Uniknya Gaya Hijabers dari Berbagai Negara, Jepang hingga Malaysia

Hijabers dari mancanegara punya gaya yang berbeda. Intip gaya mereka untuk inspirasimu!

World Hijab Day yang jatuh pada tanggal 1 Februari jadi momentum para wanita berhijab untuk berdaya dan melawan stereotype. Pada perayaan tersebut, kita juga bisa melihat betapa bervariasinya gaya hijabers dari mancanegara. Mereka punya ciri khas tersendiri. Gaya hijabers Malaysia punya ciri khas berbeda dengan Turki, begitupula dengan Indonesia. Ada ragam faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut, mulai dari kebudayaan, tradisi, hingga iklim.

Misalnya saja Indonesia yang merupakan negara tropis. Matahari yang menyapa sepanjang tahun, membuat para hijabers di Indonesia memilih jilbab yang ringan dan nyaman dipakai. Jika tidak, kepala terasa lebih panas dan gerah.

Namun, tak berarti kamu harus terpaku dengan model hijab yang itu-itu saja kok. Kita bisa bereksplorasi mencoba ragam gaya hijab dari berbagai negara.

Dalam rangka memeriahkan World Hijab Day, yuk kita mengintip beda gaya hijabers dari Malaysia hingga Indonesia. Siapa tahu, salah satunya cocok dengan kepribadianmu!

1. Gaya Hijabers Malaysia.

Tiga wanita Malaysia memakai hijab sifon dan baju kurung berwarna pastel.
Baju kurung dan hijab sifon jadi ciir khas hijabers Malaysia. (Foto: Shutterstock)

Gaya hijabers Malaysia sangat khas dan tak banyak berubah dari dekade ke dekade. Mereka kebanyakan lebih menyukai shawl atau pashmina panjang untuk pemakaian sehari-hari. Bahan hijab yang jadi favorit adalah sifon dan satin yang jatuh dan flowy.

Perbedaan gaya hijab Malaysia dan Indonesia adalah caranya memasang hijab di bagian dahi. Para hijabers Malaysia senang memasang hijab tanpa ada rongga di bagian dahi dan melipatnya di atas rahang. Sedangkan hijabers Indonesia lebih suka hijab menutupi pipi agar tidak terlihat chubby.

Wanita Asia memakai hijab instan hijau dan baju merah.
Hijab instan khas Malaysia. (Foto: Shutterstock)

Selain itu, mereka juga sudah mengenal hijab instan sejak lama. Hijab instan yang bisa dipakai langsung tanpa peniti pun punya banyak jenisnya. Mereka menyebutnya sebagai tudung instan.

2. Gaya Hijabers Turki yang Klasik.

Wanita Turki memakai hijab satin biru dongker dan tersenyum.
Gaya hijab yang mengerucut di dahi jadi khas Turki. (Foto: Shutterstock)

Hijabers Turki juga punya gaya yang khas. Model jilbab yang mereka pakai cenderung seragam, yakni pashmina atau segi empat yang dipakai secara simple, dan mengerucut di atas dahinya. Mereka juga senang memakai cepol di dalam hijab sehingga kepalanya terlihat bervolume.

Hijab dari Turki yang paling terkenal adalah scarf bercorak dengan bahan satin. Hijab sejenis ini sudah mendunia. Tak hanya karena coraknya, kualitas jahitan hijab Turki juga di atas standar. Tak heran, jika harganya cukup tinggi di Indonesia.

Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya pabrik atau garmen brand-brand fashion mendunia di sini. Turki sendiri menjadi negara dengan industri garmen terbesar ketiga setelah Tiongkok dan Bangladesh.

3. Jilbab Khas Wanita Arab.

Wanita Arab pakai abaya dan hijab hitam duduk di atas kursi taman.
Abaya dan hijab berwarna hitam jadi ciri khas gaya hijabers Arab. (Foto: Shutterstock)

Bisa dibilang, gaya hijab yang paling mudah dikenali adalah dari Arab. Kaftan atau abaya hitam dipadu dengan pashmina panjang berwarna pekat menjadi ciri khas hijabers Arab.

Mereka biasanya tidak mengenakan jarum pentul atau peniti. Pashmina dililit dan diselipkan di beberapa titik sehingga tidak mudah berubah bentuknya. Biasanya jenis hijab yang digunakan juga tidak licin, sehingga mudah dibentuk di kepala.

