Mengenal 16 Bahan Hijab yang Banyak Dijual di Online Shop

Bahan jilbab yang dijual di pasaran kini sangat variatif, mulai dari voile hingga organza. Ketahui perbedaannya agar kamu tak salah pilih.

Pilihan hijab kini semakin banyak ditawarkan, khususnya oleh toko online di media sosial. Mulai dari corak, bentuk, hingga bahan jilbab semua disajikan dengan harga bersaing. Godaan sale pun tak jarang menghampiri hampir setiap bulan.

Jika dulu bahan hijab yang terkenal hanyalah hijab paris, kini variasinya sudah semakin banyak. Sebelum membeli, tentu kita harus mengetahui terlebih dahulu karakter bahan jilbab tersebut. Jangan sampai, kita salah memilih. Berhijab jadi tidak nyaman jika bahan yang dipilih kurang tepat.

Ya, salah satu faktor terbesar kenyamanan berhijab adalah pemilihan bahan jilbab. Bahan yang bertekstur licin membutuhkan perhatian ekstra. Merapikan hijab dengan banyak jarum pentul terkadang membuat repot saja. Tentu kita tidak mau waktu terhabiskan hanya karena membenahi hijab.

Pemilihan bahan jilbab juga bisa ditentukan oleh acara yang akan dihadiri. Misalnya saja untuk ke pesta, kita butuh bahan hijab yang lebih shiny untuk memberikan kesan spesial. Lain lagi saat kita memakai hijab untuk traveling, tentu kita lebih memerlukan bahan hijab anti kusut yang ringan dan tidak gerah.

Agar tak salah pilih, kali ini All Things Hair mengulas karakteristik bahan jilbab yang dijual di pasaran. Mulai dari bahan voile hingga satin, apa ya bedanya?

Secara umum bahan hijab terbagi menjadi dua, yakni bahan yang tampilannya kasual dan bahan yang memberikan kesan formal. Nah, untuk aktivitas yang padat dan membutuhkan banyak gerak, sebaiknya kita memilih bahan hijab yang nyaman dan anti kusut. Berikut adalah beberapa rekomendasi bahan hijab untukmu.

1. Hijab Paris.

Wanita Asia memakai gaya hijab segi empat tanpa jarum pentul
Bahan hijab paris yang banyak dipakai oleh hijabers. (Foto: Hariono Halim)

Bahan hijab yang paling populer di Indonesia sejak tahun 2000-an adalah bahan paris. Paris merupakan salah satu jenis katun dengan tekstur tipis dan ringan. Jenis bahan katun paris juga tak hanya satu, setiap pabrik kain mengeluarkan versinya masing-masing.

Ada hijab paris premium yang lebih lembut dan menggunakan sedikit saja bahan polyester, ada pula yang lebih murah. Biasanya bahan paris yang lebih murah mengandung lebih banyak polyester hingga lebih kaku. Hijab berbahan paris ini cocok dipakai untuk kegiatan sehari-hari karena sangat ringan dan tidak mudah lecek. Lihat artikel tutorial memakai hijab paris di All Things Hair.

2. Hijab voile.

Hijab berbahan voile
Bahan jilbab voile yang cocok dipakai sehari-hari. (Foto: Silmia Putri)

Popularitas hijab berbahan voile meningkat sejak tahun 2015. Meski terlihat mirip dengan hijab paris, voile bukanlah jenis katun. Voile memiliki serat yang lebih renggang dari paris, tapi lebih tebal. Harganya cenderung lebih mahal dari paris, karena tidak transparan dan memiliki look yang lebih premium.

Hijab voile yang dijual di pasaran kebanyakan berbentuk segi empat. Tekstur hijab voile juga sangat ringan dan tidak mudah kusut, sehingga cocok dipakai saat kamu melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak gerak, seperti traveling atau sekedar nonton di bioskop. Hijab ini juga cocok dipilih saat kamu terburu-buru, karena tidak perlu disetrika.

