Trik Memilih Warna Jilbab Sesuai dengan Warna Kulit

Asal pilih warna jilbab tapi malah bikin kulit wajahmu terlihat kusam? Mungkin kamu belum mencoba trik berikut ini!

Kebingungan memilih warna jilbab yang pas dengan warna kulit? Triknya sebenarnya mudah, kok. Ketahui dulu undertone yang cocok untukmu, sehingga warnanya meng-highlight warna kulitmu.

Nah, bagaimana caranya menentukan undertone? Apakah undertone sama dengan skin tone (warna kulit)? Beda banget!

Skin tone merupakan warna kulit manusia yang berada di permukaan. Melihat skin tone lebih mudah dibandingkan undertone karena dapat dilihat langsung secara kasat mata.

Palette skin tone
Ragam skin tones manusia dari berbagai ras di dunia. (Foto: Shutterstock)

Di Indonesia, kita mengenal warna kulit sawo matang dan kuning langsat. Sedangkan secara global, setidaknya ada 4 kategori skin tone yang umum dipakai: light, medium, tan atau honey, dan dark. Kamu bisa menggunakan skala Fitzpatrick untuk lebih detailnya.

Beda dengan skin tone, undertone terlihat tak kasat mata karena dipengaruhi rona warna tubuh. Jika skin tone memiliki penamaan yang bervariasi, undertone hanya punya 3 jenis yaitu cool, warm, dan neutral.

Palette undertone cold dan warm
Undertone warm dan cool yang memiliki palette warna berbeda. (Foto: Shutterstock)

Meski sering berada di bawah sinar matahari dan warna permukaan kulit berubah, undertone tidak akan berganti. Orang yang memiliki skin tone sama pun, bisa jadi memiliki undertone berbeda.

Ada beberapa cara untuk mengulik undertone seseorang.

  • Lihat warna nadi di pergelangan tangan saat di bawah sinar matahari. Undertone cool atau dingin memiliki warna nadi yang keunguan, sedangkan undertone warm akan memiliki warna nadi kehijauan. Jika warna nadimu berada di antara keduanya, maka kamu memiliki undertone netral.
  • Lihat perubahan warna kulit saat berada di bawah terik matahari dalam waktu lama. Kulit dengan undertone cool akan cenderung berubah kemerahan, sedangkan kulit dengan undertone warm akan cenderung menggelap.

Jika sudah mengetahui undertones milikmu, inilah patokan umumnya.

Warna Jilbab untuk Warm Undertones.

Wanita menggenggam scarf warna peach
Undertone warm cocok mengenakan warna jilbab peach. (Foto: Shutterstock)

Hijabers dengan warm undertone lebih cocok dengan warna-warna senja yang hangat. Warna tersebut membuat kulit terlihat lebih cerah dan berenergi. Beberapa pilihan warna jilbab yang cocok untukmu adalah warna salmon, terracotta, dan olive. Kamu juga tetap cocok mengenakan warna biru, salah satunya adalah biru langit.

Warna Jilbab untuk Cool Undertones.

Warna jilbab abu-abu
Hijab dengan warna bernuansa dingin. (Foto: Silmia Putri)

Warna-warna dingin seperti biru muda, abu-abu, toska, akan membuat wanita ber-undertone cool terlihat lebih cerah. Kamu tetap bisa menggunakan segala macam warna, dari biru hingga merah. Namun, ada sedikit perbedaan warna yang harus dikenali.

Misalnya untuk jilbab segi empat merah, undertone cool lebih cocok mengenakan warna merah marun yang gelap dibandingkan merah terang. Jika ingin tampil feminin, kamu bisa memilih warna dusty rose dan ashy. Warna mauve juga sangat cocok untuk wanita dengan cool undertone.

Nah, kalau sudah mengerti perbedaan skin tone dan undertone, saatnya memilih warna jilbab yang cantik untukmu. Nah, untuk warna jilbab sesuai warna kulit, lihat rekomendasi kami berikut ya!

Warna Jilbab untuk Kulit Putih.

Kalau kamu memiliki warna kulit terang, umumnya hampir semua warna jilbab bisa kamu coba. Tantangan untuk kulit warna putih adalah warna yang tidak bikin kulit terlihat makin pucat.

Rekomendasi warna: Putih, hitam, abu-abu tua, silver, pastel pink, fuchsia, baby blue, turquoise, lavender, canary yellow, dan jewel tones (biru cobalt, hijau zamrud, merah ruby, ungu amethyst).

Kurang cocok untuk warm undertones: Pastel yang terlalu muda.

Kurang cocok cool undertones: Cokelat pucat, seperti beige, camels, taupes.

laudya cynthia bella dengan hijab warna pink abu-abu muda bermotif
Hijab berwarna putih bermotif bintik-bintik. (Foto: instagram/laudyacynthiabella
laudya cynthia bella dengan hijab warna pink pastel
Hijab warna pink pastel. (Foto: instagram/laudyacynthiabella
laudya cynthia bella dengan hijab warna turquoise
Hijab segiempat berwarna biru turquoise. (Foto: instagram/laudyacynthiabella

Tips editor: Saat mengenakan hijab warna gelap, pastikan kulit kepalamu bersih ya. Ketombe akan terlihat jelas saat kamu memakai busana dan hijab berwarna hitam.

Gunakan shampoo khusus untuk pengguna hijab seperti Sunsilk Hijab Refresh & Anti Dandruff Shampoo. Dengan kandungan peppermint, fig, dan micellar ice, shampoo ini akan memberikan perlindungan dari ketombe dengan sensasi dingin dan segar seketika. Rambutmu pun akan lebih harum hingga 48 jam dan bebas bau apek!

