10 Warna Hijab Wajib untuk Pemula, Sudah Punya?

Perawatan Rambut di Balik Hijab.

Eits, jangan sampai kamu terlalu sibuk memilih warna hijab sampai melupakan kesehatan kulit kepala. Meski tertutup hijab, rambutmu tetap bisa berketombe, kering, lepek, atau rontok.

Hal ini karena suhu kepala wanita berhijab memang lebih panas dibanding yang tak berhijab. Untuk itu, kamu bisa pakai CLEAR Hijab Pure Anti Ketombe & Perawatan Rambut Rontok. Cooling gel di shampoo ini bikin adem dan Triple anti dandruff technology juga efektif sikat habis ketombe dan membunuh bakteri.

Sebagai tambahan, ada kandungan Fresh Rose Extract & Habbatus Sauda yang bisa merangsang pertumbuhan rambut sehingga mengurangi rambut rontok!

Setelah itu, lanjutkan dengan Sunsilk Hijab 3-in Conditioning Smoothies. Conditioner ini mengandung pomegranate, jahe, madu, dan mint yang diformulasikan untuk mengatasi 3 masalah utama hijaber. Rambut pun tak lagi rontok, lebih lembut, dan bervolume. 

Ditambah dengan teknologi Perfume Touch, conditioner ini akan menjadikan rambutmu harum hingga 48 jam!

Tak tahu produk apa yang sesuai dengan kebutuhan rambutmu? Cek saja di Hair Quiz ini!

hair quiz analisis rambut

Trik Ketika Pakai Hijab Nude.

Beberapa warna, terutama pastel dan ashy (keabuan), bisa saja membuatmu terlihat kusam atau pucat. Ambil contoh yang paling mudah: warna nude atau kecokelatan. Salah sedikit, tampilan akhirmu bisa terlihat kurang menarik.

Tenang saja, ada beberapa trik untuk tetap terlihat stand out meski memakai warna hijab nude atau warna pucat lainnya.

Kenali Nuansa Nude yang Cocok dengan Warna Kulit.

Palette warna nude sangat luas. Memang bedanya tipis-tipis, tapi dapat terlihat sangat berbeda di wajah kita. Jika salah pilih, hijab nude akan membuat wajah terlihat pucat atau kusam.

Sama seperti warna lipstik, warna hijab juga bisa disesuaikan dengan undertone kulit. Undertone cool atau warna kulit cenderung dingin bisa memilih hijab dengan warna pale purple, mint, atau peach. Untukmu yang memiliki undertone warm, bisa memilih hijab warna nude bernuansa dusty rose, cream, dan pale yellow.

Padukan dengan Busana Bercorak.

Agar tetap terlihat stunning, padukan jilbab nude polos dengan busana bercorak. Kini, busana bermotif juga sedang tren. Kamu tinggal memilih busana dengan warna yang senada dengan hijabmu.

Kamu tak harus memakai busana dengan warna yang nude juga. Tak masalah jika memakai busana dengan warna bernuansa tropikal. Warna hijab yang pucat justru akan menjadi salah satu penyeimbang penampilanmu.

Pilih Hijab Nude Bermotif.

Selain busana bercorak, kamu juga bisa tampil lebih stand out dengan hijab nude bercorak. Printed scarf juga tak kalah booming sejak tahun 2017 lalu. Sejumlah selebriti bahkan membuka usaha printed scarf dan laris manis.

Kamu bisa menyesuaikan motifnya dengan selera personalmu. Apakah kamu lebih suka corak bernuansa feminin seperti floral, atau kamu lebih suka corak abstrak untuk tampil lebih playful? Pilih sesuai dengan seleramu agar tampil lebih percaya diri!

Tips Styling Agar Kulit Terlihat Cerah.

Kadang, banyak hijaber kurang suka memakai hijab berwarna cerah karena terlalu mencolok. Tak sedikit yang lebih memilih warna cerah pada pakaian dibanding pada hijab.

Contoh mudahnya adalah warna pink. Variasi pastelnya memang manis, tapi kadang tak semua orang bisa memainkan warnanya dengan pas. Jika ini adalah kesulitanmu sehari-hari, intip tips dari All Things Hair berikut!

Jilbab Pink & Denim.

Wanita Asia memakai hijab pink, overall denim berkacak pinggang di parkiran outdoor.
Pink on denim bisa jadi ide gaya kasualmu. (Foto: Shutterstock)

Ingin tampil lebih kasual? Kamu juga bisa kok tampil keren dengan jilbab pink dan busana bernuansa denim, bisa berupa overall, ataupun jaket jeans. Berbeda dengan poin sebelumnya, denim atau jeans terkesan lebih kasual. Warnanya pun cenderung lebih tua.

Sesuaikan gaya kasual dengan bentuk jilbab yang dipakai. Kenakan hijab dengan bentuk yang clean dan simple. Pilih juga bahan yang tidak shiny seperti hijab paris atau voile. Selain chic, kamu juga tetap nyaman bergerak.

Lihat juga tutorial hijab pink untuk aktivitas sehari-hari.

Jilbab Pink dan Atasan Putih.

Wanita berkulit hitam memakai jilbab pink dan kemeja putih menopah bahu.
Jilbab pink yang cocok dipadukan dengan blouse putih. (Foto: Shutterstock)

Sebagai warna netral, putih memang hampir selalu cocok dikenakan kapan saja dengan warna apa saja. Bisa dipadukan dengan warna bold, hingga girly seperti pink. Padukan jilbab pink kamu dengan atasan atau dress berwarna putih bersih.

Karena warnanya terkesan lembut, kamu bisa memilih busana dan jilbab berbahan flowy. Jilbab segi empat berbahan voile atau sifon bisa jadi andalanmu untuk tampil nyaman dan manis.