3. Hijab Diamond Italiano.

Bahan jilbab diamond italiano berwarna pastel
Bahan jilbab diamond italiano yang banyak digunakan sebagai pashmina. (Foto: Shutterstock)

Jenis bahan jilbab yang tak kalah populer adalah diamond italiano. Jenis kain ini banyak digunakan untuk bahan shawl atau pashmina. Popularitas bahan ini meningkat sejak tahun 2013. Diamond italiano sebenarnya merupakan nama kain berjenis sifon. Teksturnya seperti kulit jeruk jika kamu raba, tapi lebih tebal dan tidak mudah kusut.

Beda dengan voile dan paris, hijab berbahan diamond italiano ini lebih licin. Dibutuhkan cukup banyak jarum pentul jika ingin membuatnya ‘stay’ di kepala.

4. Hijab cashmere.

Hijab pashmina berbahan cashmere
Pashmina berbahan cashmere masih banyak digunakan dari dulu hingga sekarang. (Foto: Shutterstock)

Bahan jilbab untuk pashmina yang tak kalah populer adalah cashmere. Jenis pashmina cashmere tidak terkenal di Indonesia saja, tapi juga mendunia. Pasalnya, hijab cashmere banyak dijual di Timur Tengah hingga sering disebut sebagai pashmina Arab.

Kain cashmere sebenarnya agak tebal untuk digunakan sehari-hari di Indonesia yang bercuaca tropis. Namun karena tebal, pashmina cashmere tidak transparan, tidak mudah kusut, dan tidak licin. Bahkan, kamu tidak usah sering-sering menyetrikanya. Kamu bisa menggunakannya saat bertandang ke tempat bercuaca dingin.

5. Hijab Polycotton.

Model berhijab berjalan di Jakarta Fashion Week 2019 memakai jilbab segi empat
Jilbab segi empat berbahan polycotton dengan gaya basic yang cocok dikenakan sehari-hari. (Foto: Image.net)

Hijab berbahan polycotton juga populer di beberapa tahun terakhir. Sesuai namanya, bahan jilbab ini terdiri dari cotton dan polyester. Gabungan kedua bahan ini menghasilkan tekstur hijab yang ringan, tidak mudah kusut, dan mudah dibentuk.

Bahan jilbab ini banyak dipakai untuk hijab segi empat. Harganya cenderung lebih murah dari voile. Namun sayangnya, karena kandungan polyester yang lebih banyak dari voile, terkadang polyester lebih licin ketika dipakai.

6. Hijab Crinkle.

Crinkle shawl warna hijau
Bahan yang berkerut membuat hijab ini tak perlu disetrika lagi. (Foto: Shutterstock)

Crinkle shawl juga banyak dijual oleh di online shop. Ada kerutan-kerutan khusus pada hijab ini yang membuat teksturnya terlihat unik. Crinkle juga memiliki banyak jenis bahan, ada yang terbuat dari viscose hingga linen.

Hijab berbahan crinkle cocok untuk traveling. Kamu tidak perlu menyetrikanya untuk terlihat rapi. Bahannya juga ringan untuk dibawa bepergian.

7. Hijab Wolfis.

Bahan jilbab wolfis warna ungu
Bahan wolfis yang banyak digunakan sebagai bahan khimar syar’i. (Foto: Shutterstock)

Bahan jilbab satu ini banyak dipakai untuk hijab syar’i karena tidak transparan tapi masih ringan dipakai. Nama aslinya adalah woolpeach, tapi orang Indonesia menyebutnya dengan wolfis. Sehingga, kalau kamu mencari hijab ini di pasaran cukup mencarinya dengan kata jilbab wolfis.

Bahannya terbuat dari 100% polyester. Serat kainnya rapat dan mudah untuk disertika. Namun, bahan wolfis seringkali terasa lebih gerah dibanding jilbab berbahan katun. Untuk itu, harganya cenderung lebih murah dibandingkan bahan jilbab lainnya.