Warna Jilbab untuk Kulit Kuning Langsat.

Ini adalah warna kulit orang Indonesia. Warna kulitnya cerah namun dengan pigmen kekuningan yang terlihat, sehingga kulit tidak tampak begitu pucat. Biasanya, problem ketika memilih jilbab untuk warna kulit ini adalah pilihan warna yang tak membuat kulit terlihat makin kekuningan dan ‘mati’.

Rekomendasi warna: Warna yang berseberangan dengan kuning pada color wheel, yaitu merah, ungu, pink, dan biru yang bold. Jika ingin menggunakan warna kuning, pilih warna tua.

Kurang cocok untuk warm undertones: Biru muda, abu-abu pucat, cokelat yang ashy (mengandung unsur abu-abu).

Kurang cocok cool undertones: Cokelat keemasan, seperti caramel, sand yellow, mellow, dan cokelat kekuningan.

selebgram dwi handayani dengan hijab kuning
(Foto: instagram/dwihandaanda)
selebgram dwi handayani dengan hijab ungu
(Foto: instagram/dwihandaanda)
selebgram dwi handayani dengan hijab teracotta
(Foto: instagram/dwihandaanda)

Tips editor: Jika kamu ingin memakai warna-warna hangat, tapi memiliki undertone cool, kamu bisa mengombinasikannya. Misalnya dengan memakai pattern scarf yang memadukan warna peach yang hangat dengan ash atau abu-abu yang dingin. Tinggal pastikan warna yang mendominasi tampilanmu tetaplah warna berspektrum dingin.

Warna Jilbab untuk Kulit Sawo Matang.

Selain kuning langsat, warna kulit khas wanita Indonesia lainnya adalah sawo matang. Ini adalah warna kecokelatan dengan rona pucat, sehingga tidak begitu gelap. Kesalahan yang biasa dilakukan oleh yang kulitnya berwarna ini adalah memilih warna hijab yang membuat kulit terlihat kusam.

Rekomendasi warna: Hitam, abu-abu, kuning gading, kuning keemasan, warna kecokelatan (taupe, camel, beige), hijau olive, hijau zamrud, biru teal, biru turquoise, merah, merah anggur, fuchsia, medium pink (blush), pink terang, coral, oranye, amber (kuning-oranye), salem.

Kurang cocok untuk warm undertones: Pastel yang terlalu muda.

Kurang cocok cool undertones: Kuning kecokelatan.

selebgram samia
Hijab berwarna kuning gading. (Foto: instagram/sauf.etc)
selebgram samia
Hijab berwarna abu-abu tua. (Foto: instagram/sauf.etc)
selebgram samia
Hijab berwarna hijau olive. (Foto: instagram/sauf.etc)
selebgram samia
Hijab berwarna biru. (Foto: instagram/sauf.etc)
selebgram samia
Hijab berwarna merah burgundy. (Foto: instagram/sauf.etc)
selebgram samia
Hijab berwarna salem. (Foto: instagram/sauf.etc)

Tips Editor: Masalah rambut yang dihadapi wanita berhijab umumnya cukup kompleks. Ini dikarenakan kulit kepala wanita berhijab lebih panas 0,5° C dan juga lebih rendah 20 RH kelembapannya dibandingkan wanita yang tidak menggunakan hijab. Ini adalah penyebab kepala cepat berkeringat, rentan berketombe, serta berisiko rontok.

Kamu bisa coba CLEAR Hijab Pure Shampo Anti-Ketombe & Anti-Rontok yang dilengkapi dengan teknologi cooling gel agar mampu melapisi rambut. Triple anti dandruff technology pada shampoo ini juga efektif mengatasi ketombe. Ada juga kandungan Fresh Rose Extract & Habbatus Sauda yang bisa merangsang pertumbuhan rambut sehingga mengurangi rambut rontok.

Warna Jilbab untuk Kulit Gelap.

Sebenarnya, tak sulit mencocokkan warna jilbab dengan warna kulit gelap. Sama seperti warna kulit putih terang, warna kulit ini cenderung ‘masuk’ dengan warna apa saja, bahkan pastel sekalipun!

Tantangannya hanya satu, hindari memilih warna gelap yang hampir serupa dengan warna kulit asli.

Rekomendasi warna: Hitam, abu-abu tua, kuning gading, kuning marigold, kuning keemasan, cokelat gelap, biru dongker, hijau pastel, hijau botol, merah anggur, magenta, ungu, mauve (ungu pucat), medium pink (blush), pink pastel, pink terang, amber (kuning-oranye).

Kurang cocok untuk warm undertones: Warna kecokelatan yang ashy (mengandung unsur abu-abu), camel, mocha.

Kurang cocok cool undertones: Putih yang muted, silver atau abu-abu muda.

Wanita Asia memakai hijab abu-abu
Kulit dengan undertone cool cocok mengenakan hijab warna abu-abu. (Foto: Natasha Estelle)
halima somali dengan hijab warna gold
(Foto: Instagram/halima)
selebgram nas dengan hijab hijau
(Foto: Instagram/sailingnas)
selebgram nas dengan hijab warna biru
(Foto: Instagram/sailingnas)

Meski ada aturan warna yang direkomendasikan sesuai dengan undertone, kamu tetap memiliki kebebasan memilih warna jilbab. Hal yang paling penting dalam berpenampilan tentunya adalah kenyamanan.

Kenyamanan berhijab juga tak hanya ditentukan oleh warna, tapi juga dari pemilihan bahan hijab, gaya, hingga kesehatan rambut dan kulit kepala sehingga terhindar dari masalah rambut. Tetaplah jadi diri sendiri dalam berpenampilan ya!

Artikel selanjutnya

Hair Quiz