Tanya Jawab Minggu Ini: Cara Mengatasi Rambut Patah pada Man Bun Hair

Tim All Things Hair kini membuka kesempatan Tanya Jawab (T&J) tiap minggu untuk kamu yang punya pertanyaan seputar gaya dan perawatan rambut. Kami ingin membantu menjawab segala kegalauan dan keraguan kamu, jadi silakan kirim pertanyaan lewat email ATHidmanager@gmail.com dan nantikan jawabannya di sini.

Sertakan juga nama akun sosialmu (Instagram, Twitter atau Facebook) supaya kami bisa menghubungi seandainya pertanyaanmu terpilih. Siapa tahu ada kejutan menantimu!

ikat man bun hair dengan karet rambut

Minggu ini, ada satu pembaca yang bertanya seputar cara merawat rambut yang sering diikat dengan gaya man bun. Seperti yang kamu tahu, man bun merupakan cepolan simpel untuk menata rambut gondrong. Gaya rambut man bun biasanya disukai pria dengan potongan rambut undercut yang memanjang di bagian tengah.

Namun sayangnya, keseringan mengikat rambut bisa meninggalkan bekas atau menyebabkan rambut patah. Bekas ikatan rambut seringkali terpeta jelas pada batang rambut. Masalah rambut ini juga dialami oleh Dwima Hamid di Jakarta. Simak trik merawatnya di sini!

1. Pilih Shampoo dan Produk Perawatan Rambut yang Tepat.

Kondisi kesehatan rambut sangat dipengaruhi oleh produk hair care yang kamu gunakan. Untuk memperkuat akar rambut dan mengurangi risiko rambut patah, Tim All Things Hair menyarankan kamu untuk rutin keramas dengan CLEAR Men Anti Hair Fall Shampoo.Kandungan Bio Nutrium 10 yang ada di dalamnya berkhasiat mengurangi ketombe dan menyehatkan hair scalp. Agar rambut tidak rontok, jangan lupa untuk selalu membilas kulit kepala hingga bersih, ya!

2. Ikat Rambut dalam Keadaan Kering.

Mengikat rambut dalam kondisi basah atau lembap hanya akan mendatangkan masalah. Ikatan rambut akan menghambat sirkulasi udara, juga dapat memicu tumbuhnya bakteri atau jamur.

Jika dibiarkan terus-menerus, masalah bisa semakin parah dan berujung pada rasa gatal serta kerontokan berlebih. Tak ingin hair scalp jadi iritasi hanya karena sering mengikat man bun saat basah, kan?

3. Hindari Mengikat Rambut Terlalu Kencang.

Rambut dan kulit kepala bisa bermasalah jika terlalu sering diikat.

Kunciran man bun yang terlalu kencang bisa mencederai akar rambut, sehingga folikel rusak dan akhirnya rontok. Jika dilakukan tiap hari, hal ini bisa memicu terjadinya Alopecia Traksi. Ini merupakan kerontokan rambut yang disebabkan oleh penarikan akar rambut secara berulang dalam jangka waktu tertentu.

Gejala umum Alopecia Traksi tak sulit untuk dikenali, antara lain garis rambut yang perlahan tampak semakin mundur, kulit kepala makin terekspos, gatal, kemerahan, hingga rasa nyeri pada kulit kepala.

Jika mengalami sederet gejala di atas, jangan ragu untuk menemui dokter guna mendapat penangangan lebih lanjut. Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik, shampoo anti jamur, atau krim khusus untuk menyuburkan akar rambut. Kamu juga sangat dianjurkan mengkonsumsi suplemen biotin.

4. Pilih Material Ikat Rambut yang Tepat.

Ini merupakan poin penting yang wajib untuk diingat. Jangan pernah menggunakan karet gelang atau hair tie berbahan plastik untuk mengikat rambut. Kedua material ini berpotensi menyebabkan rontok dan masalah rambut lainnya.

Jika tak ingin bekas ikatan terpeta permanen pada rambutmu, sebaiknya ikat rambut dengan hair tie yang lembut. Seperti ikat rambut yang terbuat dari kain atau karet yang tipis.

5. Variasikan Ikatan Man Bun Setiap Hari.

Hindari rambut patah akibat diikat terlalu kencang.

Ini dia trik sederhana yang efektif untuk mengurangi rambut yang patah akibat man bun. Agar ikatan rambut tidak membekas permanen, kamu sangat dianjurkan untuk rutin mengubah gaya man bun. Kamu bisa mencoba variasi top knot, man bun klasik, dan low bun agar tak ada area rambut yang tertekuk secara permanen.

Nah, itu dia tips dan trik dari Tim All Things Hair. Untuk kamu yang ingin tahu lebih banyak seputar haircare, baca juga artikel lainnya dari kami!