8. Hijab Kaos.

Wanita Asia memakai hijab duduk di sofa rumah
Hijab pashmina berbahan kaos yang cocok dipakai di rumah. (Foto: Shutterstock)

Bahan kaos tentunya sudah tidak asing lagi ya di telinga kita. Jilbab berbahan kaos sudah dibuat sejak awal hijab dikenal di Indonesia. Biasanya bahan kaos dibuat jadi hijab instan yang kasual. Banyak juga hijab seragam sekolah yang terbuat dari kaos. Sekarang, hijab berbahan kaos juga dibuat ke dalam beragam bentuk, salah satunya pashmina.

Jenisnya juga bermacam-macam. Secara umum, bahan kaos terbagi dua, yakni PE (Polyethilene) yang terbuat dari serat sintetis dan TC (Teteron-Cotton) yang merupakan gabungan dari serat sintetis dan cotton. Namun, istilah yang dipakai penjual hijab biasanya berbeda lagi sesuai dengan nama kainnya misalnya kaos rayon atau kaos combed. Pastikan kamu memilih kaos yang mengandung bahan katun agar lebih nyaman dipakai sehari-hari.

9. Hijab Spandex.

Beberapa warna bahan spandex untuk jilbab
Kain spandex yang juga sering dipakai untuk hijab instan. (Foto: Shutterstock)

Selain bahan kaos, banyak hijab instan yang terbuat dari kain spandex. Bahan yang terbuat dari serat sintetis ini memiliki karakter yang stretch sehingga nyaman dikenakan sebagai jilbab instan. Selain hijab, kain spandex juga biasa digunakan untuk bahan legging olahraga.

Biasanya hijab spandex yang digunakan untuk hijab dibuat lebih halus dan nyaman dipakai. Ada banyak grade yang tersedia, ada yang premium ada pula yang murah sehingga terasa gerah saat dipakai. Pastikan kamu memilih hijab spandex dengan kualitas terbaik ya!

 

Kita tentu ingin terlihat lebih istimewa saat menghadiri acara spesial. Tampilan yang terkesan formal dapat kita dapatkan dengan pemilihan hijab yang tepat. Berikut adalah rekomendasi bahan hijab formal yang cocok untukmu!

1. Hijab Satin.

Bahan jilbab satin silk warna pink
Bahan jilbab satin banyak dipakai di berbagai negara mulai dari Turki hingga Indonesia. (Foto: Shutterstock)

Bahan hijab lainnya yang tak kalah populer adalah satin. Hijab satin ini terkenal di beberapa negara yaitu Turki dan Malaysia. Look hijab satin yang shiny membuatnya sangat cocok dipakai untuk acara formal.

Ada yang menjual hijab satin dalam bentuk pashmina atau seledang, ada pula hijab segi empat. Namun, hijab satin cenderung licin saat dipakai sehingga tak disarankan untuk menggunakannya untuk sehari-hari.

2. Hijab Organza.

Wanita asia dengan hijab formal mengikat hijab
Hijab berbahan organza yang memiliki tampilan glowing. (Foto: Natasha Estelle)

Bahan organza dikenal di Indonesia sejak tahun 2014. Bahan jilbab ini sering dipakai dalam bentuk segi empat. Teksturnya agak tebal dan terlihat berkilau. Tak heran, jika hijab organza banyak dipilih untuk acara khusus seperti hijab pengantin. Kini, banyak pengantin berhijab yang memakai organza saat menikah dan memadukannya dengan tiara.

Untuk pemakaian sehari-hari, bahan jilbab organza tidak disarankan. Hijab organza juga cenderung kaku sehingga tidak fleksibel untuk berbagai macam gaya. Namun bahan jilbab ini sangat cocok untuk pergi ke pesta.

3. Hijab Ceruti.

Wanita asia menata hijab modern
Hijab berbahan ceruti yang ringan dan jatuh. (Foto: Hariono Halim)

Ceruti juga merupakan salah satu jenis kain sifon. Teskturnya sangat ringan sehingga cocok dipakai untuk gaya hijab berlayer atau flowy. Biasanya, ceruti digunakan untuk hijab berbentuk selendang atau pashmina.

