Thata Al Jundiah Ajak Perempuan Bijak Ber-Fashion di International Women’s Day

Thata Al Jundiah mengajak kita untuk lebih jeli dalam ber-fashion, karena dampaknya tak hanya untuk penampilan tapi juga kehidupan sosial dan lingkungan.

Saat membeli baju baru, kerudung baru, atau tas baru, pertimbangan apa yang ada di pikiranmu? Apakah kualitas barangnya atau yang penting harganya murah? Cara kita mengambil keputusan untuk membeli sesuatu inilah yang menjadi alasan Qonita Al Jundiah atau dikenal dengan nama Thata Al Jundiah membangun Parte, sebuah label modest fashion bertema conscious brand.

Thata mengawali karier di dunia fashion sebagai hijab blogger dan fashion stylist di sebuah majalah pada tahun 2013 . Gaya hijabnya yang khas membuatnya mendapatkan banyak pembaca setia. Kini, akun Instagram-nya sudah memiliki 186 ribu followers.

Usai melanjutkan studi di University of Leeds jurusan Fashion, Enterprise & Society, jurusan Fashion, Enterprise & Society, Thata yakin untuk membuat label fashion yang tak hanya berbicara tentang gaya semata. Fashion tidak berdiri sendiri. Ia memberi dampak besar, baik pada lingkungan, sosial, hingga perekonomian.

Thata Al Jundiah memakai busana klasik.
Thata berinisiasi membuat modest fashion brand ramah lingkungan. (Foto: Instagram/Thataljundiah)

Limbah fashion bisa beragam, mulai dari kain perca sisa produksi hingga baju bekas yang tak terpakai lagi. Jutaan ton limbah dari bahan sintetis terbuang ke laut dan bisa merusak ekosistem yang ada. Data yang dikumpulkan Ellen MacArthur Foundation menyebut limbah bisnis fashion mencapai 7,1 triliun Rupiah per tahun.

Menurut sumber yang sama, emisi gas pada industri fashion lebih merusak daripada industri penerbangan maupun pelayaran. Bahaya ini makin meningkat karena produksi busana terus meningkat dari tahun ke tahun. Sejak tahun 2000 hingga sekarang, peningkatannya sebanyak dua kali lipat.

Thata mengaku tak bisa menutup mata dengan fakta tersebut. Begitupun seharusnya dengan kita semua, khususnya para penikmat fashion.

Hijab Ramah Lingkungan.

Thata Al Jundiah tersenyum memakai hijab segi empat voile polos warna pink
Thata Al Jundiah merilis koleksi hijab ramah lingkungan. (Foto: Instagram/Parte.co)

Produk pertama yang ia rilis melalui Parte adalah hijab ramah lingkungan. Helaian hijab segi empat ini terbuat dari 100% bahan alami tanpa bahan kimia. Thata menghindari bahan polyester, karena bahan ini termasuk daftar bahan yang susah diuraikan.

“Awalnya aku berpikir, produk apa ya yang akan kepakai lama, tapi tetap up to date. Akhirnya keluarlah ide membuat jilbab polos dengan packaging box. Jadi, selain jilbabnya terbuat dari bahan ramah lingkungan, packaging box juga bisa dipakai lagi. Box itu juga bisa dikembalikan ke kita. Kita akan ngasih potongan harga kepada customer yang mengembalikan box tersebut,” usai wanita kelahiran tahun 1992 ini kepada All Things Hair.

Thata berupaya memproduksi produk fashion yang bersahabat dengan alam. Tak hanya berjualan, melalui Parte ia pun melakukan campaign agar para customer hanya membeli sesuatu yang benar-benar ia butuhkan, dan bisa dipakai dalam waktu yang lama.

Namun, membeli dan memiliki saja tidak cukup. Kita juga perlu merawatnya dengan baik. Untuk itu, Thata juga berkreasi membuat Hijab Wash yakni deterjen yang memakai bahan alami. Produk ini akan membantu para customer Parte untuk menjaga kualitas hijabnya, tapi juga tidak berbahaya untuk lingkungan.

Deterjen khusus hijab dalam botol dengan kelapa dan kelopak mawar mengitarinya.
Hijab wash yang Thata rilis terbuat dari bahan alami. (Foto: Instagram/Parte.co)

Hijab Wash ini mengandung 80% coconut oil, dengan wewangian alami dari ekstrak mawar. Thata menerapkan label deterjen free, hars chemical free, cruelty free, dan biodegradable pada produk andalannya tersebut.

“Awalnya agak berat mengenalkan produk ini, karena orang nggak familier untuk meng-handle delicate fabric. Padahal sebenarnya, untuk delicate fabric kita punya maintenance sendiri. Kita pengen temen-temen pakai produk yang nggak cuma bermanfaat ke penggunanya, tapi juga bermanfaat untuk nature,” terang ibu dua anak ini.

Meski begitu, semakin banyak orang yang aware dengan keberadaan produk yang berbeda dari biasanya ini. Bagi Thata, masih PR besar, tapi tentu ia tak boleh berhenti begitu saja.

Baca juga: Tips Bebas Jilbab Kusut Meski Setelah Pakai Helm

Transparansi dalam Berjualan di Media Sosial.

