Cara Mewarnai Rambut Sendiri di Rumah, Cocok untuk Pemula

Sudah siap mewarnai rambut sendiri?

Sejak ratusan tahun silam, praktik mewarnai rambut sudah dilakukan oleh para wanita. Bahkan orang Mesir kuno pada jaman dahulu juga menggunakan henna dan ekstrak tumbuh-tumbuhan untuk melapisi warna ubannya.

Kini praktiknya sudah kian umum, bahkan mewarnai rambut sendiri di rumah sudah tidak aneh lagi. Cara mewarnai rambut sendiri juga cenderung mudah untuk dipelajari.

Apakah kamu termasuk dalam golongan orang yang belum pernah mewarnai rambut sendiri? Jika begitu, coba jadikan pengalaman ini sebagai to do list kamu selanjutnya! Mewarnai rambut sendiri sama sekali tidak sulit, kok. Kamu bisa dengan mudah menemukan produk cat rambut di supermarket atau drugstore terdekat. Selain cat rambut serta perlengkapan aplikasinya, yang kamu butuhkan adalah kesabaran dan niat!

Jenis cat rambut ada banyak ragamnya. Mulai dari cat rambut klasik berbentuk krim hingga yang praktis berbentuk shampoo. Pilihannya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan rambut dan keinginan kamu. Untuk kamu yang mau belajar lebih jauh soal cat rambut, simak serba-serbi dan cara mewarnai rambut sendiri dari Tim All Things Hair berikut ini, yuk!

cat rambut
Mewarnai rambut sendiri tak sesulit yang kamu bayangkan, lho. (Foto: Shutterstock)

1. Tekstur Rambut Akan Berubah.

Mewarnai rambut pada dasarnya adalah tindakan ‘merusak rambut’. Untuk membuat warnanya terserap pada batang rambut, kutikula perlu dibuka melalui proses kimiawi. Suka tidak suka, kamu harus menerima fakta rambut akan jadi lebih kering atau kaku sehabis diwarnai. Hal ini disebabkan oleh bahan kimia yang terkandung di dalam cat rambut, seperti amonia dan peroksida.

2. Hasilnya Pada Tiap Orang Akan Berbeda.

Tak ada yang bisa menjamin apakah hasil rambut akan 100% sesuai dengan gambar atau keinginan kamu. Hasil akhirnya dipengaruhi banyak faktor, seperti kadar pigmen yang terkandung dalam batang rambutmu, bahkan kesehatan rambut. Rambut dengan pigmen gelap yang tinggi cenderung lebih sulit diberi warna terang.

Perlu proses bleaching terlebih dahulu untuk melunturkan warna rambut alamimu. Bahkan dalam satu kepala saja, keadaan batang rambut tidak sama. Bagian ujung rambut yang kering dan rusak biasanya lebih mudah menerima warna terang dibandingkan pada akar rambut yang masih sehat dan ternutrisi dengan baik.

3. Butuh Perawatan Ekstra.

Sebelum mewarnai rambut, kamu harus paham bahwa rambut yang terkena bahan kimia seperti amonia atau peroksida akan berubah kering dan lebih kaku, bahkan bisa bercabang. Oleh karenanya, kamu harus berjanji kepada diri sendiri untuk rajin creambath, hairspa di salon, dan pakai vitamin/serum khusus rambut diwarnai.

rambut diwarnai
Rambut diwarnai butuh perawatan ekstra. (Foto: Shutterstock)

1. Pilih Warna Rambut yang Cocok.

Ini maha penting! Kamu harus menemukan warna rambut yang cocok sebelum memutuskan untuk mengecat rambut sendiri. Ingat, komitmennya penting loh, mengingat kamu akan menghabiskan banyak waktu dengan rambut barumu ini paling tidak selama 5 minggu (15 wash day).