Mirip dengan diamond italiano, ceruti cenderung licin dan membutuhkan jarum pentul untuk merapikannya. Bedanya, ceruti lebih tipis sehingga anti-gerah. Harganya kurang lebih sama dengan hijab berbahan diamond italiano. Salah satu bahan ceruti yang sedang banyak digemari adalah ceruti baby doll karena punya tekstur yang ringan dan lembut dipakai.

4. Hijab Voile Dobby.

Bahan hijab voile dobby warna abu
Bahan voile dobby memiliki serat kain seperti anyaman jika dilihat lebih dekat. (Foto: Silmia Putri)

Popularitas voile semakin besar di tahun 2019. Kini sudah banyak jenis voile yang terlihat dari tekstur seratnya. Salah satu jenis voile yang banyak dijual adalah voile dobby. Serat bahan jilbab ini memang unik, benangnya dirajut menyerupai anyaman.

Dibanding voile biasa, voile dobby lebih tebal sehingga mengesankan gaya yang tegas. Voile dobby bisa jadi pilihan untuk tampilan formal. Harganya tidak jauh berbeda dengan hijab voile biasa.

5. Hijab Instan Scuba.

Wanita Asia memakai instan hijab bahan scuba
Hijab instan dari bahan Scuba yang bisa jadi alternatif. (Silmia Putri)

Bahan scuba memang belum terlalu umum dikenal sebagai bahan hijab. Biasanya, bahan ini didesain menjadi hijab instan. Kamu bisa menjadikannya sebagai opsi saat ingin terlihat formal dengan memakai hijab instan.

Bahan yang cukup tebal dan look yang shiny memberikan kesan tegas pada tampilan. Pilih hijab instan berbahan scuba dengan detail yang menarik untuk acara spesialmu.

6. Hijab Maxmara.

Hijab maxmara tergantung di gantungan kayu
Hijab maxmara yang cocok untuk acara spesial. (Foto: Shutterstock)

Sering mendengar hijab maxmara? Hijab dengan bahan maxmara ini sempat booming sekitar tahun 2015. Jenis kain ini sekilas mirip dengan satin. Teksturnya shiny dan lembut, sehingga tak heran kalau hijab maxmara sering jadi pilihan untuk acara spesial.

Bahan maxmara sering jadi pilihan untuk hijab motif karena warna dan corak akan terlihat lebih cantik dengan bahannya yang agak berkilau. Kelemahannya mirip dengan satin, yakni sedikit licin dan sebaiknya dicuci dengan tangan agar tidak mudah rusak.

7. Hijab Silk.

Kain silk warna oranye dan biru dongker
Hijab bahan silk yang memberikan kesan mewah. (Foto: Shutterstock)

Sama seperti bahan baju, kain silk atau sutera menempati urutan kain termahal untuk hijab. Untuk itu, hijab berbahan silk tidak banyak dijual di Indonesia. Hijab berbahan sutera sangat lembut dan adem dipakai. Ada sedikit tekstur shiny yang membuatnya terlihat mewah.

Namun, bahan silk cukup mudah rusak, sehingga perawatannya juga ekstra. Hindari mencucinya dengan mesin cuci untuk menjaga warna juga serat-seratnya.

Tip Editor:

Agar tetap nyaman berhijab baik di dalam maupun di luar ruangan, pastikan kondisi kulit kepala dan rambutmu dalam keadaan sehat. Kulit kepala yang gatal akan membuat kita ingin menggaruknya. Kebanyakan menggaruk bisa membuat gaya hijab berantakan.

Gunakan shampoo khusus hijab yang membersihkan kulit kepala secara menyeluruh tapi tetap membuat rambut wangi meski tertutup hijab. Kami merekomendasikan Sunsilk Hijab Recharge Refresh & Volume Shampoo yang khusus difomulasikan untuk wanita berhijab. Kandungan daun mint dan stroberinya dapat membuat kepalamu segar sepanjang hari.

 

Demikian 16 bahan hijab yang bisa kamu pilih. Setelah mengetahui karakter kainnya, kamu lebih bisa menentukan bahan hijab seperti apa yang kamu perlukan. Selalu utamakan kenyamanan dalam berhijab, baik dari jenis dan bahan hijab hingga kesehatan rambut!

Artikel selanjutnya