Cara Mewarnai Rambut Sendiri di Rumah, Anti Gagal!

Sudah siap mewarnai rambut sendiri?

Mengubah penampilan merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menaikkan mood. Selain potong rambut, kamu juga bisa mencoba mewarnai rambut. Kalau belum siap ke salon, kamu bisa mencoba cara mewarnai rambut sendiri di rumah tanpa risiko gagal!

Sebenarnya, cara mewarnai rambut juga nggak sesulit yang kamu bayangkan. Asalkan produk dan tahapannya sesuai, hasilnya pun tak akan jauh berbeda dari hasil colorist di salon.

Bingung memilih cat rambut dan cara mewarnai rambut sendiri? Tenang, kami beritahukan caranya! Selain mempelajari cara cat rambut sendiri, kamu juga perlu menyiapkan perlengkapan pendukung untuk mengaplikasikannya. Oya, jangan lupa juga kesabaran dan niat! Hehe.

Bagaimana dengan cat rambutnya? Jenis cat rambut ada banyak ragamnya, mulai dari cat rambut klasik berbentuk krim hingga yang praktis berbentuk shampoo. Pilihannya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan rambut dan keinginan kamu!

1. Tekstur Rambut Akan Berubah.

Mewarnai rambut pada dasarnya adalah tindakan ‘merusak rambut’. Untuk membuat warnanya terserap pada batang rambut, kutikula perlu dibuka melalui proses kimiawi. Suka tidak suka, kamu harus menerima fakta rambut akan jadi lebih kering atau kaku sehabis diwarnai. Hal ini disebabkan oleh bahan kimia yang terkandung di dalam cat rambut, seperti amonia dan peroksida.

2. Hasilnya Pada Tiap Orang Akan Berbeda.

Jika kamu memilih mencoba cara menyemir rambut yang dilakukan sendiri tanpa ke salon, bersiaplah karena tidak semua orang bisa mendapatkan hasil 100% seperti yang dibayangkan. Pasalnya, hasil akhirnya dipengaruhi banyak faktor, seperti kadar pigmen yang terkandung dalam batang rambutmu, bahkan kesehatan rambut. Rambut dengan pigmen gelap yang tinggi cenderung lebih sulit diberi warna terang.

Perlu proses bleaching terlebih dahulu untuk melunturkan warna rambut alamimu. Bahkan dalam satu kepala saja, keadaan batang rambut tidak sama. Bagian ujung rambut yang kering dan rusak biasanya lebih mudah menerima warna terang dibandingkan pada akar rambut yang masih sehat dan ternutrisi dengan baik.

3. Butuh Perawatan Ekstra.

Sebelum mewarnai rambut, kamu harus paham bahwa rambut yang terkena bahan kimia seperti amonia atau peroksida akan berubah kering dan lebih kaku, bahkan bisa bercabang. Oleh karenanya, kamu harus benar-benar siap untuk melakukan proses perawatan rambut setelah mewarnai rambut.

Sudah tahu produk apa yang sesuai dengan kebutuhan rambutmu? Ikuti hair quiz sederhana dari All Things Hair ini!

1. Pilih Warna Cat Rambut yang Cocok.

Memilih cat rambut memang paling mendebarkan, apalagi buat kamu yang masih newbie. Jangan lupa untuk menemukan warna cat rambut yang cocok sebelum memutuskan untuk mengecat rambut sendiri. Ingat, komitmennya penting loh, mengingat kamu akan menghabiskan banyak waktu dengan rambut barumu ini paling tidak selama 5 minggu (15 wash day).

Salah-salah, kulit dan wajah malah bisa kelihatan kusam atau pucat! Warna rambut yang tepat bisa menyanjung wajah, bahkan memberikan efek contour alami loh. Jadi pastikan memilih warna rambut yang sesuai dengan undertone kulitmu, ya. Warm, cool, atau neutral undertone? Menentukan warna juga akan membantu kamu memilih produk yang tepat.