Salah-salah, kulit dan wajah malah bisa kelihatan kusam atau pucat! Warna rambut yang tepat bisa menyanjung wajah, bahkan memberikan efek contour alami loh. Jadi pastikan memilih warna rambut yang sesuai dengan undertone kulitmu, ya. Warm atau cool undertone?

Cat rambut
Mewarnai rambut sendiri sangat mudah untuk dilakukan, lho. (Foto: Shutterstock)

2. Siapkan Cat sesuai Panjang Rambut.

Semakin panjang rambut, semakin banyak pula cat rambut yang dibutuhkan. Kamu yang berambut panjang dan tebal membutuhkan lebih banyak cat rambut dibandingkan rambut pendek dan tipis.

Jangan sampai rambutmu jadi belang gara-gara kehabisan cat rambut! Jika perlu, beli cat rambut lebih banyak dari biasanya. Lebih baik overprepare dibandingkan menyesal! Kalau memang ada sisanya, kamu bisa gunakan untuk jadwal touch up akar rambut selanjutnya.

3. Lakukan Tes Alergi.

Ini dia langkah krusial yang sering disepelekan banyak orang. Alergi cat rambut bisa menimbulkan rasa terbakar, panas, gatal, bengkak, sesak nafas, bahkan kematian. Hal ini biasanya disebabkan oleh kandungan p-Phenylenediamine yang rentan menyebabkan iritasi.

Cara menguji alergi cukup mudah, kok. Cukup oleskan cat rambut di belakang telinga dan diamkan selama 48 jam. Jika tidak muncul ruam atau kemerahan, artinya kamu tidak mengalami reaksi alergi sehingga aman untuk mengecat rambut.

cat rambut sendiri
Peralatan cat rambut sendiri di rumah. (Foto: Shutterstock)

Cara mewarnai rambut sendiri tak sulit, kok. Kamu hanya perlu telaten dan memastikan seluruh bagian rambut terkena cat sampai merata. Ini dia panduannya!

1. Siapkan Semua Peralatan.

Pertama-tama, kamu harus memastikan seluruh peralatan untuk mewarnai rambut sudah tersedia. Yang kamu butuhkan adalah mangkok atau wadah plastik, kuas rambut, handuk untuk menutupi pundak, beberapa jepit rambut, cermin, dan penutup kuping.

Sediakan juga petroleum jelly yang bisa kamu aplikasikan pada bagian kulit yang akan bersentuhan dengan cat rambut untuk menghindari rasa perih dari bahan kimia.

2. Sisir dan Bagi Rambut.

Sebelum mewarnai, pastikan rambutmu berada dalam kondisi kering dan bersih, ya! Sisir rambut hingga rapi. Setelah itu, bagi rambut menjadi tiga hingga 4 bagian; atas, bawah, dan tengah.

Langkah ini berguna untuk memudahkan kamu membagi rambut saat mewarnaninya, sehingga warna rambut lebih merata.

3. Pakai Kain Penutup Bahu dan Sarung Tangan.

Ini penting untuk menghindari noda permanen pada pakaian atau tanganmu. Kamu bisa menggunakan handuk khusus atau baju yang sudah tidak terpakai lagi.

4. Racik Cat Rambut.

Ambil mangkok atau wadah kecil, campurkan semua komponen pewarna rambut dan aduk hingga rata. Biasanya dalam satu kotak cat rambut terdapat sebotol cairan developer dan 1 tube hair colorant cream.

Jika bingung, kamu bisa membaca kertas petunjuk pemakaian yang juga tersedia dalam kotak cat rambut.

5. Aplikasikan Merata Pada Rambut.

Sebelum mengaplikasikan cat rambut, aplikasikan petroleum jelly terlebih dahulu di beberapa area kulit seperti dahi, bagian tengkuk, pelipis, dan telinga. Selain untuk menghindari kontak langsung dengan produk, cat rambut yang terkena kulit juga akan mudah dibilas nantinya.

Ambil sedikit demi sedikit bagian rambut, lalu aplikasikan cat rambut mulai dari akarnya. Proses pengecatan dimulai dari akar rambut menuju ujung rambut, mengingat bagian akar cenderung lebih gelap dibandingkan ujungnya.