Ada pula di antara mereka yang memakai cadar atau niqab untuk memenuhi sunnah dan melindungi diri. Kamu bisa intip tutorial hijab khas wanita Arab dari All Things Hair.

Wanita Arab memakai turban dan anting besar dengan coat.
Turban juga jadi favorit wanita Timur Tengah. (Foto: Shutterstock)

Namun, tak semua hijabers Arab menyukai hijab tertutup rapat dengan cadar. Beberapa di antara mereka senang memperlihatkan beberapa helai rambut di bagian kepalanya atau mengenakan turban dengan leher terbuka.

4. Gaya Unik Hijab Hijabers Jepang.

Wanita memakai hijab instant pink dan payung Jepang.
HIjab unik yang bisa kamu pilih. (Foto: Shutterstock)

Meski bukan negara dengan mayoritas muslim, Jepang juga punya komunitas muslim. Bahkan, salah satu blogger berhijab yang mendunia juga berasal dari Jepang. Hal yang membuat hijabers Jepang menjadi sorotan adalah gaya yang unik.

Orang Jepang sepertinya tak takut untuk tampil berbeda. Hal ini terlihat dari berkembangnya gaya Harajuku di sana. Jangan heran, kalau kamu menemukan banyak orang bergaya quirky di jalanan.

5. Corak dan Warna Khas Hijab Maroko.

Wanita memakai scarf bermotif maroko di padang pasir.
Warna dan corak khas Maroko bisa jadi inspirasi gayamu. (Foto: Shutterstock)

Negara di Afrika yang juga punya gaya yang tak boleh dilewatkan adalah Maroko. Ingat kan bagaimana cantiknya corak atau motif kain-kain di sana? Nah, scarf dengan motif inilah yang jadi ciri khas para hijabers Maroko.

Kaftan dengan corak warna-warni dipadukan dengan scarf berwarna senada, menjadi gaya yang paling khas dari wanita Maroko. Untuk pemakaian hijab, gaya mereka mirip hijabers Arab. Ada yang memakai pashmina dililit, adapula yang bergaya turban.

6. Hijabers Indonesia yang Variatif.

Model berjalan memakai busana rancangan Jenna Kaia di JFE 2020
Gaya hijab segi empat simple jadi ciri khas hijabers Indonesia. (Foto: Imagenet)

Tentunya tidak sah jika kita tidak membahas gaya hijabers Indonesia. Dibandingkan negara lain, bisa dibilang perubahan gaya hijab di sini lebih fluktuatif. Sejak tahun 80-an kita sudah mengenal hijab. Gaya khas di tahun itu adalah hijab ala grup qasidah, masih ingat kan?

Sementara awal tahun 2000-an, kita mengenal gaya hijab tumpuk dengan ragam aksesori di kepala. Hijab instan pun tak kalah booming. Ada aneka desain hijab instan dijual di sini, mulai dari hijab olahraga hingga jilbab formal. Tren hijab instan ini masih lanjut hingga sekarang.

Wanita Asia memakai khimar instan warna peach
Khimar instan seperti ini juga hanya ada di Indonesia. (Foto: Shutterstock)

Sementara hijab yang sedang digandrungi di awal tahun 2020 adalah hijab segi empat atau pashmina berbahan voile. Hijab motif atau bercorak yang sempat naik daun tahun lalu, juga masih banyak dipakai tahun ini.

Luasnya daerah geografis dengan ragam budaya membuat Indonesia mewakili banyak gaya. Ada hijabers yang lebih suka warna-warna monokrom, ada pula yang lebih menyukai warna mencolok.

 

Nah, gaya hijabers mana yang paling mewakili karaktermu? Jika bosan dengan gaya yang itu-itu saja, tak ada salahnya mencoba gaya baru yang cocok dengan karaktermu dan nyaman dipakai.

Selain memilih hijab yang nyaman, kita juga sebaiknya merawat rambut dan kulit kepala agar tetap sehat. Salah satu cara mudahnya adalah dengan rutin menggunakan shampoo khusus hijabers.

Kamu bisa mencoba Sunsilk Hijab Recharge Refresh & Hairfall Solution Shampoo yang membantu menyegarkan kulit kepala sekaligus menguatkan rambut hingga akarnya.

Apapun gaya hijabmu, kulit kepala dan rambut yang sehat akan membuatmu tetap nyaman!

Hair Quiz