6 Cara Memilih Masker Hijab yang Nyaman dan Aman

Dari sekian banyak pilihan masker kain, yang paling cocok untuk wanita berhijab yang mana ya?

Di era new normal ini, masker jadi barang wajib demi kesehatan bersama. Meski memang, terkadang penggunaan masker masih belum bikin nyaman. Apalagi bagi yang berhijab. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih masker hijab. Ibaratnya seperti memasangkan dua aksesori sekaligus di kepala. Kalau salah langkah, bisa repot jadinya.

Setelah anjuran pemakaian masker kain disahkan oleh WHO, semakin banyak toko yang menjual masker. Pilihan coraknya beragam, bahkan bentuknya pun berbeda-beda. Mana ya, masker yang paling cocok untuk wanita berhijab?

Agar tak salah pilih, kali ini kita berbagi cara memilih masker hijab yang tak hanya nyaman dipakai, tapi juga harmonis ketika disandingkan dengan gaya hijab kamu. Yuk, simak satu persatu!

1. Pilih Masker Hijab Headloop.

Tiga masker hijab headloop berwarna bold.
Masker hijab dengan tali yang diikat di belakang. (Foto: Silmia Putri)

Pernah mendengar istilah headloop? Istilah ini semakin populer setelah banyak yang menjual hijab masker headloop. Secara umum, masker headloop adalah masker yang talinya melingkar di kepala bukan dikaitkan ke telinga.

Cara memakai masker hijab ini juga berbeda dengan masker earloop. Ada yang talinya diikat di belakang, ada pula yang berbentuk tali karet yang bisa dipasangkan di belakang kepala. Bentuk masker ini cocok untuk pengguna hijab, karena kita bisa memasangkannya setelah memakai hijab.

2. Pakai Masker Earloop dengan Strap Masker.

Wanita Indonesia difoto dari samping mengenakan hijab dengan konektor hijab yang stylish.
Pilih model konektor atau strap masker khusus hijab yang modelnya stylish. (Foto: Instagram.com/mysummerblossom)

Berbeda dengan model masker hijab headloop yang memang sudah ada tali pengait di bagian tengah, masker earloop, talinya hanya bisa dikaitkan di telinga. Sehingga pengguna hijab harus memasangkannya sebelum memakai kerudung. Jika memilih pakai masker earloop dan tidak ingin membuat bentuk hijab jadi berantakan, kamu bisa menggunakan aksesori tambahan. Ya, sekarang banyak banget yang menjual strap masker dengan berbagai desain dan warna yang stylish untuk masker kerudung.

Cara memakai masker saat berhijab dengan masker earloop cukup mudah, gunakan strap masker yang dikaitkan ke bagian masing-masing tali masker. Kemudian, tekan pengait yang berada di tengahnya agar masker tidak longgar.

3. Pilih Bahan Masker yang Breathable.

Tiga masker earloop berwarna netral
Pilih bahan masker yang lembut. (Foto: Shutterstock)

Sering merasa sesak saat memakai masker? Bisa jadi karena bahan maskernya kurang tepat. Seiring dengan merebaknya tren masker kain, banyak toko yang menjual beragam jenis bahan masker kain. Padahal, tidak semua bahannya cocok dijadikan masker karena ini berhubungan dengan pernafasan kita.

Pilih masker hijab berbahan katun yang serat kainnya cukup renggang untuk sirkulasi udara. Akan lebih baik, jika bahannya 100% cotton tanpa tambahan polyster. Dengan begitu, kita tetap bisa bernafas dengan lega. Hindari bahan yang terlalu tebal seperti wool, denim, dan polyester.

4. Perhatikan Ketebalan Masker.

Bagian belakang masker kain dengan gunting dan benang di sebelahnya.
Masker ini memiliki kantong untuk tisu sebagai tambahan layer. (Foto: Shutterstock)

Agar tetap aman, masker kain sebaiknya terdiri dari beberapa lapis. Pilih masker hijab 3 hingga lapis, yang bagian dalamnya ada ruang untuk kita simpan tisu sebagai tambahan pelindung. Meski ada tiga lapis, jika kita memiliki jenis bahan masker yang tepat, akan tetap nyaman kok dipakai. Kesehatan tetap nomor satu kan?

5. Pastikan Ukuran Masker Sesuai.

Wanita berhijab memasangkan masker hijab di kepalanya
Pastikan masker menutup hidung dan dagu dengan aman. (Foto: Shutterstock)

Memang, jarang penjual yang menyajikan beberapa pilihan masker sekaligus. Tidak seperti pakaian yang biasanya ada ukuran S, M, dan L. Namun, bukan berarti kamu tidak memerhatikan ukuran dan polanya ya. Masker kain yang dijual punya beragam bentuk. Kamu bisa tanyakan ukurannya kepada penjual untuk memastikan masker bisa menutup hidung dan dagu dengan sempurna.

Jangan sampai masker terlalu longgar, karena virus dapat menyusup dengan mudah di sela-sela masker.

6. Pertimbangkan Warna dan Corak.

Wanita berhijab abu mengenakan masker dan tersenyum
Padukan warna hijab dan masker. (Foto: Shutterstock)

Masker juga jadi bagian dari penampilanmu. Tak ada salahnya mix and match warna dan corak masker dengan baju dan hijab yang kamu pakai. Misalnya, kalau kalau kamu pakai kerudung biru, kenakan masker dengan warna senada. Pemilihan warna masker dan kerudung yang senada dapat meminimalisir penampilanmu terlihat too much.

Selain warna, corak masker juga sebaiknya jadi perhatian ya. Kalau kamu sudah memakai busana bermotif, maka hindari masker dengan corak yang berwarna. Saran kami, pilih masker kerudung berwarna netral. Warna netral seperti krem, biru dongker, hitam, bisa masuk ke dalam beragam warna busana yang kamu pakai.

Terlihat stylish sekaligus nyaman akan membuatmu lebih percaya diri. Agar tidak gerah, kamu juga harus memerhatikan bahan hijab yang dipakai ya. Dengan bahan hijab yang nyaman dan tidak mudah berantakan, penambahan masker tidaklah bermasalah.

Tip Editor: Berikan ekstra kenyamanan dalam berhijab dengan merawat rambut dan kepala dengan bai agar terbebas dari masalah kulit kepala gatal, gerah dan lepek.

Gunakan shampoo yang diformulasikan khusus untuk hijabers seperti CLEAR Hijab Pure Anti Ketombe + Anti Lepek. Formula triple anti-dandruff pada shampoo hijab ini dapat membunuh bakteri penyebab ketombe secara maksimal, hingga kulit kepala gatal.

Tak hanya itu, shampoo ini juga diperkaya dengan purified mint dan micellar water yang efektif membersihkan minyak kulit kepala dan membuatnya terlihat sehat mengembang.

Sekarang sudah lebih yakin untuk memilih hijab masker yang mana? Tetap jaga kondisi kesehatan rambut, ya!

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya
Hair Quiz