Bahas Tuntas Perbedaan Gel Rambut, Wax, dan Pomade

Apa perbedaan antara pomade, wax, dan gel? Yuk, guys, cari tahu di sini, agar kamu tahu produk yang pas untuk kebutuhanmu.

Meski punya fungsi yang sama, nyatanya masih banyak orang yang belum memahami perbedaan wax dan pomade, serta gel rambut. Sekilas, ketiga produk styling rambut pria ini memang terlihat serupa. Namun jika dipelajari lebih seksama, masing-masing produk styling ini punya daya tahan dan tekstur yang berbeda. Begitu pula dengan bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatannya.

Proses penemuan dan penyempurnaan wax, pomade, dan gel sendiri membutuhkan waktu hingga satu dekade. Mulanya, kaum pria pada abad ke-18 mengunakan lemak beruang untuk menata rambut. Seiring perkembangan zaman, posisi lemak beruang digantikan oleh beeswax atau lilin lebah. Banyak juga yang menggunakan minyak kelapa, lanolin, aquades, atau petrolatum sebagai pengganti.

Gaya rambut yang bisa dihasilkan pun sangat beragam. Pria masa kini bisa menciptakan gaya rambut undercut, pompadour, quiff, fringe, spike, dan mohawk yang awet seharian hanya bermodalkan wax atau pomade.

Penasaran dengan perbedaan signifikan antara wax, pomade, dan gel rambut? Kamu bisa lihat penjelasan dari Tim All Things Hair berikut ini!

Perbedaan Pomade, Wax, dan Gel (1)

gaya rambut pria dengan pomade
Kamu bisa mengkreasikan gaya rambut apapun dengan pomade. (Foto: Shutterstock)

Apakah pomade minyak rambut? Ya, pomade adalah produk styling pria yang memiliki bahan dasar minyak dan juga air. Beberapa tahun terakhir, produk styling dengan nama pomade ini memang populer dan digilai banyak orang. Bukan tanpa alasan juga, karena minyak rambut pria ini bisa dibilang produk in-between wax dan gel. Jadi, apa perbedaan wax dan pomade?

1. Tekstur Cenderung Creamy.

Perbedaan wax dan pomade adalah terkstur dan hasil akhir pada rambut. Berbeda dengan wax, pomade punya tekstur yang lebih ringan dan creamy ketimbang wax.

Jenis pomade pun terbagi dua, yaitu oil-based dan water-based. Jika dibandingkan, pomade berbahan dasar air jadi varian yang daya hold-nya paling ringan dan mudah dibersihkan di antara produk styling lainnya. Salah satunya adalah Axe Perfect Control Pomade yang mudah kamu temukan di supermarket manapun.

Pastikan rambutmu dalam kondisi kering agar mudah dibentuk dan hasil akhirnya awet seharian, ya!

2. Daya Tahan Sedang.

Karena teksturnya yang lebih ringan, teksturnya tentu saja tidak selengket wax. Yang berarti, daya tahannya juga tidak sekuat wax. Meski begitu, formulanya cukup awet dalam menjaga bentuk tatanan rambut. Kamu hanya perlu lebih teliti memilih gaya rambut yang pas dengan produk ini.

3. Hasil Akhir Lebih Natural.

Apakah pomade membuat rambut kaku? Tidak, justru kebalikannya. Karena hasilnya natural dan membuatmu mudah untuk menata rambut, pomade cocok untuk kamu yang hobi gonta-ganti gaya rambut setiap hari. Mulai dari sleek undercut, messy pompadour, mohawk, quiff, fringe, bahkan faux hawk sekalipun bisa kamu kreasikan sesuka hati.

4. Cocok untuk Hampir Semua Tipe Rambut.

Pomade dengan daya hold-nya yang medium nyaris cocok untuk semua tipe rambut. Pomade berbahan dasar minyak yang strong pas untukmu yang berambut tebal ataupun ikal. Sedangkan yang berambut lurus bisa memilih water-based pomade seperti Axe Ice Chill Pomade.

