Kupas tuntas trend dan tips rambut bersama Jajang Muhidin

Yunisa | 13 Agustus 2017

Jajang Muhidin, seorang finalis barber dari program pencarian bakat, berbagi tips dan prediksi trend rambut pria 2018 kepada All Things Hair Indonesia.

Pada kesempatan lalu, kami sempat bertemu dengan Jajang Muhidin di sebuah pameran tahunan. Barber asal Sumedang yang ikut hingga episode ketiga ini memberikan prediksinya atas trend model rambut pria serta tip merawat rambut dan memilih model rambut.

Penasaran trend model rambut pria apa yang akan merajai 2018? Simak obrolan kami bersama Jajang.

Aksi Jajang Muhidin saat sedang memotong rambut salah satu kliennya. (Foto: Instagram @jajangmuhidin_tci)
Aksi Jajang Muhidin saat sedang memotong rambut salah satu kliennya. (Foto: Instagram @jajangmuhidin_tci)

Trend Gaya Rambut 2017-2018

Sebagai barber dengan jam terbang tinggi, Jajang mengakui bahwa tahun ini mayoritas klien menginginkan gaya klasik yang membutuhkan waktu dan usaha minimal dalam menatanya. “Gaya rambut favorit masih tetap di gaya-gaya klasik ya, seperti pompadour, undercut dan kombinasi dari quiff yang dibuat modern. Biasanya (gaya rambutnya) teksturnya lebih messy atau bertekstur. Dasarnya tetap diambil dari gaya klasik, namun dibikin sedikit messy-lah ya biar kelihatan easy going,” ujar Jajang, dalam acara Hair Expo 2017.

Seperti yang kita ketahui, gaya rambut bertekstur adalah gaya rambut yang sangat bertolak belakang dengan gaya rambut rapi. Biasanya, gaya rambut ini ditata menggunakan mousse rambut seperti TRESemmé Salon Finish Extra Control Mousse. Caranya, dengan mengaplikasikan mousse pada rambut dengan cara menyisir rambut dengan jari dan mengacak-acak untuk efek messy look.

TRESemmé Salon Finish Extra Control Mousse

Gaya rambut pria diprediksi akan lebih banyak bermain di tekstur. Selain itu, beberapa barber termasuk Jajang memprediksikan bahwa gaya French Crop akan menjadi trend di tahun 2018.

“Sebenarnya model french crop yang kita kenal itu namanya crop top. Cuma karena trend-nya dulu lebih booming di Perancis, jadi orang lebih kenal dengan istilah French Crop,” lanjut Jajang. “Kalau Julius Caesar poninya rata sampai belakang, tapi kalau sekarang lebih dikombinasikan lagi,” tambahnya.

“Potongan rambut ini terinspirasi dari zaman Romawi kuno dulu, namun sekarang dikombinasikan lagi dengan gaya modern. Bagian sampingnya dibikin tipis.”

Gaya rambut French Crop yang diprediski Jajang akan menjadi trend di tahun 2018. (Foto: indigitalimages.com)
Gaya rambut French Crop yang diprediski Jajang akan menjadi trend di tahun 2018. (Foto: indigitalimages.com)

Jajang juga menyebutkan bahwa trend 2018 mengarah ke gaya rambut yang lebih simpel, dan tidak membutuhkan banyak waktu dan usaha untuk menata.

“Gayanya akan simpel, seperti hasil disisir pakai tangan. Pastinya lebih banyak main di tekstur ya. Pokoknya yang lebih enak buat nongkrong dan lebih keliatan luwes lah.”

Tips Memilih Gaya Rambut Menurut Jajang

1. Pilih model sesuai bentuk wajah.

“Biasanya kesalahan yang dilakukan oleh klien ketika dia memilih model rambut yang tidak cocok dengan tekstur rambutnya dan bentuk wajahnya,” ujar Jajang. “Misalnya mukanya panjang seharusnya jangan memilih model rambut pompadour, karena akan membuat kesan wajah menjadi lebih panjang.”