Cat rambut
Mewarnai rambut sendiri sangat mudah untuk dilakukan, lho. (Foto: Shutterstock)

2. Siapkan Cat sesuai Panjang Rambut.

Semakin panjang rambut, semakin banyak pula cat rambut yang dibutuhkan. Kamu yang berambut panjang dan tebal membutuhkan lebih banyak cat rambut dibandingkan rambut pendek dan tipis. Jangan sampai rambutmu jadi belang gara-gara kehabisan cat rambut!

Jika perlu, beli cat rambut lebih banyak dari biasanya. Lebih baik overprepare dibandingkan menyesal! Kalau memang ada sisanya, kamu bisa gunakan untuk jadwal touch up akar rambut selanjutnya.

3. Lakukan Tes Alergi.

Sebelum mulai mencoba cara cat rambut sendiri, tahapan yang satu ini jangan dilewatkan! Pasalnya, banyak orang tak menyadari bahwa dirinya alergi terhadap beberapa kandungan cat rambut.

Sebelum mewarnai rambut sendiri, kami sarankan coba lakukan tes alergi. Umumnya, alergi cat rambut bisa menimbulkan rasa terbakar, panas, gatal, bengkak, sesak nafas, bahkan kematian. Hal ini biasanya disebabkan oleh kandungan p-Phenylenediamine yang rentan menyebabkan iritasi.

Cara menguji alergi cukup mudah, kok. Cukup oleskan cat rambut di belakang telinga dan diamkan selama 48 jam. Jika tidak muncul ruam atau kemerahan, artinya kamu tidak mengalami reaksi alergi sehingga aman untuk mengecat rambut.

4. Siapkan ‘Asisten’.

Mewarnai rambut sendiri sebenarnya mudah. Namun, ada kemungkinan kamu kesulitan mewarnai rambut di bagian belakang. Sebaiknya, mintalah bantuan orang lain, seperti ibu, kakak, adik, atau bahkan sahabatmu. Dengan bantuan asisten, cara cat rambut sendiri ini lebih baik ketimbang memaksakan diri dan merasa kecewa saat melihat hasil rambut tidak sesuai harapan!

Cara cat rambut sendiri tak sulit, kok. Kamu hanya perlu ketelatenan dan memastikan seluruh bagian rambut terkena cat sampai merata. Ini dia panduannya!

1. Siapkan Semua Peralatan.

Pastikan seluruh peralatan untuk mewarnai rambut sudah tersedia. Yang kamu butuhkan adalah mangkok atau wadah plastik, kuas atau sisir cat rambut, handuk untuk menutupi pundak, beberapa jepit rambut, cermin, dan penutup kuping.

Sediakan juga petroleum jelly yang bisa kamu aplikasikan pada bagian kulit yang akan bersentuhan dengan cat rambut untuk menghindari rasa perih dari bahan kimia.

2. Sisir dan Bagi Rambut.

Sebelum mewarnai, pastikan rambutmu berada dalam kondisi kering dan bersih, ya! Sisir rambut hingga rapi. Setelah itu, pisahkan rambut menjadi 4 bagian; atas, bawah, dan tengah.

Langkah ini berguna untuk memudahkan kamu membagi rambut saat mewarnainya, sehingga warna rambut lebih merata.

3. Pakai Kain Penutup Bahu dan Sarung Tangan.

Karena kali ini kamu warnain rambut sendiri, pastikan untuk berhati-hati agar produk cat rambut yang digunakan tidak jatuh dan mengotori pakaian dan daerah di sekitarmu, misalnya lantai dan karpet.

Gunakan handuk atau baju tak terpakai untuk menghindari noda permanen pada pakaian. Jangan lupa juga untuk kenakan sarung tangan agar cat dan bahan kimia tak menempel pada kulit.

4. Racik Cat Rambut.

Ambil mangkok atau wadah kecil, campurkan semua komponen pewarna rambut dan aduk hingga rata. Biasanya dalam satu kotak cat rambut terdapat sebotol cairan developer dan 1 tube hair colorant cream.

Jika bingung, kamu bisa membaca kertas petunjuk pemakaian yang juga tersedia dalam kotak cat rambut.