Lalu, rambut ikal cocok pake pomade apa? Pakai pomade dengan bahan minyak (oil-based). Pomade bisa disebut minyak rambut pria yang cocok untuk rambut sulit diatur atau bahkan kering dan mengembang. Berbahan dasar minyak atau air, pomade bisa membuat rambutmu tampak mengilap tanpa kesan lepek.

Artikel selanjutnya

gaya rambut pria dengan wax
Pomade atau wax. Mana yang kamu pilih? (Foto: Shutterstock)

Di antara semua jenis produk styling pria, masih banyak yang mempertanyakan perbedaan wax dan pomade. Yah, tak heran juga sih, karena untuk kamu yang masih baru belajar styling rambut, kedua produk ini punya kemiripan. Perbedaannya ada pada tekstur dan ketepatan pemakaian pada model rambut tertentu.

1. Punya Tekstur Paling Padat.

Wax bisa disebut sebagai minyak rambut bertekstur padat yang terbuat dari lilin. Produk yang satu ini membuat rambut terasa lebih keras dan kaku, sehingga cocok untuk menciptakan messy look yang natural. Minyak rambut wax terbaik biasanya memiliki dua jenis berbeda, yaitu oil-based dan juga water-based. Hasilnya lebih nge-hold, lebih tahan lama! Ingat, memilih jenis wax terbaik untuk rambut harus sesuai dengan kebutuhan dan jenis rambutmu.

2. Lebih Awet Menjaga Bentuk Rambut.

Kalau kamu punya rambut yang sulit ditata, wax terbaik untuk rambut milikmu! Daya tahan wax pada rambut terhitung luar biasa, bahkan bisa awet berhari-hari jika tidak dikeramas. Hmm, tapi jangan sampai kamu malah tidak keramas hanya karena ingin menjaga bentuk rambutmu yang keren ya.

Karena inilah, kamu bisa memanfaatkan produk ini untuk menciptakan berbagai look yang biasanya sulit didapat karena jenis rambutmu yang kaku atau sulit diatur. Gunakan wax juga untuk menghasilkan style rambut yang terbentuk dengan detail dan definisi maksimal. Kamu bisa menggunakan wax untuk menata gaya rambut spike, fringe, atau messy undercut.

3. Cocok untuk Rambut Tebal, Ikal, atau Keriting.

Karena punya daya hold yang kuat, wax rambut cocok untukmu yang berambut tebal. Kamu yang terlahir dengan rambut keriting atau ikal juga bisa menggunakan wax untuk menjaga rambut awet seharian. Bukan kaleng-kaleng!

4. Cukup Sulit Dibersihkan.

Karena sifatnya yang tahan air, wax cenderung sulit dibersihkan. Kamu perlu keramas berkali-kali untuk menghilangkan sisa lilin pada rambut. Jika tidak bersih maksimal, rambut bisa jadi kering dan berubah jadi kemerahan.

Kamu pasti tak mau hal ini terjadi, kan? Karena itu, pastikan kamu teliti ketika membilas rambut setelah keramas. Kamu juga bisa mengakali kekentalan tekstur wax ini dengan memilih produk dengan formula yang lebih ramah. Tim All Things Hair merekomendasikan kamu untuk mencoba Axe High Hold Matte Wax

Produk wax ini menggunakan bahan dasar air, namun tetap dengan formula yang bisa menjaga keawetan bentuk rambut. Pas banget untuk kamu yang suka dengan hasil akhir rambut yang matte dan natural.

Artikel selanjutnya

pria asia dengan tatanan rambut menggunakan produk styling seperti wax, pomade, atau gel
Wax, pomade, dan gel berguna menjaga rambut tetap rapi. (Foto: Shutterstock)

Nah, untuk produk styling yang ini, kamu mungkin lebih paham bedanya dari kedua produk sebelumnya. Sesuai namanya, gel rambut memang lebih khas dan terkesan lebih ringan.