Banner baju dengan foto orang yang membuatnya.
Salah satu postingan yang menunjukkan foto penjahir di Instagram Parte. (Foto: Instagram/pret.a.parte)

Selain itu, Thata Al Jundiah juga menjunjung tinggi transparansi dalam berjualan di media sosial. Ia menunjukkan foto penjahit, dengan tujuan para customer benar-benar mengenal produk yang ia beli. Tak sedikit kasus retail fashion raksasa dunia yang tersandung masalah upah penjahit. Di balik nama yang besar, rupanya ada penjahit yang diupah rendah, bahkan ditunda pembayarannya berbulan-bulan.

Saat membeli produk retail tersebut, kita tak pernah tahu menahu, dari mana kain itu berasal – atau siapa yang menjahit baju tersebut. Hal ini yang ingin Thata hindari.

“Jangan sampai kita tergoda berbelanja hanya ‘wah ada sale’, tanpa tahu keringat yang dikucurkan oleh para pembuatnya, atau tanpa tahu barang itu akan kita pakai atau enggak,” ungkapnya.

Fashion dan Kehidupan Sosial.

Thata Al Jundiah hijabers memilih desain dan bahan baju.
Thata mengaku punya banyak pertimbangan saat ingin merilis sebuah koleksi busana. (Foto: Instagram/thataljundiah)

Lebih jauh lagi Thata menambahkan bahwa fashion tak hanya punya dampak terhadap lingkungan tapi juga sosial. Apalagi, kini ada media sosial yang begitu mudahnya mempertontonkan apa yang kita pakai dan apa yang kita punya. Menurutnya, tak menutup kemungkinan itu bisa meningkatkan insecurity, khususnya bagi para perempuan.

Fashion tak jarang menjadi tekanan, antar-wanita. Tak bisa dipungkiri ada segelintir orang yang menilai seseorang dari apa yang dia pakai. Keadaan ini kadang menjadi toxic. Padahal, bukankah sebaiknya kita saling mendukung dan menginspirasi?

“Jangan sampai apa yang kita pakai, jadi pressure buat orang lain. Sebaiknya apa yang kita tunjukkan di media sosial juga punya value and inspire each other,” ungkap perempuan bergaya hijab simple ini.

Jangan sampai kita merasa lebih baik dari yang lain, karena apa yang kita pakai.

Berkaitan dengan hal tersebut, Thata berupaya mendesain produk fashion yang tak hanya bagus dipertontonkan tapi juga bermanfaat dalam waktu yang lama. Tak ada salahnya kok memakai baju yang itu-itu lagi. Foto OOTD di Instagram tak harus memakai baju yang baru kan?

“Khususnya untuk aku yang muslim, konsep modest ini sejalan banget sama Islam. Islam mencintai keindahan tapi juga Islam menganjurkan kita untuk mempertimbangkan segala sesuatunya, untuk punya rem. Jangan sampai kita berlebih-lebihan,” ungkap hijabers ini.

Perempuan Bisa Berdaya Meski Sambil Mengurus Keluarga.

Thata Al Jundiah bermain bersama dua anaknya.
Thata Al Jundiah memiliki dua putra yang masih kecil. (Foto: Instagram/thataljundiah)

Tantangan Thata Al Jundiah untuk mengembangkan Parte tak hanya dari luar, tapi juga dari kehidupan personalnya. Di usianya ke 28 tahun ini, ia dikaruniai 2 anak yang kini masih berusia di bawah lima tahun. Tentu tidak mudah mengatur waktu antara pekerjaannya di dalam dan luar rumah, apalagi ia tidak memiliki nanny untuk bantu mengurus anak.

Namun menurut Thata, ada kalanya tekanan mengurus anak justru muncul  dari sesama ibu. Perasaan ingin berkompetisi itu yang membuat tugas seorang ibu menjadi sangat berat. Sebut saja dari perdebatan ibu rumah tangga – ibu bekerja di kantor, pemilihan sekolah negeri – sekolah swasta, hingga tuntutan untuk tetap tampil cantik meski mengurus anak dan rumah.

“Kuncinya adalah ikhlas, menerima apa yang Allah kasih. Sukses itu relatif banget, kita tidak perlu kompetitif dengan orang lain tapi kita harus kompetitif dengan diri kita sebelumnya. Apakah kita lebih baik dari kita yang kemarin? Itu kunci untuk meringankan langkah kita. Entah itu dalam berumah tangga, ngurus anak, atau bersosialisasi,” ungkap Thata Al Jundiah.

Only compare your self to who you were yesterday.

Kepala yang dingin dan hati yang berserah menurut Thata akan melapangkan langkah kita dalam menjalankan tugas baik sebagai entrepreneur maupun sebagai seorang ibu. Ditambah lagi sebagai seorang muslim, ia meyakini bahwa bukan kesuksesan yang membuat derajatnya tinggi tapi bagaimana ia menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain.

Setuju?

Terima kasih Thata sudah menyebarkan energi positif!

 

Tips Editor:

Kamu menggunakan hijab seperti Thata? Pastikan kamu juga mendinginkan kepalamu dengan perawatan kulit kepala yang tepat. Menurut penelitian, kulit kepala yang tertutup hijab bisa lebih panas 0,5 derajat C.

Gunakan CLEAR Hijab Pure Anti Ketombe + Perawatan Rambut Rontok yang diformulasikan khusus untuk hijabers. Formula ekstrak mawar dan habbatussauda dapat membantu mencegah ketombe hingga kerontokan rambut.

Hair Quiz