5. Gunakan Petroleum Jelly.

Sebelum mengaplikasikan cat rambut, aplikasikan petroleum jelly terlebih dahulu di beberapa area kulit seperti dahi, bagian tengkuk, pelipis, dan telinga. Selain untuk menghindari kontak langsung dengan produk, cat rambut yang terkena kulit juga akan mudah dibilas nantinya.

6. Warnai dari Akar ke Ujung Rambut.

rambut diwarnai
Proses mengecat rambut. (Foto: Shutterstock)

Dengan sisir cat rambut, ambil sedikit demi sedikit bagian rambut. Aplikasikan cat mulai dari akarnya, karena bagian ini butuh waktu lebih lama untuk berubah warna.

Gunakan bagian kuas untuk menyapukan cat dan gunakan bagian sisir untuk meratakannya ke seluruh batang. Diamkan 30 menit hingga catnya meresap sempurna dan warnanya berubah menjadi gelap.

7. Bilas dengan Air Dingin.

Setelah 30 menit, bilas dengan air dingin untuk menutup kutikula rambut yang sudah terbuka selama masa pewarnaan. Agar sisa cat bersih maksimal, keramas dengan shampoo khusus untuk rambut diwarnai.

Rekomendasi kami adalah TRESemmé Color Radiance & Repair for Bleached Hair Shampoo yang mengandung Purple Pigment Formula. Purple shampoo pertama di Indonesia ini juga dilengkapi dengan Plant Placenta Extract untuk menutrisi dan memberikan perlindungan rambut dari kerusakan.

Saat kamu mewarnai rambut sendiri di rumah, noda cat rambut yang menempel di kulit kemungkinan akan sulit dibersihkan. Selain menggunakan alat-alat yang sesuai, kamu juga harus melakukan beberapa aksi preventif supaya hal ini tidak terjadi!

Agar tidak menempel di kulit, kamu bisa menggunakan petroleum jelly, baby oil, atau lip balm pada beberapa area seperti dahi, leher, pelipis dan juga telinga. Gunakan juga sarung tangan dengan bahan tebal agar pigmen rambut tidak menempel di kulit.

Jika sudah terlanjur, berikut cara agar cat rambut mudah dihilangkan:

  1. Alkohol dan sabun. Tuangkan sedikit alkohol pada kapas lalu gosok perlahan. Saat noda sudah mulai menipis, gunakan sabun.
  2. Oil-based makeup remover. Kamu pasti punya dong, makeup remover untuk menghapus riasan mata dan bibir dengan kandungan minyak? Nah coba deh gunakan ini jika kulitmu sensitif terhadap alkohol, seperti di wajah dan leher.
  3. Larutan cuka dan air. Jika kamu tahan dengan bau cuka yang menyengat, kamu bisa gunakan tips ini. Kandungan cuka yang acidic cukup kuat untuk menghilangkan noda. Campur dengan sedikit perasan air lemon supaya lebih segar.
  4. Minyak zaitun. Penggunaan minyak zaitun bisa dicoba pada bagian kulit yang sensitif dan tipis, seperti pelipis, telinga, dan juga leher.
  5. Pasta gigi dan sikat gigi. Bagian yang paling mudah untuk menyerap pigmen warna adalah telapak tangan. Kamu bisa gunakan pasta gigi, lalu sikat bagian dengan noda membandel dengan sikat gigi lembut yang sudah tidak digunakan.
  6. Sabun cuci piring. Jangankan noda membandel di tangan, noda di pakaian juga bisa disapu bersih oleh sabun cuci piring. Namun, hati-hati dalam menggunakannya ya, jika terlalu banyak akan membuat kulitmu kering.
wanita asia dengan rambut panjang dan diwarnai
Sudah pernah coba cat rambut sendiri? (Foto: Shutterstock)

Seluruh pakar rambut dunia sepakat, rambut yang sudah terkena bahan kimia perlu dirawat secara intens. Tak perlu muluk-muluk mengunjungi salon setiap minggu, kok!

Kamu hanya perlu memastikan rambut terhidrasi dan mendapat nutrisi yang cukup pasca diwarnai. Mau tahu langkah perawatan simpel apa saja yang harus kamu lakukan untuk menjaga rambut diwarnai tetap sehat dan berkilau?