1. Tekstur Kental dan Basah.

Kontras dari wax dan pomade yang padat, gel punya tekstur yang kental dan basah. Karena teksturnya inilah, banyak orang yang lebih memilih untuk memakai gel ketika pertama kali mencoba produk styling.

Kamu bisa menggunakannya dengan mudah tanpa hasil yang terasa lengket di tangan. Konsistensinya juga masih terlihat natural, sehingga cocok dipakai setiap hari.

2. Punya Daya Tahan dan Hasil Bervariasi.

Satu lagi perbedaan wax dan pomade dengan gel rambut, daya tahannya bisa bervariasi! Semua tergantung jenis gel yang kamu gunakan.

Biasanya, setiap gel punya bahan dan spesifikasi berbeda untuk setiap gaya rambut. Ingin membuat rambut kaku atau tampak mengilap? Semua bebas terserah keinginan kamu. Mau yang lebih soft dan terkesan lebih ringan? Bisa!

AXE punya dua varian gel yang menarik untuk kamu coba, yaitu Axe Extreme Hold Gel dan Axe Slick Back Shine Gel yang tahan dipakai beraktivitas seharian di luar ruangan.

3. Cocok untuk Penyuka Gaya Wet Look.

Gel rambut cocok untukmu penyuka gaya wet look yang shiny.  Cocok untuk menciptakan gaya spike yang messy ataupun slick back yang klimis dan rapi. Yang perlu kamu lakukan hanya mencolek gel rambut secukupnya, ratakan ke telapak tangan, dan mulai menata rambut sesuka hati.

Banyak sekali yang menanyakan tentang hal ini. Produk styling yang berminyak seperti wax dan pomade memang berisiko memberi efek lepek pada sebagian orang. Gel rambut yang kaku juga bisa saja membuat rambut rontok.

Hal ini memang bisa terjadi kalau kamu tidak merawat rambut dengan tepat. Kalau ‘gaya’ mandi kamu adalah byar-byur, keramas, sabunan, bilas, selesai, coba perhatikan deh. Apakah kamu jadi punya masalah rambut, terutama kalau kamu sering pakai produk styling?

Proses pembersihan produk ini memang harus dilakukan secara efektif agar tak ada residu yang tertinggal di kulit kepala. Masalah utama yang menyebabkan rambut lepek, rontok, atau bahkan sampai berketombe karena pemakaian produk styling adalah karena keramas yang tak maksimal.

Sisa produk dan bahkan shampoo masih tertinggal di kulit kepala, sehingga menyebabkan penyumbatan pori. Masalah rambut pun muncul karena nutrisi yang ‘mampet’ di kulit kepala dan tak bisa terdistribusi sempurna hingga ke ujung rambut.

Agar keramasnya maksimal, kamu bisa coba CLEAR Men 3-in-1 Active Clean. Shampoo sekaligus tonik dan sabun ini, diformulasikan khusus dengan active charcoal dan triple hyaluronic acid yang efektif membersihkan kulit kepala dari minyak dan kotoran.

Kalau untuk gaya rambut yang sesuai, pilihannya pasti jatuh pada pompadour dan quiff. Namun, apa perbedaan keduanya dan lebih cocok pakai yang mana? Lihat penjelasannya di bawah ini ya!

model rambut pria pompadour dan quiff
(Foto: All Things Hair Studio)

Nah, itu dia perbedaan wax dan pomade, serta gel rambut yang perlu untuk kamu ketahui. Untuk mengetahui inspirasi gaya rambut dan tutorial menata rambut menggunakan pomade atau wax lainnya, kamu bisa membaca artikel yang pernah dibuat Tim All Things Hair sebelumnya.

Artikel selanjutnya

Tetap Terinspirasi

Langganan newsletter untuk tips eksklusif seputar perawatan rambut.
Hair Quiz