengan TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair Conditioner untuk hasil maksimal.

wanita asia berambut panjang
Sudah pernah coba cara mewarnai rambut sendiri dengan bahan alami? (Foto: Shutterstock)

Tim All Things Hair paham, sebagian dari kamu enggan mewarnai rambut karena takut dengan efek sampingnya. Seperti rambut kering, bercabang, dan kusam.

Namun, tahukah kamu mewarnai rambut tak hanya bisa dilakukan menggunakan cat rambut?

Ada banyak bahan alami yang bisa kamu manfaatkan untuk mewarnai rambut, dengan hasil natural yang tidak merusak rambut. Simak informasi cara mewarnai rambut sendiri dengan bahan alami berikut ini, yuk!

1. Henna.

Mewarnai rambut secara alami dengan henna
Henna juga bisa dijadikan sebagai pengganti cat rambut, lho! (Fioto: Shutterstock)

Henna merupakan pewarna alami yang berasal dari tanaman Lawsonia Inermis. Tanaman ini banyak ditemukan di Arab, Asia Selatan, Afrika, dan Australia. Di Indonesia sendiri, henna dikenal dengan nama daun pacar.

Sejak dulu, henna digunakan sebagai bahan tatto temporer. Bangsa Arab, India, China, dan Mesir menggunakan henna sebagai bahan body painting yang aman untuk kulit.

Jika tak ingin menggunakan bahan kimia yang merusak rambut, kamu bisa menggunakan henna untuk menghasilkan warna copper, tembaga, atau rona kemerahan pada rambutmu.

Langkah yang Perlu Dilakukan:

1. Siapkan Henna.

Campurkan 1/2 cangkir bubuk henna dengan 1/4 gelas air. Jika dirasa terlalu kental, kamu bisa menambahkan lebih banyak air. Aduk rata dan diamkan selama 12 jam.

2. Aplikasikan Minyak Kelapa.

Keramas bersih, lalu kenakan bandana dan oleskan minyak kelapa secukupnya pada garis rambut. Trik ini berguna melindungi area tengkuk dan kening agar tidak kotor saat tak sengaja terkena henna.

3. Oleskan Henna.

Oleskan pasta henna secara merata pada rambutmu, persis seperti mewarnai rambut dengan cat rambut biasa. Setelah semua bagian rambut merata, bungkus dengan plastik dan diamkan selama 6 jam. Bilas bersih, kini rambut kemerahan jadi milikmu!

2. Lemon.

wanita asia dengan rambut kecokelatan memegang lemon
Cara mewarnai rambut sendiri dengan lemon sangat mudah untuk dilakukan. (Foto: Shutterstock)

Merasa warna rambutmu terlalu gelap? Kamu bisa menggunakan lemon untuk menaikkan warna rambut setingkat lebih cerah, lho.

Asam sitrat yang terkandung di dalam lemon bisa mengoksidasi rambut secara alami, tak jauh berbeda dengan krim bleaching. Asyiknya lagi, lemon memberi hasil permanen yang tidak merusak rambut!

Langkah yang Perlu Dilakukan:

Tuangkan air perasan lemon ke dalam botol spray kosong, lalu semprot merata ke seluruh area rambutmu. Sisir rambut perlahan untuk meratakan air lemon sambil duduk di bawah sinar matahari. Diamkan selama satu jam, lalu bilas bersih.

3. Daun Sage.

daun sage untuk mewarnai rambut sendiri
Daun sage bisa menggelapkan warna rambut. (Foto: Shutterstock)

Daun sage memberi efek yang 180 derajat berbeda dengan air lemon. Daun sage punya kemampuan untuk menggelapkan warna rambut yang dirasa salah warna atau terlalu terang. Cara mewarnai rambut dengan daun sage tak sulit untuk kamu lakukan sendiri di rumah.

Langkah yang Perlu Dilakukan:

1. Rebus Daun Sage.

Rendam secangkir daun sage kring ke dalam 1 liter air mendidih selama 30 menit. Jika menginginkan warna yang lebih pekat, kamu bisa merebus daun sage lebih lama. Setelah dirasa cukup, saring dan diamkan rebusan sage hingga dingin.

2. Balurkan Pada Rambut.

Balurkan air rebusan sage secara merata pada rambutmu, lalu diamkan selama 15-30 menit. Setelah mengering dan dirasa cukup, keramas hingga bersih.

4. Kemiri.

kemiri untuk menghitamkan rambut
Kamu bisa menggunakan kemiri untuk menghitamkan rambut secara alami. (Foto: Shutterstock)

Kemiri bisa kamu gunakan untuk menghitamkan warna rambut atau menyamarkan uban yang mulai muncul. Pewarna alami ini dijamin tak akan bikin rambutmu kering ataupun rusak.

Cara: Tumbuk kemiri sampai halus lalu sangrai hingga mengeluarkan minyak. Setelahnya, oleskan merata di seluruh rambut dan pijat perlahan. Lakukan 30 menit sebelum keramas, rambutmu akan berubah jadi hitam dan berkilau.

5. Kembang Sepatu.

bunga kembang sepatu untuk mewarnai rambut
Warna rambut merah alami bisa kamu peroleh dengan bunga hibiscus. (Foto: Shutterstock)

Bunga kembang sepatu juga bisa membuat rambutmu jadi kemerahan, lho. Selain itu, bunga cantik ini juga membuat rambutmu terasa halus dan berkilau.

Langkah yang Perlu Dilakukan:

1. Campurkan Kelopak Bunga Dengan Minyak Zaitun.

Ambil 20 kelopak bunga sepatu, lalu campurkan dengan 2 sdm minyak zaitun. Panaskan di atas wajah hingga semuanya tercampur dan berubah jadi merah gelap.

2. Aplikasikan Pada Rambut.

Saat minyak bunga sudah dingin, aplikasikan secara merata pada rambutmu. Pijat kulit kepala secara perlahan, diamkan selama 30 menit sebelum dibilas. Untuk intensitas warna yang lebih nyata, lakukan hal ini setiap pagi selama seminggu berturut-turut.

6. Kopi.

bubuk kopi untuk mewarnai rambut
Sayangnya, warna rambut yang dihasilkan bubuk kopi tidak bersifat permanen. (Foto: Shutterstock)

Berbeda dari hasil lemon atau kemiri yang bersifat permanen, mewarnai rambut dengan kopi memberi hasil temporer. Kopi membantu mewarnai rambutmu jadi lebih hitam atau gelap, sehingga efektif menutupi uban secara instan.

Langkah yang Perlu Dilakukan:

Seduh secangkir kopi, lalu campurkan dengan 2 sdm bubuk kopi untuk menambah kepekatan. Aduk rata bersama conditioner rambut hingga mengental. Oleskan pada rambutmu selama satu jam, lalu keramas sampai bersih. Jika warnanya dirasa masih kurang, kamu bisa melakukan prosedur ini sebanyak beberapa kali.

Artikel selanjutnya

Topik terkait