1. Kurangi Frekuensi Keramas.

Hindari keramas terlalu sering, karena akan mempercepat lunturnya warna rambut. Misalnya, jika biasanya kamu keramas 3 kali dalam seminggu,setelah mewarnai rambut kamu bisa menguranginya jadi 2 kali seminggu.

2. Rajin Pakai Masker.

Harus dilakukan secara rutin, khususnya untuk merawat rambut yang sudah terkena bahan kimia. Selain melembutkan, rajin maskeran berguna untuk menjaga keawetan warna agar tidak cepat pudar.

3. Pakai Shampoo Khusus Rambut Berwarna.

Hindari keramas dengan shampoo biasa, khususnya yang mengandung mentol karena bisa membuat warna rambut pudar lebih cepat! Shampoo yang mengandung menthol atau khusus untuk permasalahan kulit kepala biasanya memiliki bahan-bahan aktif yang bersifat untuk membersihkan secara menyeluruh.

Kandungannya dapat melibas seluruh kotoran, minyak, debu secara efektif, termasuk pigmen warna pada batang rambutmu! Karena itu biasakan untuk menggunakan shampoo khusus rambut berwarna, salah satunya adalah produk dari TREsemmé satu ini.

Kalau rambutmu tidak di-bleach, kamu bisa menggunakan TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair Shampoo. Diformulasikan dengan Plant Placenta Extract yang kaya akan asam amino, shampoo ini akan membersihkan dan memberi nutrisi pada rambut. Lanjutkan dengan TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair Conditioner untuk hasil maksimal.

4. Kurangi Penggunaan Alat Catokan.

Faktanya, paparan suhu panas dari alat styling rambut, seperti curling iron dan hair dryer, bisa membuat warna rambutmu kian memudar. Sebisa mungkin, hindari penggunaan alat styling untuk sementara waktu ya.

5. Penuhi Nutrisi Rambut dengan Vitamin.

Sama dengan bagian tubuh lainnya, rambut juga perlu vitamin untuk menjaga kesehatannya. Saat nutrisi tercukupi, rambut akan terlihat sehat, berkilau, dan warna cat rambutmu tidak kusam!

Lalu, pakai vitamin apa ya? Nah, kamu bisa menggunakan vitamin rambut rekomendasi kami Sunsilk Hair Vitamin 3-in-1 Mist 

Vitamin ini bisa membantu menutrisi rambutmu berkat kandungan vitamin B di dalamnya. Tak hanya itu, Kandungan camellia flower di dalamnya juga mampu buat rambutmu harum seharian.

Enggan mewarnai rambut dengan cat rambut kimiawi? Nah, ada banyak bahan alami yang bisa kamu manfaatkan untuk mewarnai rambut, dengan hasil yang lebih aman untuk rambut.

1. Henna.

Henna merupakan pewarna alami yang berasal dari tanaman Lawsonia Inermis. Tanaman ini banyak ditemukan di Arab, Asia Selatan, Afrika, dan Australia. Di Indonesia sendiri, henna dikenal dengan nama daun pacar.

Jika tak ingin menggunakan bahan kimia yang merusak rambut, kamu bisa menggunakan henna untuk menghasilkan warna copper, tembaga, atau rona kemerahan pada rambutmu.

  • Campurkan 1/2 cangkir bubuk henna dengan 1/4 gelas air. Jika dirasa terlalu kental, kamu bisa menambahkan lebih banyak air. Aduk rata dan diamkan selama 12 jam.
  • Keramas bersih, lalu kenakan bandana dan oleskan minyak kelapa secukupnya pada garis rambut. Trik ini berguna melindungi area tengkuk dan kening agar tidak kotor saat tak sengaja terkena henna.
  • Oleskan pasta henna secara merata pada rambutmu, persis seperti mewarnai rambut dengan cat rambut biasa. Setelah semua bagian rambut merata, bungkus dengan plastik dan diamkan selama 6 jam. Bilas bersih, kini rambut kemerahan jadi milikmu!