Sisir aplikasi cat rambut mempunyai dua ujung yang berbeda, satunya sisir dan satu lagi berbentuk brush. Bagian brush digunakan untuk menyapukan cat rambut, sedangkan sisirnya digunakan untuk meratakan cat rambut ke seluruh batang. Jadi setelah menyapukan cat rambut, kamu bisa menyisirnya agar warnanya merata.

Diamkan 30 menit hingga catnya meresap sempurna dan warnanya berubah menjadi gelap.

6. Bilas dengan Air Dingin.

keramas
Keramas dengan air dingin. (Foto: Shutterstock)

Setelah 30 menit, bilas dengan air dingin untuk menutup kutikula rambut yang sudah terbuka selama masa pewarnaan. Agar sisa cat bersih maksimal, keramas dengan shampoo khusus untuk rambut diwarnai.

Rekomendasi kami adalah TRESemmé Color Radiance & Repair for Bleached Hair Shampoo yang mengandung Purple Pigment Formula. Purple shampoo pertama di Indonesia ini juga dilengkapi dengan Plant Placenta Extract untuk menutrisi dan memberikan perlindungan rambut dari kerusakan.

Mewarnai rambut sendiri memang mudah untuk dilakukan. Namun, sebagian orang merasa kesulitan mengaplikasikan cat pada rambut bagian belakang.

Jika kamu berasa kesulitan melakukannya, sebaiknya mintalah bantuan kepada orang lain, seperti ibu, kakak, adik, atau bahkan sahabatmu. Ini lebih baik ketimbang memaksakan diri dan merasa kecewa saat melihat hasil rambut tidak sesuai harapan!

rambut diwarnai
Proses mengecat rambut. (Foto: Shutterstock)

 

rambut diwarnai
Sudah pernah coba cat rambut sendiri? (Foto: Shutterstock)

Seluruh pakar rambut dunia sepakat, rambut yang sudah terkena bahan kimia perlu dirawat secara intens. Tak perlu muluk-muluk mengunjungi salon setiap minggu, kok!

Kamu hanya perlu memastikan rambut terhidrasi dan mendapat nutrisi yang cukup pasca diwarnai. Mau tahu langkah perawatan simpel apa saja yang harus kamu lakukan untuk menjaga rambut diwarnai tetap sehat dan berkilau?

1. Kurangi Frekuensi Keramas.

Hindari keramas terlalu sering, karena akan mempercepat lunturnya warna rambut. Misalnya, jika biasanya kamu keramas 3 kali dalam seminggu,setelah mewarnai rambut kamu bisa menguranginya jadi 2 kali seminggu.

2. Rajin Pakai Masker.

Harus dilakukan secara rutin, khususnya untuk merawat rambut yang sudah terkena bahan kimia. Selain melembutkan, rajin maskeran berguna untuk menjaga keawetan warna agar tidak cepat pudar.

3. Pakai Shampoo Khusus Rambut Berwarna.

Hindari keramas dengan shampoo biasa, khususnya yang mengandung mentol karena bisa membuat warna rambut pudar lebih cepat! Shampoo yang mengandung menthol atau khusus untuk permasalahan kulit kepala biasanya memiliki bahan-bahan aktif yang bersifat untuk membersihkan secara menyeluruh.

Kandungannya dapat melibas seluruh kotoran, minyak, debu secara efektif, termasuk pigmen warna pada batang rambutmu! Karena itu biasakan untuk menggunakan shampoo khusus rambut berwarna, ya!

Kalau rambutmu tidak di-bleach, kamu bisa menggunakan TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair Shampoo. Diformulasikan dengan Plant Placenta Extract yang kaya akan asam amino, shampoo ini akan membersihkan dan memberi nutrisi pada rambut. Lanjutkan dengan TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair Conditioner untuk hasil maksimal.

Artikel selanjutnya