Uniknya Gaya Hijabers dari Berbagai Negara, Jepang hingga Malaysia

Hijabers dari mancanegara punya gaya yang berbeda. Intip gaya mereka untuk inspirasimu!

Gaya hijabers di setiap negara memiliki ciri khas tersendiri. Mereka punya beragam variasi model hijab yang berbeda-beda. Contohnya, gaya hijabers Malaysia punya ciri khas berbeda dengan Turki, begitupula dengan Indonesia. Ada banyak faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut, mulai dari kebudayaan, tradisi, hingga iklim.

Misalnya, Indonesia yang merupakan negara tropis. Hal ini membuat para hijabers Indonesia memilih jilbab yang ringan dan nyaman dipakai. Jika tidak, kepala terasa lebih panas dan gerah.

Namun, tak berarti kamu harus terpaku dengan model hijab yang itu-itu saja kok. Kamu boleh banget bereksplorasi untuk mencoba ragam gaya hijab dari berbagai negara.

Yuk, intip beragam gaya hijabers mulai dari model hijab Malaysia hingga Indonesia. Siapa tahu, salah satunya cocok dengan kepribadianmu!

1. Gaya Hijabers Malaysia.

Wanita Asia mengenakan hijab warna hijau olive.
Gaya hijab a la Malaysia yang simple. (Foto: Instagram.com/nazurahusna)

Hijab a la Malaysia sangat khas dan tak banyak berubah dari dekade ke dekade. Mereka kebanyakan lebih menyukai shawl atau pashmina panjang untuk pemakaian sehari-hari. Bahan hijab yang jadi favorit adalah sifon serta satin yang jatuh dan flowy.

Perbedaan model kerudung Malaysia dan Indonesia adalah caranya memasang hijab di bagian dahi. Para hijabers Malaysia senang memasang hijab tanpa ada rongga di bagian dahi dan melipatnya di atas rahang. Hijabers Indonesia lebih suka hijab menutupi pipi agar tidak terlihat chubby.

Wanita Asia memakai hijab instan hijau dan baju merah.
Hijab instan khas Malaysia. (Foto: Shutterstock)

Selain itu, mereka juga sudah mengenal hijab instan sejak lama. Hijab instan yang bisa dipakai langsung tanpa peniti pun punya banyak jenisnya. Mereka menyebutnya sebagai tudung instan.

2. Gaya Klasik Hijabers Turki.

Wanita Turki memakai hijab satin biru dongker dan tersenyum.
Gaya hijab yang mengerucut di dahi jadi khas Turki. (Foto: Shutterstock)

Style hijab Turki juga punya gaya yang khas. Model jilbab yang mereka pakai cenderung seragam, yakni pashmina atau segi empat yang dipakai simpel, dan mengerucut di atas dahi. Mereka juga senang memakai cepol di dalam hijab sehingga kepala terlihat bervolume.

Hijab dari Turki yang paling terkenal adalah scarf bercorak dengan bahan satin. Jenis hijab ini sudah mendunia! Tak hanya karena coraknya, kualitas jahitan hijab Turki juga di atas standar. Tak heran, jika harganya cukup tinggi di Indonesia.

Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya pabrik atau garmen fashion brand yang mendunia di sana. Turki adalah negara dengan industri garmen terbesar ketiga setelah Tiongkok dan Bangladesh.

3. Jilbab Khas Wanita Arab.

Wanita Arab mengenakan pashmina simple warna cokelat.
Hijab atau pashmina tanpa jarum pentul khas wanita Arab. (Foto: Instagram.com/donnam__)

Bisa dibilang, gaya hijab yang paling mudah dikenali adalah dari Arab. Kaftan atau abaya hitam dipadu dengan pashmina panjang berwarna pekat menjadi ciri khas hijabers Arab. Namun, seiring perkembangan trend hijab, warna yang dipakai juga mulai beragam.

Mereka biasanya mengenakan pashmina tanpa jarum pentul atau peniti. Cukup diselipkan di beberapa titik sehingga tidak mudah berubah bentuknya. Biasanya jenis hijab yang digunakan juga tidak licin, sehingga mudah dibentuk di kepala.

Ada pula di antara mereka yang memakai cadar atau niqab untuk memenuhi sunnah dan melindungi diri. Kamu bisa intip tutorial hijab khas wanita Arab dari All Things Hair.

Wanita Arab memakai turban dan anting besar dengan coat.
Turban juga jadi favorit wanita Timur Tengah. (Foto: Shutterstock)

Namun, tak semua hijabers Arab menyukai hijab tertutup rapat dengan cadar. Beberapa di antara mereka senang memperlihatkan beberapa helai rambut di bagian kepala atau mengenakan turban dengan leher terbuka.

