Cerita Briptu Hikma, Polwan Berhijab yang Bertugas di Afrika Tengah

Briptu Hikma membuktikan bahwa hijab tak menghalanginya untuk bertugas sebagai polwan di Afrika!

Berhijab tak menghentikan mimpi, setinggi apapun. Kini, para hijabers sudah bisa menekuni beragam profesi tanpa menanggalkan hijabnya. Seperti Hikma Nur Syafa atau Briptu Hikma, seorang polwan yang kini ditugaskan Polri untuk bertugas di Republik Afrika Tengah.

Jauh sebelum ia terpilih untuk menjalankan salah satu misi kemanusiaan PBB di Bangui, Republik Afrika Tengah, Briptu Hikma atau juga akrab disapa Briptu Imah pernah viral di Indonesia. Potretnya ketika bertugas menuai perhatian, karena hijab yang ia kenakan serta kecantikan parasnya. Saat itu, ia seperti mendobrak anggapan bahwa menjadi polisi itu harus garang.

Briptu hikma foto selfie mengenakan seragam dan hijab
Briptu Hikma atau Briptu Imah sempat viral di Indonesia karena parasnya yang manis. (Foto: Instagram/hikmanursyaa)

Namun, tak sekadar memiliki penampilan yang manis, Briptu Imah juga menunjukkan prestasinya. Ia terpilih dari ribuan pendaftar untuk mengikuti misi kemanusiaan PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) pada tahun 2018. Tes yang telah ia jalani sangat menantang, mulai dari tes awal di daerahnya, hingga tes di Mabes Polri. Jenis tesnya juga beragam, mulai dari tes kesehatan, tes bahasa, hingga tes kejiwaan.

Untuk mengikuti program ini pun, ia harus menjalani latihan intens selama 18 bulan lamanya. Semua polisi yang terpilih harus bisa setidaknya tiga bahasa, yakni bahasa Inggris, bahasa Prancis, dan bahasa Arab.

Misi Kemanusiaan di Afrika.

Setelah menjalani beragam latihan, ia berangkat ke Afrika pada Juni 2019 bersama 14 polwan terpilih. Dalam timnya, ada enam orang polwan berhijab. Briptu Hikma menilai program ini sangat fair, karena tidak memandang wanita berhijab maupun tidak. Jika ia memiliki potensi dan kapasitas yang tepat, maka ia punya kesempatan.

Setibanya di Afrika, ia pun mulai menjalankan misi yang ditugaskan oleh PBB.

“Tujuan kami berada di sini adalah adalah untuk melindungi warga sipil dari ancaman kekerasan yang terjadi di negara yang sedang memulihkan diri pasca konflik saudara di negeri ini. Tugasnya mulai dari melaksanakan patroli, pengawalan, penjagaan objek vital, dan juga program program charity,” ungkap Hikma kepada All Things Hair dihubungi via telepon.

Briptu Hikma bermain bersama anak-anak di Afrika Tengah
Briptu Hikma yang senang bermain dengan anak-anak. (Foto: Instagram/hikmanursyaa)

Hikma mengaku di awal kedatangannya, proses adaptasi yang dibutuhkan cukup berat, mulai dari penyesuaian bahasa, cuaca, hingga sosial budaya. Bahasa yang digunakan di sana adalah bahasa Prancis. Meski sebelumnya sudah menjalani pelatihan bahasa, penyesuaian komunikasi dengan masyarakat sekitar tetap menantang baginya.

Tantangan Sebagai Polwan Berhijab.

Sebagai seorang polwan, ia pun kerap menghadapi baku tembak hampir setiap hari. Apalagi, daerah yang ia datangi adalah daerah konflik.

“Tantangan terbesarnya tentu karena ini daerah rawan atau konflik, kontak tembak dan perselisihan bisa terjadi setiap hari. Karena ini juga bagian dari tugas kita, tentunya nyawa kami juga jadi taruhannya,” tambahnya.

Meski begitu, wanita kelahiran Yogyakarta ini mengaku kondisi masih tetap bisa diamankan. Hingga saat ini pun semua timnya berada dalam keadaan sehat.

Tak butuh waktu lama bagi Hikma dan rekan-rekan sesama polwan untuk membaur dengan warga lokal. Bahkan menurutnya, bersosialisasi dengan masyarakat lokal menjadi hal yang paling ia senangi di sana.

