9 Warna Hijab yang Wajib Ada di Lemarimu. Sudah Punya?

Di antara banyak pilihan warna hijab, mana yang harus diprioritaskan untuk dimiliki?

Seperti pakaian, hijab juga punya banyak pilihan warna yang siap dipadupadankan. Di Indonesia, warna hijab yang disajikan juga sangat bervariasi. Palette warna hijab ditawarkan beragam brand hijab dengan cukup lengkap. Satu warna merah muda saja punya banyak pilihan, mulai dari dusty rose, fuchsia, hingga coral. Ini jadi privilege bagi para muslimah untuk berkreasi dan tampil matching.

Namun, jika terlalu banyak warna hijab yang dijual, terkadang kita bingung menentukan warna apa dulu yang wajib dimiliki. Apalagi jika kamu baru belajar berhijab. Tentu kita tidak bisa langsung membeli puluhan jilbab sekaligus kan?

Untuk itu, kali ini kami akan mengupas warna-warna hijab yang wajib masuk dalam daftar must-have items kamu. Pemilihan warna ini berdasarkan kebutuhan sekaligus tren tahun ini.

1. Hitam.

Wanita memakai hijab warna hitam
Warna hitam yang cocok dikenakan di beragam kesempatan. (Foto: Shutterstock)

Pernah mendengar quote, “Every woman needs a little black dress” Quote ini juga berlaku untuk para hijabers, tapi diganti dengan little black hijab! Kita tentu sudah mengetahui bahwa warna hitam bisa dipadupadankan dengan apa saja.

Khususnya untukmu yang baru belajar berhijab, warna hitam bisa jadi warna aman untuk bereksplorasi gaya. Memakai hijab warna hitam juga jadi cara termudah agar tak tampak berlebihan saat kamu memakai baju apapun.

Tips Editor: Warna hitam seringkali jadi pantangan untuk rambut yang berketombe. Pastikan kamu bebas ketombe dengan menggunakan shampoo yang tepat. Kami menyarankan para pengguna jilbab untuk menggunakan shampoo yang diformulasikan khusus untuk hijabers, seperti Sunsilk Hijab Recharge Refresh & Anti Dandruff Shampoo.

Shampoo ini mengandung buah tin dan jeruk nipis yang membantu membuat kulit kepala terasa segar meski tertutup seharian. Dengan kelembapan kulit kepala yang pas, kehadiran ketombe dapat dicegah.

2. Abu-abu.

Wanita memakai hijab warna abu-abu
Hijab berwarna abu-abu sangat cocok dipakai di keseharian. (Foto: Shutterstock)

Warna aman berikutnya untuk hijabmu adalah abu-abu. Kamu bisa tampil feminin juga boyish dengan warna ini. Abu-abu bisa dipadukan dengan palette warna cerah maupun monokrom.

Warna abu-abu juga memiliki banyak varian. Ada abu-abu pucat hingga abu-abu gelap. Tentukan warna abu yang cocok dengan kulit wajahmu agar tak terlihat kusam.

Warna abu-abu pun bisa jadi pilihan tepat untuk dipakai sehari-hari. Agar tak mudah bosan, kamu bisa melihat beragam tutorial hijab di All Things Hair.

3. Merah Maroon.

Hijab warna merah marun
Hijab warna merah marun yang cocok dikenakan di acara spesial. (Foto: Silmia Putri)

Salah satu shortcut untuk tampil istimewa adalah dengan memakai warna merah. Warna ini identik dengan semangat. Hijab merah maroon jadi “cadangan” untuk waktu-waktu khusus kamu harus tampil spesial, seperti acara pernikahan atau acara khusus di kantor.

Jika kamu belum punya banyak busana tertutup, padukan hijab warna merah marun dengan busana berwarna hitam. Voila, gaya hijabmu terlihat lebih bold!

4. Beige atau Nude.

Hijab warna beige
Warna beige yang netral dan lembut. (Foto: Shutterstock)

Warna beige jadi warna hijab yang sedang tren saat ini. Sentuhan warna krem kecokelatan ini sedang banyak dipakai oleh influencer hijab. Warna beige juga cukup aman dipadukan ke dalam berbagai busana, sehingga jadi pilihan untukmu yang baru mulai mengoleksi hijab.

Warnanya yang teduh terlihat cocok dengan image wanita Indonesia yang lembut dan kalem. Untukmu yang suka tampil mature, feminin, tapi tak mau terlalu girly, beige adalah pilihan tepat. Kamu bisa memilih hijab polos atau bermotif dengan warna lembut ini.