2. Lemon.

Asam sitrat yang terkandung di dalam lemon bisa mengoksidasi rambut secara alami, tak jauh berbeda dengan krim bleaching. Asyiknya lagi, lemon memberi hasil permanen yang tidak merusak rambut!

  • Tuangkan air perasan lemon ke dalam botol spray kosong, lalu semprot merata ke seluruh area rambutmu.
  • Sisir rambut perlahan untuk meratakan air lemon sambil duduk di bawah sinar matahari.
  • Diamkan selama satu jam, lalu bilas bersih.

3. Daun Sage.

daun sage untuk mewarnai rambut sendiri
Daun sage bisa menggelapkan warna rambut. (Foto: Shutterstock)

Daun sage memberi efek yang 180 derajat berbeda dengan air lemon. Daun sage punya kemampuan untuk menggelapkan warna rambut yang dirasa salah warna atau terlalu terang. Cara mewarnai rambut dengan daun sage tak sulit untuk kamu lakukan sendiri di rumah.

  • Rebus secangkir daun sage kering ke dalam 1 liter selama 30 menit. Jika menginginkan warna yang lebih pekat, kamu bisa merebus daun sage lebih lama.
  • Setelah dirasa cukup, saring dan diamkan rebusan sage hingga dingin.
  • Balurkan air rebusan sage secara merata pada rambutmu, lalu diamkan selama 15-30 menit. Setelah mengering dan dirasa cukup, keramas hingga bersih.

4. Kemiri.

Cara mengecat rambut dengan bahan kemiri dipercaya mampu memberi kesan rambut lebih hitam alami dan sekaligus menyamarkan uban yang mulai muncul.

  • Tumbuk kemiri sampai halus lalu sangrai hingga mengeluarkan minyak.
  • Oleskan merata di seluruh rambut dan pijat perlahan.
  • Lakukan 30 menit sebelum keramas secara rutin hingga rambutmu akan berubah jadi hitam dan berkilau.

Simak juga yuk, manfaat minyak kemiri untuk rambut a la All Things Hair! 

5. Kembang Sepatu.

bunga kembang sepatu untuk mewarnai rambut
Warna rambut merah alami bisa kamu peroleh dengan bunga hibiscus. (Foto: Shutterstock)

Banyak yang membuktikan bahwa bunga sepatu bisa membuat rambut menjadi kemerahan. Selain itu, bunga ini juga bisa membuat rambutmu terasa halus dan berkilau.

  • Ambil 20 kelopak bunga sepatu, lalu campurkan dengan 2 sdm minyak zaitun.
  • Panaskan di atas wajah hingga semuanya tercampur dan berubah jadi merah gelap.
  • Saat minyak bunga sudah dingin, aplikasikan secara merata pada rambutmu.
  • Pijat kulit kepala secara perlahan, diamkan selama 30 menit sebelum dibilas.
  • Untuk intensitas warna yang lebih nyata, lakukan hal ini setiap pagi selama seminggu berturut-turut.

6. Kopi.

Berbeda dengan hasil lemon atau kemiri yang bersifat permanen, tips warnain rambut dengan kopi justru memberikan hasil temporer. Bahan alami ini membantu mewarnai rambutmu jadi lebih hitam atau gelap, sehingga efektif menutupi uban secara instan.

  • Seduh secangkir kopi, lalu campurkan dengan 2 sdm bubuk kopi untuk menambah kepekatan.
  • Aduk rata bersama conditioner rambut hingga mengental.
  • Oleskan pada rambutmu selama satu jam, lalu keramas sampai bersih.
  • Jika warnanya dirasa masih kurang, kamu bisa melakukan prosedur ini sebanyak beberapa kali.

Buat kamu yang ingin tahu lebih lanjut soal pewarna rambut alami dan cara menggunakannya, kamu bisa membacanya di artikel All Things Hair ini, ya.

 

Bagaimana, sudah siap untuk memulai mewarnai rambut sendiri di rumah dengan mengikuti tips dari All Things Hair di atas?

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya

Topik terkait

Tetap Terinspirasi

Langganan newsletter untuk tips eksklusif seputar perawatan rambut.
Hair Quiz