“Di sini umat muslimnya cukup banyak, seperti di Indonesia. Bahkan ada satu pemukiman yang semuanya muslim. Kehidupan sosial antarberagama di sini juga cukup baik, mereka juga memahami hijab yang aku pakai,” tambahnya.

Briptu hikma mengelus anak Afrika di gendongan ibunya.
Suasana di Afrika Tengah. (Foto: Instagram/hikmanursyaa)

Tantangan lainnya justru datang dari cuaca. Saat musim panas, cuaca di Bangui sangat panas dan terik. Ditambah lagi, perlengkapan yang dipakai Briptu Hikma di kesehariannya cukup berat, bisa mencapai 5 kg. Tentu, ini bukan hal yang mudah untuknya.

Apalagi, ia mengenakan jilbab di kesehariannya. Rambut yang tertutup seharian dan terik matahari seringkali tak bersahabat. Masalah rambut seperti lepek, ketombe, hingga rontok bisa menghampiri jika ia abai merawat rambutnya.

“Tipsnya harus rajin keramas dan pakai vitamin rambut. Rambut bisa lepek, berketombe, tapi kalau kita rajin keramas menggunakan shampoo dan conditioner yang tepat, itu nggak akan bermasalah,” tutur Briptu Hikma.

Dengan perawatan yang tepat, hijab tetap membuatnya nyaman beraktivitas. Meski cuaca terik, tak sedikitpun terlintas di benak Briptu Imah untuk melepas hijabnya.

Tips Editor:

Cuaca terik biasanya akan membuat kulit kepala menjadi lebih lembap. Apalagi jika hijab dipakai seharian. Agar rambut tetap segar meski pakai hijab seharian, kamu sebaiknya memilih produk perawatan rambut yang diformulasikan untuk untuk hijabers.

Salah satu rekomendasi kami adalah CLEAR Hijab Pure Anti Ketombe + Anti Lepek yang diperkaya formula purified mint dan micellar water. Kandungan ini membantu membersihkan rambut secara menyeluruh serta membuat rambut tetap bervolume.

Gaya Hijab Pilihan Briptu Hikma.

Hijab yang ia kenakan sehari-hari pun cukup membantunya tetap merasa nyaman. Ia sering terlihat memakai hijab instan berbahan kaos polyester dengan warna senada seragamnya. Bentuk hijab instan yang simple membuatnya tak terganggu meski harus memakai gear di kepalanya.

Briptu hikma tersenyum dengan latar gurun di Africa
Kerudung bahan kaos yang nyaman dipakai di cuaca panas. (Foto: Instagram/hikmanursyaa)

“Hijab yang aku pakai adalah sport hijab, itu termasuk hijab seragam dinas dari Polri. Jadi semua polwan berhijab menggunakan hijab yang sama. Bahannya polyester dan nyaman digunakan karena dirancang khusus untuk daerah misi dan tugas-tugas di lapangan lainnya,” terangnya.

Seragam yang tertutup juga membuatnya tak harus banyak mengubah penampilan karena berhijab. Justru hijab menjadi perlindungan tambahan untuknya.

Bisnis Hijab Briptu Hikma, Obat Kerinduan pada Tanah Air.

briptu hikma tersenyum mengenakan hijab paris

Di luar pekerjaannya, Hikma juga sering memilih gaya hijab yang sederhana seperti hijab segi empat paris yang simple. Meski berada jauh dari Indonesia, ia tetap mengikuti tren hijab di negaranya. Bahkan, Hikma membuat bisnis hijab dibantu oleh kerabatnya di Indonesia. Nama brand yang ia garap adalah Syaa by Hikma Nursyaa.

Ia menjual produk-produk hijab yang sedang booming di Indonesia, seperti hijab instan tali, hijab segi empat motif, dan hijab voile. Wanita yang memiliki 177 ribu followers di Instagram ini pun kerap mempromosikan brand yang ia garap di media sosialnya.

Merilis bisnis hijab juga seakan mengobati rindu kepada keluarga tercinta. Briptu Hikma mengaku sempat merasa berat harus tinggal jauh dari keluarga dalam waktu lama. Namun, baginya ini adalah risiko pekerjaan yang harus dihadapi.

Dengan bisnis LDR hingga terbang jauh untuk menjalankan tugas kemanusiaan, Hikma membuktikan bahwa tiada yang tidak mungkin untuk meraih mimpi dan menjalani passion sekaligus. Kamu juga bisa menjalani profesi impianmu dengan tetap memakai hijab. Jangan lupa untuk tetap merawat diri, agar tetap bahagia ya!