Trik Padu Padan Jilbab Nude.

Nah, ada kalanya kita merasa takut memakai warna pastel atau nude. Warna ini memang kadang membuat wajah terlihat pucat.

Untuk menyiasati hal itu ada beberapa trik untuk tetap terlihat stand out meski memakai warna hijab pastel nude di rumah.

1. Kenali Jilbab Nude yang Cocok dengan Warna Kulit.

Kain Jilbab nude
Palette warna nude sangat luas. Pilih yang sesuai dengan undertone kulitmu. (Foto: Shutterstock)

Palette warna nude sangat luas. Memang bedanya tipis-tipis, tapi dapat terlihat sangat berbeda di wajah kita. Jika salah pilih, hijab nude akan membuat wajah terlihat pucat atau kusam.

Sama seperti warna lipstik, warna hijab juga bisa disesuaikan dengan undertone kulit. Undertone cool atau warna kulit cenderung dingin bisa memilih hijab dengan warna pale purple, mint, atau peach. 

Untukmu yang memiliki undertone warm, bisa memilih hijab warna nude bernuansa dusty rose, cream, dan pale yellow.

2. Padukan dengan Busana Bercorak.

Wantia Asia memakai jilbab nude panjang
Jilbab warna nude bisa dipadukan dengan busana bercorak. (Foto: Shutterstock)

Agar tetap terlihat stunning, padukan jilbab nude polos dengan busana bercorak. Kini, busana bermotif juga sedang tren. Kamu tinggal memilih busana dengan warna yang senada dengan hijabmu.

Kamu tak harus memakai busana dengan warna yang nude juga. Tak masalah jika memakai busana dengan warna bernuansa tropikal. Warna hijab yang pucat justru akan menjadi penyeimbang penampilanmu.

3. Pilih Jilbab Nude Bermotif.

Wanita Asia memakai hijab corak berwarna lembut,
Kenakan hijab warna pucat dengan corak untuk tampil stunning. (Foto: Hariono Halim)

Selain busana bercorak, kamu juga bisa tampil lebih stand out dengan hijab nude bercorak. Printed scarf juga tak kalah booming sejak tahun 2017 lalu. Sejumlah selebriti bahkan membuka usaha printed scarf dan laris manis.

Kamu bisa menyesuaikan motifnya dengan selera personalmu. Apakah kamu lebih suka corak bernuansa feminin seperti floral, atau kamu lebih suka corak abstrak untuk tampil lebih playful? Pilih sesuai dengan seleramu agar tampil lebih percaya diri!

5. Navy.

Wanita Asia memakai hijab warna navy
Hijab berwarna navy yang bisa dipadukan dengan beragam warna. (Foto: Shutterstock)

Warna hijab lainnya yang wajib ada di lemarimu adalah navy atau biru dongker. Warna yang gelap ini punya karakter yang mirip dengan warna hitam yaitu netral dan mudah dipadupadankan.

Kamu bisa memasukkan navy ke dalam palette busana bernuansa biru atau bahkan warna lain yang lebih hangat seperti mustard dan dusty rose. Kamu bisa bereksplorasi gaya tanpa tampak berlebihan dengan warna yang satu ini.

6. Mustard.

Pashmina warna mustard dan high heels
Tampil lebih playful dengan hijab bernuansa mustard. (Foto: Shutterstock)

Tak mau tampil basic? Yuk, berkreasi dengan warna kuning! Kuning adalah lambang keceriaan, sangat cocok untukmu sang pewarna suasana. Jika masih takut untuk tampil ngejreng, kamu bisa kok memulai dengan warna kuning yang lebih kalem seperti mustard.

Warna hijab mustard cukup fleksibel dipadukan ke dalam ragam warna. Sebut saja paduan warna mustard-navy, mustard-dusty rose, atau mustard-brown. Kompilasi warna tersebut bisa membuatmu tampil berbeda.

7. Pantone of the Year.

Tangan memegang kertas pantone of the year classic blue
Warna biru klasik dinobatkan sebagai Pantone of The Year 2020. (Foto: Shutterstock)

Setiap tahunnya, Pantone sebagai perusahaan percetakan ternama dunia selalu mengeluarkan tren warna. Warna yang didapuk oleh Pantone selalu menjadi patokan banyak brand dalam memproduksi sesuatu, mulai dari interior hingga fashion.