2. Konsultasikan dengan ahli.

Ambil kesempatan untuk berkonsultasi dengan hairdresser atau barber sebelum memotong rambut. Meski kamu sudah menyiapkan contoh potongan rambut, sebaiknya tetap tanyakan kepada ahlinya lebih dahulu.

“Biasanya (salah pilih gaya) terjadi karena penasaran, pengen nyoba liat orang lain yang modelnya bagus. Makanya kita tetap sarankan ke model yang lebih cocok buat (orang tersebut) aja.”

Gaya quiff pompadour yang klasik diprediksi akan merajai trend gaya rambut 2018. (Foto: iStock by Getty Images)

3. Perhatikan tekstur rambut.

Tekstur alami rambut sangat berperan penting pada hasil akhir potongan rambut. Untuk itu, kamu harus perhatikan rambutmu sebelum memilih gaya rambut.

“Beberapa tekstur yang halus tuh yang lebih gampang dibentuk, misalnya ikal. (Untuk rambut ikal) saya saranin ke model-model klasik, seperti side part, slicked back, atau model rambut yang harus disisir lainnya. Nah kalo buat tekstur rambut lurus, kita lebih saranin ke model-model spiky, quiff, atau model- model yang diangkat ke atas.”

Penasaran ingin mengetahui jenis rambut kamu? Kamu bisa coba 6 cara mudah untuk menganalisa rambut.

Merawat Rambut Sehat

Apapun gaya rambut yang kamu inginkan, rambut sehat adalah pondasi utamanya. Sebelum mengganti potongan rambutmu, pastikan rambutmu dalam keadaan sehat.

Bagi pria, semakin pendek rambut, semakin maksimal distribusi minyak alami dari kulit kepala. Aktivitas dan perawatan yang tidak tepat dapat membuat kulit kepalamu tidak sehat. Oleh sebab itu, perawatan pria sebaiknya fokus ke perawatan untuk kulit kepala agar tetap sehat.

pria dengan undercut fade
Pria juga perlu merawat kesehatan rambut dan kulit kepala. (Foto: Dvora)

“(Kulit kepala pria) lebih berminyak karena aktivitasnya lebih banyak ya, lebih aktif istilahnya. Jadi lebih gampang keringatan dan gampang gatal. Paling saya sarankan ke perawatan kulit kepalanya aja,” jelas Jajang.

Untuk merawat kulit kepala, kami menyarankan untuk merawat rambutmu sehari-hari menggunakan shampoo anti ketombe atau yang bisa menyerap minyak berlebih pada kulit kepala.

“Saya lebih merekomendasikan shampoo yang bisa bikin kulit kepala sehat. Menutrisi akar rambut, istilahnya. Karena kalau terlalu stres, rambut cowok juga rawan rontok. Apalagi kalau didorong oleh faktor genetik,” tambahnya.

CLEAR Ice Cool Menthol

Untuk para pria, Tim All Things Hair Indonesia menyarankan untuk rutin menggunakan CLEAR Men Ice Cool Menthol Shampoo, karena diformulasikan khusus untuk pria dengan Bio Nutrium 10, perpaduan 10 nutrisi, dan ekstrak tumbuh-tumbuhan untuk perlindungan terus menerus terhadap ketombe. Dengan cooling menthol memberikan sensasi dingin maksimal, menyegarkan kulit kepala dan rambut.*

Bagaimana, sudah terpikir gaya rambut apa yang akan kamu pilih selanjutnya? Semoga terinspirasi, ya!

* Tidak ada ketombe yang terlihat, dengan pemakaian teratur, hasil bervariasi.

Baca Lebih Lanjut

COOKIES ON THE SITE

Unilever uses cookies to give you the best experience online and to provide anonymised, aggregated site usage data. You can find out what cookies we use, what they do and how you can disable them in our Cookie Policy. By browsing our sites, you consent to use cookies. By closing this message, you consent to our use of cookies on this device in accordance with our cookie policy unless you have disabled them.