Pink on Pink.

Fatharani Fadilah memakai baju IKYK di JFW 2019.
Ada trik khusus agar busana dan hijab pink tetap terlihat chic. (Foto: Shutterstock)

Pink dipadukan dengan pink lagi, boleh nggak sih? It’s up to you, darling! Kita boleh kok pakai jilbab pink dengan baju berwarna pink. Namun, agar tetap terlihat stylish, kamu bisa bermain pattern. 

Misalnya saja kamu pakai hijab polos dipadukan dengan baju bercorak seperti ini. Agar tidak terlalu berlebihan, sematkan sedikit warna netral seperti outer putih.

Wajib Tahu Ketika Memilih Warna Hijab.

Selain warna-warna di atas, kamu juga bisa mempertimbangkan beberapa hal berikut!

Pantone Color of the Year.

Kalau kamu sudah punya warna basic di atas, sekarang saatnya kamu memerhatikan trend. Biasanya nih, trend untuk warna fashion mengikuti warna pilihan Pantone untuk Color of the Year. Tahun lalu adalah warna biru, tahun ini ada abu-abu dan kuning. Yep, pilihan di atas sudah masuk trend!

Undertone Kulit.

Palette skin tone
Ragam skin tones manusia dari berbagai ras di dunia. (Foto: Shutterstock)

Kamu juga bisa memilih warna-warna kerudung sesuai undertone kulit. Jangan tertukar ya antara undertone dan skin tone. Skin tone merupakan warna kulit yang berada di permukaan. Melihat skin tone lebih mudah dibandingkan undertone karena dapat dilihat langsung secara kasat mata. Meski membedakannya cukup mudah, penamaan skin tone cukup variatif.

Berbeda dengan skin tone, undertone terlihat tak kasat mata karena dipengaruhi oleh rona warna tubuh. Jika skin tone memiliki penamaan yang bervariasi, undertone hanya punya tiga jenis yaitu cool, warm, dan neutral.

Meski sering berada di bawah sinar matahari dan warna permukaan kulit berubah, undertone tidak akan berganti. Orang yang memiliki skin tone sama pun, bisa jadi memiliki undertone berbeda.

Cara Menentukan Undertone.

Membedakan undertone seseorang tidak bisa dilihat langsung. Ada beberapa cara untuk membedakan undertone seseorang.

  • Lihat warna nadi di pergelangan tangan, saat di bawah sinar matahari. Undertone cool atau dingin memiliki warna nadi yang keunguan, sedangkan undertone warm akan memiliki warna nadi kehijauan. Jika warna nadimu berada di antara keduanya, maka kamu memiliki undertone netral.
  • Lihat perubahan warna kulit saat berada di bawah terik matahari dalam waktu lama. Kulit dengan undertone cool akan cenderung berubah kemerahan, sedangkan kulit dengan undertone warm akan cenderung menggelap.

Undertone biasanya digunakan saat memilih warna lipstik. Teori ini juga bisa digunakan untuk memilih warna jilbab.

Jilbab dan lipstik sama-sama melekat di wajah. Ada warna-warna tertentu yang bisa membuat penampilannya atau kulit wajah terlihat cerah. Berikut adalah trik memilih warna jilbab sesuai dengan undertone.

Cool Undertone.

Warna jilbab abu-abu
Hijab dengan warna bernuansa dingin. (Foto: Silmia Putri)

Undertone cool bisa ditemukan pada kulit putih maupun gelap. Biasanya mereka yang memiliki undertone cool lebih cocok mengenakan aksesori silver dibandingkan keemasan. Warna-warna dingin seperti biru muda, abu-abu, toska, akan membuat wanita ber-undertone cool terlihat lebih cerah.

Hal ini juga berlaku untuk pemilihan warna jilbab. Kamu tetap bisa menggunakan segala macam warna, dari biru hingga merah. Namun, ada sedikit perbedaan warna yang harus dikenali.

Misalnya untuk warna jilbab pashmina merah, undertone cool lebih cocok mengenakan warna merah marun yang gelap dibandingkan merah terang. Warna-warna laut seperti biru muda, biru tua, toska juga jadi pilihan tepat untuk hijabers dengan undertone dingin.

Jika ingin tampil feminin, kamu yang memiliki undertone ini bisa memilih warna dusty rose dan ashy. Warna mauve juga sangat cocok untuk wanita dengan undertone cool.

Tips Editor: Jika kamu ingin memakai warna-warna hangat, tapi memiliki undertone cool, kamu bisa mengombinasikannya. Misalnya dengan memakai pattern scarf yang memadukan warna peach yang hangat dengan ash atau abu-abu yang dingin. Tinggal pastikan warna yang mendominasi tampilanmu tetaplah warna berspektrum dingin.

Warm Undertone.

Wanita menggenggam scarf warna peach
Undertone warm cocok mengenakan warna jilbab peach. (Foto: Shutterstock)

Berbeda dengan undertone cool, hijabers dengan undertone warm lebih cocok dengan warna-warna senja yang hangat. Warna tersebut membuat kulit terlihat lebih cerah dan berenergi. Sebaliknya, jika wanita dengan undertone warm mengenakan warna dingin akan terlihat pucat.

Coba deh lihat berbagai variasi kerudung paris! Ada banyak warna kerudung paris dengan undertone warm seperti warna salmon, terracotta, dan olive. Kamu juga tetap cocok mengenakan warna biru, salah satunya adalah biru langit.

Lalu bagaimana dengan warna hitam? Warna hitam berada pada spektrum warna dingin, sehingga sebenarnya lebih cocok untuk undertone cool. Kamu yang memiliki undertone warm bisa memilih warna cokelat tua untuk warna gelap yang netral.

Artikel selanjutnya

Hair Quiz