Tahun 2020, Pantone mencetuskan classic blue sebagai Pantone of The Year. Warna biru muda ini cukup netral untuk dipadupadankan dengan berbagai gaya mulai dari look kasual hingga formal.

Tahun sebelumnya Pantone mengeluarkan tren warna living coral, sedangkan tahun 2018 Pantone mengeluarkan tren warna greenery.

8. Putih.

Hijab warna putih
Hijab warna putih melambangkan kesucian, cocok dikenakan di Hari Raya. (Foto: Silmia Putri)

Warna putih seringkali dijadikan warna seragam untuk berbagai acara, mulai dari pernikahan hingga Hari Raya. Warna putih melambangkan kesucian, sehingga cocok dihadirkan di acara yang sakral.

Untuk momen-momen tersebut, sediakan hijab berwarna putih di lemarimu. Namun, hati-hati dalam pemilihan warna putih. Ada warna putih yang cenderung dingin, ada pula yang lebih hangat. Sesuaikan dengan busana yang kamu pakai.

9. Pink.

Siapa bilang pink hanya untuk mereka yang suka gaya feminin? Warna merah muda ini juga punya banyak cara untuk dipadupadankan. Kamu bisa terlihat kasual, girly, dan elegan dengan warna pink.

Tips Styling Hijab Pink.

Nah, berikut ini ada beberapa ide memadupadankan hijab pink agar tak terlihat monoton.

1. Jilbab Pink & Denim.

Wanita Asia memakai hijab pink, overall denim berkacak pinggang di parkiran outdoor.
Pink on denim bisa jadi ide gaya kasualmu. (Foto: Shutterstock)

Ingin tampil lebih kasual? Kamu juga bisa kok tampil keren dengan jilbab pink dan busana bernuansa denim, bisa berupa overall, ataupun jaket jeans. Berbeda dengan poin sebelumnya, denim atau jeans terkesan lebih kasual. Warnanya pun cenderung lebih tua.

Sesuaikan gaya kasual dengan bentuk jilbab yang dipakai. Kenakan hijab dengan bentuk yang clean dan simple. Pilih juga bahan yang tidak shiny seperti hijab paris atau voile. Selain chic, kamu juga tetap nyaman bergerak. Lihat juga tutorial hijab pink untuk aktivitas sehari-hari.

2. Jilbab Pink & Atasan Putih.

Wanita berkulit hitam memakai jilbab pink dan kemeja putih menopah bahu.
Jilbab pink yang cocok dipadukan dengan blouse putih. (Foto: Shutterstock)

Sebagai warna netral, putih memang hampir selalu cocok dikenakan kapan saja dengan warna apa saja. Bisa dipadukan dengan warna bold, hingga girly seperti pink. Padukan jilbab pink kamu dengan atasan atau dress berwarna putih bersih.

Karena warnanya terkesan lembut, kamu bisa memilih busana dan jilbab berbahan flowy. Jilbab segi empat berbahan voile atau sifon bisa jadi andalanmu untuk tampil nyaman dan manis.

3. Pink on Pink.

Fatharani Fadilah memakai baju IKYK di JFW 2019.
Ada trik khusus agar busana dan hijab pink tetap terlihat chic. (Foto: Shutterstock)

Pink dipadukan dengan pink lagi, boleh nggak sih? It’s up to you, darling! Kita boleh kok pakai jilbab pink dengan baju berwarna pink. Namun, agar tetap terlihat stylish, kamu bisa bermain pattern. Misalnya saja kamu pakai hijab polos dipadukan dengan baju bercorak seperti ini. Agar tidak terlalu berlebihan, sematkan sedikit warna netral seperti outer putih.

Dari ragam warna hijab di atas, mana yang sudah kamu miliki? Jangan lupa untuk menyesuaikannya dengan karaktermu. Jika kamu lebih suka tampil berwarna, tak ada salahnya memilih warna lain seperti ungu dan hijau.

 

Sudah punya semua warna hijab di atas dan ingin menambahnya lagi? Nah, kamu juga bisa memilih warna hijab sesuai undertone kulit. Jangan tertukar ya antara undertone dan skintone.

Skin tone merupakan warna kulit yang berada di permukaan. Melihat skin tone lebih mudah dibandingkan undertone karena dapat dilihat langsung secara kasat mata. Meski membedakannya cukup mudah, penamaan skin tone cukup variatif.

Palette skin tone
Ragam skin tones manusia dari berbagai ras di dunia. (Foto: Shutterstock)

Berbeda dengan skin tone, undertone terlihat tak kasat mata karena dipengaruhi oleh rona warna tubuh. Jika skin tone memiliki penamaan yang bervariasi, undertone hanya punya tiga jenis yaitu cool, warm, dan neutral.