4. Gaya Hijabers Jepang.

Nur Arisa Maryam, blogger hijabers asal Jepang dengan gaya kerudung simple.
Gaya pashmina lilit yang jadi favorit Nur Arisa Maryam. (Foto: Instagram.com/thejapanesemuslimah)

Meski bukan negara dengan mayoritas muslim, Jepang juga punya komunitas muslim. Bahkan, salah satu blogger berhijab yang mendunia berasal dari Jepang, yakni Nur Arisa Maryam. Hal yang membuat hijabers Jepang menjadi sorotan adalah gaya yang unik.

Orang Jepang sepertinya tak takut untuk tampil berbeda. Hal ini terlihat dari berkembangnya gaya Harajuku di sana. Namun, untuk urusan gaya hijab Jepang, mereka lebih menyukai gaya pashmina lilit dengan aksen tumpuk di bagian depan.

5. Gaya Hijab Pastel a la Korea.

Wanita Korea, Ayana Moon tampil cantik kenakan hijab warna biru turqouise.
Hijab pastel a la Ayana Moon yang chic. (Foto: Instagram.com/xolovelyayana)

Umumnya, cara memakai hijab a la hijabers Korea mirip dengan hijabers Malaysia dan Jepang. Mereka lebih menyukai gaya jilbab yang simpel tanpa banyak jarum pentul atau peniti.

Hanya saja, wanita Korea lebih menyukai warna-warna pastel untuk pilihan hijabnya. Misalnya, warna dusty pink, baby blue, atau turquoise yang juga sangat cocok untuk warna kulit wanita Korea yang putih.

6. Corak dan Warna Khas Hijab Maroko.

Wanita memakai scarf bermotif maroko di padang pasir.
Warna dan corak khas Maroko bisa jadi inspirasi gayamu. (Foto: Shutterstock)

Negara di Afrika yang juga punya style hijab yang tak boleh dilewatkan adalah Maroko. Ingat kan bagaimana cantiknya corak atau motif kain-kain di sana? Nah, scarf dengan motif inilah yang jadi ciri khas hijabers Maroko.

Kaftan dengan corak warna-warni dipadukan dengan scarf berwarna senada, menjadi gaya yang paling khas dari wanita Maroko. Untuk pemakaian hijab, gaya mereka mirip hijabers Arab. Ada yang memakai pashmina dililit, ada yang bergaya turban.

7. Gaya Hijabers Indonesia yang Variatif.

Wanita Indonesia kenakan gaya hijab pashmina instan kekinian.
Gaya pashmina sifon kekinian. (Foto: Instagram.com/inasrana)

Tentunya tidak sah jika kita tidak membahas gaya hijabers Indonesia. Dibanding negara lain, perubahan gaya hijab di sini lebih fluktuatif. Sejak tahun 80-an, Indonesia sudah mengenal hijab. Gaya khas di tahun itu adalah hijab ala grup qasidah, masih ingat kan?

Nah, di awal tahun 2000-an, kita mengenal gaya hijab tumpuk dengan ragam aksesori di kepala. Hijab instan pun tak kalah booming. Ada aneka desain hijab instan dijual di sini, mulai dari hijab olahraga hingga jilbab formal. Trend hijab instan ini masih lanjut hingga sekarang.

Wanita Asia memakai khimar instan warna peach
Khimar instan seperti ini juga hanya ada di Indonesia. (Foto: Shutterstock)

Sementara hijab yang sedang digandrungi di awal tahun 2020 hingga sekarang adalah hijab segi empat berbahan voile atau pashmina instan bahan sifon. Hijab motif atau bercorak yang sempat naik daun tahun lalu, juga masih diminati.

 

Nah, gaya hijabers mana yang paling mewakili karaktermu? Jika bosan dengan gaya yang itu-itu saja, tak ada salahnya mencoba gaya baru yang cocok dengan karaktermu dan nyaman dipakai.

Tip Editor: Selain memilih hijab yang nyaman, rawat juga rambut dan kulit kepalamu agar tetap sehat. Salah satu cara mudahnya adalah dengan rutin menggunakan shampoo khusus hijabers.

Kamu bisa mencoba Sunsilk Hijab Refresh & Hairfall Shampoo yang diperkaya dengan jahe, madu dan micellar ice untuk memberi sensasi dingin dan segar. Tak hanya itu, shampoo ini juga akan membantu mengatasi kerontokan dan membuat batang rambut lebih fleksibel, lentur, sehingga tidak mudah patah.

Apapun gaya hijabmu, kulit kepala dan rambut yang sehat akan membuatmu tetap nyaman. Ikuti juga tips cara merawat rambut berhijab, ya!

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya
Hair Quiz