Mengenal 10 bahan hijab yang banyak dijual di online shop

silmia | 13 Agustus 2019
Wanita Asia memakai hijab berbahan sifon pink

Bahan jilbab yang dijual di pasaran kini sangat variatif, mulai dari voile hingga organza. Ketahui perbedaannya agar kamu tak salah pilih.

Pilihan hijab kini semakin banyak ditawarkan, khususnya oleh toko online di media sosial. Mulai dari corak, bentuk, hingga bahan jilbab semua disajikan dengan harga bersaing. Godaan sale pun tak jarang menghampiri hampir setiap bulan.

Jika dulu bahan hijab yang terkenal hanyalah hijab paris, kini variasinya sudah semakin banyak. Sebelum membeli, tentu kita harus mengetahui terlebih dahulu karakter bahan jilbab tersebut. Jangan sampai, kita salah memilih. Berhijab jadi tidak nyaman jika bahan yang dipilih kurang tepat.

Ya, salah satu faktor terbesar kenyamanan berhijab adalah pemilihan bahan jilbab. Bahan yang bertekstur licin membutuhkan perhatian ekstra. Merapikan hijab dengan banyak jarum pentul terkadang membuat repot saja. Tentu kita tidak mau waktu terhabiskan hanya karena membenahi hijab.

Pemilihan bahan jilbab juga bisa ditentukan oleh acara yang akan dihadiri. Misalnya saja untuk ke pesta, kita butuh bahan hijab yang lebih shiny untuk memberikan kesan spesial. Lain lagi saat kita memakai hijab untuk traveling, tentu kita lebih memerlukan bahan hijab yang ringan dan tidak gerah.

Agar tak salah pilih, kali ini All Things Hair mengulas karakteristik bahan jilbab yang dijual di pasaran. Mulai dari bahan voile hingga satin, apa ya bedanya?



Bahan Jilbab yang Banyak Dijual di Online Shop



1. Hijab paris.

Wanita Asia memakai gaya hijab segi empat tanpa jarum pentul
Bahan hijab paris yang banyak dipakai oleh hijabers. (Foto: Hariono Halim)

Bahan hijab yang paling populer di Indonesia sejak tahun 2000-an adalah bahan paris. Paris merupakan salah satu jenis katun dengan tekstur tipis dan ringan. Jenis bahan katun paris juga tak hanya satu, setiap pabrik kain mengeluarkan versinya masing-masing.

Ada hijab paris premium yang lebih lembut dan menggunakan sedikit saja bahan polyester, ada pula yang lebih murah. Biasanya bahan paris yang lebih murah mengandung lebih banyak polyester hingga lebih kaku. Hijab berbahan paris ini cocok dipakai untuk kegiatan sehari-hari karena sangat ringan. Lihat artikel tutorial memakai hijab paris di All Things Hair.

2. Hijab voile.

Hijab berbahan voile
Bahan jilbab voile yang cocok dipakai sehari-hari. (Foto: Silmia Putri)

Popularitas hijab berbahan voile meningkat sejak tahun 2015. Meski terlihat mirip dengan hijab paris, voile bukanlah jenis katun. Voile memiliki serat yang lebih renggang dari paris, tapi lebih tebal. Harganya cenderung lebih mahal dari paris, karena tidak transparan dan memiliki look yang lebih premium.

Hijab voile yang dijual di pasaran kebanyakan berbentuk segi empat. Tekstur hijab voile juga sangat ringan dan tidak mudah lecek. Untuk itu, hijab voile bisa jadi pilihan untuk beragam jenis acara, mulai dari traveling hingga acara resmi.

3. Hijab diamond Italiano.

Bahan jilbab diamond italiano berwarna pastel
Bahan jilbab diamond italiano yang banyak digunakan sebagai pashmina. (Foto: Shutterstock)

Jenis bahan jilbab yang tak kalah populer adalah diamond italiano. Jenis kain ini banyak digunakan untuk bahan shawl atau pashmina. Popularitas bahan ini meningkat sejak tahun 2013. Diamond italiano sebenarnya merupakan nama kain berjenis sifon. Teksturnya seperti kulit jeruk jika diraba, tapi lebih lembut dan jatuh.

Beda dengan voile dan paris, hijab berbahan diamond italiano ini lebih licin. Dibutuhkan cukup banyak jarum pentul jika ingin membuatnya ‘stay’ di kepala.

4. Hijab cashmere.

Hijab pashmina berbahan cashmere
Pashmina berbahan cashmere masih banyak digunakan dari dulu hingga sekarang. (Foto: Shutterstock)

Bahan jilbab untuk pashmina yang tak kalah populer adalah cashmere. Jenis pashmina cashmere tidak terkenal di Indonesia saja, tapi juga mendunia. Pasalnya, hijab cashmere banyak dijual di Timur Tengah hingga sering disebut sebagai pashmina Arab.

Kain cashmere sebenarnya agak tebal untuk digunakan sehari-hari di Indonesia yang bercuaca tropis. Namun karena tebal, pashmina cashmere tidak transparan dan tidak licin. Kamu bisa menggunakannya saat bertandang ke tempat bercuaca dingin.