Cara Menentukan Undertone.

Meski sering berada di bawah sinar matahari dan warna permukaan kulit berubah, undertone tidak akan berganti. Orang yang memiliki skin tone sama pun, bisa jadi memiliki undertone berbeda.

Membedakan undertone seseorang tidak bisa dilihat langsung. Ada beberapa cara untuk membedakan undertone seseorang.

1. Lihat Warna Nadi di Pergelangan Tangan, Saat di Bawah Sinar Matahari.
Undertone cool atau dingin memiliki warna nadi yang keungunan, sedangkan undertone warm akan memiliki warna nadi kehijauan. Jika warna nadimu berada di antara keduanya, maka kamu memiliki undertone netral.

2. Lihat Perubahan Warna Kulit Saat Berada di Bawah Terik Matahari Dalam Waktu Lama.
Kulit dengan undertone cool akan cenderung berubah kemerahan, sedangkan kulit dengan undertone warm akan cenderung menggelap.

Undertone biasanya digunakan saat memilih warna lipstik. Teori ini juga bisa digunakan untuk memilih warna jilbab.

Jilbab dan lipstik sama-sama melekat di wajah. Ada warna-warna tertentu yang bisa membuat kulit wajah terlihat cerah. Berikut adalah trik memilih warna jilbab sesuai dengan undertone.

Cool Undertone.

Warna jilbab abu-abu
Hijab dengan warna bernuansa dingin. (Foto: Silmia Putri)

Undertone cool bisa ditemukan pada kulit putih maupun gelap. Biasanya mereka yang memiliki undertone cool lebih cocok mengenakan aksesori silver dibandingkan keemasan. Warna-warna dingin seperti biru muda, abu-abu, toska, akan membuat wanita ber-undertone cool terlihat lebih cerah.

Hal ini juga berlaku untuk pemilihan warna jilbab. Kamu tetap bisa menggunakan segala macam warna, dari biru hingga merah. Namun, ada sedikit perbedaan warna yang harus dikenali.

Wanita Asia memakai hijab abu-abu
Kulit dengan undertone cool cocok mengenakan hijab warna abu-abu. (Foto: Natasha Estelle)

Misalnya untuk jilbab merah, undertone cool lebih cocok mengenakan warna merah marun yang gelap dibandingkan merah terang. Warna-warna laut seperti biru muda, biru tua, toska juga jadi pilihan tepat untuk hijabers dengan undertone dingin.

Jika ingin tampil feminin, kamu yang memiliki undertone ini bisa memilih warna dusty rose dan ashy. Warna mauve juga sangat cocok untuk wanita dengan undertone cool.

Tips Editor: Jika kamu ingin memakai warna-warna hangat, tapi memiliki undertone cool, kamu bisa mengombinasikannya. Misalnya dengan memakai pattern scarf yang memadukan warna peach yang hangat dengan ash atau abu-abu yang dingin. Tinggal pastikan warna yang mendominasi tampilanmu tetaplah warna berspektrum dingin.

Warm Undertone.

Wanita menggenggam scarf warna peach
Undertone warm cocok mengenakan warna jilbab peach. (Foto: Shutterstock)

Berbeda dengan undertone cool, hijabers dengan undertone warm lebih cocok dengan warna-warna senja yang hangat. Warna tersebut membuat kulit terlihat lebih cerah dan berenergi. Sebaliknya, jika wanita dengan undertone warm mengenakan warna dingin akan terlihat pucat.

Beberapa pilihan warna jilbab yang cocok untukmu yang memiliki undertone warm adalah warna salmon, terracotta, dan olive. Kamu juga tetap cocok mengenakan warna biru, salah satunya adalah biru langit.

Wanita Asia memakai jilbab berwarna salmon.
Warna salmon yang terlihat cocok dipakai oleh wanita dengan undertone warm. (Foto: Shuttertstock)

Lalu bagaimana dengan warna hitam? Warna hitam berada pada spektrum warna dingin, sehingga sebenarnya lebih cocok untuk undertone cool. Kamu yang memiliki undertone warm bisa memilih warna cokelat tua untuk warna gelap yang netral.

Kreasikan warna hijab dan gayamu sesuai dengan karaktermu. Jangan hanya mengikuti tren tanpa menyesuaikannya dengan selera personalmu ya!

Artikel selanjutnya