5. Hijab satin.

Bahan jilbab satin silk warna pink
Bahan jilbab satin banyak dipakai di berbagai negara mulai dari Turki hingga Indonesia. (Foto: Shutterstock)

Bahan hijab lainnya yang tak kalah populer adalah satin. Hijab satin ini terkenal di beberapa negara yaitu Turki dan Malaysia. Look hijab satin yang shiny membuatnya sangat cocok dipakai untuk acara formal.

Namun, hijab satin cenderung licin saat dipakai sehingga tak disarankan untuk menggunakannya untuk sehari-hari. Agar tetap nyaman berhijab saat memakai hijab satin, pastikan kondisi kulit kepala dan rambutmu dalam keadaan sehat. Kulit kepala yang gatal akan membuat kita ingin menggaruknya. Kebanyakan menggaruk bisa membuat gaya hijab berantakan.

Gunakan shampoo khusus hijab yang membersihkan kulit kepala secara menyeluruh tapi tetap membuat rambut wangi meski tertutup hijab. Kami merekomendasikan Sunsilk Hijab Recharge Refresh & Volume Shampoo yang khusus difomulasikan untuk wanita berhijab. Kandungan daun mint dan stroberinya dapat membuat kepalamu segar sepanjang hari.

Sunsilk Hijab Recharge Refresh and Volume Shampoo

6. Hijab ceruti.

Wanita asia menata hijab modern
Hijab berbahan ceruti yang ringan dan jatuh. (Foto: Hariono Halim)

Ceruti juga merupakan salah satu jenis kain sifon. Teskturnya sangat ringan sehingga cocok dipakai untuk gaya hijab berlayer atau flowy. Biasanya, ceruti digunakan untuk hijab berbentuk selendang atau pashmina.

Mirip dengan diamond italiano, ceruti cenderung licin dan membutuhkan jarum pentul untuk merapikannya. Bedanya, ceruti lebih tipis sehingga anti-gerah. Harganya kurang lebih sama dengan hijab berbahan diamond italiano.

7. Hijab polycotton.

Model berhijab berjalan di Jakarta Fashion Week 2019 memakai jilbab segi empat
Jilbab segi empat berbahan polycotton dengan gaya basic yang cocok dikenakan sehari-hari. (Foto: Image.net)

Hijab berbahan polycotton juga populer di beberapa tahun terakhir. Sesuai Namanya, bahan jilbab ini terdiri dari cotton dan polyester. Gabungan kedua bahan ini menghasilkan tekstur hijab yang ringan dan mudah dibentuk.

Bahan jilbab ini banyak dipakai untuk hijab segi empat. Harganya cenderung lebih murah dari voile. Namun sayangnya, karena kandungan polyester yang lebih banyak dari voile, terkadang polyester lebih licin ketika dipakai.

8. Hijab crinkle.

Crinkle shawl warna hijau
Bahan yang berkerut membuat hijab ini tak perlu disetrika lagi. (Foto: Shutterstock)

Crinkle shawl juga banyak dijual oleh di online shop. Sesuai Namanya, bahan crinkle bertekstur kusut dan tidak bisa dirapikan meski sudah disetrika. Crinkle juga memiliki banyak jenis bahan, ada yang terbuat dari viscose hingga linen.

Hijab berbahan crinkle cocok untuk traveling. Kamu tidak perlu menyetrikanya untuk terlihat rapi. Bahannya juga ringan untuk dibawa bepergian.

9. Hijab voile dobby.

Bahan hijab voile dobby warna abu
Bahan voile dobby memiliki serat kain seperti anyaman jika dilihat lebih dekat. (Foto: Silmia Putri)

Popularitas voile semakin besar di tahun 2019. Kini sudah banyak jenis voile yang terlihat dari tekstur seratnya. Salah satu jenis voile yang banyak dijual adalah voile dobby. Serat bahan jilbab ini memang unik, benangnya dirajut menyerupai anyaman.

Dibanding voile biasa, voile dobby lebih tebal sehingga mengesankan gaya yang tegas. Voile dobby bisa jadi pilihan untuk tampilan formal. Harganya tidak jauh berbeda dengan hijab voile biasa.

10. Hijab organza.

Wanita asia dengan hijab formal mengikat hijab
Hijab berbahan organza yang memiliki tampilan glowing. (Foto: Natasha Estelle)

Bahan organza dikenal di Indonesia sejak tahun 2014. Bahan jilbab ini sering dipakai dalam bentuk segi empat. Teksturnya agak tebal dan terlihat berkilau. Tak heran, jika hijab organza banyak dipilih untuk acara khusus seperti hijab pengantin. Kini, banyak pengantin berhijab yang memakai organza saat menikah dan memadukannya dengan tiara.

Untuk pemakaian sehari-hari, bahan jilbab organza tidak disarankan. Hijab organza juga cenderung kaku sehingga tidak fleksibel untuk berbagai macam gaya. Namun untuk pergi ke pesta, bahan jilbab ini sangat cocok.

 

Demikian 10 bahan jilbab yang banyak dijual baik online maupun offline. Setelah mengetahui karakter kainnya, kamu lebih bisa menentukan bahan hijab seperti apa yang kamu perlukan. Selalu utamakan kenyamanan dalam berhijab, baik dari jenis dan bahan hijab hingga kesehatan rambut!